Aleta

Aleta
44. Beach


__ADS_3

...🦋 Happy Reading bestie 🦋...


...***...


"Ayo kesana" seru fely bersemangat menarik tangan karin.


"Gak usah lari-lari" tegur dira.


"Ayo sini dir" ajak tasya begitu ketiga remaja itu sudah menginjakkan kakinya diatas air laut.


"Seru banget"


"Sana katanya mau berenang" ujar barra menatap aleta.


"Ayo" Aleta langsung menarik tangan barra mendatangi air laut, begitu air laut menyapu kakinya aleta begitu senang dengan gemas barra mengacak-acak rambut aleta.


"Sayang!" Kesalnya.


"Gemesin banget lagian sayang aku" sahut barra tanpa dosa.


Hampir menuju petang mereka bermain dibawah air, dengan Karin dan elvan yang selalu berdebat dan diakhiri saling mengejar.


"Udah yuk" ajak barra.


"Tapi masih mau main" sedih aleta.


"Udah petang loh ini gak cape?" Tanya barra khawatir yang langsung dijawab gelengan kepala.


"Udah ayo makan dulu nanti sakit kalo masuk angin gimana?" Aleta nampak menunjukkan mimik muka kecewanya.


"Nanti kita ke pantai lagi" kata barra menenangkan aleta diakhiri dengan mengusap kepala aleta lembut.


"Bener?"


"Iya nanti kita ajak mama juga"


"Janji?"


"Iya sayang"


"Oke"


"FAL AYO BALIK" Teriak barra kearah temannya yang berjarak lumayan dekat dekatnya Naufal langsung mengalihkan pandangannya ke barra.


"AYO BALIK MAKAN DULU" langsung diancungkan jempol oleh naufal.


Keenam remaja itu langsung berjalan menghampiri barra dan aleta dengan naufal dan fely yang terus bergandengan tangan, Karin dan Tasya yang berjalan mengandeng Dira yang berada ditengah-tengah mereka dan Elvan yang berjalan dibelakang karin dengan terus mengusili wanita itu.


"ELVAN DIEM GAK!" kesalnya pasalnya laki-laki itu terus mengusiknya entah untuk menarik rambutnya atau mencekal langkah kakinya.


"IH RESE BANGET SIH" Kesalnya yang yang hampir terjatuh yang langsung ditahan Elvan, dengan kesal Karin menjambak rambut Elvan.


"NGESELIN BANGET!" Teriaknya tepat dikuping Elvan dengan terus menarik rambut laki-laki itu.


"Aduduh-sakit Rin" keluhnya memegang kedua tangan Karin yang berada di rambutnya.


"Makanya kalo gua bilang diem tuh dengerin" ujarnya berapi-api.


"Iya-iya gak lagi" Karin melepaskan tangannya dari rambut laki-laki itu.


"Parah banget kdrt nih" keluhnya mengusap kepalanya.


"Gundul mu!"


***

__ADS_1


Setelah selesai makan malam mereka semua masuk kedalam kamar masing-masing.


"Masuk yuk" ajak tasya.


"Gua masih mau duduk disini" sahut Karin.


"Yaudah gua masuk duluan ya"


"Iya"


"Jangan kemaleman ya dingin soalnya" tegur tasya.


"Iya ibu tasya" begitu tasya pergi hanya tinggal Karin seorang yang duduk sendirian ditempat itu dalam diam karin menatap kearah langit malam yang begitu cerah dengan bulan yang bersinar begitu terang ditemani dengan hamparan bintang di sekelilingnya.


Karin menatap keseluruhan penjuru yang begitu gelap hanya ada pencahayaan lampu dan bulan yang begitu sepi dia tidak menemukan siapapun tapi suara aneh begitu mengusik dirinya.


"Apasih" keluhnya menatap mencari dari mana asal suara.


"Bodo amatlah" racaunya.


lagi-lagi suara itu muncul Karin langsung mencari asal suara itu menatap keseluruhan penjuru tetap saja tidak menemukan siapapun.


"Kucing kali ya" ujarnya cuek, masih duduk manis menghiraukan suara itu yang akhirnya menghilang.


Untuk yang kesekian kalinya suara itu muncul lagi Karin langsung terdiam.


"Kok bulu kuduk gua jadi merinding gini ya" serunya mengindikan bahu.


"Huaaaaaaaa" suasana menjadi horor.


"TASYA ADA SETAN!" Teriaknya kencang dan langsung berlari kencang tanpa melihat kearah akhirnya dia terjatuh karena menabrak kaki kursi.


"Huaaaaaaaa, sakit banget tapi takut" nangisnya dengan susah payah dia mencoba bangun dari keadaan jatuh tengkurap.


"Lu kenapa anjir" panik elvan menghampiri karin yang tengah menangis dengan keadaan tengkurap dibawah kaki kursi.


"Sini-sini bangun" Elvan langsung membantu gadis itu terbangun.


"Duduk dulu sini" dengan hati-hati dia membantu Karin duduk di kursi.


"Nih minum nih belum gua minum" ujar elvan memberikan minuman yang tadi iya beli, karin berhenti menangis dan meminum air yang diberikan Elvan begitu.


"Pelan-pelan" tegurannya begitu selesai minum Elvan mengambil alih botol itu Karin kembali terisak.


"Eh udah-udah ngapa nangis lagi" paniknya kebingungan.


"Sakit"


"Apanya?" tanyanya panik.


"Sini-sini biar gua bantu usapin" ujarnya nampak bersalah.


"Semuanya" isaknya, Elvan langsung terdiam karena kebingungan apa yang harus dia usap-usap nanti jatuhnya wanita didepannya dia dibilang gr*p*-gr*p* karena alibi mengambil kesempatan dia hanya menggaruk kepalanya.


"T-terus yang mana yang mau usapin?" tanyanya serba salah.


"Ini sakit" tunjuknya kelutut dan tangannya yang sakit akibat langsung menghantam tanah saat jatuh.


"Sini" dengan pelan-pelan Elvan mengusap lutut Karin.


"S-sorry ya" ujarnya tiba-tiba, Karin langsung menatap Elvan bingung.


"Gua tuh abis dari luar beli minum eh ngeliat lu duduk sendirian ya gua tadi niatnya bercanda cuma mau iseng doang gak tau kalo lu parnoan malah nyangka setan terus lari eh malah jatoh" jelasnya, dengan kesal Karin memukul lengan laki-laki itu.


"Aw" Karin malah teriak ketika memukul lengan Elvan.

__ADS_1


"Adududu, makanya jangan mukul mukul sakitkan tangannya"


"Lu lagian rese banget" kesal karin.


"Ya maap gua kan niatnya bercanda rin"


"Gak lucu"


"Sini-sini gua usapin mana lagi yang sakit?"


"Nih tangan gua sakit" dengan hati-hati Elvan mengusap tangan karin, keduanya duduk terdiam masih dengan Elvan yang mengusap tangan karin.


"Mau gua beliin koyo gak?" tanya Elvan tiba-tiba.


"Lu kira gua nenek-nenek apa!" sewot Karin.


"Justru buat ngeredain rasa sakit, gua dulu kalo kecapean naik gunung kan suka pada sakit karena pegel malemnya pake koyo biar besok paginya udah ilang" jelasnya.


"Kulit loh kulit badak makanya pake koyo gak berasa sampai dibawa tidur kalo gua yang pake malah melepuh kulit gua setan!" kesal Karin.


"Y-iya sih kulit cewe sama lakikan beda ya" sahutnya nampak berpikir.


"Ya tapikan gua ngasih solusi Rin"


"terserah lu deh, udah nih usapin aja" ujarnya.


"Iya-iya" Akhirnya keduanya duduk terdiam dengan Elvan yang masih terus mengusap tangan Karin.


"Lu punya cowo rin?" tanya elvan tiba-tiba.


"Kepo"


"Kan gua nanya"


"Kenapa? jatuh cinta sama gua ya?"


" PD banget lu, lu kan tau gua suka sama dira tapi gara-gara tuh om-om kaya gua jadi gak bisa dapetin Dira" kesalnya.


"Iya sih udah ganteng, kaya, baik udah gitu perhatian lagi duh paket komplit"


"Biasa aja"


"Ngedapetin cowok kaya suaminya Dira dimana ya? apa gua mesti ke rumah bordil dulu biar dibeli om-om kaya atau sugar Daddy gitu" tanya Karin.


"Ngaco lu, kalo lu hoki kalo yang beli om-om gendut pendek perut buncit terus item gimana?" tanya Elvan, Karin nampak membayangkan perkataan Elvan.


"Ih jijik banget gak mau!" tolaknya mengindikan bahunya jijik.


"Makanya gak usah aneh-aneh lah yang pasti pasti aja"


"Cowok tuh bullshits Van"


"Gak ah"


"Iya!"


"Cewe mah gitu giliran ada yang bener-benar tulus suka sama dia malah suka sama yang brengsek giliran disakitin bilangannya semua cowok sama aja aduh" keluh Elvan, Karin terkekeh dengan ucapan Elvan.


"Kebanyakan cewek tuh lebih suka mengejar Van karena tuh cowok cool bikin penasaran"


"Pacaran aja sama es batu"


"Ya gak gitu juga" kekeh Karin.


"Terus gimana?"

__ADS_1


Bersambung........


__ADS_2