Aleta

Aleta
15. Dijual?


__ADS_3

...đŸ¦‹ Happy Reading bestie đŸ¦‹...


...***...


"Bagus banget hampir 3 bulan gak pulang" seru laki-laki yang duduk dikursi melihat anaknya yang sudah tak terlihat hampir 3 bulan ini.


"Jadi simpenan berapa om-om lu sampe gak pulang-pulang?" Yang ditanya lagi-lagi hanya diem dan berlalu pergi ke kamarnya.


"Udah kaya lu?" Serunya.


Tiba-tiba notif hp laki-laki itu berbunyi menandakan ada pesan masuk untuk sejenak ia terdiam membaca pesan itu sampai akhir dia tersenyum puas.


"Akhirnya bisa kaya lagi gua" ujarnya tertawa keras.


Dira keluar dari kamarnya sambil menarik koper ditanggannya tidak memperdulikan laki-laki yang dia sebut sebagai papah sedang tertawa keras sangat senang.


"Mau kemana lu" tanya bastian bingung begitu melihat dira keluar kamar menarik koper besar.


"Minggir" ujarnya datar.


"Gua tanya lu mau kemana?"


"Nindi kalo orang tua ngomong tuh dengerin" teriaknya keras menarik lengan dira yang langsung dihentak kasar oleh dira.


"Apasih" jawabannya kesal pasalnya laki-laki itu menarik lengannya begitu kuat.


"Kalo orang tua tanya tuh dijawab"


"Lama-lama kurang ajar lu kaya emak lu!"


"Mau kemana lu bawa-bawa koper? Udah gak pulang berbulan-bulan eh pulang-pulang malah bawa-bawa koper"


"Pergi"


"Emang ya buah itu jatuh gak bakal jauh dari pohonnya, kalo emaknya j*l*ng pasti anaknya bibit j*l*ng"


"MAMA BUKAN J*L*NG!" Sahut dira kencang, tapi tamparan papahnya lebih keras.


'PLAK!


"Jaga sopan santun sama orang tua"


"Cih" remeh dira.


"Lu dari kecil hidup sama gua makan sekolah pake biaya dan itu duit dari gua!"


"Udah gede malah kurang ajar sama gua! Merasa udah pinter nyari duit lu si*l*n" bentak bastian.


"Ikut gua lu" bastian menarik lengan anaknya dengan kencang keluar dari rumah.


"Gak mau" bantah dira saat Bastian terus berjalan menyusuri jalan yang sepi sambil menarik tangannya begitu kencang.


"Diem deh, lu mau jadi kaya emak lu kan ayo gua anterin"


"Enggak!"


"Cepet ah lama" ujarnya menarik tangan anaknya lebih kuat membawanya kedalam.


"Madam" Panggil Bastian kepada wanita parumbaya cantik dan elegan yang sedang sibuk duduk manis dengan segelas sampanye.


"Kenapa bas? Lu mau buat usaha gua bangkrut dengan utang lu yang segunung"


"Santai madam gua bawa barang bagus nih" ujarnya santai.


Madam tampak melihat kesamping Bastian gadis remaja yang begitu cantik dengan kaos oblong celana panjang dan rambut acak-acakan yang mencoba melepaskan tangannya dari cekalan Bastian.


Walaupun cahaya lampu yang remang-remang madam tetap melihat wajah gadis itu begitu cantik dengan rambut yang panjang.


"Dapet dari mana barang bagus begini?" Tanya madam penuh selidik.


"Anak gua nih cantikkan" bangganya, ya madam akui gadis remaja itu begitu cantik dan sekilas memang mirip bastian tapi sepertinya wajah ibunya lebih dominan.


"Gila lu anak sendiri mau lu jual?" tanya madam sambil kekeh.


"Yeh gua butuh duit, duit yang dia kasih masih kurang jadi mending dia gua jual"


"Gila loh bas, kalo emaknya nyariin gimana?" Tanya madam.


"Emaknya gak bakal tau, dia ada dimana juga gua gak tau" kekeh bastian.


"Berapa nih?" Tanya bastian.


"Gampang masalah harga biar gua bawa masuk dulu nih barangnya" seru madam, Bastian pun mengganggukkan kepalanya.


Madam pun menyuruh beberapa bodyguard untuk membawa dira kedalam kamar dan menjadi begitu ketat.


"BASTIAN SI*L*N GUA GAK MAU!!" Teriak dira.


"Dadah nindi"


"Jangan pernah manggil gua nindi"


"Dih kok kasar harusnya lu berterima kasih karena gua udah memenuhi permintaan lu yang mau mengikutin jejak emak lu" kekehnya.


"Lepas!" Teriak dira mencoba memberontak tapi keempat bodyguard itu begitu ketat menjaganya.


"Jadi?" Tanya bastian.


"Ini sih barang bagus pasti mahal" sahutnya madam tampak menilai.

__ADS_1


"Gini aja nanti malem ada pelanggan setia gua dia pengusaha muda setiap kesini dia selalu mau yang terbaik dari club gua, gua yakin anak lu masih segel dan dia pasti seneng karena ini barang langkah dan harga yang dia tawarkan ke gua selalu fantasi bahkan sampe 100juta pokoknya harga yang dia tawarkan gak pernah main-main, gua yakin kalo anak lu bisa ngambil hati dia harganya bisa mahal banget " jelas madam.


"Oke, yaudah gua minta dp dulu tapi" jawab Bastian.


"Belom juga laku udh minta dp" sahut madam.


"Kan bisnis cantik" kekeh bastian menjawil dagu madam.


"Nih" madam memberi amplop coklat ke Bastian.


"Dp 50jt dulu"


"Siap"


"Gua cabut dulu"


Dira tampak kesal diruangan ini sama sekali tidak ada celah untuk dia kabur semua ruangan tampak tertutup dengan rapi bahkan jendela pun sudah terpasang besi yang menutupinya.


"Halo cantik" sapa madam.


"Tante lepasin dira ya" serunya menghampiri madam.


"Gak bisa tante udah bayar kamu"


"Dira bakal ganti, jadi tolong tante lepasin dira ya" mohonnya.


"Emang kamu punya duit?"


"Punya tante, tante bilang aja sama dira berapa yang harus dira ganti pasti dira ganti tapi tolong lepasin dira" ujarnya memohon.


"Kamu punya 200jt?" Dira tampak terdiam dengan penuturan perempuan parumbaya didepannya.


"Kenapa diem gak punya ya?" Tanyanya remeh.


"Dira gak punya kalo sebanyak itu, kalo 50jt dira ada"


"Dira kasih tante 50jt dulu ya nanti sisanya dira cicil"


"Gak bisa dong, saya aja kasih ke papah kamu cash gak pake cicil emang kamu pikir kredit motor pake diicicilan segala yang ada nanti saya bangkrut"


"Tapi tante dira janji dira akan bayar ya" serunya.


"Gak bisa cantik kamu gak bakal sanggup gantinya, itu baru uang yang tante kasih dp kamu belum utang papah kamu belum bunganya kalo dihitung-hitung bisa setengah milyar" jelasnya, dira tampak terdiam dengan jawaban wanita parumbaya didepannya.


Ah dira sangat membenci laki-laki yang dia sebut papah mana ada seorang ayah yang tega menjual anaknya sendiri demi main judi dan main wanita.


"Ayo sekarang saatnya kamu dandan yang cantik agar pelanggan tante senang" katanya membawa dira keruang ganti.


Dira tampak tak bersuara saat disuruh ganti baju dan duduk manis didepan meja rias gadis itu benar-benar tidak banyak bicara dan itu sangat memudahkan madam.


"Nah sekarang udah cantik" seru madam memandang dira dari cermin gadis ini benar-benar cantik bahkan madam hanya memolesnya sedikit riasan dan memakaikan dira baju yang tidak terlalu terbuka tapi gadis ini malah terlihat sexy dengan warna yang kontras dikulitnya.



" Tuan muda Evren sudah datang dan menunggu madam diruangan VVIP" bisiknya.


"Baiklah"


"Semua berkumpul" ujar madam, semua wanita-wanita muda nan sexy datang menghampiri madam.


"Tuan Evren udah datang ayo bersiap siapa tau salah satu dari kalian bisa menghabiskan waktu dengannya malam ini" seru madam dengan penuh semangat.


semua wanita yang ada diruangan itu nampak begitu senang ketika madam datang dan berkata laki-laki yang mereka idam-idamkan datang.


"Ayo cantik" ajak madam.


"Dira gak mau kan dira udah janji bakal ganti duit tante" jawabnya melepaskannya pegangan tangan madam.


"Tapikan uang kamu gak cukup" ujarnya terkekeh.


"Pasti dira bakal ganti kok"


Madam pun menyuruh bodyguardnya untuk mengantarkan wanita-wanita itu keruangan vvip membiarkan madam berbicara sebentar dengan gadis kecil ini setelah selesai iya akan menyusul.


Begitu para wanita itu sampai diruangan evren hanya melirik malas.


"Dimana madam?" Tanyanya


"Maaf tuan madam bilang akan menyusul"


"Dia sibuk?"


"Hanya sedikit kendala"


"Apa yang membuat madam mengabaikan ku"


"Ah hanya seorang gadis kecil yang keras kepala tuan muda" sahut bodyguard itu takut-takut.


"Antar aku ke madam"


"T-tapi semua wanita itu sudah disini"


"Ah, aku bosan"


"Ayo cepat" ujar evren datar.


Para wanita itu pun mendesah kecewa pasalnya pria incaran mereka malah berlalu pergi begitu saja tanpa melirik sedikit pun.


"Dira dengerin tante kamu itu sekarang punya tante jadi suka-suka tante mau apakan kamu"

__ADS_1


"Tapi dira gak mau, kan dira udah ngomong dira bakal ganti kenapa sih gak percaya"


"Gimana tante mau percaya anak seusia kamu dapet uang dari mana" ujarnya talak.


"Dira bakal kerja untuk melunasinya"


"Itu terlalu lama dira tante gak mau tau sekarang gak ada lagi tawar menawar"


"Tante dira gak mau, lagi juga tante kasih uang kebastian bukan dira yang menerima seharusnya tante minta balik ke Bastian" ujar dira mencoba melepaskan cekalan tangan madam


"Tapi bastian papah kamu"


"Dia bukan papah dira"


"Ah benar mana ada seorang ayah tega menjual anaknya demi segepok uang" kekeh madam.


'Ceklek


"Apa yang membuat madam mengabaikan pelanggan setianya" ujar laki-laki tinggi memakai jas lengkap yang berjalan menuju kursi.


"Maaf tuan evren hanya sedikit kendala" sesal madam.


Evren tampak menatap gadis disamping madam dengan sorotan yang tajam.


"Mari tuan kita keruangan tuan"


"Ah, tidak perlu" ujarnya mengangkat tangannya menghentikan langkah madam.


"Disini saja"


"Baik biar saya suruh mereka kesini"


"Tidak usah, saya sangat bosan dengan wanita-wanita itu" katanya.


"Berapa?" tanyanya menatap kearah dira.


"Maksud tuan?"


"Gadis kecil ini?"


"Dira?" Tanya madam penuh selidik.


"Bagaimana kalau 1M" ujarnya.


"T-tapi gadis ini begitu keras kepala yang ada tuan pusing dibuatnya" tolak madam.


"Saya membelinya 2 Milyar" final evren.


"Saya langsung transfer ke rekening madam, dan dia jadi milik saya"


"Baik tuan"


"Tante" mohon dira memelas.


"Maaf" jawab madam.


"Dira gak mau" tolaknya mentah-mentah.


"Gak bisa dira kamu harus ikut tuan evren"


"Gak mau, dira bukan barang yang diperjualbelikan" bantahnya.


"Tapi papah kamu sendiri yang ngejual kamu ke tante" talaknya.


"Bastian bukan papah dira!" Kesalnya iya pun mencoba lari dari ruangan itu tapi dicekal oleh bodyguard evren.


"Tangkap" ujar evren.


"Lepas!"


"Kalau begitu dia sudah jadi milik saya, jadi madam tidak punya hak apapun lagi" ujar evren.


"Sudah saya transfer bisa madam cek"


"Baik tuan terimakasih"


"Tante dira gak mau" ujarnya memberontak dari pegangan bodyguard evren.


"Kamu harus nurut dira"


"Tante tolong" lirihnya memelas.


Bodyguard evren memberikan obat bius kepada dira dan remaja itu tidak lama kemudian terjatuh tapi evren berhasil menangkapnya dan dibawa kedalam gendongannya.


"Kalo gitu saya pergi" ujar evren membawa dira ala bridal style keluar dari ruangan madam.


Evren menatap wajah gadis didalam pangkuannya dalam diam, baru kali ini ada seorang gadis yang menolaknya mentah-mentah bahkan hanya seorang gadis kecil.


Mobil mewah evren terparkir didepan pintu rumahnya dia pun segera turun membawa mengendong gadis itu membawanya ke kamarnya, saat iya menaiki tangga dia melihat sekretarisnya.


"Ken"


"Iya tuan"


"Suruh adele membeli perlengkapan wanita sma" ujarnya.


"Seluruh kebutuhannya"


"Baik" ken pun berjalan keluar segera menelpon adele.

__ADS_1


Bersambung..........


__ADS_2