
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
Sudah hampir 1 Minggu ini delapan remaja itu tengah sibuk belajar di ruang tamu rumah barra mereka sibuk dengan kertas-kertas didepan mereka.
"Yang ini gimana sih?" Tanya Elvan bingung.
"Ini di kali dulu terus dibagi" jelas Karin, Elvan mengangguk kepalanya dan langsung mengisi sesuai dengan arahan Karin.
"Kalo yang ini gimana?" Tanya Naufal ke fely.
"Ini akar pangkat 12 dikali ini" jelas fely.
"Gini bener gak?"
"Iya"
Hampir 2 jam mereka habiskan untuk belajar sampai akhirnya mereka kelelahan.
"Cape otak gua" keluh Elvan merebahkan tubuhnya diatas karpet berbulu itu.
"Sama sampe panas nih" sahut Karin mengibaskan tangannya di kepalanya.
"Kalian laper gak?" Tanya Aleta.
"Laper" jawab mereka kompak.
"Yaudah biar gua masakin ya"
"Gak usah kita pesen online aja" cegah barra.
"Gapapah bar"
"Nanti kamu cape"
"Gua bantu ya" seru Dira.
"Tuh dibantuin Dira juga"
"Tapi jangan cape-cape ya, lu juga dir kan lagi hamil"
"Iya barra"
Keduanya pun berjalan kearah dapur Dira membuka kulkas aleta menatap kearah isi kulkas.
"Masak apa nih?" Tanya dira.
"Ayam kecap aja sama capcay"
"Tambahin tempe goreng ya"
"Boleh"
"Let's go" kedua wanita itu sibuk berkutat didapur sampai akhirnya masakan mereka pun jadi.
"Wangi banget" ujar elvan.
"Iya nih fely jadi laper" seru fely mengusap perutnya.
"Gua mau liat ah" seru Tasya, wanita itu berjalan menuruni tangga menuju ke dapur tempat Aleta dan Dira berada.
"Wangi banget" seru Tasya yang melihat Dira dan aleta sibuk menata makanan diatas meja.
"Sama panggil yang lain buat makan" suruh Dira.
"Oke" Tasya langsung berlari keatas untuk memanggil teman-temannya.
"Ayoo mau makan gak?" Teriak Tasya, mereka semua pun berjalan beriringan menuju dapur.
"Wih enak nih" ujar elvan yang duduk melihat makanan yang sudah tertata rapi diatas meja.
"Ayo makan" ajak aleta.
"Kamu juga makan" suruh aleta kepada barra yang masih berdiri disampingnya.
"Segini cukup?"
"Udah sayang" cegah barra, Aleta meletakkan nasi dan lauk pauk ke piring barra dan meletakan kedepan laki-laki itu.
"Enak yeh udah nikah ada yang ngurusin" ujar elvan.
"Makanya nikah" ledek karin.
"Sirik aja lu" seru Naufal, elvan hanya cemberut dengan ledekan teman-temannya.
***
__ADS_1
Kelima gadis itu baru saja keluar dari kelas mereka setelah menyelesaikan soal ujian.
"Gimana tadi?" Tanya Karin.
"Yah lumayan" sahut fely.
"Lumayan menguras otak" lanjut Tasya.
"Nah pinter" sahut Dira.
"Tapi akhirnya ujian kita kelar" senang Karin.
"Akhirnya terbebas dengan kertas-kertas yang bikin otak panas" keluh Tasya.
"Gimana bumil enek gak sama kertas?" Tanya Karin berbisik.
"Lumayan" kekehnya.
"Duh kasian dedek ikut pusing" sedih Tasya mengusap perut dira, semua terkekeh dengan kelakuan tasya.
"Ayolah kita ngongki" ajak Tasya.
"Kuylah untuk meredakan rasa stres" ujar Dira.
"Dicafe aja ya" ajak Aleta.
"Bebas yang penting Kane" jawab Karin.
Kelima remaja itu masuk kedalam mobil yang Aleta kendarai.
'dret'dret'dret
📞 Barra is call
'Iya hallo bar'
'........'
'iya ini baru kelar'
'........'
'Nih mau ke cafe sama anak-anak'
'.......'
'........'
'iya'
Tut.
"Udah yuk" ajak fely.
***
"Tadi gimana?" Tanya Naufal.
"Ya gak gimana-gimana" jawab fely.
"Fel ada yang mau aku omongin" ujar Naufal.
"Iya ngomong aja fal" Naufal pun berlalu pergi meninggalkan mereka.
"Mau ngomong tapi cabut gajelas tuh Naufal" ujar karin.
"Bawel lu" sahut Elvan membekap mulut wanita itu.
"Ih jorok bau tau" kesal Karin menepuk tangan Elvan yang berada dimulutnya.
"Makanya jangan dicium bodoh, orang gua abis broker"
"ELVAN LU JOROK BANGET SIH!"
"Iya-iya, galak banget sih jadi cewe"
Naufal dateng dengan boneka yang sangat besar ditangan kirinya dan buket bunga juga coklat ditangan kanannya.
Naufal jongkok didepan fely, fely hanya menatap polos laki-laki didepannya naufal mengatur nafasnya.
"Aku suka sama kamu dari Pertama kali kita temen fel mungkin kedengaran clasic ya" kekek Naufal.
"Tapi setelah kenal kamu lebih jauh dan tau karakter kamu yang unik aku jadi bener-benar sayang dan ga mau kehilangan kamu"
"So do you want to be my girlfriend?" Tanya Naufal penuh harap.
"Yes, I want" jawab fely mengganggukan kepalanya.
__ADS_1
Naufal tersenyum senang dengan jawaban fely yang membuatnya legah dia langsung meletakan boneka disampingnya dan memeluk fely.
"Makasih sayang" bisik Naufal ditelinga fely.
"Sama-sama fal" jawabnya malu-malu.
"Buat kamu" Naufal memberikan buket bunga dan coklat kepada fely dan jangan lupakan boneka yang lebih besar dari tubuh wanita itu.
"Makasih" senangnya.
"Selamat ya fel" ujar keempat wanita itu.
"Iya makasih ya bestie"
"Bestie gua sold out lagi aja" keluh tasya.
"Makanya punya pacar" jawab Karin.
"Yeh, lu juga sama masih digantungin kan kek jemuran" sahut tasya.
"Udah udah sesama jomblo jangan saling menghujat" ujar elvan meleraikan.
"Ngaca lu juga" sahut kedua wanita itu.
"Kalo dipikir-pikir kasih yang kita ada ditengah-tengah manusia bucin" keluh Elvan, ketiga manusia jomblo itu bertopang dagu menatap kearah dua pasangan yang sedang bermesraan didepan mereka.
"Mengcape deh" seru dira menggelengkan kepalanya menatap kelakuan ketiga temannya.
"Sabar ya bumil" ujar aleta.
"Ciee gak jomblo lagi" ledek Dira.
"Ih Dira jangan diledekin fely malu" keluhnya.
"Fely u-dah gede" seru aleta.
***
Kedua remaja itu berbaring diatas kasur dengan terus menatap kearah langit langit kamar.
"Kamu mau lanjut kuliah?" Tanya barra.
"Mau dong, kamu juga kan?" Tanya Aleta menatap kearah laki-laki itu.
"Aku harus lanjut kuliah ngambil bisnis kan aku bakal gantiin papi" jelas barra.
"Sodara kembar kamu?"
"Abiyan?"
"Iya"
"Mami sama papi gak pernah menuntut anaknya untuk menjadi apa mereka mau, mereka malah selalu mengsupport anaknya untuk menjadi apapun yang anaknya mau kaya bang Arkan yang mau jadi dokter mami papi selalu mengsupport" jelas barra, aleta mengangguk-anggukkan kepalanya dengan penjelasan barra.
"Abiyan tuh kalo ditanya cita-citanya apa jawaban selalu bingung belom kepikiran" ujar barra.
"Ohiya katanya abiyan pindah ke sekolah kamu tapi kenapa ga pernah main kesini?"
"Gak jadi dia balik lagi ke Paris karena kan sebentar lagi ujian sama kaya kita, mungkin setelah kelar ujian dia bakal balik lagi kesini biar nanti aku kenalin dia ke kamu ya"
"Tidur udah malem" ajak barra.
"Bar" panggil aleta.
"Kenapa lagi?"
"Kamu gak mau punya anak?" Tanya aleta hati-hati.
"Kalo ditanya mau tau gak ya pasti mau semua orang pasti mau ta, tapi aku gak mau menuntut kalo kamu belum siap aku gapapah kok lagi juga kita masih terlalu muda jadi masih punya banyak waktu tenang aja ya" jelasnya mengusap wajah wanita didepannya.
"Maaf ya"
"Kenapa harus minta maaf?" Bingung barra.
"Maaf karena belum bisa memberikan hak kamu" jawabnya sedih.
"Gapapah sayang aku gak masalah selagi kamu belum siap aku akan selalu tunggu oke"
"T-tapi bar-"
"Kenapa lagi sih sayang? Aku gak masalah kok jadi kamu gak perlu khawatir"
"Makasih ya udah pengertian"
"Iya, udah gausah dipikirin ya" ujarnya mengecup kening Aleta.
"Mendingan sekarang kita tidur karena udah malem" ajak barra.
__ADS_1
Bersambung........