
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
Sudah hampir 2 jam wanita itu tertidur dikamarnya tidak ada tanda-tanda akan bangun evren masih setia menemani sambil sibuk mengerjakan pekerjaan kantornya.
Jam di dinding menunjukkan pukul 2 pagi laki-laki itu masih setia membaca laporan dengan kacamata yang bertegar dihidung mancungnya.
Dira mengerjapkannya matanya karena terkena sorotan lampu diatas kepalanya perlahan dia mengedipkan matanya untuk menyelesaikan cahaya lampu dipupil matanya dia menatap kepenjuru arah sampai pandangannya berhenti menatap seorang laki-laki dewasa yang duduk diujung dekat jendela sambil membaca laporan.
"Ehem" dehemnya, dira tetap diam.
"Sudah bangun?" Tanya laki-laki itu datar, dira hanya melengos.
"Gua mau pulang" ujarnya beranjak dari kasur.
"Gak bisa"
"Pokoknya gua mau pulang"
"Ini rumah kamu"
"Rumah gua bukan disini"
"Mulai sekarang ini rumah kamu"
"Gak! Gua mau pulang" ujarnya penuh penekanan dan berlari kearah pintu kamar.
"Keras kepala"
"Buka pintunya" evren pun menghampirinya dengan perlahan.
"Mau ngapain lu jangan macem-macem ya"
"Terserah saya mau apakan kamu karena kamu sekarang milik saya"
"Gua bukan milik siapapun gua milik diri gua sendiri"
"Tapi kamu milik saya karena saya membeli kamu dengan seharga rumah mewah"
"Gua gak perduli gua mau pulang" kata dira penuh penekanan.
Evren menghimpit tubuh gadis itu ditembok dan mencekal tangan gadis itu keatas.
"Lepas" ujar dira saat evren mendekatkan wajahnya kebahu dira yang terbuka.
"Jangan kurang ajar ya!" Titah dira penuh penekanan.
"Kamu punya saya jadi suka-suka saya mau saya apakan" sahutnya didepan telinga dira dan diakhiri dengan jilatan ditelinganya.
Evren mengecup lembut leher dira dengan gigitan-gigitan kecil, dira terus memberontak ada sensasi aneh yang dira rasakan saat evren menyentuhnya.
Evren membawa dira kekasur dan menjatuhkan gadis itu keatas kasur, dira terus memberontak tapi evren tidak kehabisan akal dia mengambil botol kecil disamping kasurnya membuka laci dan meminumkan dira dengan paksa.
Untuk sejenak dia menjauh dan membiarkan dira yang terus mencoba membuka pintu kamar dengan memukulnya tanpa henti.
"Tolong" teriaknya.
"Siapapun yang ada diluar tolong buka pintunya"
Sampai akhirnya evren mulai jengah dia pun menarik Dira dengan kasar dan menjatuhkan gadis itu diatas kasur.
__ADS_1
Hampir 15 menit dira tetap memberontak saat dicium evren sampai akhir tubuhnya merasakan panas yang sangat menyakitikan membuat dirinya gelisah, evren tersenyum remeh.
"Kenapa sayang?" Tanya evren.
"Panas" racau dira.
"Kenapa?"
"Panas panas banget"
"Panggil Rafael"
"Ah panas" ujar dira kelimpungan.
"Acnya sudah yang paling dingin cantik" ledek evren.
"Panas banget dimana kamar mandi gua mau mandi" panik dira.
"Mau dibantu?" Dira tampak mengangguk kepalanya.
"Panggil Rafael"
"Rafael bantu dira, dira kepanasan" katanya dengan frustasi.
"Baiklah cantik"
Ah Rafael sangat suka panggilan gadis itu membuat hatinya bergetar.
"Lu ngapain?" Tanya dira bingung saat laki-laki itu membuka bajunya dan langsung menindihnya.
"Katanya minta dibantu" ujar rafael ditelinga dira, dira hanya pasrah pasalnya dia sudah tidak kuat menahan panas di badannya.
RAEFAL EVREN ALWARITZI laki-laki dewasa berumur 24 tahun pengusaha muda yang sukses, diumurnya yang masih muda sudah memiliki perusahaan besar diberbagai negara asing sekalipun.
Tidak ada satupun wanita yang iya bawa kerumahnya baru dira seorang gadis kecil yang menolaknya mentah-mentah dan mengabaikan pesonanya, dari begitu banyak perempuan yang ingin tidur dengannya walaupun hanya sekedar cuma-cuma tetapi gadis itu dengan seenaknya menolaknya mentah-mentah membuat harga dirinya jatuh didepan banyak orang karena penolakan gadis kecil itu.
"Mulai sekarang kamu milikku dir" ujar Rafael yang menatap gadis itu terlelap dalam pelukannya karena kelelahan dengan aktivitas mereka.
Rafael benar-benar menjadi gila saat tidur bersama dira, dia bahkan akan membuat gadis kecil itu tidak akan bisa berjalan besok pagi karena telah menggempurnya dari jam 2 sampai matahari terbit bahkan ini pengalaman pertama dira.
"Tidur yang nyenyak cantik" ujarnya mengecup bibir dira sekilas, iya pun ikut tidur disamping gadis itu.
***
Dengan perlahan dira membuka matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya.
"Ssttt" ringisnya karena kepala terlalu sangat pusing.
Seakan tersadar dengan apa yang terjadi Dira langsung terduduk, dalam diam dia menatap kearah laki-laki yang tertidur nyenyak disamping tampa menggunakan busana, bahkan iya pun tidak memakai apapun.
"Ternyata bukan mimpi" racunnya.
Dira mencoba bangkit dari kasur dengan perlahan dengan tertatih dia berjalan menuju pintu yang ada dikamar itu.
Dia langsung mengunci pintu itu dibalik pintu Dira terduduk menyalakan air, perlahan air diatas kepalanya mengguyur badannya.
"Gua kotor" racaunnya seraya mengosong seluruh badannya.
"Kenapa harus gua?" Isaknya.
"Bastian b*ngs*t" teriaknya memukul tembok kamar mandi.
__ADS_1
Dengan terus menangis dibawah guyuran air yang membasahi tubuhnya dia terus mengosong seluruh badannya dengan kasar sambil terus meracau dirinya sangat kotor.
"Apasih salah gua?"
"Gak bisa ya satu kali aja gua ngerasa yang namanya bahagia"
"Kenapa hidup dira harus sehancur ini Tuhan?"
"Mama Dira kotor" isaknya terus mengusap tubuhnya kasar.
"Aleta tolong gua"
"Bunda tolong Dira bud" lirihnya.
Dia pun masuk kedalam bathtub yang penuh dengan air perlahan dia masuk terus mengosong tubuhnya menggunakan sabun dengan kasar sambil terus menangis, sampai akhirnya dia lelah dan tertidur didalam bathtub
Suara gedoran dari balik pintu seakan menulikan dirinya sama sekali tidak mengusik tidurnya yang begitu lelap.
Dengan kecang orang dibalik pintu itu mencoba mendobrak pintu kamar mandi saat pintu sudah terbuka dia langsung menetap kepenjuru kamar mandi tapi tidak mendapatkan keberadaan wanita yang dia cari hanya terdapat air yang terus mengalir dari dalam bathtub karena sudah penuh.
Dia langsung berjalan dengan cepat kearah bathtub dan benar wanita itu ada didalam bathtub dengan panik dia langsung mengangkat tubuh wanita itu yang sudah masuk kedalam air dan membawanya keatas kasur.
"Dira bangun" panggilnya menepuk-nepuk pipi Dira.
Dengan terburu-buru evren langsung memakaikan kimono kebadan Dira, pasalnya tubuh gadis itu sangat dingin.
"Hey! Bangun" paniknya, saat dia mendekatkan jarinya dihidung dira gadis itu tidak bernafas dia langsung memberikan nafas buatan.
"KEN!" Teriaknya kencang.
"KEN!"
"I_Iya tuan ada apa?" Tanya ken dengan nafas terengah-engah karena mendengar teriakkan tuannya.
"Panggil dokter cepet!" Perintahnya.
Dengan panik dia terus memberikan nafas buatan untuk Dira sambil terus mengecek denyut nadi Dira yang begitu sangat lemah.
'Uhuk'uhuk'uhuk
Dira akhirnya terbatuk-batuk mengeluarkan banyak air dari dalam mulut dan hidungnya tapi gadis itu sama sekali tidak membuka matanya.
"Permisi tuan dokternya ud_"
"Cepet periksa" suruhnya.
Dengan cekatan dokter itu memeriksa keadaan dira.
"Gimana?" Tanya evren sangat khawatir.
"Sepertinya dia terlalu banyak meminum air, tapi untungnya tuan langsung bertindak cepat untuk mengeluarkan air yang sudah masuk ke paru-paru kalo tidak dia tidak akan tertolong"
"Biar saya kasih resep obat agar cepat pulih kembali, ini bisa langsung ditebus" ujar sang dokter yang memberikan resep dokter.
"Terus kenapa dia belom sadar?"
"Ini saya suntikan obat mungkin dia akan tertidur agar cepat pulih jadi tuan tidak usah khawatir"
"Kalo begitu saya permisi"
"Ken cepat tebus obatnya"
__ADS_1
"Baik tuan"
Bersambung........