
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
"Bangun lu" kesal Naufal, Abiyan bangun dari posisi tersungkurnya.
"Bantuin gua" Abiyan langsung membantu Naufal bangun.
"Anjir sakit semua badah gua" keluh Elvan.
"Bantuin gua bangun" ujar elvan, Abiyan langsung membantu Elvan yang tengah pasrah dibawah rumput.
Dengan susah payah Abiyan membantu Elvan bangun baru mereka bener-benar berdiri tegak tangga dibelakang Abiyan malah jatuh menimpah mereka berdua.
"Anjir udah jatoh malah ketiban tangga juga" keluh elvan memegang jidatnya yang pening akibat terbentur tangga.
"Huaaaaa mami sakit" teriak Abiyan memegang kepalanya belakangnya yang terbentur tangga.
"Senjata makan tuan" seru Naufal.
"Gua bilang juga apa jangan aneh-aneh" kesal Naufal.
"KALIAN NGAPAIN DIDEPAN KAMAR GUA?" Teriak barra berdiri menatap mereka garang.
"Huaaaaa barra bantuin kepala gua sakit" keluh Abiyan.
"Syukur, gua aduin mami sama papi lu biar diomelin"
Ketiga remaja itu duduk diruang tamu dengan terus menunduk dengan barra yang menatap nyalang mereka.
"Kalian ngapain?"
"G-ga ng-gapa-ngapain kok" jawab Elvan.
"Bohong lu"
"Bener"
"Oh lu ngintipin gua sama Aleta ya?" Curiganya.
"En-ggak k-kok" jawab Abiyan.
"Gak sopan banget lu pada ngintipin privasi orang" kesal barra.
"Jadi gini, ini semua tuh ide nih curut dua gua udah cegah mereka tapi mereka ngeyel bahkan gua udah suruh mereka turun, mulut gua malah dibekep sama mereka yang batu ini sampe akhirnya ketauan sama lu" jalas Naufal.
"Ini semua gara-gara lu berdua badan gua jadi pada sakit" omel Naufal.
"Emang ya bikin ulah mulu kerja lu berdua kalo udah ketemu" marah barra.
"Sorry bar" ujar keduanya.
"Mending lu pada cabut deh" kesal barra.
"T-tapi bar_"
"Cabut sekarang sebelum kesabaran gua abis" Elvan dan Abiyan langsung keluar dari rumah barra dengan muka muram.
"Sorry ya" ujar Naufal menepuk pundak barra.
***
Setelah selesai menghadiri pernikahan nerisaa buru-buru pulang dan masuk kedalam kamarnya dengan muka masam di ikuti sang mama Amel di belakangnya.
"Uni semua apa-apaan sih mah?" Teriak nerisaa melemparkan tasnya keatas kasur dengan kesal.
"Mama gak tau sa" bingung mama Amel, yang duduk diatas kasur memegang kepalanya.
"Mama kan tau nerisaa suka sama barra dari smp, terus kata mama yang dijodohin sama aleta namanya si zay zay itu tapi kenapa malah barra?"
"Jelas-jelas yang difoto waktu itu mama kasih tau ke aku itu bukan barra" kesal nerisaa.
__ADS_1
"Mama juga bingung sa, mama sama kaya kamu mama shock pas akad ngeliat cowo yang didepan penghulu itu cowo yang kamu suka dari sm "
"Coba aja mama biarin aku acak-acak pernikahan aleta mereka gak mungkin nikah sekarang"
"Kalo kamu buat kekacauan dinikahkan aleta yang ada nanti mereka semua marah, kamu mau kena marahan hah?"
"Terus ini gimana mah?"
"Harusnya yang nikah sama barra itu aku bukan si aleta anak orang gila itu" kesal nerisaa yang sibuk mondar-mandir didepan mamanya sambil mengacak-acak rambutnya.
"Ya mama juga gak tau"
"Tapi bukanya barra itu lanjut sekolah sma diparis ya?" Racau nerisaa.
"Terus kenapa bisa ada di Jakarta?"
"Argggg_ pokoknya nerisaa harus ancurin pernikahan aleta, barra pasti terpaksa nikah sama aleta kan mah" tanya nerisaa dengan mata berbinar memegang pundak mamanya.
"Iya mungkin"
"Iya, pasti barra itu terpaksa mah karena mereka sama-sama gak kenal"
"Nerisaa harus minta sama aleta buat cerai sama barra" ujarnya.
"Kamu yakin?"
"Harus mah karena yang pantas bersanding sama barra tuh cuma anak mama yang paling cantik yaitu nerisaa" ujarnya tersenyum sinis.
***
"Jadi mama udah tau kalo yang nikahin Aleta itu barra?"
"Iya mama juga tau 2 hari sebelum pernikahan kalian waktu itu barra nemuin mama dibutik"
POV Butik
"Mama intan ada gak?" Tanya seorang laki-laki remaja kepada seorang customer service didepan.
"Saya ada perlu"
"Tapi ibu lagi lagi sibuk, masnya sudah buat janji?"
"Belum mba"
"Kalo gitu gak bisa mas harus buat janji dulu"
"Mbanya temuin mama intan dulu aja bilang barra mau ketemu"
"Gak bisa mas"
"Coba dulu mba, please"
"T-tapi"
"Di coba dulu mba kita kan gak tau kalo belom dicoba"
"Yaudah saya kedalam dulu" hampir 10 menit barra duduk diruang tunggu menunggu karyawan wanita itu.
"Mas barra disuruh langsung masuk kedalam sama ibu"
"Oh oke makasih ya mba"
"Iya mas"
'clek
"Mah" panggil barra begitu melihat wanita parumbaya itu sibuk dengan kertas-kertas yang bergambar desain baju diatas mejanya.
"Eh, iya bar ada apa nyari mama sampe ke butik segala kan bisa diapartemen Aleta"
"Ada yang mau barra omongin sama mama intan"
__ADS_1
"Ngomongin apa bar"
"Barra mau minta ijin sama mama intan"
"Ijin?"
"Iya mah"
"Ijin buat apa?"
"Mama gak ngerti"
"Barra mau nikahin Aleta jadi barra perlu restu dari mama"
"Tapikan kamu tau bar, aleta sudah dijodohkan dengan papahnya"
"Nah ini yang mau barra bicarakan mah"
"Orang yang jadi tunangan aleta itu ternyata Zayan sodara kembar barra mah"
"Hah? M-maksud kamu gimana"
"Iya calon suami aleta itu sodara kembar barra yang tinggal diparis dan sekarang dia disuruh balik ke indonesia buat nikahin aleta tapi Zayan gak mau dia menolak mentah-mentah pernikahan ini karena dia pikir omongan mami papi waktu itu tentang perjodohan cuma candaan makanya Zayan mengiyakan tapi ternyata ini semua nyata"
"Kok kamu bisa tau kalo itu aleta"
"Zayan minta tolong buat gantiin dia karena mami dan papi gak nerima penolakan Zayan untuk membatalkan pernikahan"
"Awalnya barra gak mau karena kan mama intan tau sejak awal barra sayang sama Aleta, tapi waktu Zayan nyebut nama tunangannya itu aleta, barra mencoba cari tau siapa sebenarnya aleta apakah bener aleta orang sama atau bukan"
"Sampai akhirnya dugaan barra bener mah tanpa pikir panjang barra mau menggantikan Zayan, bahkan kalo sejak awal barra tau tanpa Zayan memohon pun pasti barra mau"
"Takdir gak ada yang tau ya" kekeh mama intan menepuk pundak barra.
"Barra mohon restunya ya mah"
"Mama pasti selalu ngedoain yang terbaik buat kalian berdua"
"Makasih mah"
"Barra pastikan Aleta akan selalu bahagia mah"
"Oh jadi mama baru tau H-2 sebelum aleta menikah?" Tanya aleta.
"Iya sayang, apa mama bilang percaya sama takdir dan ini takdir kamu Tuhan kasih yang terbaik untuk jaga kamu" jawab mama intan memeluk Aleta.
"Tuhan kasih barra hadir ditengah-tengah kedua wanita cantik itu tandanya tuhan kasih kepercayaan buat barra jaga kalian" ujar barra tersenyum.
"Barra akan jaga aleta dan mama"
"Jadi mulai sekarang mama harus tinggal sama kita dirumah" ajak barra.
"Gausah mama tinggal disini aja" tolak mama intan.
"Gak boleh mama harus ikut sama kita" jawab barra.
"Mama mau tinggal diapartment aja, Kalian itu sekarang sudah menikah dan punya tanggung jawab jadi harus mandiri" jelas mama intan.
"Tap-"
"Gak ada tapi-tapian barra sayang"
"Mah" melas aleta.
"Mama gak mau tinggal bareng kalian bukan berarti mama gak mau kesana, sesekali mama boleh dong nginep" kata mama intan.
"Mama tinggal sama kita aja ya" bujuk barra.
"Kalian itu baru menikah jadi nikmatin aja dulu pernikahan kalian belajar memegang tanggung jawab masing-masing harus mandiri biar tau ego masing-masing dan harus bisa mengendalikannya" jelas mama intan.
"Yaudah kalo mama gak mau barra gak bisa maksa"
__ADS_1
Bersambung........