
...🦋 Happy Reading bestie 🦋...
...***...
"Mi zay pokoknya gak mau di jodohin" mamih dan papih langsung menghentikan makan saat mendengar ucapan Zayan.
"Apa-apaan kamu" marah papi.
"Ya aku pokoknya gak mau" bantahannya.
"Kamu yang bilang mau waktu mami kamu nanya"
"Ya aku mana tau kalo itu bukan candaan"
"Kamu gak usah aneh-aneh ya zay mami kan udah bilang berkali-kali dari awal gak ada penolakan dalam bentuk apapun"
"Biar aku yang gantiin" ujar barra, mereka bertiga langsung terdiam saat mendengar ucapan barra.
"Maksud kamu?" Tanya papi.
"Aku yang bakal gantiin Abiyan diperjodohan ini"
"Kamu yakin?" Tanya mami meyakinkan.
"Iya"
"Tapi bagaimana bisa yang dijodohkan itu Abiyan Rafeyfa Zayan Maulana, bukan Barra Rafeyfa Zayan Maulana"
"Bisa mereka berdua kan belum pernah ketemu jadi gak bakal ketauan" jawab barra.
"Tapi tetep aja kita ngebohongin pihak perempuan kalo gini caranya" tolak papi.
"Lagi pula kita berdua kembar jadi gak bakal ada yang tau juga"
"Bener tuh" sahut Abiyan.
"Bener-bener gundul mu" kesal mami.
"Tapikan kali kembar gak identik cuma namanya aja yang hampir sama" jelas papi.
"Ya karena nama kita hampir sama terus dengan aku yang belum pernah ketemu sama tuh cewe jadi gak masalah dong kalo misalkan digantiin sama Barra"
"Loh bukannya kamu udah ketemuan?" Tanya mami pasalnya zay ijin untuk bertemu dengan aleta kemarin.
"Gak jadi"
"Terserah kalian deh" final papi.
"Yes" senang Abiyan.
"Yas, yes, yas, yes nyusahin orang lain kamu tuh" ujar mami yang diomelin hanya menggaruk kepalanya sambil cengengesan.
"Tapi kamu gapapa bar? Bukannya kam--"
"Gapapa mih" jawab barra santai.
"Yaudahlah terserah kalian mami pusing" jawab mami akhirnya.
"Yaudah kalo gitu kita berangkat sekolah dulu ya mih"
"Kamu mau ngapain?"
"Mau ikut barra sekolah"
"Sejak kapan kamu sekolah disini?"
"Ya mau ikut barra aja dari pada bosen dirumah"
"Terserah kamu deh"
***
"Ngapain lu?" Tanya Elvan begitu melihat Abiyan ada dirooftof sekolahnya bersama barra disampingnya.
"Sekolahlah"
"Bukannya lu sekolah diparis?" Tanya Naufal yang mengambil posisi duduk disamping barra.
"Mulai sekarang gua sekolah disini bersama Abang twins gua tercinta" Jawabnya.
"Mending lu balik ke Paris deh, lu disini cuma bikin rusuh doang elah" usir elvan.
"Enak aja lu"
__ADS_1
"Nih anak beneran sekolah disini?" tanya Naufal ke barra.
"Gak"
"Lah terus ngapain?" Cecar Elvan.
"Suka-suka dia deh mau ngapain yang penting gak rese"
"Dih lu ngapain anjir?" Kesal Elvan menepuk Abiyan.
"Gua bilang kan sekolah"
"Balik lu sono mending"
"Syirik aja lu, takut kalah saing sama cogan kaya gua ya?"
"Dih najis"
"Ya secara gua lebih ganteng wajar aja lu takut popularitas lu hilang gua maklum kok" sahut Abiyan dengan mimik wajah menyesal seraya menepuk-nepuk pundak Elvan.
"Sakit lu?"
'tetttttttt
"Ayo cabut udah bel tuh" mereka menatap Abiyan bingung.
"Maksud gua ayo cabut dari sini kita masuk kelas kan udah bel masuk" jelasnya.
"Anak sekolah sini bukan tapi ngatur-ngatur" dumel elvan.
"Gak baik ngomongin cogan"
"Terserah lu!"
Mereka pun berjalan beriringan menuju kelas dengan Abiyan yang terus mengikuti langkah mereka bertiga.
"Lu ngapain ngikutin kita sih?" Tanya naufal.
"Yakan gua anak baru buta jalan"
"Lu masuk kelas mana emang?" Tanya Elvan.
"Hm" Abiyan nampak mengingat-ingat ucapan guru tadi saat dia mengantarkan dokumen kepindahan dia.
"Yeh, sih anjir satu kelas lagi" racau elvan.
"Oh jadi kita satu kelas nih?" Senang abiya mendengar ucapan Elvan.
"Kalo begitu gak salah dong gua ikutan kalian"
"Mending lu diem dih berisik ngoceh mulu kaya burung besok" kesal barra.
"Sensi banget sih kaya cewe PNS" ujar Abiyan menjawil dagu kembarannya itu.
"PMS bego bukan pns lu kira pegawai negeri sipil" sahut Elvan kesal.
"Sewot amat"
"Sekali lagi bertingkah aneh-aneh gua tonjok lu ya" serunya.
"Yaelah bercanda bestie"
"Pintu kelasnya udah ketutup kayaknya udah ada guru deh" ujar elvan.
"Terus gimana?" Tanya Naufal.
"Mana pelajaran busi lagi"
"Hah? Busi?"
"Bu sita" jelas Elvan
"Oh"
'Tok'Tok'Tok. Barra mengetuai pintu kelas.
"Masuk" jawab suara Teriakkan dari dalam, begitu ketiga orang itu masuk bi sita langsung menatap mereka dengan nyalang, dan jangan lupakan ada seorang lagi dibalik punggung barra.
"Dari mana kalian?"
"Ini bu nemenin anak baru nyari kelas gak taunya malah sekelas jadi telat" jelas barra.
"Yaudah kalian duduk" suruh Bu sita mereka pun berjalan ke tempat duduk mereka masing-masing.
__ADS_1
"Eh, kamu anak baru stop" cegah Bu sita.
"Saya Bu?" Tanya Abiyan menunjuk dirinya.
"Iyalah siapa lagi emang anak barunya, sini gak ada yang nyuru kamu duduk" Abiyan balik lagi kedepan kelas.
"Perkenalan diri kamu"
"Assalamualaikum wahai ahli penghuni kubur" sapa Abiyan, tak ada satupun yang menyauti salam Abiyan.
"Dih parah orang ngucapin salam ga ada yang jawab" ujarnya.
"Ya kamu kalo ngomong tuh yang beneran dikit gak usah dikasih tau juga udah pada sadar diri" sahut Bu sita.
"Jangan ngaco makannya ga ada yang jawab"
"Loh kan emang bener semuanya calon penghuni kubur Bu" jawabnya polos.
"Aissttt, ulang-ulang yang bener"
"Pagi semuanya"
"Pagi"
"Dih, disapa pagi nyaut giliran orang bilang assalamualaikum gak nyaut parah" ucapnya.
"Ahli kubur si ahli kubur gak usah di kasih tau juga kali serem" sahut murid laki-laki bertubuh gempal.
"Parah pilih kasih"
"Udah cepet perkenalan diri kamu jangan buang-buang waktu jam pelajaran saya deh" kesal Bu sita.
"Iya Bu iya"
"Perkenalan nama saya Abiyan Rafeyfa Zayan Maulana saya pindahan dari Paris"
"Kok namanya sama kaya barra?" Tanya murid perempuan.
"Kan kita sodara kembar"
"Halah bohong bilang aja namanya palsu kan"
"Dih emang bener"
"Kembar tuh mirip ini mah enggak" sahut murid laki-laki.
"Namanya geh kembar tak identik" jawabnya.
"Cukup-cukup gak usah debat namanya dia bener kok gak bohong nih ada dibuku saya, kalo masih mau debat nanti aja kelar pelajaran saya jadi kamu Abiyan silakan cari tempat duduk kosong"
"Baik Bu" Abiyan memutuskan duduk dibelakang barra yang terdapat bangku kosong.
"Baiklah kita lanjutkan ke halaman berikutnya, ada yang bisa jawab nomor 3 nanti saya kasih nilai tambahan" tanya Bu sita, kelas mendadak sunyi begitu mendengar ucapan Bu sita.
"Ini gak ada yang mau maju?" Tanya Bu sita, mereka semua tetap bungkam.
"Oke, kalo gak ada yang mau maju biar saya tunjuk aja ya" mereka semua langsung menundukkan kepalanya begitu Bu sita ngomong.
Barra berjalan kedepan kelas semua murid langsung bernafas lega akhirnya sih pintar maju setelah membuat jantung mereka maraton akibat ucapan Bu sita.
"Oke barra silahkan kerjakan" ujar Bu sita memberikan spidol ke barra, dalam diam barra menulis setiap rumus tanpa kesulitan sama sekali.
"Good barra benar, kamu boleh duduk"
"Jadi ini ada contoh soal yang akan keluar di un nanti jadi kalian harus bisa"
"Oke, sekarang saya minta nomor 4" semua murid langsung menahan nafas lagi begitu mendengar Bu sita meminta menjawab soal lagi.
"Anak baru bisa maju untuk mengerjakan soal?" Pinta Bu sita.
Abiya langsung berjalan dengan penuh percaya diri dia mengerjakan jawaban tanpa kesulitan.
"Nice, benar ternyata kamu cukup pintar" ujar Bu Dian.
"Kamu boleh kembali ke meja kamu" semua murid nampak kagum ternyata murid baru cukup pintar walaupun sedikit konyol.
"Lanjut soal nomor 5" ujar Bu sita, lagi-lagi murid-murid dibuat berdebar dengan permintaan Bu sita mereka pikir sudah berakhir ternyata tidak.
"Saya mau yang lain, jangan barra ataupun Abiyan lagi"
"Elvan kerjakan nomor 6" panggil Bu sita.
Bersambung..........
__ADS_1