Aleta

Aleta
14. Naufal Cemburu


__ADS_3

...🦋 Happy Reading bestie 🦋...


...***...


Keenam remaja itu sedang sibuk dibalkon cafe Aleta sibuk dengan hp masing-masing.


"Ih bete banget deh" seru fely.


" Fely mau bantuin tomi aja " katanya dan berlalu pergi kebawah.


"Paling juga tuh anak balik lagi liat aja gak bakal bertahan lama" seru dira.


Sudah hampir 20 menit tapi fely benar-benar tidak menunjukkan akan kembali keruangan Aleta, bahkan tidak ada suara riuh dibawa tampak seperti biasanya.


"Kok fely gak balik-balik ya" tanya Naufal.


"Paling juga tuh anak lagi buat kekacauan dibawa" jawab dira yang tengah sibuk dengan ponselnya.


"Yaudah gua susul ya" Naufal pun berlalu pergi menghampiri fely.


Saat Naufal turun kebawah suasana cafe benar-benar rame banyak muda mudi yang mengerjakan tugas kampusnya dan ada juga yang berpacaran atau sekedar nongkrong dengan teman-temannya.


Iya pun melihat kepenjuru cafe tapi tidak menemukan keberadaan gadis itu dia pun berjalan menuju kasir.


"Tomi" tanya Naufal menepuk pundak tomi dari belakang.


"Astaghfirullah bang kaget gua untung kaga jantungan" sahutnya mengusap dadanya yang berdebar akibat ulah teman bosnya itu.


"Elu terlalu fokus tomi" kekehnya menepuk-nepuk pundak tomi.


"Yah lu liat aja bang antrian panjang gitu, gimana gak fokus" tunjukkan kearah depannya terdapat gadis remaja yang menatapnya kagum.


"Iya sih hehe" Naufal menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil terkekeh menatap kearah depan kasir yang begitu rame dengan gadis muda.


"Fely mana?"


"Disana" tunjukkan kearah sekumpulan laki-laki dan satu orang wanita diantara mereka.


Naufal pun menyipitkan matanya melihat dengan siapa fely bercanda gurau saat dia tau siapa, Naufal langsung mengepalkan tangannya kuat dan langsung menghampiri gadis itu.


"Lanjut tom, gua samperin fely dulu"


"Iya bang siap"


"Mau pesen apa lagi ka?"


"Cogan mas"


"Hah?" Tomi bingung dengan jawaban ngelantur perempuan didepannya.


"Itu masnya yang tadi cogan maksudnya" ujarnya menggaruk kepalanya malu.


"Oh, ada lagi?"


"Sama itu"


"Itu apa ka?"


"Duh jadi gagal fokus gara-gara cogan" keluhnya.


"Iya ka gapapa" kekeh tomi.


"Boleh minta WhatsApp masnya yang tadi gak?" tanyanya penuh harap ke Tomi.


"Duh, maaf ka gak bisa privasi"


"Yah yaudah deh, nanti saya minta sendiri" sedihnya.


"Mending jangan ka" cegah Tomi.


"Loh emang kenapa mas?"


"Udah ada pacarnya mba"


"Baru pacar mas belum jadi istri santai" Tomi hanya menggelengkan kepalanya dengan jawaban wanita muda didepannya.


"Masalahnya saingannya adek yang punya ini cafe mba"


"Tenang mas"


"Pesannya ada lagi gak?"


"Udah mas itu aja"


"Semuanya jadi 98 ribu ka, mau bayar cash apa debit?"


"Debit aja nih mas"


"Ini ya ka makasih mohon ditunggu pesanannya"


"Iya sama-sama mas"


POV Fely


"Oh jadi nih cafe punya kakak lu yang namanya aleta" ujar temen bagas.


"Iya"


"Lu sering kesini?"


"Gak juga paling kalo lagi gabut aja"

__ADS_1


"Gua kira tiap hari, soalnya kita hampir tiap minggu nongkrong disini yeh gas" seru laki-laki berambut keriting.


"Yoi"


"Kenapa emang?" Tanya bagas.


"Fely rada bosen kalo disini cuman ngeliat Aleta sibuk pacaran"


"Oh udah ada monyetnya" seru laki-laki berambut pirang.


"Hah?"


"Itu maksud temen gua udah ada cowoknya" jelas bagas.


"Aleta gak punya pacar kok" jawab fely.


"Lah katanya sibuk pacaran" bingungnya.


"iya pacaran sama kertas-kertas didepannya fely aja sakit ngeliatnya tapi dia betah banget baca berjam-jam" keluhnya, mereka pun tampak terkekeh dengan ucapan fely.


"Ohhh" seru mereka berbarengan.


"Berarti kaka lu pekerja keras dong fel" sahut teman bagas.


"Lu sendiri udah punya pacar belum" tanya teman bagas.


"Fely" Panggil Naufal, teman-teman bagas tampak menatap kearah Naufal bingung.


"Kenapa fal?"


"Disuruh keatas" Jawabnya datar.


"Fely duluan ya"


"Yah bentar banget"


"Kapan-kapan kita ngobrol lagi" ujarnya berlalu pergi, Naufal langsung menarik tangan gadis itu.


"Kok dia bisa kenal tuh cewe?" Tanya temen bagas.


"Dia pacarnya" jawab bagas.


"Oh udah ada monyetnya"


"Saingan lu musuh bebuyutan lu sendiri gas?" Kekeh teman bagas.


Saat ditangga fely mencoba melepaskan pegangan tangan naufal yang begitu kencang.


"Fal lepas sakit" ujarnya.


"Kan gua udah pernah bilang fel, jangan deket-deket bagas dia gak baik"


"Apasih itu cuman perasaan naufal doang"


"Dia baik, kenapa gua harus jauhin dia"


"Lu gak kenal dia fel"


"Lu juga gak kenal dia fal, tapi kenapa seakan-akan lu tau segalanya" sahut fely kesal.


"Pokoknya jauhin dia demi kebaikan lu"


"Emang lu siapa ngelarang-larang gua"


"Keras kepala"


"Emang!" Sahut fely dan berlari keruangan Aleta meninggalkan Naufal.


"Jangan lari-lari" teriak Naufal begitu fely lari menaiki tangga, tapi gadis itu seakan menulikan pendengarannya.


"Batu banget" kesal naufal.


***


"Kayaknya cafe hari ini rame banget deh, biar gua bantu tomi yang dibuat kacau sama si fely ya" seru dira yang dijawab anggukan kepala oleh Aleta.


"Gua juga ikut" teriak elvan.


"Rese lu ngikutin aja" jawab dira kesal.


"Gak mungking gua jadi nyamuknya Aleta sama barra kan" katanya cemberut.


Saat dira ingin turun iya samprokan dengan fely dengan muka betenya sambil mengusap lengan kanannya.


"Udah bikin onarnya"


"Apasih!"


"Dih ditanya baik-baik juga"


"Lagian siapa yang buat onar" kesalnya meninggalkan dira begitu saja.


Dira pun berjalan menuruni tangga bersama elvan menuju Tomi yang sedang sibuk meracik kopi dan naufal yang sibuk melayani pelanggan wanita yang tampak menye-menye didepannya.


"Eh gas lu liat tuh kakaknya sih fely yang waktu itu bawa anak kecil lu tolongin, turun sama sih temenya naufal" ujar temen bagas menunjuk kearah tangga.


"Keknya mereka deket udah lama deh"


"Yah keduluan lu gas" teman-temannya pun terkekeh.


"Halo tomi" sapa elvan.

__ADS_1


"Astaghfirullah" sahut tomi kaget.


"Lah santai pak tegang amat" kekeh elvan.


"Kalian punya hobinya sama yeh bang"


"Sama?"


"Iya sama kaya bang naufal ka fely"


"Emang apa?"


"Sama-sama suka buat orang jantungan" Elvan pun terkekeh dengan ucapan tomi.


"Bukanya minta maaf malah ketawa bloon" kesal dira menoyor kepala elvan.


"Lu aja tom yang terlalu serius"


"Yaudah sini gua bantuin sebagai tanda permintaan maaf"


Mereka bertiga pun tampak sibuk membantu tomi melayani pelanggan yang begitu ramai, dan jangan lupakan yang lebih berdominan remaja perempuan yang sibuk meminta nomor wa Naufal yang sibuk didepan kasir melayani pelanggan.


POV Aleta


Diruangan Aleta hanya tersisa aleta dan barra yang sama-sama sibuk dengan dunia masing-masing barra yang sibuk dengan hpnya dan aleta yang sibuk dengan berkas-berkas desain gambar didepannya.


Suara telpon Aleta memecahkan keheningan diantara mereka.


📞Papa is call


3 Panggilan tak terjawab


Lagi-lagi papahnya masih sibuk menelponnya.


"Angkat ta"


"Males, gak penting"


"Dari siapa?" Aleta hanya mengindikan bahunya acuh, lagi-lagi telpon berbunyi.


"Aleta angkat siapa tau penting" Aleta hanya pasrah dan mengangkat telpon.


"Kamu kemana aja baru angkat telpon papa?" Ujar laki-laki disebrang sana.


"Sibuk"


"Sekarang kamu pulang calon suami kamu sama keluarga akan makan malem dirumah"


"Gak bisa Aleta sibuk"


"Pokoknya papah tunggu sampai jam 5 kalo kamu gak dateng cafe kamu papah bakar"


"Terserah!" Jawabnya kesal langsung mematikan ponselnya dan melemparnya asal.


"Papa?" Tanya barra yang dijawab gumaman oleh Aleta.


"Apa kata papah?"


"Disuruh pulang, kalo gak cafe gua dibakar"


"Yaudah pulang dulu"


"Ogah males banget, nanti mama gimana kalo gua balik"


"Kan mama dirumah bunda ya biarin aja dulu nunggu kamu disana dari pada mama diapartemen kasian sendirian kalo disana kan ada bunda kaila"


"Jadi dengerin papah"


"Males"


"Eh bentar ya nyokap gua nelpon" ujar barra dan langsung berlalu pergi meninggalkan ruangan.


Barra pun langsung masuk kedalam ruangan dengan raut wajah yang sulit diartikan.


"Udah bar"


"Iya"


Tiba-tiba notif wa masuk.


Papah


Keluarga calon suami kamu gak jadi dateng katanya ada kendala.


"Baguslah"


"Kenapa lagi"


"Gak jadi dateng"


"Bagus dong"


"Iya bikin mood orang ancur aja" keluhnya.


Suara pintu ruangan Aleta pun berbunyi fely masuk dengan muka kesalnya.


"Semuanya nyebelin" racaunya.


"Kenapa fel?"


"Fely kesel, Naufal nyebelin dira nyebelin fely gak mau ngomong" ujarnya menghentakkan kakinya dan duduk diujung jendela sambil melipat kedua tangannya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2