Aleta

Aleta
17. Dira Menghilang


__ADS_3

...🦋 Happy Reading bestie 🦋...


...***...


Dikantin dua gadis itu tampak diam sama sekali tidak menyentuh makanan yang berada didepan mereka, pandangan mereka kosong entah kemana.


"Dira kemana ya?" ujar fely sedih.


"Udah hampir satu bulan ga ada kabar"


"Jangan-jangan dia diculik"


"Kenapa ga nelpon kita buat ngabarin?"


"Nanti pulang sekolah kita cari lagi sampe ketemu ya" sahut Aleta menenangkan fely.


Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak 15 menit yang lalu tapi sekolah masih terlihat ramai, Aleta dan fely masih duduk termenung dilorong sekolah.


"Ayo" ajak Aleta.


Mereka pun berjalan menyusuri lorong menuju parkiran disana sudah terdapat tiga laki-laki yang akan membantu mereka mencari dira.


Matahari sudah berganti tugasnya dengan sang bulan tapi kelima remaja itu masih saja mengitari luasnya jakarta mencari keberadaan dira tapi sama sekali tidak menemukan sedikit pun petunjuk.


"Makin malem udah mau hujan juga kita pulang ya" seru Naufal yang mengendarai mobil.


Fely pun menganggukkan kepalanya pasrah mau dipaksakan pun percuma ga bakal ketemu mereka semua sudah kelelahan mencari dari siang hari sampai larut malam.


"Besok kita cari lagi" seru Aleta.


"Fely takut dira kenapa-kenapa" isaknya dalam pelukan Aleta.


"Gak mungkin dira kenapa-kenapa kan dira jago silat mana ada yang berani macam-macam sama dia" kata aleta, sebenarnya dia juga begitu khawatir tapi dia tidak mungkin menunjukkannya dengan jelas kalo disini dia sama-sama panik yang ada dira ga bakal ketemu.


"Kita makan dulu ya" ajak barra.


"Gak usah fely mau langsung pulang aja"


"Yaudah kita langsung pulang tapi nanti dirumah makanannya" fely hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Mobil yang dikendarai naufal terpakir didepan pintu rumah fely, mereka pun beranjak keluar mobil dan masuk kedalam.


"Gimana ketemu?" Tanya bunda.


"Gak ada petunjuk sama sekali bund" jawab elvan mereka semua tampak lesuh.


"Kalian belum makankan?" Mereka hanya menggeleng.


"Yaudah makan dulu ya nanti sakit, kalo kalian sakit yang ada gak bisa nyari dira" tegur bunda.


"Aleta langsung pulang aja ya bund kasian mama sendirian diapart" ujar Aleta.


"Gak mau makan dulu?"


"Gausah bund"


"Biar gua anter ya udah malem" pinta barra, Aleta hanya mengiyakan.


"Elvan juga balik ya bund masih ada urusan"


"Loh kok malah pada pulang semua kan disuruh makan" ujar bunda ketiga orang itu berpamitan dan berlalu pergi.


"Bun nau_" ucapan naufal dipotong bunda dengan nada mengancam.


"APA?"


"Mau pipis bund" ujarnya terkekeh.


"Kirain mau pulang juga, yaudah sana"


***


"Mau beli sate ditempat biasa gak?" Tanya barra.


"Gak"


"Gak boleh gitu kan belum makan kita beli ya nanti makan dirumah bareng tante intan" Aleta tampak menggelengkan pasrah.


"Mang sate 3 kaya biasa dibungkus ya"


"Siap"


"Sama jus alpukat gausah pake es"


"Ditunggu ya a"


"Iya mang" lima belas menit berlalu pesanan mereka pun akhirnya jadi.


"Nih a"


"Makasih mang"

__ADS_1


"Siap a"


Diperjalanan pulang mereka sama-sama bungkam dengan pemikiran masing-masing sampai tiba diapart Aleta.


"Assalamualaikum" seru barra.


"Waalaikumsalam" jawab tante intan.


"Gimana?"


"Masih gak ada petunjuk tan" jawab barra.


"Gapapa pelan-pelan pasti ketemu"


"Iya tan"


"Ohiya ini barra bawain sate taichan sama jus alpukat, tante udh makan?"


"Justru mama nungguin Aleta pulang biar makan bareng"


"Yaudah ayo kita makan"


POV Elvan


"Sebenernya tuh cewe kemana sih" ujar elvan kesal.


"Gak mungking kalo dia diculik yang ada tuh penculik takut sama dia"


Elvan tampak sibuk membawa motornya sambil melihat kekanan dan kiri jalan hampir jam 11 malam dia masih sibuk mencari dira sampai akhirnya dia berhenti sejenak disebuah supermarket.


Dia tampak sibuk memilih membeli mie instan sampai tidak sengaja menabrak pria dewasa disampingnya.


"Duh, sorry mas gak sengaja" sesalnya.


"Sorry banget ya"


"Lain kali hati-hati" jawabnya datar.


"Iya sorry banget" laki-laki itu berlalu pergi menuju kasir.


"Tuh orang kaku banget sih kaya kaya kripik singkong dikantin" seru elvan.


Iya pun melanjutkan aktivitasnya, setelah selesai memilih ia tampak sibuk duduk ditempat yang telah disediakan dia makan sambil melihat-lihat kearah jalan.


Mata elvan tertuju kepada seorang wanita yang sedang jongkok disamping mobil dengan laki-laki yang sibuk memijat tengkuknya.


"Yaelah mba orang mah jauhan dikit ke gak tau orang lagi makan apa, bikin selera nafsu makan gua tambah hilang nih" racaunya kesal.


"DIRA" ya orang itu dira bersama laki-laki yang tidak sengaja ia tabrak tadi.


Elvan segera naik ke motornya dan mengejar mobil itu tapi dia kalah cepat mobil itu sudah berlalu pergi dan dia harus berhenti menunggu lampu merah.


"Ah ****!" Teriaknya kesal.


Saat lampu sudah hijau dia langsung menggas penuh motornya mengejar mobil yang sudah hilang entah kemana.


"Lu nyusahin banget sih dir" kesal elvan, tiba-tiba gemuruh petir begitu kencang dan langsung turun lebat.


"Gua balik dulu deh, besok gua bakal nunggu lu didepan supermarket itu" batinya dan berlalu pulang kerumahnya.


***


Mereka semua sudah berkumpul diapart Aleta sejak 30 menit yang lalu rencananya dihari minggu ini mereka akan pergi mencari dira lagi.


"Ayo mau pergi sekarang atau gimana?" Tanya Naufal.


"Ayo" jawab fely.


"Mama nanti kerumah bunda aja ya kalo bosan sendirian diapart" ujar aleta.


"Iya sayang"


"Apa perlu barra antar tante dulu"


"Gausah bar, nanti siang bunda kesini kok"


"Tapi gapap ditinggal sendirian tan?"


"Gapapa kalian tenang aja ya nanti kan bunda kaila kesini" Mereka pun mengangguk kepalanya dan berpamitan pergi.


Jam sudah menunjukan pukul jam satu siang tapi mereka masih sibuk mencari keberadaan dira sudah hampir 4 jam mereka berkeliling.


"Kita makan siang dulu ya" ajak naufal yang memecahkan keheningan didalam mobil.


"Kita cari masjid dulu deh buat sholat zhuhur"


Mobil barra terparkir rapi dihalaman masjid mereka berempat berjalan kearah tempat wudhu yang berbeda.


15 menit mereka habiskan untuk sholat sampai akhirnya mereka memutuskan untuk berjalan kemobil dan melanjutkan untuk mencari makan sebelum mencari dira kembali.


"Kenapa elvan gak ikut?" Tanya fely.

__ADS_1


"Dia ada urusan penting katanya"


"Lebih penting dari nyari dira ya?" Tanya fely lesuh.


"Gak mungking aja, dira lebih penting pasti dia kehilangan banget prihal hilangnya dira secara mereka berdua kan temen berantem" kekeh naufal.


POV Elvan


Dari pagi hingga larut malam elvan hanya sibuk bolak-balik keluar masuk supermarket itu sambil sesekali ngobrol dengan tukang parkir disitu yang iya lakukan hanya menunggu laki-laki yang ia tabrak kemarin tapi sama sekali tidak ada pertanda laki-laki itu nampak bahkan mobil yang ia kendarai kemarin tidak ada didepan parkiran supermarket.


Karena waktu semakin larut iya pun pergi menuju tempat dimana iya kehilangan jejak mobil yang ia cari tapi jalan itu sepi hanya segelintir mobil dan motor yang lewat tidak ada tanda-tanda mobil kemarin itu akan lewat sampai akhirnya iya memutuskan untuk pulang.


***


Kedua gadis itu nampak duduk termenung dikantin dengan makanan yang mereka pesan hampir dingin.


"Fely Aleta" Panggil tasya.


"Haii Tasya haii karin" sapa fely dengan senyuman simpul.


"Gimana udah ada petunjuk tentang dira?" Tanya karin.


"Belom ada" sahut fely sedih.


"Kalian udah muter-muter jakarta berkali-kali dan gak nemuin tanda-tanda dira cuman ada 2 kemungkinan" ujar tasya, mereka bertiga pun menyimak perkataan tasya.


"Dia masih ada diindo tapi didaerah yang berbeda dari kita atau.."


"Atau apa?" Sela fely.


"Atau dia pergi keluar negeri" lanjutnya.


"Tapi gak mungking dira pergi keluar negeri ngapain coba" bingung fely.


"Kenapa gua gak kepikiran " seru aleta.


Tiba-tiba suara bel mengagetkan mereka yang sedang berbicara dengan serius.


"Ah udh masuk ayoo" mereka pun berjalan menuju kelas masing-masing.


Aleta dan fely sudah duduk ditempat mereka masing-masing sambil menatap kearah bangku dira sudah 1 bulan lebih bangku itu kosong dan ntah kemana sang pemiliknya.


"Jadi kita harus gimana?" Tanya fely.


"Nanti ya kita bahas" jawab Aleta saat melihat guru masuk kedalam kelas.


"Baik anak-anak silakan duduk ditempat masing-masing" mereka semua pun langsung berbondong-bondong duduk ketempat mereka.


"Buka buku ipa kalian halaman 170"


"Baik bu"


"Ibu akan menjelaskan terlebih dahulu abis itu kalian kerjakan soalnya"


***


"Jadi gimana?" Tanya Naufal.


"Kita cari daftar masuk dan keluar pesawat antar daerah dan luar negeri" mereka semua nampak bingung dengan ucapan Aleta.


"Kita udh cari kepenjuru jakarta tapi ga nemu petunjuk sama sekali" ujar dira.


"Jadi maksudnya kemungkinan besar dira beda kota sama kita atau ga dia diluar negeri" jelas barra.


"Oke gua ngerti"


Mereka pun mulai disibukkan dengan pencarian dira mulai dari keberangkatan travel bus sampai pesawat bahkan mereka mencari daftar keluar masuk kepelabuhanan.


2 bulan kemudian


"Akh, gimana nih sampe 2 bulan gini gada petunjuk sama sekali" keluh naufal.


"Dira Sebenernya kemana sih"


"Gua cape banget, seakan-akan usaha kita tuh sia-sia tau gak"


***


"Udah jangan nangis terus" ujar bunda yang mencoba menenangkan mama dira.


"Aku khawatir"


"Kita semua sama khawatirnya kok, tapi gak boleh panik pelan-pelan pasti ketemu" yakin mama intan.


"Tapi udah 2 bulan lebih sama sekali gak ada petunjuk"


"Kamu udah cari ke rumah Bastian?" tanya bunda kaila.


"Aku udah berkali-kali kesana tapi rumah itu selalu kosong"


"Yaudah sabar kan kita cari bareng-bareng, kalo kamu kaya gini kasian vania"

__ADS_1


Bersambung.........


__ADS_2