
HAPPY READING 🐼❇️
"Semoga aja nggak sampe maghrib.." Gumam Aria sambil mendengus .
*****
Sore hari kemudian ...
Aria berada didalam mobil Keitel .
Gambar mobil Keitel ⬇️⬇️⬇️
Aria duduk manis sambil menggunakan sabuk pengaman didalam mobil , wajahnya tampak cemberut .
Kemudian Keitel yang sedang menyetir mobil menoleh pada Aria , dan bertanya "Napa sih cemberut mulu dari tadi ?!"
Aria hanya diam saja, tak menjawab .
"Huft .." Keitel menghela nafas melihat temannya itu hanya di dan cemberut tak mau menjawabnya .
.....
Sudah 10 menit terdapat keheningan didalam mobil itu .
Aria baru mulai membuka bibirnya , dan berbicara .
"Aku kesal , karna kau tak memberitahuku untuk apa kita ke bandara .. lalu kenapa Seya , dan Keila tak ikut ? aku juga kesal terhadap pertanyaan mu tadi yang menanyai leherku !"
Aria berbicara panjang lebar tanpa menoleh ke Keitel pandangannya hanya tertuju ke kaca jendela.
"Hei ! ayolah , sejak aku memberikanmu pertanyaan tadi itu sudah lewat 10menit" {Keitel sebal karna temannya itu baru menjawab pertanyaannya .}
"Ya.. terserah aku mau jawab kapan , yang penting aku jawab kan?!" Aria tetap tak menoleh ke arah Keitel , dan berbicara seenaknya.
"Iya , iya , ratu yang paling jahat ini lagi ngambek kan?!" Keitel berbicara sambil memuji Aria , tentunya Aria akan senang jika ia dektai Ratu jahat.
"Heh ..!" Aria tersenyum sambil menaikkan alisnya senang, dan melihat kearah Keitel yang sedang menyetir.
Kemudian terdengar suara dering ponsel , sumber suara itu berasal dari ponsel Keitel.
Keitel pun segera mengambil ponselnya dari jok mobil dan menjawab panggilan itu tanpa melihat siapa orang yang menelponnya .
"Assalamualaikum ?" Keitel memberi salam terlebih dahulu.
"Waalaikumsalam salam bro ! , Lo dimana ? gue udah turun dari pesawat nih !" Fengki menjawab salam Keitel , kemudian bertanya dimana posisi Keitel.
"Eh ? lo udah sampe ? bentar ya , 12 menit lagi nyampe kok !" Keitel menaruh ponselnya di telinga dan mengempitnya menggunakan bahu.
"Yah .. gue kira udah nyampe !" Ujar Fengki yang terdengar kecewa.
__ADS_1
"Ya maap ! ini nih Ria lama banget piketnya"
Keitel menjawab , sambil melirik Ria yang sedari tadi menatap tajam dirinya yang sedang menelepon.
"Siapa itu ?!" Tanya Aria dengan ketus.
"Ini ? oh , ini temen aku yang nungguin aku di bandara !" Keitel menjawab sambil terus melihat jalanan.
"Benar ?" Aria menaikkan alisnya sambil berbicara seolah ia tak percaya dengan jawaban Keitel.
"Yasudah , Gue ngajak Lo kebandara juga biar bisa ketemu sama dia !"Keitel berkata seolah ia memberi petunjuk ke Aria.
Telepon masih tersambung , Fengki mendengarkan percakapan mereka berdua
"Hmm" Aria menjawab singkat , kemudian ia menyingkirkan pandangannya dari Keitel , ia kembali melihat jendela.
"Hei , lo mau ngajak ribut Ria nih ? dia kan nyeremin tuh kalo marah !" Fengki mengejek Keitel.
"Yaelah , Lo tuh diem aja !" Keitel menjawab sebal.
"Hehehe , gue matiin ye"
"Oke"
Telepon pun mati .
****
Di Bandara ...
"Halo , Lo dimana ?" Keitel berbicara dengan Fengki di telpon.
"Bentar , bentar " Fengki berbicara sambil celingukan.
"Oy , Lo yang pake baju biru , Ama celana putih itu kan ?" Fengki bertanya pada Keitel , keitika ia mendapati tubuh belakang pria dan seorang gadis yang postur tubuhnya mirip dengan Keitel ,dan Ria.
Style Keitel & Aria :
Aria belum ganti seragam sekolah , karna piketnya tadi.
"Iya bener tuh !" Keitel menjawab Fengki.
Fengki pun segera menggeret kopernya menuju Aria dan Keitel . Sesampainya di belakang Keitel & Aria Fengki menepuk bahu Aria , dan Keitel.
"Dor!" Fengki mengejutkan mereka berdua yang sedang mencari-cari dimana Fengki berada.
__ADS_1
"Huh ?" Aria tak terkejut .
"Eh Feng-Feng jatuh dari pesawat" Latah Keitel , sebenarnya Keitel jarang latah , kecuali kalau dia sedang memikirkan sesuatu yang sangatlah penting , kemudian dikejutkan.
"Loh ?! Fengki ? , kenala Lo disini?" Aria terkejut melihat temannya yang seharusnya berada di Australia sekarang berada didepannya.
"Heh ! surprise buat lo !" Fengki tersenyum , kemudian memeluk Aria.
"Lo dah tau Kei ?" {Aria menatap tajam Keitel seraya membalasnya pelukan sahabatnya itu}
"ya , Napa emang?" Keitel berkata seperti itu tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
"Ih ! Kenapa gak bilang sih ?! " Aria melepas satu tangannya dari punggung Fengki kemudian mencubit perut Keitel.
Tanpa basa-basi dan tanpa jawaban , Keitel pun bergabung dalam pelukan rindu itu .
"Heheh , aku seneng ketemu kamu lagi Feng !" Aria tersenyum bahagia.
"I Miss you Friends!" Fengki mengeratkan pelukan mereka berdua itu.
"Hei ! sesak napas nih !" {Aria tertawa kesal}
Disana ternyata ada seorang pria memerhatikan sedari tadi berpelukan hangat .
Siapa pria itu ?
.
.
.
.
To Be Continued . .
Like
Vote
Komen
Hai guys , mampir juga ke w karya baruku ya.
Rilis tanggal 24 Oktober
Rating 5 !
Mampir ke karya baruku yuk . . . "JANJI 10TAHUN KEMUDIAN"
__ADS_1