
Keitel yang melihat tatapan sayu Aria pun mengerti apa yang sedang dipikirkan Aria . "Tenang aja Ri , nanti sehari sebelum hari H gue bakal ke Amerika kok !" Bisik Keitel kepada Aria . Aria yang mendengar itu pun tersenyum , dan kembali mengerjakan soal ujian nya .
......................
Kring.. Kring.. Terdengar bunyi bel istirahat..
Para murid-murid pun segera keluar dari kelas dan berjalan menuju Cafetaria . Aria dan Keitel masih berada dikelas walaupun Keila dan Seya sudah memaksa untuk ikut ke cafetaria .
Aria dan Keitel saling duduk hadap-hadapan .
"Kei .. seminggu lagi aku berangkat ke Amerika.." lirih Aria dengan mata berkaca-kaca .
Keitel hanya diam dan mengacak-acak rambut Aria .
Aria segera menepis tangan Keitel dari rambutnya dan berdecak . "Ck , aku nggak suka " .
Keitel pun tertawa kecil dan menjawab . "Hmm semoga Lo kuat ya sampe hari lahiran nanti" Ucap Keitel sambil tersenyum pahit .
Aria pun mengambil handphone dari sakunya dan menunjukkan sesuatu pada Keitel . "Ini , coba pilih !" perintah Aria kepada Keitel . Keitel pun hanya bingung dan mengambil handphone Aria . "Ini apa ?" tanya Keitel kepada Aria .
"Nggak liat itu apa ?! nggak bisa baca kah ?!" Omel Aria .
Keitel hanya menggeleng dan membaca ponsel Aria .
Setelah membaca ."Ini apa maksudnya ? ini nama-nama bayi ?!" Keitel pun segera meletakkan ponsel Aria dan bertanya . Aria pun hanya mengangguk .
"He'em , itu nama bayi perempuan !" Jawab Aria dengan tersenyum riang .
Keitel hanya menggeleng , dan menunjuk salah satu nama bayi . "Ini , sepertinya bagus .." Saran Keitel .
Aria pun segera mengambil kembali ponselnya dan melihat nama yang ditunjukkan Keitel . "Soraya" ucap Aria yang membaca nama itu . Keitel pun tersenyum bangga.
Aria pun bertanya "Apa artinya ?" tanya Aria sambil mengerutkan dahinya .
Keitel pun tersenyum dan menjawab. "Artinya adalah indah nan cantik" Jawab Keitel senang . Aria pun tersenyum . "Itu bagus .. aku akan bertanya kepada Fengki juga nanti .." Gumam Aria , Keitel pun mendengar gumaman Aria.
"Hmm , gue yakin nanti Fengki bingung mau ngasih nama apa , terus .. pasti Fengki nolak !" Canda Keitel kepada Aria .
"Ih , apaan sih .. by the way .. aku belum ke cek kandungan bulan bulan ke 4 ." Ucap Aria kesal .
Keitel pun menggeleng , "Kamu cek kandungannya di Amerika aja deh , sekalian waktu pas umur kandunganmu empat bulan :D" sahut Keitel . Aria pun hanya membalas dengan anggukan .
"Tapi .. kenapa yang Lo tunjukkin namanya cuma nama perempuan?" Tanya Keitel heran .
Aria pun tersenyum , senyumannya itu membuat orang penasaran , tetapi Keitel mengerti apa maksud dari senyuman Aria dan hanya membalasnya dengan anggukan .
__ADS_1
"Yaudah , ke cafetaria yuk" Ajak Keitel .
Aria pun menggeleng. "Maaf , aku lagi gak pengen makan .. kalo makan aku mual.." Ucap Aria menolak ajakan Keitel .
Keitel pun berdiri dan tersenyum "Oke" Jawab Keitel .
...----------------...
"Feng , bagus yang mana namanya ? kalo Keitel kaidah saran 'Soraya'" Seru Aria yang sedang telponan dengan Fengki dikamarnya .
Fengki yang bingung ingin menyarankan apa kepada Aria hanya memainkan laptopnya .
"Feng !!! dengerin dong kalo orang ngomong!" Rengek Aria yang kesal melihat Fengki tak memerhatikannya .
"Iya, iya gue dengerin kok , ini aja gue nyari di mbah Google nama yang cocok" Balas Fengki tanpa menoleh ke layar ponselnya .
"Huft , oke iya." Jawab kesal Aria .
Ting.. Suara pesan dari laptop Fengki .
"Gue udah dapet namanya!" Seru Fengki sambil meraih ponsel yang ia letakkan di sambil laptopnya .
"Apa tuh?" tanya Aria penasaran .
"Mauza .. kalo nggak salah artinya keberkahan bukan ?" Pikir Aria.
"Yup , itu artinya keberkahan , bisa dipake buat nama cowok ataupun cewek ." Jelas Fengki .
"Oke , makasih , kalo cewek aku bakal ngasih nama panggilan 'Moza' " Seru Aria senang .
Seminggu kemudian ..
Hari pembagian hasil ujian nasional . .
Suasana keheningan di kelas dipecahkan oleh seseorang ."Aaa , keren banget Lo Ri !!!" Histeris Keila yang sedang melihat hasil ujian Aria . Keitel , Aria , dan Fengki hanya menggeleng dan menutup telinga mereka agar tak mendengar suara nyaring Keila .
"Berisik Lak" Kesal Keitel .
"Tau nih anak , malu-maluin aja , untung sepupu aku" Gerutu Seya yang masih menutup telinganya .
"Lebay kamu Kei , nilai aku 100 semua kan karna aku belajar , gak kayak kamu yang nongkrong mulu di cafe ." Omel Aria yang masih menutup telinganya .
'Jleb' sebuah panah menusuk jantung Keitel . "Ah , menusuk banget kata-kata kalian !" Kesal Keila .
"Emang bener kan Kei ?" Ucap salah satu teman sekelas mereka yang mendengar pembicaraan Aria dan yang lain .
__ADS_1
"Suara kamu berisik Kei , ngganggu kita yang lagi ngitung nilai rata-rata" Ucap teman yang lainnya .
"Pfft buahahahah " Tawa Seya dan Keitel serempak .
"Hahahaha , kasian Lo Kei" Seru Aria yang ikut tertawa .
Keila pun menahan malu , dan memukul meja kesal .
"Huh , nyebelin!" Gerutu Keila .
"Iya , iya sorry" Ucap Aria yang menepuk pundak Keila .
"Oh ya , kalian dateng ke bandara nggak pas aku sama Fengki berangkat ke Amerika?" Tanya Aria yang menghentikan tawa Seya , dan mengehentikan gerutuan Keila .
Keheningan pun menghampiri mereka.
"Lo harus banget gitu pindah ke Amerika ?" Tanya Keila sedih . Aria pun mengangguk .
"Kenapa Lo harus pindah?" Tanya Seya .
"Alasannya nggak bisa aku omongin sekarang ."Jelas Aria dengan perasaan sedih .
"Gue nggak tau pasti bisa dateng apa kagak , gue hari keberangkatan Lo ke Amerika gue harus jalan sama Aile" Jelas Keila dengan murung.
"Ajak aja Aile ke bandara" Sahut Keitel dengan muka datarnya .
"Aku tanyain dulu nanti ke dia" Jawab Keila .
"Aku tunggu jawabanmu" sahut Aria .
"Aku harap aku bisa melihatmu naik pesawat" Ucap Seya dengan mata sendu .
"Aku juga berharap dapat melihatmu sebelum pergi ke Amerika Sey" Balas Aria dengan senyuman hangat .
Bonus
...🍃🐼🍃...
...To Be Continued ....
...Maaf jika ada salah kata dan maksud yang tidak dimengerti , silahkan ketikkan saran dan keritikannnya di kolom komentar 📍...
...Jangan lupa like , sumbangkan poin kalian ya di novel ini 🤗 🙏...
__ADS_1