ALMEIRA'S SECRET

ALMEIRA'S SECRET
#16 S2 ×See you again×


__ADS_3

HAPPY READING 🐼❇️


Tibalah hari keberangkatan Aria ke Amerika . Semua surat-surat kepindahan Aria sudah dirus oleh kakaknya , Aria akan sekolah di satu sekolah yang sama dengan Asuo serta Fengki .


Menggunakan sweater coklat bergambar burung hantu dan rok jeans bewarna biru Aria tengah berdiri disebelah Fengki, Aria sedang berpamitan dengan orangtuanya .


"Ma , yah Aria pamit ya." Ucap Aria dengan air yang menggenang di matanya . ayahnya hanya tersenyum melihat Aria . "Hmm, kamu hati-hati ya ,jaga pergaulan ! Sering serius vidcall mama ya" Balas Raina sambil menepuk bahu Aria .


Raina pun beralih melihat Fengki yang berada disebelah Aria ."Titip Aria ya Feng" Ucap Raina dengan senyuman hangat .


Fengki pun segera membalas kalimat Raina dengan senyuman "Iya te , pasti Fengki jagain Ria ." Raina pun membalas dengan senyuman .


Asuo sedang sibuk dengan ponselnya , sedangkan Fengki sedang mengobrol bersama ayahnya Aria .


Aria celingak-celinguk mencari Keila dan Keitel yang tak kunjung datang . "Keitel mana sih .." Gumam Aria .


Aria pun segera menarik lengan Fengki yang berada disebelah nya . "Feng" Bisik Aria .


Fengki yang sedang berbicara dengan ayahnya Aria pun menoleh dan menghentikan pembicaraannya dengan ayah Aria . "Bentar ya om" ijin Fengki . Ayah Aria pun mengangguk dan segera pergi meninggalkan dan bergabung dengan Asuo dan Raina yang sedang duduk Aria dan Fengki.


"Ada apa ?" Tanya Fengki heran .


Aria pun menjiwit perut Fengki . "Ah , kenapa sih Ri?!" Fengki yang kesakitan pun mendesah .


Aria menepuk jidatnya dan bertanya kesal kepada Fengki "Haduh , Keitel mana ?!" .


Fengki pun mengangkat pundaknya tanda tak tahu . "Mana gue tau" Ucap Fengki malas .


"Hei , ayolah ! , Keitel kan udah janji bakal dateng." Aria mendengus kesal mendengar jawaban Fengki yang ogah-ogahan itu .


"Ya .. mungkin macet dijalan ?" jelas Fengki .


"Hmm coba ditelpon kali ya ?" Lirih Aria .


Mendengar lirihan Aria pun Fengki segera mengambil ponselnya di saku jaketnya dan segera mencari no Keitel . "Hmm, ini masih memanggil" Ucap Fengki seraya menyerahkan ponselnya ke tangan Aria .


Aria pun tersenyum dan meraih ponsel Fengki . "Makasih" Ucap Aria dengan senyuman manis nya itu .


. . .


Telepon pun mulai tersambung , Keitel sudah menjawab panggilan Fengki .


"Halo Feng ?" Ucap Keitel memulai pembicaraan .


"Ehem " Aria pun berdehem mendengar Keitel yang memanggil Fengki .


Keitel terkejut mendengar deheman Aria , ia kenal betul dengan pemilik suara ini ."Eh ? Ria .. ada apa ?" Tanya Keitel dengan polosnya


Aria kesal mendengar Keitel "Hei dimana sih Lo , bentar lagi aku mau naik pesawat !!!" ucap Aria kesal .


Keitel pun tertawa kecil mendengar suara kesal Aria .


"Pfft , iya ini gue udah ada di belakang Lo kok" Ucap Keitel sambil menepuk bahu Aria dari belakang .

__ADS_1


Aria terkejut dan tanpa sengaja berteriak, beruntungnya seuara teriakan Aria agak kecil . "Aaa" Teriak Aria . Mendengar teriakan Aria karna terkejut Keitel dan Fengki pun tertawa .


Aria memandangi kedua temannya itu dengan tatapan tajam , ia sangat kesal mendengar kedua temannya itu tertawa . "Hei , dasar Lo main ngagetin orang aja , untung jantung nggak copot." Sahut Aria kesal sambil menjitak kepala Keitel .


"Ah , sakit Ri!" kesal Keitel yang kesakitan kepalanya dijitak oleh Aria .


"Kamu juga tau kan kalo Keitel ada dibelakang ku ?!" Omel Aria kepada Fengki yang sedang senang melihat Keitel dijitak oleh Aria .


Fengki pun menggaruk dagunya dan melihat kearah lain . "Hmm gue nggak tau tuh". jawab Fengki dengan polos .


Aria pun kesal dan memukul lengan kiri Fengki . "Baik-baik deh" Ucap Aria sebelum memukul .


Setelah memukul Fengki Aria melipat kedua tangannya di perut . "Maaf gue Ri .. namanya juga orang iseng" Ucap Fengki memohon ampunan ke Aria agar tidak dipukul lagi .


"Iya,iya , btw mana Keila ?" Tanya Aria yang baru ingat jika teman perempuannya itu tak ada .


Keitel pun menatap Fengki seolah meminta bantuan , tetapi Fengki berpura-pura tidak tahu dan segera berlalu pergi ke tempat duduk .


"Kei , mana Keila ?!" tanya Aria sambil menggoyangkan lengan kiri Keitel .


"Bentar lagi juga nyampe mungkin .." Gumam Keitel .


"Dia jadi sama Aile ? " Tanya Aria bingung .


Keitel pun mengangguk .


Disisi lain ...


Keila sedang duduk di mobil dan bertanya pada seorang pria yang sedang menyetir . "Kamu beneran Aile kan ?!" Mata Keila melotot pada orang yang menyetir itu .


Keila pun kesal dibuatnya "Yang nanya kan gue , kenapa Lo nanya balik ?!" Sahut Keila kesal .


"Aku memang bukan Aile" Jawab pria itu dengan dingin . Keila pun terkejut mendengar jika pria itu bukan Aile dan kembali bertanya. "Lantas ?.. lo siapa ?" tanya Keila bingung .


"Jangan bilang Lo itu .. Akire ?!" Tebak Keila gemetar .


Pria itu yang tak lain adalah Akire pun mengangguk.


Keila menaikkan satu alisnya . "Kenapa Lo yang ada disini ?" Tanya Keila ketus .


"Karna gue pengen ketemu Aria" Jawab Akire singkat .


Keila bingung mendengar jawaban Akire , ia merasa jika Akire dan sahabatnya itu tak memiliki hubungan apapun , jadi untuk apa bertemu . "Buat apa ketemu sama Aria" tanya Keila bingung.


"Apa hubungannya dengamu?" Lagi-lagi Akire menjawab pertanyaan Keila dengan pertanyaan pula .


"Hei , kenapa sih kalo gue nanya malah balik nanya ?!" Kesal Keila .


"Gue ada perlu sama Aria , jangan tanya apa hubungan gue sama Aria." Ucap Akire ketus . Keila pun menjadi diam .


Akire pun melirik Keila dan bertanya ."Tapi gimana Lo tau kalo gue bukan Aile ?" Keila pun hanya menaruh jemarinya di dagu dan menjawab . "Karna Aile itu heboh , gampang senyum , dia juga cerewet" jawab Keila yang disertai senyuman .


"Oh" Jawab Akire singkat .

__ADS_1


' Untung kakak mau tuker tempat ama gue ..' Batin Akire dengan senyuman miring .


Flashback on .


Pada saat itu Aile sedang berbicara dengan Keila di telpon ia berbicara di tempat yang tak jauh dari tempat Akire memainkan gitar . "Temen kamu mau pindah ke Amerika ya .. terus kamu mau anter dia ?" Tanya Aile.


Akire yang dari kejauhan mendengar suara Aile pun jadi ingin tahu dan mulai mendekat agar bisa mendengar lebih jelas . 'Apa yang dimaksud Aile itu Aria ya ..' Batin Akire .


"Berangkat nya besok ? .. hmm hari nya kebetulan hari kita nge date .." Balas Aile yang sedang berbicara dengan Keila di telpon .


'Aile lagi telponan sama Keila .. Keila temennya Aria kan , jadi pasti yang Aile maksud itu Aria .' Batin Akire .


Setelah Aile selesai berbicara dengan Keila di telpon , Akire segera menghampiri Aile yang sedang duduk di bangku taman .


"Kak .. " Sapa Akire dengan muka datar .


Aile pun mendongak dan melihat Akire . "Hmm?" balas Aile malas .


"Besok gue tuker tempat ama Lo boleh?" tanya Akire yang sedang berdiri dihadapan Aile .


Aile menaikkan satu alisnya dan bertanya . "Maksud tuker tempat?" tanya Aile bingung .


"Besok Lo kan mau anter Keila ke bandara .. gue mau gue aja yang nganterin Keila ke bandara" Jawab Akire dengan muka malu .


"Buat apa ? mau nikung ?"


"Ya kagak lah , Lo pikir gue suka ama cewek stres kayak Keila ?" balas Akire kesal .


"Terus ?"


"Gue pengen ketemu Aria .." ucap Akire dengan suara yang dikecilkan .


Aile pun mendengar ucapan Akire dan tertawa . "Pfft , Aria ?! nama cewek kan ... " ejek Aile kepada Akire .


"Ehem" Akire berdehem dan menjawab ejekan Akire . "Mmm .. Aria temen Keila yang mau berangkat ke Amerika ..." Lirih Akire dengan muka merona .


Aile terkejut mendengar lirihan kembarannya itu . "Hah ?! jangan bilang... kamu suka sama temennya Keila ?" pekik Aile kaget .


"..." Akire hanya diam mendengar pekikan Aile .


"Hmm sepertinya benar" Ejek Aile sambil tersenyum miring .


Akire menghela nafas pendek ."Terserah apa katamu .. tapi ada hal penting yang belum gue sampein ke Aria .. terus besok dia udah berangkat ke Amerika, setidaknya dia harus tau..-" Jelas Akire , tetapi belum selesai ia menjelaskan Aile sudah memotong ini omongan Akire .


Aile menepuk pundak Akire kasar .. "Hahaha , iya , iya Gue tau kok apa yang lo rasain . Gue bakal ijinin Lo tuker tempat ama gue besok , kembaran gue yang kayak batu ini jatuh cinta tentu harus gue dukung dong!" Tampaknya Aile salah paham dengan penjelasan Akire , ia mengira jika hal yang harus dikatakan Akire adalah perasaan cinta Akire , tetapi nyatanya Akire ingin mengatakan tentang kejadian pagi hari itu .


Akire pun hanya tersenyum getir mendengar seruan kakaknya itu dan segera pergi meninggalkan kakaknya . "Hei bilang makasih apa yang lain kek." Kesal Aile .


Flashback off .


...🍃🐼🍃...


...To Be Continued ....

__ADS_1


...Maaf jika ada salah kata dan maksud yang tidak dimengerti , silahkan ketikkan saran dan keritikannnya di kolom komentar 📍...


...Jangan lupa like , sumbangkan poin kalian ya di novel ini 🤗 🙏...


__ADS_2