
Pria misterius itu terkekeh . "Nanti lihatlah saja , buat mereka berada ditempat yang sama selama dua atau tiga kali , kemudian masukkan obat perangsang di minuman mereka , sehingga mereka melakukan hubungan itu ." Jelas pria itu .
"Ba..baiklah" jawab Ji Rou takut .
Yang Ji Rou tau , pria misterius itu adalah bawahan dari seorang ketua mafia , Ji Rou memiliki hubungan dengan pria misterius itu sejak tujuh tahun yang lalu .
"Oke , aku harap rencana selesai dalam seminggu , karna Aria Mitsuki hanya akan ada di Indonesia selama seminggu."
"Serahkan saja padaku ." Serah Ji Rou menerima perintah dari pria misterius itu .
...🐼...
Aria tengah merebahkan dirinya di tempat tidur milik Keila . Setelah menjelaskan cerita panjang lebar untuk kedua kalinya , Aria dan yang lainnya akhirnya bisa beristirahat di apartemen Keila .
Moza kini tengah tidur disebelah Aria dengan pulas .
Keila yang masih agak bingung dengan penjelasan Aria tadi pun bertanya-tanya kepada Fengki dan juga Keitel .
Sedangkan kondisi kediaman Mitsuki kini sedang kacau . Rey sekarang sedang mencari-cari keberadaan Asuo dan juga Aria .
Toma dan Raina kini kerasa frustasi , mereka sudah tua , mendengar hal mengejutkan ini pun tentunya mereka akan merasa shock sehingga berpengaruh pada tubuh mereka .
Akira yang sedari tadi terus mencoba menghubungi no Aria tapi tak dijawab juga merasa khawatir .
Dua hari kemudian . . .
__ADS_1
Aria sedang ada janji dengan Iera di cafe yang biasanya mereka bertemu .
Aria membawa Moza ikut bersamanya , karna Iera yang memaksa ingin bertemu Moza .
Tengah duduk sembari menikmati waffle enak , Iera sedang menunggu kedatangan Aria .
Tibalah Aria ke cafe itu , Iera yang melihat Aria dari pintu masuk pun melambaikan tangannya .
Melihat lambaian Iera , Aria segera berjalan sembari menggandeng tangan mungil Moza .
''Hai Ri, apa kabar ?" sapa Iera canggung .
Aria yang sedang memangku putri kecilnya itu menatap mata Iera . "Kabarku buruk sekali." Jawab Aria dengan lesu .
"Mmm , Ri .. aku boleh nanya nggak ?" Iera mencoba mengalihkan pembicaraan karna jawaban Aria tadi .
"Mmm , Moza umur berapa ?" Tanya Iera gugup .
"Moza umur dua tahuns setengah , bentar lagi dia umur tiga tahun . Kenapa emang ?''
Mendengar jawaban Aria yang ketus itu , Iera makin merasa canggung . Ia tak tau kenapa Aria berbicara ketus , bahkan menanyakan kabar Iera saja tidak . Padahal sudah tiga tahun lamanya mereka tak bertemu .
"Kak .. lagi datang bulan kah?" tanya Iera mengganti panggilannya kepada Aria karna takut .
"Nggak kok Ra , aku cuma bercanda , gimana kabarmu ?" Senyum Aria hangat .
__ADS_1
"Eomma , itu ciapa cih ?" tanya Moza penasaran.
"Ini namanya Tante Iera ." jelas Aria .
Mendengar kata 'tante' Iera merasa shock . "Tante ?! gue masih muda kak !" Kejut Iera .
"Terus ?"
"Mm Riri kan juga mama muda .. dipanggilnya eomma pula .. gimana kali aku juga dipanggil mommy!" Seru Iera senang .
Mata Iera berbinar-binar mengharapkan jawaban Aria .
"Hmm , kamu mau manggil tante Iera apa sayang ?" tanya Aria usil kepada Moza.
"Hmm , Moza bingung .. tapi tante Iera antik ! Tante tadi kan minta dipanggil mommy , jadi Moza panggil mommy aja !" Jelas Moza .
"Imut banget sih !, ayo sini sama mommy !". Seru Iera .
Moza pun segera turun dari pangkuan eommanya , ia segera berjalan dan menaiki kursi sembari duduk dipangkuan Iera .
...🍃To Be Continued 🍃...
...Maaf jika ada salah kata dan maksud yang tidak dimengerti , silahkan ketikkan saran dan keritikannnya di kolom komentar...
...Jangan lupa like , sumbangkan poin kalian ya di novel ini 🤗 🙏...
__ADS_1
Ig : @meira.2928
Ig Aria : @taraanka_