
HAPPY READING 🐼🍃
"Kau mengenalku?" tanya Aria bingung .
"Yup , Lo adalah calon istri masa depan Akire " ucap Felix santai .
Tanpa Aria sadari , mukanya kini merah merona.
Melihat itu , Toma pun berdehem Agara Felix segera memeriksa Raina .
......................
Setelah selesai memeriksa dan memberikan resep obat kepada Toma dan juga Rey , Felix segera menemui Aria yang berada diruang tamu .
Felix duduk dihadapan Aria . Dia tersenyum miring melihat Aria . "Hmm , katanya kamu punya anak dari Akire." ucap Felix memulai pembicaraan .
"Apa urusannya denganmu?" tanya Aria ketus .
"Akire adalah sahabat ku , jadi aku mengetahui beberapa hal tentang mu darinya . Apa kau tahu ? tiga tahun lalu dia hampir gila karna merasa bersalah kepadamu." Jelas Felix .
"Apa maksudmu?" tanya Aria to the poin.
"Hmm , gue mau Lo .. ketemu sama Akire sekarang terus bawa anak kalian .. karna dia pasti pengen banget ketemu sama anaknya ."
"Nggak semudah itu , aku harus nyelesai in masalahku terlebih dahulu."
"Gampang kan ,. Akire tinggal dateng ke rumah kamu dan ngelamar kamu." jawab santai Felix .
"Nggak semudah itu , aku nggak mau pernikahan tanpa adanya cinta ." jelas Aria .
Mendengar itu Felix pun langsung berdiri dan merapikan jas putih yang ia gunakan .
Segera Felix berjalan menghampiri Aria dan mengulurkan tangannya . "Nona Aria , bolehkah saya mengundang anda untuk datang ke rumah saya ?" tanya Felix sopan .
"Baiklah." jawab Aria tanpa berpikir panjang.
"Oke , sampai jumpa nanti malam di jalan xxxx "
Felix pun berjalan meninggalkan kediaman Mitsuki .
...----------------...
Aria sedang melamun di sebuah sofa .. Melihat Aria yang terus merasa bersalah dan terus melamun , Akira pun berjalan menghampiri Aria .
"Kak , mikirin apa ?" tanyanya .
"Nggak ." jawab Aria ketus .
Tapi tak lama kemudian ponsel Aria bergetar dan berdering . Aria melihat ponselnya dan membaca nama yang tertera disana Iera .
Melihat Iera yang menelponnya , Aria pun segera mengangkatnya.
"Assalamualaikum Ra?" sapa Aria .
"Waalaikumsalam , apa kabar?" yang berbicara ditelpon bukanlah Iera , suaranya lebih berat .. Saatnya juga sangat mirip dengan suar pria .
Aria merasa familiar dengan suara itu dan segera menyebutkan nama orang yang berbicara dengannya .
"Akire ." sebutnya pelan .
Mendengar itu , Akire tersenyum miring . "Kau tahu itu." ucap Akire menganggapi Aria .
"Hmm , ada apa telpon pagi-pagi gini?!" tanya Aria ketus.
"Aku ingin melihat putriku." ucap Akire .
"Aku tidak bersamanya sekarang. " balas Aria ketus.
"Kau dimana ?"
"Aku dirumah orangtuaku.." jawab Aria ragu .
"Oh .. kalau seperti itu , aku akan menjemputmu kesana." balas Akire sinis .
Menanggapi balasan Akire , Aria hanya diam . Ia tak tahu harus menjawab apa .
"Kalo diem aja , berarti iya kan ?" seru Akire usil .
"A..apa ?! " pekik Aria terkejut.
"Tunggu aku di depan rumahmu 30 menit lagi." titah Akire .
"Hei , jangan sembarangan do.." belum selesai Aria mengomel, Akire sudah mematikan teleponnya.
. . .
"Kak , ngomong apa tadi sama Riri ?" tanya Iera kepo .
"Hmm , Lo kebiasaan kepo Ra .. ini hp Lo. "
Akire melemparkan ponsel Iera ke tangan Iera, beruntungnya Iera dapat menangkap ponselnya .
"Ck , mau kemana kalo gitu?" tanya Iera lagi .
"Mau kerumah calon istri." jawab Akire dengan senyuman mempesona .
"Idih , yaudah gih buruan !''
. . .
"Ck , sial .. gimana ini , masa Akire dateng ke rumah?! ntar mama tambah kaget lagi . . " gerutu Aria kesal .
Aria menghentak-hentakkan kakinya kesal . Ia terus menggerutu dan mengumpat Akire.
"Ria , Cepet telpon Asuo .. suruh dia pulang." Titah Rey yang muncul tiba-tiba dibelakang Aria .
Aria pun tak menjawab apa-apa dan langsung menghubungi no Asuo .
Telpon pun tersambung , Aria segera memberitahu Asuo jika mamanya sedang dalam kondisi sakit . Mendengar kondisi mamanya , Asuo pun segera mengambil kunci mobil dan segera mengemudikan mobilnya menuju kediaman Mitsuki .
"Udah kak " lapor Aria kepada Rey .
"Ok , aku mau ke kantor dulu.." balas Rey ketus .
Mendengar itu Aria hanya menganggukkan kepalanya dan segera berjalan menuju halaman depan rumah .
Gimana nih kalo Akire beneran kerumah .. bisa gawat kan .. alesan apa coba aku .. Batin Aria bingung .
Setelah beberapa lama Aria berdiri diluar untuk menunggu Akire datang .. sebuah mobil Lamborghini berhenti di depan pagar rumahnya .
Klakson mobiSetelahl itu berbunyi, Aria yang mendengarnya pun segera melihat siapa orang yang mengemudikan mobil mewah itu .
Terlihat kaca jendela diturunkan , Aria terkejut melihat siapa pria yang ia lihat . Pria itu mengayunkan tangannya menyapa Aria .
"Hai , udah lama nungguin ya ?!" seru pria itu yang tak lain adalah Akire .
Aria grogi membalasnya , ia teringat kejadian kemarin di apartemen . . "Ha.. hallo ." balas Aria gugup .
Akire segera turun dari mobilnya dan meraih tangan Aria . Ia menggenggam kedua tangan Aria seperti di film-film drama .
"A..apa yang akan kamu lakukan?" tanya Aria bingung.
Muka Aria kini merah merona dibuatnya . . .
"Malu liat ketampanan ku ?" ucap Akire narsis .
"Idih , siapa juga yang malu liat orang kayak kamu !" balas Aria mengejek .
Idih , aku juga tau kalo kamu ganteng .. tapi .. Aria pun tersadar dengan apa yang dipikirkannya dan langsung menggeleng-gelengkan kepalanya kesal.
"Terserah kamu deh .. ayo ke tempat Moza !" Ajak Akire dengan datar kepada Aria .
"Bentar ! aku mau pamit dulu." balas Aria .
"Ikut , sekalian kenalan sama keluarga kamu ." ucap Akire menggoda , tetapi ia serius dengan ucapannya itu .
Gila ya nih orang ?! salah makan mungkin ya . Batin Aria tak percaya.
"Nggak!!! tunggu disini aja , bentar doang jugak." ucap Aria menolak . Ia tahu jika dia mengajak Akire ke dalam rumahnya dan memberitahu keluarganya jika ayah dari anaknya dan sekaligus calon suaminya itu adalah Guo Akire , itu pasti akan membuat seluruh keluarga sakit jantung .
"Huft , baiklah . . " ucap Akire pasrah .
Aria pun masuk kedalam rumah , dan segera berpamitan kepada kepala pelayan serta Akira . Dia tak mau berpamitan kepada ayahnya .
Jika ia berpamitan kepada ayahnya , maka kasusnya akan menjadi panjang kali lebar .
__ADS_1
Aria pun berjalan keluar menghampiri Akire setelah pamit.
"Udah selesai ?" tanya Akire ketus .
Aria pun hanya membalas pertanyaan Akire dengan anggukan . Aria melihat mobil Akire dan segera menatap Akire tajam .
"Kenapa ?" tanya Akire tak peka .
"Hmm , aku bakal naik ini mobil ?" tanya Aria ragu .
"He'em , apa nggak suka ya sama mobilku? jelek ?" tanya Akire menyelidiki .
Jelek katanya ?! haduh , mobil ini kan mahal , yah walau mampu belinya .. tapi ini mobil kan terbatas yang dia pake .. Lagian Keitel dulu juga punya tuh yang warna kuning . Gumam Aria dalam hatinya .
Akire pun membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Aria masuk kedalamnya .
Melihat itu , Aria merasa jantungnya berdegup kencang . Telinganya memerah karna malu .
Akire menyadari hal itu dan tersenyum kecil .
"Mau masuk nggak?" tanya Akire usil .
"I..iya deh." Aria pun segera masuk kedalam mobil.
Akire segera menutup pintu mobil dan berjalan memutar untuk masuk ke dalam mobil.
Didalam perjalanan apartemen Keila .. Aria dan Akire hanya diam saja . Sedangkan di dalam mobilnya terdengar suara musik , musik itu mengisi kesunyian didalam mobil .
Musik Romance yang disetel oleh Akire , Akire sengaja menyalakan musik itu agar suasana menjadi romantis .
Ri , gue tau gue masih belum jatuh cinta sama Lo .. tapi gue berusaha buat buka hati gua buat Lo . Batin Akire .
"Akire .." panggil Aria. Aria membuka mulutnya dan memulai pembicaraan .
Akire segera menoleh ke Aria dan menatap nya penuh tanda tanya . "Hmm?"
"Kamu mau tanggung jawab kah ?" tanya Aria ragu .
"Tentu , kenapa bertanya hal yang sudah pasti ?"
Aria diam sejenak , ia merasa ragu , gugup , bingung dan juga takut .
"Kamu kenapa ?" tanya Akire . Mendapati Aria yang diam tak membalas ucapannya Akire pun bertanya .
Aria segera melihat mata Akire lekat . "Apa kamu sering melakukan hal intim dengan para wanita ?"
"Apa ?!" pekik Akire terkejut . Tentu Akire terkejut mendengar pertanyaan Aria yang aneh itu . Dia tak pernah melakukan hal intim selain dengan Aria .
Melakukan sekali saja dengan satu wanita sudah membuat dirinya trauma , apa lagi berkali-kali dengan gonta-ganti wanita .
Akire menginjak rem nya dan menghentikan mobilnya ditepi jalan . Ia mengusap wajahnya kasar dan menghela nafas.
"Hei , jika aku melakukan hubungan intim pada banyak wanita , berapa banyak wanita yang akan menjadi ibu dari anakku ?"
Melihat mata Akire yang tidak ada kebohongan sana sekali , Aria mengerutkan keningnya dan berfikir .
Apa bener pria tampan , keren , dan kaya seperti dia .. bukan cowok playboy ?! biasanya kan yang kayak dia itu cowok playboy .
"Jangan berfikir yang aneh-aneh ." Ucap Akire kesal . Mendapati Aria yang masih menatap matanya dan mengerutkan keningnya , Akire mengira dia sedang berfikir aneh-aneh tentangnya .
"Kau bisa membaca pikiran kah ?"
Mendengar itu Akire tersenyum miring , dan meraih wajah lembut Aria . Ia membelai wajah Aria dengan lembut . Wajah dengan makeup tipis , kulit yang sangat lembut ketika disentuh .
Muka Aria pun kembali merona bukan itu saja , jantungnya pun berdegup begitu cepat .
"Aku tak bisa membaca pikiran mu , tapi aku bisa membaca isi hatimu ." ucap Akire menggombal . "Lalu ?" tanya Aria dengan santai .
"Aku juga bisa membuka hatimu ." ucap Akire lagi .
Menanggapi ucapan Akire , jantung Aria berdetak makin cepat dan kencang .
Bagaimana bisa pria ini membuat jantungku berdegup bergitu cepat ? Apa dia memiliki sihir ? Pikir Aria .
Aria sedang larut dalam pikirannya sendiri . Ia terus menerus memikirkan Akire. Tapi kemudian Akire melepas tangannya dari wajah Aria dan mengusap hidung mungil Aria .
"Mikirin aku ?" tanya Akire narsis .
Aria pun tersadar dari lamunannya . "A..apa sih ?! jangan ge`er jadi orang !" ucap Aria mengelak .
Akire pun tersenyum kaku mendengarnya , suasana didalam mobil pun seketika menjadi hening .
Akire hanya fokus menyetir dan sesekali melihat dan melirik Aria .
Aria membaca sebuah hastag di insta , tanpa sengaja , ia pun menekan hastag itu dan keluar lah foto seorang pria yang menggandeng , berpelukan ,dan makan bersama di foto itu . Hastag nya adalah #duniakonglomerat Akire punya tunangan ?! batin Aria terkejut .
"Kamu punya pacar atau tunangan kan ?!" tanya Aria dengan ketus .
Mendengar itu Akire terkejut , ia tak tahu mengapa Aria berkata seperti itu . Akire sendiri sangatlah jarang berhubungan dengan wanita .
"Nggak punya tuh." jawab Akire santai . Ia masih fokus dengan kemudinya .
Aria mengerutkan keningnya dan menatap Akire tajam. Akire yang menyadari hal itu pun tersenyum sinis dan menoleh kepada Aria .
"Hei , kalo lihat wajahku terus nanti bisa jatuh cinta loh ." ucap Akire menggoda Aria .
"Apa sih ?! jangan ge'er jadi orang . Aku cuma .. aku cuma mau.." Aria bingung ingin mengatakan apa Jujur tadi Aria sempat terlena dengan ketampanan Akire .
"Aku cuma apa ?"
Aria pun segera mengalihkan pandangannya ke arah jendela , mukanya memerah malu . Mulutnya tampak manyun karna cemberut . Dia tak mau menjawab pertanyaan Akire .
"Kenapa sih ? malu ya ?" goda Akire lagi .
"Gak." jawab Aria ketus .
Akire pun tertawa kecil mendengarnya . Ia sudah tak ingin menggoda Aria lagi karna takut nanti Aria marah . Akire pun lanjut fokus ke jalan raya .
Setelah beberapa menit , akhirnya mereka berdua sampai di sebuah apartemen berlantai 20 .
Aria segera melangkah masuk kedalam lift. dan menekan tombol berangka 15 . Akire yang ditinggal oleh Aria yang masih kesal tadi terus menggerutu.
Akire yang sudah sampai di lift dan ingin memasuki lift itu , melihat pintu lift sudah tertutup karna lift sudah berjalan naik ke lantai 15.
"Ck , gue nggak ngerti kenapa cewek ngambekan !" Gerutu Akire kesal .
Akire pun dengan terpaksa berlari menaiki tangga menuju lantai 15 , tapi sayang ia lupa bertanya kepada Aria lantai berapakah tempat Keila tinggal .
Yah untung gue terbiasa latihan , jadi lari naik tangga mulai lantai 1 ke 15 itu biasa . Batin Akire dengan bangga .
SedangkanAria di dalam lift ..
Aria tersenyum licik , entah apa yang ia pikirkan sampai membuatnya tersenyum puas dan licik seperti itu .
Lo nggak tau kan di lantai mana tempat Keila berada , jadi .. Lo nggak bakal bisa ketemu Moza . Gumam Aria dalam hatinya . Ternyata itulah yang ia pikirkan sampai membuatnya tersenyum seperti itu .
Setelah menunggu beberapa menit , lift pun akhirnya berhenti dan pintunya terbuka di lantai 15 .
Aria berjalan keluar dari lift dengan senang , tetapi kesenangannya itu tak berlangsung lama .
Aria merasa terkejut melihat Akire yang berada hadapannya . Keringat dingin membasahi pipinya .
Ada hantu ya di apartemen ini ?! kok Akire ada dihadapan aku sih sekarang ?! Eh .. apa jangan-jangan Akire udah mati ya dibawah tadi... terus arwahnya gentayangan deh .. Pikir Aria ngasal .
Aria terlalu sering menonton film horor dan fantasi di tv , jadi pikirannya itu selalu berimajinasi kemana-mana .
"Akire udah mati ya ?!" tanya Aria santai kepada Akire yang berada dihadapannya .
Mendengar itu Akire bingung dan juga kesal . "Apa maksudmu? gimana bisa Akire mati ? apa kamu berharap aku mati ?" tiga pertanyaan langsung menyerbu Aria . Akire dengan kesal melontarkan pertanyaan-pertanyaan itu .
"Mmm , maksud aku .. kamu pasti arwahnya Akire yang gentayangan . Akire mungkin tadi mati karna ketabrak lift . Kepalanya bocor , terus darahnya keluar banyak .. mati deh jadinya ." Jelas Aria dengan polos dan santainya.
Ketabrak lift ?! kepala gue bocor?! kehabisan darah ?! Dia ngarang , ngalu apa ngarep sih ?! Gerutu Akire kesal dalam hatinya .
"Nggak mau diselametin kalo dia mati?" Akire melontarkan pertanyaan yang sangat aneh kepada Aria .
"Nggak. " Jawab Aria ketus .
Beneran ini ibu dari anak gue ?! anak gue gede digedein sama cewek tukang ngalu , tukang ngarang ?!
Kayaknya harus gue batalin deh pelantikan dia jadi calon bini gue . Gumam Akire dalam hatinya.
Batinan Akire itu memang sangatlah aneh dan sulit dimengerti .
"Hello tuan Akire , saya tahu anda belum mati . Saya juga tahu apa yang anda pikirkan. Anda pasti berfikir bahwa saya ini adalah wanita yang suka menghayal dan tukang ngarep. Dan juga anda pasti berfikir jika saya tidak membesarkan putri anda dengan baik bukan?!" Tanya Aria iseng dan kesal .
"Anda fikir saya akan berbicara hal aneh seperti itu hanya karna saya sering menonton film horor dan aneh-aneh ? No ! Saya hanya iseng saja .. Tapi memang saya sempat berfikir jika anda sudah mati ." Jelas Aria panjang lebar dengan bahasa formal .
__ADS_1
Mendengar penjelasan panjang kali lebar dari Aria . . Akire tersenyum sinis dan melipat kedua tangannya di perut . "Oh , jadi anda membodohi saya nona ?" balas Akire dengan suara menggoda .
"Hmm mungkin bisa dibilang seperti itu tuan .." Jawab Aria dengan gaya sok berfikir .
"Jadi ? saya sudah termakan oleh kebodohan anda ?"
"He'em."
Kemudian mereka berdua pun saling pandang dan tertawa bersama .
"Pffft , sudahlah . Karna kau lumayan bodoh , aku akan memberitahu dirimu semua tentang Moza ." Ucap Aria dengan senyuman manis yang terpasang di wajahnya .
"Hmm , benarkah?'' tanya Akire tak percaya.
"Tentu !"
"Yasudah , kalau begitu bagaimana jika kita ke tempat Moza berada ?" Balas Akire lagi .
"Ya , ikutlah aku."
Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju tempat Keila dan Moza berada . Sesampainya di depan pintu kamar Keila , Aria segera menekan password nya .
Setelah pintu terbuka , Aria pun segera masuk dan melepaskan sepatunya , begitupula dengan Akire .
"Assalamualaikum ! eomma dateng Moza!" Seru Aria senang . Aria tersenyum lebar-lebar karna ia merasa senang bertemu dengan putrinya .
Berbeda dengan Akire yang merasa gugup . .
Gue bakal ketemu anak gue ?! .. dia bakal suka sama gue nggak ya ?! bakal nerima gue nggak ?! Dia umur 3 tahun kan ?! suka makan apa ya ?! Akire tampak berfikir keras sekarang ini .
Keringat dingin menetes dari dahi Akire . Akire berdiri dibelakang Aria . Tubuhnya yang tinggi itu pun membuat Moza melihat Akire .
"Itu om nakal kemalin !" Moza menunjuk Akire dengan jari telunjuknya .
Om nakal ?! ternyata dimata anakku aku dinilai seperti itu ?! . Batin Akire dengan penuh perasaan malu dan kesal .
Aria hanya tertawa dibuatnya , ia merasa puas dan senang dengan aduan Moza kepadanya tadi .
"Mo .. Moza bilang om apa sayang ?" tanya Akire tak percaya . Dia ingin memastikan perkataan putrinya tadi .
"did you not hear ?!" tanya Moza ketus .
"Pfft , ditanyain tuh sama anaknya . Nggak denger ya kamu Re?!" Ejek Aria . Ia tertawa puas mendengar pertanyaan Moza .
Gue diejek nih ?! diajarin apa sih Moza sama Aria ?! Batin Akire kesal .
"Aku ngajarin Moza yang bener kok , tapi dia udah biasa kayak gitu . . Soalnya ..--" Aria tak melanjutkan ucapannya .
Akire pun tak ingin bertanya atau mengorek sesuatu lebih dalam lagi jika Aria tak ingin mengatakannya .
"Oh .. Moza punya Ayah nggak ?" tanya Akire lagi .
Moza besar tanpa ayah .. pasti dia kekurangan kasih sayang . Pikir Akire dengan perasaan bersalah .
Tapi sayang apa yang dipikirkan Akire itu tidak benar , Moza hidup dengan penuh kasih sayang. Bahkan ia memiliki 2 ayah yang tak lain adalah appa Fengki dan appa Keitel .
"Aku punya . Punya dua malahan." Jawab Moza dengan polos dan santainya .
Jederrr , petir menyambar Akire .
Dia punya ayah ?! dua ?! Siapa itu ?! Batin Akire dengan penuh kepanikan .
"Siapa ayah kamu ?" tanya Akire dengan ragu dan lembut .
"My appa .. Keitel and Fengki !" Jawab Moza dengan polosnya . Moza menjawab dengan senyuman yang terpasang diwajahnya.
"Seriously?" Tanya Akire memastikan .
Moza memutar bola matanya malas , dia sangat tidak suka mengulangi kata-katanya . Ia mendengus kesal . "Yup .." Jawab Moza malas .
"Dia itu tidak suka mengulangi kata-katanya . Jangan sekali-kali bertanya berulangkali kepadanya!." Jelas Aria dengan penuh penekanan .
"Siapa Fengki itu ?" tanya Akire penasaran . Ia tahu tentang Keitel , tetapi ia tidak tahu apa-apa tentang Fengki .
"Ye Fengki , dia adalah putra tunggal dari tante Mila Agnesia , dan om Glenn Fredly ." Jawab Aria dengan penjelasan singkat .
"Dia putra keluarga Ye ?"
"Hmm , sepertinya kamu tuli . Kamu selalu bertanya lagi padahal hal yang kamu tanyakan itu sudah ada penjelasannya ." Ejek Aria puas .
"Siapa yang tuli ?!" pekik Akire kesal .
"Kamu , tuan tentara Akire yang terkenal sebagai penembak jitu , pembuat strategi yang wow dan ..cowok yang buruk dimataku ." Jelas Aria dengan penuh sindiran.
"Sst , udah deh ! Moza masih disini , jangan berantem didepannya !" balas Akire dengan ketus.
"Hmm" jawab Aria malas .
"Om ini siapa eomma ?" tanya Moza penasaran .
"Aku Akire , kamu boleh panggil aku papa." Balas Akire dengan senyuman hangat yang terpasang diwajahnya.
"Di.. dia bisa senyum kayak gini ?! , Ganteng bangetttt!" Lirih Aria . Ia terpesona dengan ketampanan Akire.
"Papa ? Eomma ! masa Moza punya 3 papa ?! Kok banyak cih yang mau jadi papanya Moza ?!" Celoteh Moza . Sebenarnya bukan hanya Fengki dan Keitel saja yang mencalonkan diri sebagai appa Moza . Di Amerika , ada 5 orang lebih yang ingin menjadi appa Moza . Bukan hanya karna para pria itu luluh pada Aria , tapi para pria itu juga luluh dengan keimutan Moza .
"Tunggu , maksud kamu apa ya ?''
"Yah .. di Amelika banyak Olang yang mau jadi appa nya Moza . Uncle David , uncle Charlie , uncle Chaplin , uncle Sam , banyak deh pokoknya!" celoteh Moza membalas pertanyaan Akire .
Aria sepopuler itu kah ? walau udah tahu dia punya anak .. tapi masih mau sama Aria .. Batin Akire berfikir keras .
"Yah , aku tau kok aku populer , tapi mereka jatuh hati bukan sama aku doang ! mereka juga jatuh hati sama pada putriku yang imut ini " Jelas Aria membanggakan dirinya .
"Cih , sombong amat ." Cibir Akire kesal .
"Heheh."
"Papa!" panggil Moza dengan wajah imutnya kepada Akire .
"Papa ?! Dia manggil aku kan ?" tanya Akire memastikan . Matanya berbinar-binar mendengar sebutan papa dari mulut Moza .
"He'em , dia manggil kamu ." Jawab Aria dengan anggukan .
Akire pun merasa senang dan segera mengangkat Moza tinggi-tinggi .
Aria tak senang melihat Moza diangkat , ia takut Moza akan terjatuh . "Jangan kayak gitu ! ntar dia jatuh , nggak sedikit bayi atau anak kecil yang meninggal gara-gara digendong tinggi-tinggi sama orang tuanya!" Omel Aria kesal .
Mendengar omelan Aria , Akire segera menurunkan Moza dari gendongannya . "Iyah , maaf deh." balas Akire dengan perasaan menyesal .
"Kenapa nggak digendong lagi ? Moza suka !" Adu Moza kesal . Mendapati Moza yang tak suka ketika ia diturunkan , Aria melirik dan menatap Moza tajam .
"I..iya ma , moza ndak nakal" Moza yang merasa dirinya ditatap tajam oleh eommanya segera menunduk dan gemetar takut.
"Judes banget sama anak sendiri ." sindir Akire kesal .
"Nyenyenye." balas Aria dengan kesal juga .
"Oh ya , Aunty mana sayang ?" tanya Aria yang baru saja menyadari jika Keila tidak ada di apartemen.
"Aunty lagi dikamal .. oh ya , papa bukannya tadi macuk kamal ama aunty ?" tanya Moza dengan polosnya. Ia tadi melihat Keila membawa masuk seorang pria yang sangat mirip dengan Akire .
🍃 🐼🍃🐼🍃🐼🍃🐼🍃🐼🍃🐼🍃🐼🍃🐼🍃🐼
Hi 👋 , Mei menyapa kalian lagi .
Apa kabar kalian semua ? semoga baik ya .
Love 6 Years Ago season 2 akan berakhir disini .
Ada yang gak suka sama Akire nggak ? Semoga ada . 😝
Tenang , Love 6 Years Ago tidak akan Hiatus ,
Karna Love 6 years ago akan segera tamat dengan tambahan 1-3 eps lagi . 👌
Bagaimana kah kisah kelanjutan dari Aria , dan Akire ?
Tunggu Next Chapter ya , Good bye . 🖐️
...🍃To Be Continued 🍃...
...Maaf jika ada salah kata dan maksud yang tidak dimengerti , silahkan ketikkan saran dan keritikannnya di kolom komentar...
...Jangan lupa like , sumbangkan poin kalian ya di novel ini 🤗 🙏...
Ig : @meira.2928
__ADS_1
Ig Aria : @taraanka_