ALMEIRA'S SECRET

ALMEIRA'S SECRET
#10 S2 biarkan dia tenang 2


__ADS_3

HAPPY READING 🥰.


45 menit perjalanan , akhirnya mereka sampai .


Aria sudah terbangun dari tidurnya 5 menit yang lalu, tadinya didalam mobil sejak Aria bangun mereka hanya diam , begitupun dengan Aria.


"Ayo turun" ucap Fengki yang sedang melepas sabuk pengaman.


"Hmm " jawab Ria singkat .


Keitel dan Fengki sudah turun dari mobil , Aria pun ikut turun , mereka masuk kedalam rumah Fengki , dan duduk di sofa .


Fengki berjalan ke dapur untuk mencuci tangan dan mengambil jus jeruk di kulkas .


"Kau tak apa ?" tanya Keitel dengan bimbang .


"Menurutmu?" Balas Aria dengan ketus.


"Gue tau ini sulit buat Lo Ri.." Ucap Keitel dengan menunduk .


Fengki pun datang menghampiri Ria dan Keitel yang sedang duduk di ruang tamu . Fengki meletakkan nampan berisi teko , dan sebuah gelas kecil mungil .


"Siapa ayah bayimu?" Tanya Fengki yang masih berdiri dengan melipatkan kedua tangannya didada. Sedangkan Aria hanya menunduk saja .


"Huft .." Keitel dan Fengki menghela nafas secara bersamaan . Fengki mengusap wajahnya kasar .


"Jadi kau tak tau ?" tanya Fengki kembali .


Aria hanya mengangguk .


"Bagaimana kau menjelaskan ini pada kami?" tanya Keitel yang membuat sedih Aria secara tak sengaja .


Aria meneteskan air matanya. Fengki dan Keitel yang melihat air mata jatuh dari Aria pun terkejut . Keitel meminta maaf pada Aria , sedangkan Fengki mengusap air matanya ,dan memeluk Aria .


"J..jangan bilang ke keluargaku ya ?" Ucap Aria ragu-ragu sambil membalas pelukan Fengki .


Keitel pun merasa terkejut mendengar Aria tak ingin menceritakan hal ini pada keluarganya . Sedangkan Fengki berusaha memaklumi dan mengerti keadaan Aria serta perasaannya .


Fengki melepaskan pelukannya dan mengusap wajah Aria ."Baik , kami berdua tak akan mengatakan hal ini pada siapapun!" Tegas Fengki pada Aria .


"Baiklah .." Jawab Keitel dengan ragu ..


Keitel dan Fengki pun meminta Aria menjelaskan kejadian pada saat ia bertemu Wen Xia .


Aria pun menceritakan kejadian pada hari itu , hari dimana Aria meminum minuman favoritnya dari pegawai Wen Xia .


Setelah menceritakan hal itu pada teman-temannya , Aria merasa lega karna bisa mengeluarkan sedikit rasa resahnya.


Brak .. Fengki menghantam meja dengan keras .


"Kurang Ajar !!!" Kata-kata itu keluar dari mulut Fengki .


Keitel mengepal kuat tangannya ."Sial*n , gila ya Wen , emang Ria salah apa sih ?!" Umpat Keitel dengan sangat-sangat kesal dan marah .


Ria terkejut mendengar umpatan mereka berdua , sebenarnya Aria agak kurang mengerti mengapa ia bisa hamil .


"Aku tak ingin membuat keluargaku malu . Aku juga tak ingin diusir dari rumah .." Lirih Aria dengan mata berkaca-kaca .

__ADS_1


"Tenanglah ,aku akan memikirkan cara agar kau bisa tenang tanpa menggugurkan kandungan mu ." Hibur Fengki pada Aria.


"Apakah hanya kita saja yang tak tahu ?" Tanya Keitel .


"Mm , iya ." jawab Aria .


"Begitu ya .." lirih Keitel .


"Tapi .. apakah tak ingin mencoba memberitahu keluargamu Ri? mungki. mereka akan berusaha menerima .." Jelas Fengki.


Aria bingung harus bagaimana , perasaannya campur aduk dan merasa gusar . Ia melihat mengelus perutnya . 'Kini ada seorang bayi kecil yang hidup dalam rahimku .. selama 9 bulan disini tempat ia hidup dan bernafas' Aria tersenyum kecut memikirkan hal itu .


"Aku harap kau dapat lahir dengan sehat .." Lirih Aria sambil mengelus perutnya ,


Fengki dan Keitel yang melihat itupun hanya tersenyum pahit .


"Bagaimana caramu membesarkan dia ?" Tanya Keitel dengan tegas pada Aria .


"Entahlah .. tapi yang pasti aku akan berusaha merawatnya dengan baik" Jelas Aria . Aria merasakan perasaan aneh ketika melihat hasil USG tadi .. jadi ia memutuskan untuk merawat bayinya .


"Kau memang baik." lirih Fengki .


"Lo harus jaga kandungan Lo , dan diri Lo!" Tegas Keitel kepada Aria .


Aria hanya tertawa kecil mendengar kedua sahabatnya itu .


Tapi tiba-tiba Aria merasa mual ..


"Hoeeek .. hoeeek .." Aria berusaha menutupi mulutnya .


Fengki dan Keitel pun saling pandang. Kemudian mereka menghela nafas panjang .


Aria pun berdiri dan berjalan menuju toilet .


Tetapi ia tak mengeluarkan apapun , hanya saja perut nya terasa mual . Fengki pun memijit tengkuk leher Aria , dan juga bahu nya .


"Gue buatin teh anget ya ." Tawar Fengki . Aria pun hanya mengangguk . Perutnya sudah mendingan ketika di pijit Fengki tadi .


Keitel yang melihat adegan mereka berdua itu hanya tersenyum .. 'Kalian emang cocok' Batin Keitel .


Setelah Aria serta Fengki keluar dari toilet Fengki menuju dapur sedangkan Aria menuju ruang tamu .


Ketika teh hangat buatan Fengki jadi .. Aria meminum teh itu sampai habis .


"Lumayan teh nya ." Ejek Aria pada Fengki , Fengki pun hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan Aria . Kemudian Aria melihat ke arah jam dinding .


Jam sudah menunjukkan pukul 12.07


Aria meminta pulang agar tak dicari orang tuanya nanti .


Aria pun segera pulang diantar oleh Fengki dan Keitel .


Dirumah Aria . . .


"Assalamualaikum" Salam Aria , Keitel dan juga Fengki secara bersamaan .


"Waalaikumsalam" Jawab seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah asisten rumah tangga keluarga Aria yang bernama Retno .

__ADS_1


"Dirumah ada siap aja mg Retno ?" Tanya Aria yang berada di depan sofa bersama kedua teman prianya itu .


"Dirumah cuma ada mas Rey aja" Jawab MB Retno sambil membungkukkan badannya.


"Oh ..." jawab Aria lirih .


Aria melihat Fengki dan juga Keitel , Aria pun langsung menjabat tangan mereka berdua , dan merapatkannya menjadi satu .


Keitel dan Fengki hanya diam merasa bingung dengan apa yang dilakukan Aria . Aria pun tersenyum kemudian meletakkan permen coklat ke telapak tangan kedua sahabatnya itu . "Ini untuk kalian" ucap Aria yang tersenyum riang .


"Makasih ya uda jadi sahabat terbaik aku ."


Keitel dan Fengki pun saling melempar pandangan . Mereka merasa aneh dengan sikap Aria yang sekarang ini . Tapi mereka pun juga merasa senang karna sahabatnya itu sudah tak bersedih lagi.


Aria mendorong Fengki dan Keitel dengan kedua tangannya menuju pintu "Pulang gih." usir Aria dengan tersenyum kepada Fengki dan Keitel.


Keitel dan Feng yang tadi merasa terharu dan senang pun menarik kembali kata-katanya , mereka kesal dengan sikap Aria yang berubah-ubah .


"Yaudah , kami pergi nih ." ucap Fengki malas .


Keitel pun hanya menggaruk-garuk kepalanya tak gatal , dan segera melangkahkan kakinya keluar .


Aria pun segera masuk , dan mengganti pakaiannya di dalam kamar .


Fengki dan Keitel pun sudah masuk didalam mobil . Mereka duduk bersebelahan .


"Hei , menurut Lo gimana rencana?" Tanya Keitel sambil melihat kearah jendela .


Fengki menoleh dan kemudian memikirkan perkataan Keitel . Ia pun menemukan sebuah ide "Bagaimana jika Aria ikut denganku ke Amerika ? Dia akan bersekolah disana , lagipula nggak kan ada yang ngenalin dia . Sekolah gue juga sekolah khusus kan ?!" Seru Fengki melayangkan ide nya kepada Keitel yang sibuk melihat rumah Aria .


Keitel yang mendengar ucapan Fengki pun terkejut . Ia


terkejut karna Aria akan diajak ke luar negeri .


"Apa ?! " Teriak Keitel yang terkejut . Fengki pun hanya membalas dengan anggukan , dan kemudian menginjak gas . "Lo gila ?!" sambung Keitel lagi .


"Nggak" Jawab Fengki sambil mengemudikan mobilnya .


Keitel hanya menepuk jidat .


Di sisi lain . . .


Aria yang baru selesai mengganti pakaian duduk di pinggir kasur sambil mengelus-elus perutnya . "Nak .. kamu jangan rewel ya didalem perut mama ." Batin Aria dengan senyuman hangatnya itu .


"Walau kehadiranmu tak direncanakan .. Aku akan berusaha menerimamu , karna kau darah dagingku .. Tuhan selalu memberi yang terbaik untuk kita .Aku harap kehadiranmu dalam hidupku akan membawa keberkahan " Lirih Aria sambil tersenyum layaknya seorang ibu kepada anaknya .


🐼🐼🐼. 🐼. 🐼🐼🐼.


.... 🐼. 🐼 🐼 🐼.


.....🐼. 🐼. 🐼. 🐼.


.....🐼. 🐼🐼🐼. 🐼🐼🐼 .


To Be Continued


↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️↘️*

__ADS_1



Jangan lupa Like 👍.


__ADS_2