ALMEIRA'S SECRET

ALMEIRA'S SECRET
30 ×Catatan hati Aria×


__ADS_3

HAPPY READING 🐼


"Kamu tahu kan kalo Fengki ada di Amerika waktu kamu masih kelas 2 SMA ?! jadi mana mungkin anak kecil itu anak kandung Fengki?!"


Aria hanya menunduk , dirinya tak tahu harus menjawab apa .


Tapi beruntungnya Fengki segera sampai disana.


"Dad ! what are you doing ?!" Sontak Fengki yang terkejut ketika melihat Aria hanya duduk diam tak menjawab .


"Duduk !"


"Jangan berlebihan Glen!" imbuh Mila Agnesia.


"Dad .. Moza emang anak aku !" ucap Fengki tak goyah .


Mendengar itu Aria segera menoleh kearah Fengki dan menatap nya tajam .


Plak.. satu tamparan mendarat di muka Fengki , tamparan itu diberikan oleh Glenn Fredly .


"Stop om !" ucap Aria yang tak tinggal diam melihat Fengki dipukul oleh Fredly .


"Aria , Om udah kenal kamu sejak kamu masih bayi ! jadi kalian berdua ini nggak usah bohong sama saya !" ucap Glenn Fredly tegas .


Keringat dingin bercucuran ditubuh Aria dan Fengki , kini mereka saling bertukar pandang .


"Maaf om .. Moza memang bukan anak kandung Fengki." ucap Aria gugup .


"A..Aria ?!" Sebut Fengki dan Mila Agnesia kaget .


"Kamu .. kamu ngelakuin hal haram itu nak ?" tanya Mila terkejut.


Berbeda dengan Mila , alasan Fengki terkejut karna Aria mengatakan hal sejujurnya .


"Maaf Feng , tapi ini urusan ku .. aku nggak mau ngelibatin kamu lebih jauh lagi." imbuh Aria tegas .


"Hebat kamu Ria , kamu mau jujur ! sekarang om tau kalo anak om ini bukan anak baji Ngan ."


Fengki segera bangkit dari duduknya dan segera berjalan kearah Aria dan menarik lengan Aria erat-erat .


Membawa Aria masuk kedalam kamarnya , Fengki menutup pintunya kencang .


"Kamu ngapain kesini ?!" Bentak Fengki kepada Aria .


"Yah aku mau ngasih tau kamu !"


"Ngasih tau apa ?!"


"Aku ngasih tau .. ngasih tau .. kalo aku udah nemuin ayah kandung Moza." jawab Aria . Tangannya gemetaran , kepalanya pun hanya menunduk.. dirinya tidak mau menatap mata Fengki .


"Apa ?!"

__ADS_1


"Gi.. gimana bisa?! siapa papa kandung Moza ?!" sontak Fengki terkejut .


"Dia anak pertama Keluarga Guo." ucap Aria pelan


Mendengar itu Fengki semakin terkejut.


"Pu..putra pertama ?! bukannya dia itu Aile ?!" Tanya Fengki terkejut .


***


"Iera . . apa gue harus bilang ini ke bunda sama papa?" tanya Akire yang sedang bingung .


"Hmm kalo itu gue bingung .. apa bilang ke Iena dulu mungkin ya ?"


"Jangan ! iena itu anaknya ember .. nanti dia bilang ke bunda .. bunda kan juga punya penyakit jantung .."


Mendengar itu pun Iera mengangguk setuju . "Tapi kak .. tadi yang kakak omongin sama Riri apa ?" tanya Iera .


"Ngomongin Kon.." Seketika Akire teringat sesuatu .


"Ah iya ! kontrak , gimana bisa gue lupa .. gue udah telpon Renhard juga tadi buat Dateng ke cafe .. !" Akire teringat akan kontrak yang tadi belum selesai diurus dengan Aria .


"Kontrak apa ?" tanya Iera yang tak tahu apa-apa.


"Tapi kak .. tadi kok juga lama banget sampe sore , kakak sama Riri ngapain?" tanya Iera menyelidik.


Entah .. gue juga lupa tadi ngapain aja waktu di apartemen..


Gue tadi bangun juga gegara dibangunin sama Iera .. Aria nggak ada di kamar .. Apa ya yang gue lupain?!


***


"Jadi Akire itu .. cowok yang udah ngambil kesucian kamu ?!" tanya Fengki geram .


Dirinya kini sangatlah kesal mendengar cerita Aria tentang Akire .


"Iya .. " jawab Aria .


"Akire pasti cuma mau ngambil Moza ! kita balik aja ke Amerika!"


Kalo bener Akire cuma mau ngerebut darah dagingnya .. Aku nggak bakal ngasih Moza ke Akire , aku yang udah besarin dia .. aku juga yang udah menderita karna perbuatannya .


"Kita bakal kembali ke Amerika sebulan lagi !" ucap Aria dengan perasaan bimbang .


"Sebulan ? bukannya itu terlalu cepat?!" Sontak Fengki terkejut . Aria hanya mengangguk mendengarnya .


Dirinya tahu jika semua masalah yang ia hadapi belum selesai .


Tapi sebelum sebulan .. diriku harus mengetahui siapa yang telah mencampurkan obat kedalam minuman ku tadi . Terutama .. kali ini Akire juga mendapatkan efek obat itu . Pasti orang yang memberikan obat itu .. sama dengan orang 3 tahun yang lalu . Pikir Aria .


"Kita harus keluar dulu . Orang tua ku pasti sedang menunggu kita."

__ADS_1


"Iya."


Mereka berdua pun segera keluar dari kamar Fengki .


Melihat Fengki dan Aria yang sudah keluar dari kamar , Glenn Fredly dan Mila Agnesia segera menghampiri kedua remaja itu .


"Aria !" panggil Mila .


Mila segera meraih tangan Aria & menggenggamnya .


"Aria , sini cerita sama Tante apa yang udah kamu alami nak !" seru Mila.


Aria tersenyum mendengarnya , ia segera membalas genggaman tangan ibu Fengki .


"Heheh , iya te .. Ria bakal cerita , tapi nggak sekarang.. Aria harus urus masalah dirumah dulu .." bakal Aria dengan senyuman ramahnya .


Mila pun segera melepaskan genggaman tangannya dan segera memeluk tubuh Aria . Ia mengusap-usap punggung Aria lembut .


"Kalo mau cerita jangan sungkan-sungkan ya , Tante udah anggep kamu anak Tante sendiri." ucap Mila ramah .


Mendengar itu , Fengki merasa senang karna ibunya menyayangi Aria seperti anak kandungnya sendiri . Sedangkan Aria kini merasa tersentuh , tanpa sadar air matanya pun menetes .


"Terimakasih te." ucap Aria .


Glenn Fredly dan Fengki yang melihat tingkah kedua wanita itu pun tersenyum senang.


Setelah berbincang-bincang cukup lama , Aria pun segera pamitan kepada kedua orangtua Fengki .


Dirinya pulang diantar oleh Fengki , Aria pulang ke apartemen punya Keila .


Setelah sampai di pintu apartemen Keila , Fengki dan Aria pun segera masuk kedalam nya .


Disana sudah terdapat Moza , Keila dan Keitel yang sedang bermain boneka .


"Hmm , appa Keitel lagi main boneka .. mau saya kasih barbie juga kah buat lebih seru mainnya?" tanya Fengki mengejek kepada Keitel .


Mendengar itu Keitel menjadi kesal. "Dateng-dateng bukannya salam atau apa kek , malah bikin orang kesel aja !"


Fengki dan Aria pun akhirnya saling bertukar cerita dan tertawa bersama .


Keesokan harinya .


Aria sedang siap-siap untuk menekan bel rumah kediaman Mitsuki . Dirinya merasa enggan untuk menekan bel .


Tapi kemudian , tiba-tiba saja ada seorang pria yang menepuk bahunya .


...🍃To Be Continued 🍃...


...Maaf jika ada salah kata dan maksud yang tidak dimengerti , silahkan ketikkan saran dan keritikannnya di kolom komentar...


...Jangan lupa like , sumbangkan poin kalian ya di novel ini 🤗 🙏...

__ADS_1


Ig : @meira.2928


Ig Aria : @taraanka_


__ADS_2