ALMEIRA'S SECRET

ALMEIRA'S SECRET
#26 S2 ×Who ?!"


__ADS_3

"Anak siapa ?!" tanya Akire terkejut .


Mendengar itu , Iera tersenyum miring . "Entahlah , aku sendiri juga nggak tahu kak . Tapi .. Lusa aku bakal ketemu sama Riri di cafe xxx ." Pamer Iera sombong .


Akire kini larut dalam pikirannya , ia menjadi bingung dengan kata-kata Iera sedari tadi .


Apa bener ya kalo anak Aria itu anak gue ? kalo bukan gimana coba .. Pikir Akire ragu .


"Berapa umur anaknya ?" tanya Akire lagi .


Iera hanya menggeleng tanda tidak tahu mendengar pertanyaan Akire .


Setelah itu , Iera segera meninggalkan Aise sendirian di taman tempat Akire biasa bersantai .


Akire kini sedang duduk di ayunannya , ia frustasi mendengar tentang anak dari Iera . "Huft.. gue harus minta Rou Yang buat nyelidikin ini .."


Gumam Akire .


...🍃🍃🍃...


"Oh , jadi Akira yah yang kasih tau ayah ?" Ucap Aria menyindir .


Aria yang kini terpojok oleh pertanyaan ayah serta adiknya mengepal erat tangannya .


"Nggak penting siapa yang ngasih tau , yang penting itu , Moza anak kandung kamu atau bukan ?!" Tanya Toma dengan mata semakin melotot , Toma mulai menatap muka Aria serta perutnya tajam .


Mendengar itu Aria terkekeh . "Kalo Moza anak kandung aku gimana ?" tanya Aria kepada Akira serta Toma dengan dingin .


"Akira , cepet telpon Gu Keitel , Gu Seya , dan juga Fengki . Suruh mereka kerumah kita sekarang !" Titah Toma kepada putri bungsunya itu .


"Oke yah ."


Mendengar titah ayahnya itu , Aria terkejut . Apa hubungannya hal ini sama Keitel ,seya , serta Fengki ? kenapa mereka dibawa-bawa .. apa ayah pikir yang ngehamilin aku itu salah satu dari mereka ya ?..


Batin Aria menebak-nebak .


"Terserah ayah kalo ayah mau nanya ke Fengki atau Keitel , apalagi kalo mau nanya ke Seya yang nggak tau apa-apa !"


"Aria !" Pekik Toma kesal . "Sekarang omonganmu kurang ajar ! apa di Amerika kamu diajari kayak gini ?! mentang-mentang udah tiga tahun tinggal di luar negeri sikap kamu berubah !" Sambung Toma dengan membentak Aria kasar .


Aria kecewa mendengar bentakan ayahnya itu , air mata menggenang di matanya . "Maaf yah , aku kayak gini mungkin karna akunya aja yang akhir-akhir ini jadi emosional dan sensitif ." Ucap Aria meminta maaf sambil memngusap air matanya yang hampir saja menetes .


Toma membalikkan badan membelakangi Aria .


"Kembali lah ke ruang makan , nanti kita bicara lagi bersama ketiga teman mu itu ." balas Toma .


Aria langsung pergi meninggalkan Toma tanpa menjawab titah ayahnya itu .


"Udah aku telpon yah , bentar lagi mereka kesini .. sekita tiga sampe empat puluh menitan kok ." sahut Akira yang tengah berlari mendekati Toma .


"Oh" Jawab Toma singkat.


...🍃🍃🍃...


Di sebuah gedung perusahaan ternama , Akire tengah memberikan sebuah berkas kepada Rou Yang .


Akire melemparkan sebuah map bewarna putih yang berisi sebuah foto Aria . "Ini , cepet selidiki latar belakang perempuan ini , namanya Aria. Cari tahu kuah apa dia punya anak apa nggak ." Perintah Akire kepada Rou Yang .


Mendengar itu , Rou Yang menopang dagunya berfikir . "Aria ? nama ini nggak asing deh buat gue , kayaknya beberapa tahun yang lalu Lo pernah nyebut nama ini deh ." Tanya Rou Yang kepada Akire .


"Hmm "


"Kenapa harus nyari ni cewek ? Lo suka sama dia ?" Tanya Rou Yang menyelidik.


Mata Akire membelalak mendengar itu . "Enak aja Lo kalo ngomong !" Kesal Akire . "Cari aja , nggak usah bantah ! gue masih ada perlu soalnya sama ketua tim" sambung Akire memberikan titah kepada Rou Yang .


Rou Yang pun hanya berdecak pinggang dan menggelengkan kepalanya melihat raut wajah temannya yang berubah .


Setelah Rou Yang meninggalkan ruangan direktur , Akire segera berdiri dari kursinya . Akire berjalan melangkah ke sebuah lemari biru keabu-abuan .


Akire mengambil sebuah buku bewarna hitam yang berada di lemarinya itu . Setelah Akire meraih buku itu , lemari biru Akire bergerak .


Udah lama gue nggak buka nih ruangan .. Batin Akire tersenyum dingin .


Akire melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan yang berada di balik lemari itu . Setelah Akire masuk , lemari itu kembali bergeser menutupi ruangan rahasia itu .


Sebuah ruangan yang besar , ruangan itu memiliki cat bewarna putih dan biru langit . Sebuah kasur kecil berada di ruangan itu . Melihat kasur itu , Akire segera merebahkan dirinya di atas kasur itu .


Setelah merasa nyaman di tempat tidur itu , Akire menghela napasnya panjang , ia mengusap wajahnya kasar .


Kalo bener anak yang dibawa Aria itu anak gue .. apa yang harus gue lakuin ? Batin Akire bingung .


Kembali ke tempat Aria berada , kini keluarga Mitsuki telah selesai makan semua . Selesai makan , Aria mengajak Moza masuk ke dalam kamarnya untuk tidur . Semalam Moza tidur terlalu malam , dan bangun terlalu pagi .


"Ri , kamu bakal jujur sama ayah ?" tanya Asuo yang mengehentikan langkah Aria di depan kamarnya .


Aria mengangguk , dan membuka pintu kamarnya , Fengki dan yang lainnya masih belum tiba di kediaman Mitsuki .


Asuo ikut melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar Aria . Kamar yang sudah tiga tahun lamanya tak ditempati , kamar yang masih sama dengan tiga tahun lalu .


Jelas terlihat jika kamar itu masih dirawat dengan baik oleh pelayan keluarga Mitsuki .


Aria melangkah menuju tempat tidur , Moza yang sudah menguap segera ia baringkan di tempat tidur .


"Eomma anti mau temana ?" Tanya Moza yang meraih jari telunjuk Aria dengan tangan kecilnya yang mungil itu .


Mendengar pertanyaan putrinya itu , Aria membelai rambut Moza dengan lembut . "Mama nanti mau ke bawah bentar ya sayang , nanti mama mau ngobrol bentar sama kakek ." Jelas Aria .


"Nanti uncek temenin Moza waktu bobok , nanti uncle ceritain dongeng Malin Kundang deh." Sahut Asuo .


"Okay , eomma jangan lama-lama ya ." Jawab Moza manis .


"Iya sayang ."


Terdengar suara gerbang utama dibuka , ada dua mobil sport yang masuk kedalam halaman rumah keluarga Mitsuki .


Kedua mobil itu adalah milik Fengki dan Keitel .


Seya menuju rumah Mitsuki bersamaan dengan Keitel , jadi mereka berangkat menggunakan satu mobil yang sama .


"Feng , Lo juga dipanggil ke sini ?" Tanya Keitel yang melihat Fengki mengunci pintu mobilnya .


Melihat Keitel yang berada disitu , sepertinya Fengki sudah menebak apa yang akan terjadi di dalam rumah besar itu .


"Masuk aja deh , nanti biar gue yang urusin om Toma ." Balas Fengki dengan muka datar.


"Gimana kabar mu Feng ?" Tanya Seya menyapa Fengki .


"Syukur kabar gue baik , kabar Lo gimana Sey?" Tanya Fengki balik kepada Seya .


"Kabar aku baik juga."

__ADS_1


Setelah itu mereka semua pun berjalan masuk ke dalam rumah , disambut dengan dua orang pelayan , Keitel , Fengki dan juga Seya diarahkan untuk masuk ke ruang kerja milik Toma .


Di dalam ruang kerja sudah terdapat empat orang , empat orang itu adalah Toma , Rey , Akira dan yang pasti disana ada Aria .


"Pagi om , apa kabar ?" tanya Fengki menyapa Toma yang menatapnya tajam .


"Baik." Jawab Toma singkat .


Seya dan Keitel pun juga menanyakan hal yang sama , dan diberi jawaban yang sama oleh Toma .


Setelah dipersilahkan duduk , mereka semua hanya diam canggung .


"Saya tidak akan basa-basi , akan saya tanyakan langsung ke intinya ." Ucap Toma memulai pembicaraan .


"Saya ingin menanyakan hal ini kepada kalian bertiga , apakah Moza adalah putri kandungnya Aria ?" Tanya Toma To the Poin .


Dalam hati Aria , ia mengutuk ayahnya itu .


Ah , sialan nih .. mana bisa langsung nanya gitu . Mana pertanyaannya kayak gitu lagi !


Fengki yang mendengar itu tersenyum , ia dari awal sudah menebak apa yang akan Toma tanyakan ketika ia dipanggil ke kediaman Mitsuki .


Seya yang tak tahu apa maksud Toma itu merasa bingung dan heran , Seya memang mengetahui keberadaan Moza , tetapi ia tak pernah tahu jika Moza adalah putri kandung Aria .


Mendengar itu , Keitel yang sedang minum teh yang dihidangkan oleh pelayan tadi tersedak .


Melihat Keitel yang tersedak , sepertinya Toma akan langsung tahu jika Moza adalah anak kandung Aria .


"Jadi Moza beneran anak kandung Aria ?" Tanya Toma sinis .


Akira yang mendengar nya tersenyum licik .


"Siapa ayah Moza jika Moza benaran anak kandung Aria ?!" tanya Rey yang terkejut mendengar itu .


Tanpa basa-basi atau rencana , Fengki langsung menjawab pertanyaan Toma dengan lantang .


"Saya adalah ayahnya Moza om ." Sahut Fengki tanpa ragu .


Mendengar itu , mereka semua yang berada disana merasa tersambar petir . Terutama Aria dan Keitel yang lebih merasa terkejut lagi dengan jawaban Fengki.


Fengki .. kamu emang bener ayahnya Moza , tapi bukan ayah biologis dia . Batin Aria gugup .


Hebat Lo Feng , walau Lo bukan ayah kandung Moza , tapi demi nyelametin Aria Lo ngejawab hal ini . Batin Keitel bangga .


Toma yang sangat marah mendengar jawaban Fengki , ia langsung mengambil vas bunga yang berada dihadapannya , dan segera ia lemparkan ke muka Fengki .


Tetapi , beruntungnya Fengki dapat menghindari lemparan itu .


"Ayah ! apa sih yang ayah lakuim sekarang ini , jangan main lempar aja !!!". Cegah Aria kesal , ia yang melihat ayahnya ingin melemparkan cangkir teh yang ada di sebelahnya itu segera meraih lengan kiri ayahnya agar dapat mencegah pertumpahan darah terjadi .


Bugh Satu bogeman mendarat dimuka Fengki , bogeman itu berasal dari tangan Rey .


"Sia lan Lo Feng !" Umpat Rey kesal .


Seya yang melihat itu tak tinggal diam , begitupula dengan Keitel , Keitel tau jika Fengki tak bersalah , ia hanya ingin menolong Aria yang sedang dalam masalah saja .


Seya meraih tangan Rey agar tak mendaratkan pukulan lagi di wajah tampan Fengki .


"Bener aja kak ?! breng sek banget Lo jadi cowok !" Umpat Akira kesal kepada Fengki .


Walau terlihat nya Akira seperti ingin membuat Aria dibenci , tapi ia sebenarnya sangat mengkhawatirkan Aria .


"Terserah kalian mau bilang apa." ucap Fengki pelan .


"Om udah percaya sama kamu , tapi nggak nyangka kamu berani-beraninya ngelakuin hal itu Feng !" Kesal Toma yang berusaha melepaskan genggaman erat Aria .


"Om akan hubungi keluarga kamu segera agar kalian bisa memperlangsungkan pernikahan!"


Mendengar titah Aria , Fengki segera bangkit dan berjalan cepat ke arah kamar Aria . Bukannya Fengki pengecut , tapi ia tak ingin berdebat dengan kedua pria yang bisa saja akan membuatnya mati .


Ck , bokap Aria ternyata parah banget , apalagi Rey , bogemannya mantap juga. Batin Fengki sembari mengusap bibirnya yang berdarah .


Rey yang sudah melepaskan pegangan Seya dan Keitel menoleh ke arah Aria yang berada disebelah ayahnya . "Ternyata kamu minta ke Amerika buat barengan sama Fengki ya ? jadi , apa Asuo udah tau ?" Tanya Rey dengan ketus kepada Aria.


Aria hanya diam tak menjawab , ia segera melepaskan tangan ayahnya dan dengan cepat ia berlari menuju kamarnya.


"Kami permisi om , maaf atas ketidak nyamanan om tadi ." Ucap Seya dan Keitel menunduk .


"Jadi kalian berdua udah tau ?"


Keitel hanya mengangguk , dan segera pergi meninggalkan ruang kerja Toma , mereka berjalan menuju kamar Aria .


"Kei , yang diomongin Fengki bener ?!" tanya Seya kepada Keitel yang tengah berjalan menuju kamar Aria .


"Kita omongin didalem kamar Ria aja."


Didalam kamar , Ria tengah mengobati luka Fengki , Moza yang tertidur pun jadi terbangun ketika mendengar suara berisik dikamar mommy nya.


"Appa tenapa uncle ?" tanya Moza yang masih. mengucek-ngucek matanya mengantuk .


"Appa kamu sakit , nanti juga sembuh." jawab Asuo .


"Appa atit tenapa ? Moza obatin ya." celoteh Moza seraya turun dari kasur Aria .


"Appa nggak kenapa-kenapa sayang , kata uncle kan nanti appa sembuh , jadi nanti appa bakal sembuh." Jelas Fengki yang sedang duduk di kursi belajar Aria .


"Moza kiss ya buat sakitnya ilang." Ucap Moza menghibur .


Mendengar itu , Aria , Asuo dan juga Fengki tertawa dibuatnya .


...🍃🍃🍃...


"Jadi kamu cuma mau belain Aria aja Feng ?!" kejut Asuo dan Seya bersamaan .


Setelah mendengarkan sebuah dongeng yang panjang , akhirnya Seya mengerti juga dengan apa yang Aria alami .


"Hei , nanti aku nggak mau tidur disini !" Adu Aria dengan memelas .


"Terus mau tidur dimana?" tanya Asuo .


"Tidur di rumah Keila aja ya .." Izin Aria kepada empat pria yang berada di sekitarnya sekarang ini .


"Hmm boleh juga sih , lagian kalo Lo tinggal disini entar yang ada Lo malah canggung , terus jadi popok bawang deh." Balas Keitel tak menghibur.


"Terus .. Aria sama kita lewat mana kalo mau balik pulang ? yang ada nanti kita di cegat om Toma ." Sahut Fengki dengan sedikit kesakitan di mulutnya .


"Hei , jangan ngomong dulu , masih sakit kan tuh mulut!" ucap Aria marah. "Gampang, nanti kita lewat tangga yang ada di kamar mandi aku !" Balas Aria dengan sedikit rasa pamer kepada empat pria yang ada didalam kamarnya ini .


"Di kamar mandi ?" tanya Seya bingung . "Lah dikamar mandi apa neng ?" tanya Keitel keheranan .


Fengki yang tadi disuruh diam pun hanya bisa diam tak menjawab atau bertanya .

__ADS_1


"Tangga tua itu kah?" tanya Asuo heran.


"Yup ! tangga tua yang ada di bawa bath up !" Seru Aria bangga .


Memang benar terdapat sebuah tangga dibawah bath up , Aria segera membawa koper yang belum ia beresi kemarin.


Asuo yang hanya menolong ikut membantu membawa Moza yang tertidur tadi .


Keitel dan Seya hanya berjalan mengikuti Aria dan Asuo yang berada didepannya .


Aria berjalan menuruni anak tangga bersama Fengki disebelahnya .


Setelah sampai di bagian bawah sendiri , Aria segera menyalakan lampu , karna lantainya sangatlah gelap hingga mereka semua tak bisa melihat .


Selesai menyalakan lampu , Aria mencari-cari sebuah pintu besar bewarna putih , setelah menemukan pintu itu , Aria meraih kalung yang ia gunakan .


Kalung berbentuk kunci yang diberikan oleh kakeknya ketika Aria masih berumur sepuluh tahun .


Setelah kakeknya meninggal , hanya Aria dan Asuo yang mengetahui tangga rahasia itu , itu adalah tangga yang selalu kakek Aria gunakan untuk bertemu dengan nenek Aria secara diam-diam .


"Aku buka dulu ya pintunya ." Izin Aria .


Aria pun membuka pintu itu setelah diberi anggukan oleh Asuo .


Setelah membuka pintu itu , terdapat sebuah halaman yang sangat luas , halaman itu adalah halaman samping keluarga Mitsuki .


Halaman rumah yang jarang sekali dimasuki atau dilewati karna disini katanya ada hantunya , padahal itu hanyalah cerita yang dibuat-buat oleh alm. Seung hun Mitsuki . Nama kakek Aria memang lah aneh , nama Jepang yang bercampur dengan nama Korea .


"Gue belum pernah tau kalo di rumah Lo ada kolam renang seluas ini." Ucap Keitel kagum kepada Aria .


Dihalaman samping memang terdapat satu kolam renang lagi yang sangatlah besar . Tetapi kolam itu tak ada airnya , karna tak ada yang mengurus atau menggunakannya .


"Udah deh kagumnya, nanti keburu security tau kalo ada berisik-berisik disini, terus ntar dilaporin ke ayah deh!". Sahut Aria yang melihat teman-temannya yang kagum melihat pemandangan indah di halaman rumah Aria .


...🐼🐼🐼...


Disisi lain , ada seorang pria paruh baya yang baru saja dibebaskan dari penjara . Pria tua itu sangatlah senang karna bisa menghirup udara bebas .


Setelah lima tahun lamanya , akhirnya ia terbebaskan dari kurungan jeruji besi itu . Walau merasa senang , ia juga masih terus teringat akan dendamnya kepada Aria .


Dendam lama yang selalu ia pendam . "Akhirnya bebas juga." Ucap pria tua itu sembari menghirup udara segar dalam-dalam .


Masih ada sebuah urusan yang harus kita selesaikan .. Aria Mitsuki . Batin Pria tua itu dengan senyuman licik yang tertera diwajahnya .


...🐼🐼🐼...


"Kak , bukannya hari ini adalah hari pembebasan om dari penjara ya ?" Tanya Iena kepada kakaknya yang bernama Iera itu .


Mendengar itu , Iera terkejut . "Hah ? sekarang ini bajing an itu bebas ?!" Sontak Iera terkejut .


Iena yang mendapatkan pertanyaan dari kakaknya itu hanya mengangguk cepat .


"Gawat ! gue harus kasih tau kak Akire dek !" Ingat Iera terburu-buru .


Melihat kakaknya yang terburu-buru berlari mencari ponselnya itu Iena hanya menggeleng dan berjalan meninggalkan Iera .


Setelah Iera menemukan ponselnya , Iera segera mencari no Akire dan segera menghubungi nya .


Dan kemudian teleponnya pun tersambung .


"Hei kak , Lo dimana ?! inget nggak sih sekarang tanggal berapa ?!" Sahut Iera langsung .


Mendengar suara adiknya yang sangat kencang itu Akire menggaruk kupingnya . "Apa sih ? jangan ganggu lah sekarang gue lagi latihan nih !" jawab Akire kesal .


"Ini tuh lebih penting ,kak coba inget-inget sekarang tanggal berapa , bulan apa !!!". Suruh Iera dengan tegas kepada Akire .


"Kenapa sih ?"


"Haduh , sekarang itu hari dimana om bajing an itu bebas dari penjara setelah lima tahun lamanya !!!"


"Hah ?! yang bener aja dek ?! kalo gitu sekarang suruh semua pelayan nutup rumah rapet -rapet!!!"


"Pasti ! gue nggak akan biarin Ji Rou ngelangkahin kaki di rumah kita !"


Setelah itu pun , Akire segera berlari ke dalam asrama dan segera mengganti pakaiannya . Akire pun segera meraih kunci mobilnya dan bergegas pergi meninggalkan asrama militer .


Akire segera pergi ke kediaman utama keluarga Guo .


...🐼🐼🐼...


"Selamat atas kebebasan anda pak." Ucap salah seorang misterius yang menggunakan topi dan juga masker hitam .


"Hahaha , terimakasih atas ucapannya ." Balas Pria tua itu yang tak lain adalah Guo Ji Rou .


Pria misterius itu pun melepaskan jabatan tangannya dan segera berbicara ke inti .


"Hmm , pak Guo , apakah yang akan anda lakukan untuk membalas dendam pada gadis kecil yang bernama Aria itu ?" Tanya pria itu dengan datar .


Guo Ji Rou pun mengerutkan keningnya dan menopang dagunya menggunakan tangan kiri .


"Entahlah tuan , saya bingung harus membalas apa kepada Aria Mitsuki itu." Jelas Guo Ji Rou bingung .


Pria misterius itu pun tersenyum licik , kemudian ia merogoh saku jaketnya untuk mengambil suatu obat .


Setelah mendapatkan yang ia ingin ia ambil , pria itu menyerahkan sebuah botol yang berisi cairan bening kepada Ji Rou .


''Apa ini ?'' tanya Ji Rou yang tak mengerti apa maksud pria misterius itu .


''Ini obat perangsang , berikanlah itu kepada keponakan kedua mu dan berikanlah itu kepada Aria ." Saran pria misterius itu kepada Ji Rou .


Mendengar itu , Ji Rou sedikit terkejut . "Tapi kenapa dihubungkan dengan ponakan kedua ku ?" Tanya Ji Rou heran .


Pria misterius itu terkekeh . "Nanti lihatlah saja , buat mereka berada ditempat yang sama selama dua atau tiga kali , kemudian masukkan obat perangsang di minuman mereka , sehingga mereka melakukan hubungan itu ." Jelas pria itu .


...🍃🍃🍃...


...🍃To Be Continued 🍃...


...Maaf jika ada salah kata dan maksud yang tidak dimengerti , silahkan ketikkan saran dan keritikannnya di kolom komentar...


...Jangan lupa like , sumbangkan poin kalian ya di novel ini 🤗 🙏...


Ig : @meira.2928


Ig Aria : @taraanka_


Heii ini udah 2852 kata loh , jangan lupa vote ya .


Bantar lagi nih novel bakal tamat 😊 , kurang 10 hari .


Kenapa cepet ? soalnya aku bakal up dua kali sehari dan .. aku bakal panjangin novelnya , per bab 2000+ kata . Nah jadi bisa dianggap 4000+ dikali 10 .

__ADS_1


Nah alhasil jadinya 40.000+ kan 👁️👄👁️


jadi gak ada utang crazy up ya udahan . 🙏.


__ADS_2