ALMEIRA'S SECRET

ALMEIRA'S SECRET
07


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


Meira sudah terbiasa dengan Aldi yang sering kali muncul dihadapannya dengan alasan anaknya. Setiap pagi Aldi datang ke rumah Meira untuk menjemputnya agar pergi ke sekolah bersama.


Aldi selalu video call dengan Meira di malam hari, mungkin lebih tepatnya setiap pukul 20.30, selalu Aldi bertanya pada Meira akan keinginan Meira, tak lupa Aldi juga selalu mengingatkan Meira untuk meminum vitamin, susu dan juga makan-makanan yang bergizi untuk Meira sendiri dan juga untuk janinnya.


Hari ini adalah hari Minggu, Meira biasa pergi ke rumah papanya di hari Minggu. Tetapi untuk Minggu ini ia mengurungkan niatnya itu. Ia takut jika nanti dirinya tiba-tiba saja mual didepan papa, adik tirinya ataupun didepan ibu tirinya, bisa saja salah satu dari tiga orang itu curiga dengan Meira.


Meira hanya ingin dirumah saja dan menikmati waktu santainya dengan tidur, belum satu jam Meira menikmati waktu santainya, Aldi sudah menelan pintu bel rumahnya hingga membuatnya merasa sangat kesal.


"Pasti tuh bocah.." gerutu Meira berjalan cepat membuka pintu rumahnya.


"Ngapain lo ?" Tanya Meira dari balik pagar pada Aldi yang sedang ada di luar rumahnya.


"Nafas." Jawab Aldi singkat.


"Ya maksud gue, lo ngapain kesini ? Sekarang hari Minggu juga.." balas Meira kesal.


"Nyamperin kamu." Ujar Aldi menaikkan satu alisnya yang tak terlihat bagi Meira.


"Huft, yaudah masuk aja." Ucap Meira malas dan langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya.


"Kan lo nggembok pagernya." Sahut Aldi membuat Meira menghentikan langkahnya.


"Oh, maaf." Meira langsung berbalik dan membukakan pagar rumahnya dengan kunci yang tadi ia bawa.


Selesai membuka gembok, Meira langsung berjalan masuk kedalam rumahnya. Sedangkan Aldi ? Ia harus membuka pagarnya sendiri baru masuk kedalam rumah Meira, tak lupa ia melepas sepatu bewarna putih nya di teras.


"Udah makan ?" Tanya Meira dari dapur pada Aldi.


"Udah, kamu ?" Balas Aldi balik bertanya.


"Belum." Jawab Meira.


Aldi menaikkan dua alisnya, "sekarang udah jam sembilan lebih sepuluh, bisa-bisanya masih belum makan ?" Tanya Aldi dengan ekspresi khawatir berjalan menghampiri Meira.


"Gue lagi pengen sesuatu, tapi gue mager banget." Jelas Meira pada Aldi yang kini ada di hadapannya.

__ADS_1


"Pengen apa ?"  Tanya Aldi menaikkan satu alisnya meminta Jawa.


"Pengen teh susu sama nasi goreng bu- !" Belum selesai Meira berbicara, Aldi sudah menyela omongannya.


"Aku pesenin lewat aplikasi aja ya ?"


"Terserah." Jawab Meira dengan cemberut. Meira melipat kedua tangannya kesal, lalu berjalan menuju sofa meninggalkan Aldi.


Aldi meraih ponsel yang ada disaku celananya dan kemudian memesan makanan yang Meira inginkan di aplikasi. Selesai memesan makanan yang Meira inginkan, Aldi langsung berjalan menghampiri Meira yang nampak kesal di sofa.


"Kenapa ?" tanya Aldi beralih duduk di samping Meira.


"Apanya ?" tanya Meira menaikkan satu alisnya.


"Kamu kenapa ? kecut gitu mukanya." ucap Aldi tersenyum iseng.


"Kecut ? gue emang belum mandi." jawab Meira malas memalingkan tubuhnya membelakangi Aldi.


"Mandi dulu gih, nanti aku bawa kamu pergi." Ucap Aldi lembut meraih bahu Meira.


Meira membalikkan badannya menghadap Aldi, ia menatap intens Aldi yang nampak mencurigakan. Di hari libur tiba-tiba saja datang ke rumahnya dengan pakaian yang terlihat rapi, berbeda dengan biasanya yang selalu memakai kaos putih dengan jaket kulit hitam serta celana jeans hitam ditubuhnya.


"Rahasia." jawab Aldi sok misterius.


"Oh, kalo gitu gue nggak mau pergi."


"Harus pergi, ada hadiah."


"Hadiah apaan coba ?"


"Nanti kamu bakal tau, kalo penasaran mandi aja dulu, terus pake baju yang rapi."


"Oke lah."


Meira pun langsung berdiri dan kemudian berjalan menaiki tangganya menuju kamarnya.


Rasanya cukup penasaran untuknya, Meira ingin tau kemana Aldi akan membawanya pergi nanti.

__ADS_1


Meira membuka pintu kamarnya dan kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk langsung mandi. Selang beberapa menit, Meira sudah selesai mandi. Ia keluar dari kamar mandi sembari menggunakan handuk putih di tubuhnya. Meira berjalan mendekati lemari pakaiannya, ia membuka lemari pakaiannya yang nampak cukup berantakan.


Meira memang cukup malas dan lelah untuk merapikan lemarinya, ia menghela nafas pendek sembari berdecak heran melihat kondisi lemarinya yang terlihat berantakan.


Meira meraih sebuah dress bewarna peach serta sebuah celana monyet bewarna hitam dari dalam lemarinya. Selang beberapa menit, akhirnya Meira telah selesai berganti pakaian.


Meira beralih menuju cermin dan kemudian mengepang rambutnya menjadi dua bagian, ia tersenyum senang setelah mengepang rambutnya dengan rapi. Meira beranjak dari duduknya dan kemudian berjalan perlahan keluar kamarnya menuju ruang tamu.


"Lagi apa lo ?" tanya Meira yang melihat Aldi fokus dengan ponselnya, bahkan ketika Meira sedang menuruni tangga. Padahal biasanya Aldi selalu memerhatikan dan menghampiri Meira yang sedang turun dari tangga kerena takut Meira akan tersandung atau terjatuh tanpa sengaja.


Aldi mendongakkan kepalanya dan kemudian menatap Meira yang nampak berbeda dari biasanya. Ia langsung meletakkan ponselnya di meja, lalu berjalan cepat menghampiri Meira.


"Maaf, tadi aku-" Aldi menggantungkan ucapannya. Untungnya Meira hanya mengangguk membalasnya dan tidak berpikir aneh-aneh terhadap Aldi.


"Itu, nasi goreng sama teh susunya udah ada." Ucap Aldi menunjuk bungkusan kresek bewarna hitam di meja makan. Meira langsung menoleh dan melihat meja makannya yang sudah tersedia makanan serta minuman.


Meira tersenyum kecut melihatnya, ia langsung berjalan menghampiri wastafel dan kemudian mencuci tangannya menggunakan sabun dan air dengan bersih. Selesai mencuci tangannya, Meira menarik kursi dan kemudian duduk diatasnya dengan tenang, ia meraih sebuah sendok dan garpu.


Aldi membukakan bungkusan nasi goreng dan teh susu tersebut untuk Meira. Tak lupa Aldi juga langsung mengambilkan sebuah piring dan juga gelas kaca untuk Meira yang sudah tak sabar menikmati makanan idamannya itu.


"Ini" ucap Aldi memberikan sepiring nasi goreng dan juga gelas yang berisi te susu pada Meira.


"Makasih." Ucap Meira tersenyum tipis menatap Aldi.


"Hmm." balas Aldi singkat yang kemudian langsung ikut duduk di kursi samping Meira.


Aldi menatap lekat Meira yang sedang sibuk menyantap makanannya dengan nikmat. Wajah Aldi nampak merah merona memerhatikannya.


Meira merasa tak nyaman dengan tatapan Aldi, ia pun menghentikan aktivitasnya dan langsung meletakkan sendok makannya di meja dengan kasar hingga Aldi merasa terkejut dibuatnya.


"Kenapa ?" tanya Aldi mengerutkan keningnya tak mengerti.


"Nggak papa, udah habis nasinya. Gue mau minum dulu." Jawab Meira malas, nasihat memang sudah habis, tetapi Meira meletakkan sendok maknanya dengan kasar itu karena kesal dengan Aldi yang terus mangapnya dengan lekat.


Meira langsung menyeruput teh susunya dengan perlahan, Aldi beralih menatap ponselnya yang baru saja bergetar.


"Aku tunggu di mobil ya." Aldi berdiri dari duduknya dan kemudian berjalan perlahan keluar rumah Meira.

__ADS_1


Meira mengabaikannya dan hanya menikmati teh susunya dengan tenang. Dia mau telfonan kali ya ? rahasia banget ya sampe dia perlu ke dalem mobilnya sendiri.. Batin Meira sedikit kesal dengan Aldi.


To be continued


__ADS_2