
Happy reading 🥰 .
Seya , dan Aria saling bertatap mata . Mereka berdua bingung , tapi hanya membiarkan saja , karna Fengki sudah biasa seperti itu .
_Sedangkan didalam toilet_
Bruk ..
Fengki menghantam dinding yang ada dibelakang Keitel.
Keitel bingung dengan apa yang Fengki lakukan.
"Feng ,Lo kenapa ?" tanya Keitel sambil mendorong Fengki yang sedang memojokkan dirinya didinding .
"Heh , gue mau tanya tentang kejadian sebelum gue balik kesini , gue balik karna Lo cerita ke gue tentang Aria bukan ?!" Ucap Fengki sambil menatap tajam Keitel .
"Hmm" Keitel mencoba mengingat-ingat kembali.
"Ah iya , gue inget!" Seru Keitel yang sudah menemukan potongan memori tentang hal itu .
"Lalu , apa yang terjadi pada Ria?" Fengki menajamkan tatapannya.
"Baiklah , akan aku ceritakan tentang semua yang kutahu . . " Jawab Keitel dengan ekspresi wajah sedih .. . .
Keitel pun menceritakan semua yang dikatakan Aria ditelpon malam itu.
Fengki yang mendengar hal itupun menjadi terkejut .
"A..apa ?! Ria ketemu sama Wen Xia ?" Sontak Fengki kaget.
Keitel hanya mengangguk yang berarti iya.
"Wen Xia siapa ?" Tanya Fengki dengan mata ogeb nya .
Keitel yang tadinya merasakan perasaan campur aduk menjadi marah / kesal ketika mendengar Fengki bertanya seperti itu .
Keitel pun memukul wajah Fengki .
"Hei , apaan sih ?" Ucap Fengki dengan kesal .
"Ya Lo yang apa-apaan !, gue kira Lo ngerti , eh nyatanya ..." Jelas Keitel dengan kesal .
"Hmm tapi keknya gue pernah denger nama Fengki dari Ria deh ." Pikir Fengki kembali.
"Oh" Jawab Keitel dengan biasa-biasa saja .
"Huft .. cinta pertamaku kehilangan gak berharga dalam hidupnya .." Hela Fnegki dengan murung .
"Hei , tapi bukankah aneh jika Ria tak ingat apa-apa ? . Ria hanya diberi obat , bukan diberi alkohol !!!" Tegas Keitel .
"Benar apa katamu." Jawab Fengki dengan muka seriusnya itu .
"Lalu ?" tanya Keitel dengan bodo.
Fengki pun berfikir sejenak , dan dia pun menemukan sebuah ide "jika sebulan lagi Ria belum datang bulan atau mual .. kita akan bawa dia ke dokter kandungan !" Seru Fengki dengan bangga .
"Baiklah ." jawab Keitel .
Mereka pun akhirnya keluar dari toilet , dan kembali ke tempat Ria , dan Seya berada .
Aria yang melihat mereka berdua kembali , dan duduk di bangku masing-masing pun bertanya . "Ngapain tadi ?" tanya Aria dengan penasaran.
Fengki dan Keitel pun saling menatap mata , menandakan bingung harus jawab apa .
Keitel pun akhirnya dengan cepat menjawab. "Tadi Fengki mau nunjukin aku foto pacarnya ." Itu jawab Keitel dengan polosnya .
Fengki dan Aria terkejut mendengar jawaban Keitel . Seharusnya Keitel tahu kalau mereka berdua saling menyukai , tetapi ia malah asal menjawab .
"O..oh jadi udah punya pacar Feng?" Tanya Aria dengan terbata-bata .
Fengki berdecak pinggang , ia merasa kesal dengan jawaban Keitel yang membuat Aria salah paham .
"Nggak !" Fengki menjawab tegas pertanyaan Aria .
Keitel pun baru ingat kalau 2 sahabatnya ini saling suka , tapi tak ingin mengutarakan perasaannya. Walau Seya dan Aria pernah pacaran , tapi mereka tak mengerti perasaan cinta . Walaupun Keitel tak mendengar langsung dari mulut Ria kalau Dia menyukai Fengki , tapi sudah terlihat jelas kalau Ria menyukai Fengki.
__ADS_1
"Sorry ." Bisik Keitel kepada Fengki .
Aria yang mendengar jawaban Fengki pun merasa aneh , ia bingung terhadap jawaban Fengki . "Oh ..kamu gak pacaran?" tanya Ria dengan ragu .
Seya pun hanya menjadi penonton sambil menikmati waffle nya itu.
"Bener kok , Keitel cuma ngawur tadi 🙃" Jelas Fengki dengan berdecak .
Suasana pun menjadi canggung seketika , mereka hanya diam sambil menyantap makanan mereka .
......................
3 Minggu pun berlalu , Aria akhir-akhir ini sering menginginkan makanan , tapi untungnya makanan itu mudah dicari , dan untungnya Aria menginginkannya wa. ketika pagi , siang , dan sore hari saja . Fengki masih berada di Indonesia , ia akan kembali ke Amerika 2 bulan lagi . Se,d dangkan Akire sudah tak memusingkan tentang Aria .. Berbeda dengan Iera yang selalu menghubungi Aria , dan selalu memiliki rahasia dengan Aria .
Kini Aria sudah bersama dengan Keila . Aria sedang menemani Keila untuk mencari pakaian untuk kencan bersama Aile .
Aria mengatakan masalah wanita pada Keila .
"Kei , aku belum dateng bulan nih .. udah hampir 2 bukan 😣" ucap Aria dengan murung .
"Hah , yang bener Lo?! tanya Keila yang terkejut .
"hmm" jawab santai Aria .
Keila pun hanya menjawab Aria dengan santai dan tenang . "Jangan khawatir , dulu aku pernah kok waktu masih awal-awal ;)" ucap Keila menghibur Ria .
"Oh gitu." jawab Aria faham .
Waktu pun berlalu .. Aria pun kembali pulang ke rumahnya.
Keesokan harinya . . pagi yang cerah ..
"hoek..hoekkk.." terdengar suara orang mual dari kamar mandi , suara itu berasal dari kamar mandi Aria , ketika Aria bangun dari tidurnya , perutnya sudah terasa tak enak berasa seperti ada yang bergejolak dalam tubuhnya .
Aria memijit keningnya . "aku kenapa sih?" gerutu Aria bingung .
'Ting..Ting ..' terdengar suara telpon dari ponsel Aria yang berada di kasurnya .
Aria yang mendengar ponselnya berdering segera keluar kamar mandi , dan menjawab panggilan itu .
"Halo?" salam orang yang menelpon Aria .
"sedang apa ?" tanya pria itu yang tak lain adalah Fengki .
"Mmm" Aria bingung harus jawab apa , ia memutar bola matanya melihat jam dinding .
"Kalo ada waktu luang telpon aku hari ini juga ! , aku ingin bertemu . Ucap Fengki dengan tegas .
"Mm , kemana?" tanya Aria .
"kemana aja boleh " jawab Fengki sambil tersenyum .
"Oke , aku ganti dulu ... nanti kamu jemput aku nggak?" tanya Aria iseng .
"Oke , aku bakal jemput kamu .. tungguin aku ya 🥰." ucap Fengki dengan penuh kasih sayang .
Aria yang mendengar hal itupun setelah mematikan telpon segera mengganti pakaian yang rapi , dan menawan .
"Aku sudah siap !" batin ria kegirangan .
Tak lama pun terdengar ponsel berdering kembali , Aria pun mengangkatnya . Panggilan dari Fengki .
"Halo Feng ?" Tanya Ria .
"Aku udah didepan Ri" Jawab Fengki .
"Oke." Aria pun segera mengambil tas , dan turun kebawah .
Aria membuka pintu mobil , dan masuk kedalam mobil sport Fengki.
"Mau kemana?" tanya Ria.
"Ke rumah sakit." jawab Fengki datar .
Aria yang mendengarnya merasa aneh, dan terkejut . "untuk apa ke rumah sakit?" tanya Ria gugup . Entah hal apa yang membuatnya gugup , tapi Ria tiba-tiba saja merasa gugup .
__ADS_1
"Untuk cek kandungan ." Jawab Fengki dengan raut wajah agak kecewa .
Ria yang mendengarnya terkejut setengah mati .
"Siapa yang mau cek kandungan?!" tanya Ria lagi.
"Liat aja ." jawab Fengki sambil menginjak gas , dan menjalankan mobilnya cepat .
Aria memiliki rasa penasaran yang tinggi , tapi kali ini ia mengurungkan niatnya untuk bertanya pada Fengki .
'I hope what I think is not true.' Batin Fengki kesal .
Akhirnya mereka tiba dirumah sakit setelah 29 menit perjalanan . Disana sudah terdapat Keitel yang sedang mondar-mandir di depan RS .
Aria yang melihat Keitel pun berlari menuju Keitel "Keitel!!!" sapa Aria .
Keitel yang mendengar suara Aria menoleh . "Kau sudah sampai?" tanya Keitel .
"?" Aria merasa bingung , sejak tadi ia merasa otaknya dipenuhi tanda tanya .
Keitel melihat ke belakang Aria , ia mendapati Fengki yang merasa kesal sedari tadi .
"Yaudah ,ayo! aku sudah mendaftarkanmu!" Ajak Keitel . Aria hanya mengangguk , sedangkan Fengki menggeleng atas perilaku Keitel yang gak peka . Dengan seenaknya Keitel menarik tangan Aria menuju poli kandungan .
Di poli kandungan . . .
Selesai periksa ya 🙃🙏.
"Gimana hasilnya dok ?" tanya Fengki penasaran .
Ria dari tadi hanya menuruti perkataan Fengki yang menyuruhnya periksa kandungan, jujur Aria merasa bingung sekali , dan juga sekali-kali Aria berfikir .. apakah ia hamil ? itu fikirnya , tapi Ria mengurungkan fikirannya itu .
"Selamat istri anda hamil" ucap dokter itu ramah .
Jder .. bagaikan disambar petir dipagi hari Keitel , dan Fengki yang berada disana merasa sangat terkejut .
Belum lagi Aria yang terkejut , ia meneteskan air matanya diatas bangsal . Dokter berfikir mungkin ia menangis bahagia .
"Oh ya .. maaf suaminya yang mana ya ?" tanya dokter itu . Tentu dokter itu bertanya yang mana suaminya , karna Keitel dan Fengki berdua menunggu , dan mengamati hasil USG Aria .
"S..saya !" ucap Fengki terburu-buru .
Keitel hanya berdehem saja .
Sedangkan Aria sekarang sedang terduduk di bangsalnya.
"Sudah berapa bulan ?" tanya Fengki tegas , dan kecewa .
"Sekarang usia kehamilannya sudah menginjak 7 Minggu 🥰 " Ucap dokter itu ramah .
"Kandungannya masih lemah , harap menjaga kesehatan ya . Ini adalah kehamilan pertama .. jadi anda haruslah menjaga istri anda ya ." Jelas dokter itu pada Fengki .
Tanpa basa-basi atau bertanya , dokter itu segera menulis resep ibu hamil , dan menyiapkan buku yang biasa ibu hamil dapatkan .
Belum selesai dokter itu menulis ... Aria turun dari bangsalnya , dan segera lari keluar dari poli kandungan .
"Ria!!!" teriak Fengki dan Keitel terkejut .
"Lo tunggu resepnya !" perintah Fengki .
Keitel sebenarnya ingin ikut mengejar , tetapi ia harus menunggu sampai dokter itu selesai menulis , dan memberikan keterangan .
Dokte ritu tadinya juga terkejut ketika Dia lari keluar ruangan .
Apa yang terjadi ?
Silahkan tunggu Eps berikutnya selesai di Review 🙃
Hai guys , maafkan ya kali ceritanya gaje , kecepatan .. typo , Teru kali ada titik atau koma dibagikan yang seharusnya tak ada .. itu hanyalah typo ..
Maaf banget .. alur ceritanya nggak jelas gini 🙏🙏🙏 .
HAPPY MAULID RASULLULLAH SAW 🥰♥️
__ADS_1
To Be Continued 👍
Like nya ya , + Vote .