ALMEIRA'S SECRET

ALMEIRA'S SECRET
#7 S2 ×Waktu berlalu begitu cepat×


__ADS_3


HAPPY READING 🐼♥️


Tak terasa sebulan telah berlalu , Akire sudah mulai tak memikirkan hal yang terjadi antara dia dan Aria . Iera terus menekan Akire yang tak mau bertanggung jawab .


Tapi .. ada alasan yang membuat Akire tak mau bertanggung jawab . Apakah kalian tau apa yang menyebabkan Akire tak mau bertanggung jawab ? Alasannya ada di eps #6 ×Ternyata seperti itu× Yang melihat dari kejauhan ketika Aria , Fengki , dan juga Keitel berpelukan . Hal itu membuat Akire salah paham . . .


Di kediaman Guo , tempat santai Akire . . .


"Woy kak ! lo beneran gak mau ngehubungi atau nemuin Riri nih ?" Tanya Iera dengan tak sopan santun 😂


Dengan spontan Akire yang sedang duduk menikmati permainan gitarnya itu berdiri dan meletakkan Gitarnya ,lalu berkata dengan nada tinggi "Bukannya aku tak mau bertanggungjawab Ra!"


"lalu ?" Iera bertanya pada kakaknya kenapa Akire tak mau bertanggung jawab


"Dia sudah punya pacar" Jawab Akire sambil memalingkan muka .


"Aku tak pernah tau jika Riri punya pacar" Iera mengerutkan keningnya dan duduk ditempat yang tadinya diduduki Akire .


"Huft , sudahlah aku tak aku membahas ini lagi ." Akire menghela nafas dan memijit dahinya .


"Yasudah , tapi aku akan terus menghubungi ,dan memantau kondisi Riri !" Iera berdiri kemudian berjalan sambil menengok kan kepalanya ke belakang .


***


Lima menit telah berlalu setelah Iera pergi .


Akire hanya diam saja sambil duduk . Entah apa yang dipikirkannya sampai membuatnya melamun dan frustasi seperti itu .


Kemudian ada seorang pria yang memanggil nama Akire sambil berdiri didepan pintu ."Akire!"


Akire pun sadar dari lamunannya itu . Ia melihat siapa yang memanggilnya , kemudian tersenyum pahit . "Ayah ?"


"Siapa yang membuatmu seperti ini?" Ayah Akire yang tadinya beridir didepan pintu melangkah masuk kedalam ruang santai Akire itu .

__ADS_1


"Apa maksudnya?" Akire mengerutkan keningnya dan bangkit dari tempat duduk itu .


Ayah Akire hanya tersenyum ,tak tahu apa maksudnya .


"Hmm , kau jarang sekali melamun , bahkan kau tak menyadari kehadiran ayahmu ini ketika berdiri di depan pintu" Nada bicara ayah Akire penuh sindiran.


"Huft .. entahlah yah , aku sendiri tak mengerti ." Jawab Akire sambil menghela nafas. Ia kembali duduk . Tak seperti biasa Akire hanya menjawab patuh sindiran ayahnya , biasanya dia langsung marah , atau mengelak .


"Woah , sepertinya benar apa kata iena , kau akhir-akhir ini sering melamun ."


"Terserah apa kata ayah" Jawab Akire malas sembari mengalihkan pandangannya.


...****************...


Di tempat Aria berada . .


Cafe 06 .


Aria sedang menikmati waktu liburannya bersama dengan Fengki , Keitel , dan Seya . Hari ini Keila tak bisa mengikuti hari santaj mereka seperti biasa dikarenakan ia sedang nge date bersama Aile .


Aria tengah meminum ice COFFE dengan X-tra gula , tapi ia merasakan kepahitan dalam Coffee itu .


"Kenapa sih ri?" Tanya Seya sambil memainkan ponselnya .


"Entahlah , aku merasakan kepahitan dalam Ice coffee ku" Aria mendorong gelas coffenya.


Keitel menaikkan alis menandakan tak mengerti .


Fengki mengambil gelas Ice coffee ria dan meminumnya . Ia mengerutkan kening. ia merasakan kemanisan dalam coffee Aria .


"Ini manis kok , manis banget malahan !" Sahut Fengki


"Masa sih ? aku coba pait kok Feng!' Ucap Aria kesal .


"Kok lo kesel gitu sih ri? nggak kayak biasanya coba ." Sahut Keitel yang dari tadi hanya menikmati waffle coklat nya .

__ADS_1


Seya yang mendengar teman-temannya itu membahas tentang kepahitan meletakkan ponselnya , dan ikut bergabung dalam pembicaraan .


"Bukannya Lo tadi pesen yang X-Tra sugar ya?" Tanya Seya sambil memotong waffle stroberi yang sedari tadi belum ia sentuh .


"Sudahlah , lagipula ini tak penting. " Sahut Aria, Aria tak ingin ambil pusing hal sepele ini.


"Lidahmu aneh , " Ejek Seya .


"Yayaya , terserah apa katamu!" Balas Aria sambil memutar bola matanya malas .


Keitel juga tak ambil pusing hal ini , tapi Fengki berfikir jauh .


Sepertinya Nia dulu pernah mengalami ini ketika ia hamil .. tapi .. Aria gak mungkinkan ..


Itu fikir Fengki , Nia adalah kakak sepupu Fengki .


Tiba-tiba Fengki mengingat kembali apa yang ia dibicarakan dengan Keitel di telpon sebulan yang lalu .


Tunggu . . bukankah Keitel pernah bilang kalo Ria udah gak pw .. .


Fengki terkejut setengah mati , matannya membulat . Kemudian ia melihat ke Aria dan Keitel secara bergantian .


Fengki bangkit dari duduknya , dan berjalan melangkah ke kursi Keitel , dan menarik tangan Keitel . Aria , Keitel , dan Seya merasa bingung dengan apa yang Fengki lakukan .


Fengki menarik Keitel menuju toilet pria .


Seya , dan Aria saling bertatap mata . Mereka berdua bingung , tapi hanya membiarkan saja , karna Fengki sudah biasa seperti itu .


. . .


To Be Continued


Boleh berkunjung ke Ig aku kalo berkenan , nanti ada foto-foto Aria dll .


Aku juga kasih info update .

__ADS_1


Ada video tiktok juga 🤭


@meira.2928


__ADS_2