ALMEIRA'S SECRET

ALMEIRA'S SECRET
#29 S2 ×Ketahuan×


__ADS_3

HAPPY READING 🐼🍃


Beberapa menit berlalu , akhirnya Akire sampai di cafe tempat Aria dan Iera berada .


Iera kini sedang memangku keponakan kecilnya , ia masih belum berbicara apapun dengan Aria semenjak Iera menelpon Akire .


Akire mencari dimana tempat kedua wanita itu berada , hingga akhirnya Akire menemukan mereka .


"Hai" Sapa Akire kepada Aria yang sedang sibuk memainkan ponselnya .


Melihat siapa yang menyapanya , Aria merasa tak sing dengan wajah dan suara Akire . "Siapa?" tanya Aria dengan polosnya .


Mendengar itu Iera dan Akire terkejut , sedangkan Moza sedang sibuk menikmati waffle coklat yang dipesankan Iera tadi .


"Lo nggak inget gue Ri ?" tanya Akire tak percaya . Aria kemudian mengangguk menjawab Akire .


"Gue Akire , kakaknya Iera.." Jelas Akire pelan dengan muka sedikit memerah .


"Oh , kayaknya pernah liat .. tapi dimana ya ?" bingung Aria . Aria mencoba mengingat-ingat kembali hal-hal yang berhubungan dengan Akire .


"Ri , kamu dulu pernah kok kenalan sama Akire .. terus coba inget-inget hari waktu kita ke restoran mana gitu ya .. Aku ngenalin cowok ke kamu ." Iera mencoba menggali ingatan Aria kembali .


"Om ciapa ?" tanya Moza cadel .


Melihat Moza yang tadi bertanya padanya.. Akire terdiam membeku , ia merasa terharu , bersedih , senang , kesal .. perasaan nya kini tercampur aduk .


Dia putriku ?.. hidung , rambut dan matanya sangat mirip denganku.. Batin Akire .


Tanpa sadar , Akire pun tersenyum melihat putri kecilnya itu . "Dia imut" ucap Akire pelan .


"Hei ! kalo olang nanya itu dijawab , Ndak sopan kalo Ndak dijawab !" Omel Moza kepada Akire .


"Moza , nggak boleh gitu ya ? kamu juga nggak sopan kalo gitu ." Sahut Aria menatap tajam kepada putrinya itu .


"I..iya ma." jawab Moza takut .


"Jangan seperti itu pada anak kecil !" Akire tengah memarahi Aria karna merasa putrinya itu kaidah kecil , jadi ia tentu belum mengerti .


"Hmm" jawab Aria malas.


Akire pun menyuruh Iera bergeser agar dia bisa ikut duduk di kursi . Akire mengepal tangannya erat-erat ia merasa ragu untuk menjelaskan semuanya .


Lalu , tanpa mereka sadari , seseorang bernuansa putih sedang mengawasi mereka dari belakang .


"Ri , gue mau ngomong penting sama Lo" Jelas Akire .


"Mau ngomong apa ? ngomong aja gih , soalnya bentar lagi aku harus berberes ." Balas Aria sembari menyedot coffee nya dengan sedotan .


Akire melirik Iera . Melihat lirikan Akire , Iera tentu faham apa maksud Akire . Dengan segera Iera bangkit dari duduknya dan menggendong Moza .


Moza bingung ia akan dibawa kemana , sedangkan Aria hanya diam .. Mungkin ia merasa jika pembicaraan ini tidak layak didengarkan anak kecil .


Moza diajak ke mall oleh Iera agar Akire dan Aria dapat berbicara dengan santai .


Akhirnya Akire dapat memulai pembicaraan mereka .


Awalnya Akire hanya berdehem saja . Tapi kemudian Akire menghela nafas panjang .


"Maafkan aku." Akire yang merasa bersalah karna tiga tahun lalu ia telah merebut mahkota milik Aria .


Aria menaikkan kedua alisnya bingung . "Untuk apa ?" Tanyanya .


"Untuk apa yang telah kuambil tiga tahun lalu." Jawabnya . Akire tak menatap mata Aria karna ia takut Aria tak akan memaafkannya , tentu dia memang tidak dapat dimaafkan karna telah memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan .


"Apa maksudmu adalah seperti yang dikatakan Iera tadi ?"


"Memangnya apa yang dikatakan Iera ?"


Aria tersenyum sinis mendengar pertanyaan Akire . "Apa maksudmu kamu adalah ayah kandung Moza ?" Tanya Aria yang sudah menduga-duga jawaban Akire .


"Hmm , ya aku adalah ayah biologis Moza." Balas Akire ragu.


"Oh." Itu jawab Aria . Aria merasa tak peduli dengan siapa ayah kandung Moza . Kenapa ? tentu itu karna ia merasa pria itu adalah pria breng sek yang tidak kau bertanggung jawab , apalagi Moza sudah merasa bahagia dengan dua appa yang berada didekatnya .


Mendengar jawaban Aria , Akire tersontak kaget . Bagaimana Akire tak terkejut mendengar jawaban Aria . Jawaban simple yang tidak memiliki arti mendalam .


"Hanya itu Jawaban mu ? aku ingin bertanggung jawab kepada kalian berdua ." Terus terang Akire .


Aria menggelengkan kepalanya ."Tidak perlu , kami berdua sudah hidup bahagia." jawab Aria ketus .


Pembicaraan mereka tak berakhir baik , hingga akhirnya Akire mengeluarkan ponselnya .


"Baiklah , aku terpaksa melakukan ini .. bagaimana jika kita melakukan kontrak ?"


"Kontrak apa ?" tanya Aria tak perduli .


"Karna kamu ibu kandung Moza , terus dia telah kamu rawat selama tiga tahun . . bagaimana jika kita bergantian mengasuh Moza ?'' Jelas Akire sambil mengusap layar ponselnya mencari-cari no telpon seseorang .


"Tidak akan." Jawab Aria tanpa berpikir panjang .


Akire menghela nafas panjang mendengar jawaban Aria . "Aku belum selesai bicara .. Aku akan mengasuh Moza setidaknya dalam waktu kurun satu tahun !" jelas Akire tegas dengan tatapan mata yang tajam .


Mendengar itu Aria masih bingung , ia menaikkan satu alisnya .


"Dalam waktu satu tahun itu .. gue akan coba buat Lo jatuh cinta sama gue biar kita bisa ngasuh Moza bareng." Jelas Akire sembari menaruh ponselnya di telinga , ia sedang menunggu seseorang menjawab panggilannya .


Aku tak akan jatuh cinta kepadamu . Moza memang perlu mengetahui ayah biologisnya . . Tapi aku tak ingin dia direbut . . Tapi Akire tak mungkin berbohong , dia adalah seorang tentara terkenal . . dia juga kakaknya Iera , jadi apa salahnya mencoba? Fikir Aria .


"Baiklah , aku akan mencoba membuka hatiku demi Moza."


Mendengar jawaban Aria , Akire tersenyum miring . "Oke , gue lagi nelpon temen gue yang pengacara biar bisa nulis kontrak kita."


"Terserah." Jawab Aria malas .


Moza sedang bermain di temzone bersama Iera . Ia merasa senang sekali bermain bersama dengan Iera . Keduanya cepat akrab . Moza memenangkan beberapa permainan , itu membuatnya lebih senang lagi .


Sedangkan di kediaman Mitsuki , semua merasa kacau dan sedang mencari-cari Aria .


Asuo juga tidak pulang , itu membuat kediaman Mitsuki lebih kacau lagi .


A**ku akan memberikan obat itu hari ini juga. . Batin seorang pria misterius yang sedari tadi sedang mengawasi Aria dan Akire .


"Aku akan ke toilet sebentar , terserah apa kamu mau menunggu atau nggak." Ucap Aria yang bangkit dari duduknya .


"Iya , kebetulan gue juga mau telpon temen gue." Balas Akire dengan senyuman hangatnya .


Nih cowok ganteng amat sih !!! senyuman nya juga . . .


Batin Aria yang merasa Akire sangatlah tampan ketika tersenyum .


Aria pun segera bergegas menuju toilet perempuan , sedangkan Akire ia sedang berjalan menuju luar cafe agar bisa telponan dengan tenang .


Di tengah itu , seorang pelayan sedang mengantarkan minuman yang Akire dan Aria pesan tadi .


Melihat seorang pelayan mengantarkan minuman , pria misterius itu memanggil pelayan itu dan membisikkan sesuatu padanya .


Setelah membisikkan sesuatu , pria itu segera memasukkan kedua obat kedalam masing-masing gelas . Agar pelayan itu tutup mulut ,Pria misterius itu memberikannya sejumlah uang berwarna merah .


Bergegas pelayan itu menaruh pesanan Aria dan Akire di meja mereka .


Melihat Akire yang berjalan kembali setelah selesai telpon , pelayan itu segera menaruh nampan coklatnya dan segera pergi .


Ini terlalu gila , ini juga terlalu cepet buat gue . . Batin Akire .


Ah , apasih yang aku pikirin . . bisa-bisanya Nerima tawaran kontrak dia ! Kesal Aria di dalam toilet .


"Ini American coffee semua kan mb ?" tanya Akire yang menghentikan langkah pelayan tadi .

__ADS_1


"I.. iya pak." Jawab pelayan wanita itu gugup.


"Yasudah , terimakasih" balas Akire dingin .


"Mmm , hai .." sapa Aria yang baru saja keluar dari toilet .


Mendengar sapaan Aria , Akire hanya membalas dengan anggukan.


Aria dan Akire segera duduk . Posisi duduk mereka berhadap hadapan.


"Terimakasih sudah melahirkan anakku." ucap Akire canggung .


Mendengar itu , Aria terkejut .. "Ah.. dia darah dagingku , sudah seharusnya aku lahirkan ke dunia ." Jelas Aria dengan senyuman paksa .


"Hmm , tapi jika itu wanita lain .. dia pasti akan menggugurkannya."


"Ya , beruntunglah aku berbeda." balas Aria tertawa .


Mendengar itu, Akire juga ikut tertawa kecil.


Aria dan Akire pun segera meraih cangkir coffee nya dan segera meminumnya .


Tak lama setelah meminum coffee yang mereka pesan , mereka merasa tidak nyaman .


Akhirnya mereka segera membayar biaya pesanan mereka dan Iera tadi . Setelah itu , Akire memaksa Aria untuk menjemput Moza bersama .


Hingga akhirnya mereka berdua berada dalam satu mobil yang sama.


Merasa kepanasan , Aria membuka jaket yang ia pakai . "Nyalakan AC nya." suruh Aria kepada Akire yang juga kepanasan .


"Ini sudah full , tapi disini sangat panas." Balas Akire sembari menoleh ke Aria .


"Kita kemana ?" tanya Aria .


"Bolehkah ke apartemen punya gue dulu ? gue mau mandi .. panas banget." tanya Akire ragu .


"Terserah deh , aku juga kepanasan .. boleh numpang mandi sekalian kan ?" tanya Aria tanpa berpikir panjang .


"Hmm." Jawab Akire singkat .


Beberapa menit kemudian . . tibalah mereka di dalam apartemen milik Akire . Terkadang Akire jika malas pulang ke rumah , ia akan pulang ke apartemen .


Tanpa basa-basi , Akire segera melepas pakaian yang ia gunakan.


Melihat tubuh seksi Akire , Aria merasa tergoda .


Dengan obat yang dimasukkan ke dalam coffe tadi , Aria merasa sangat bergairah .


Tanpa sadar , Aria ******* bibir Akire.


Merasakan kenikmatan itu , Akire segera meraih tengkuk leher Aria dan membalas ciumannya .


memperdalam ciuman , lidah mereka kini sedang bermain di dalam mulut .


Selama 10 menit mereka seperti itu .


Hingga akhirnya Akire melepas ciumannya , napas mereka kini terengah-engah .


Aria tak sabar dan meraba-raba perut sixpack Akire . Begitu pula Akire , tangannya sudah masuk kedalam pakaian Aria .


Entah kemana tangannya meraba . Menikmati sentuhan Akire , Aria mendesah kenikmatan .


Akire berjalan maju ke depan , sehingga Aria pun berjalan mundur .. Hingga akhirnya mereka berdua jatuh ke kasur .


Saling beradu tatapan , muka mereka kini sangatlah merah .


Akire yang melihat bibir ranum Aria pun merasa tergoda sehingga ia terus ******* bibir Aria .


Meremas kedua gundukan dibawahnya , Akire terus menikmati sesuatu yang ia sentuh sekarang ini.


Melepas pakaian yang Aria gunakan , Akire merasa semakin tergoda ketika melihat tubuh Aria yang menggoda .


Hingga akhirnya tibalah waktu puncak . Akire menggesek-gesekkan miliknya di bagian intim milik Aria .


Aria yang merasa tak sabar dan terlalu bergairah itu menyuruh Akire mempercepatnya .


Hingga akhirnya Akire memasukkan miliknya ke bagian kepemilikan Aria .


Dinding pertahanan Aria sudah hancur , Akire pun berhasil memasukkan miliknya .


Sore harinya . . .


Aria merasa sinar matahari yang sangat terang .


Tidak berbalut apapun , tubuh Aria kini sangat polos tak memakai sehelai kain pun .


Melihat siapa yang berada disebelahnya , Aria merasa terkejut dua kali lipat .


Hari sudah sore , ia lupa akan kejadian yang mereka berdua lakukan tadi . .


Aria merasa ada yang aneh pada tubuhnya , tubuh yang tak tertutup apapun , begitu pulang dengan Akire . Bahkan selimut saja tidak berada diatasnya untuk menutupi tubuh Akire .


Melihat itu , Aria merasa membeku .. entah apa yang harus ia katakan ..


Aria pun beranjak dari tempat tidur Akire . Ketika berdiri , ia merasa kesakitan di bagian kepemilikan nya .


Berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi , Aria merasa malu dan kesal .


Melihat terdapat banyak sekali tanda kepemilikan di tubuhnya Aria merasa geram dan malu .


Aria segera membersihkan dirinya . Ia lupa mengambil pakaian nya yang tercecer di lantai tadi .


Aria pun mengambil handuk yang berada di gantungan , dan segera memakainya.


Berjalan keluar dari kamar mandi Aria melihat Akire yang masih saja tertidur membelakangi dirinya .


Aria meraih pakainya yang berada di lantai dan segera memakainya .


Setelah Aria memakai pakaiannya , ia segera mengambil pakaian Akire dan memakai kan pakaian Akire .


Tentu Aria merasa malu ketika dirinya memakaikan pakaian ketubuh seorang pria dewasa .


Dengan menutup matanya , Aria memakaikan celana milik Akire .


Entah apa yang membuat Akire tak terbangun , padahal ia adalah seorang tentara . Seharusnya dengan pergerakan seperti ini Akire sudah terbangun.


Ah , aku ini sepertinya udah gila mungkin ya ?! Gimana bisa aku makein baju ke cowok yang telan jang bulat.?! Gerutu Aria dalam hatinya .


Setelah selesai memakaikan pakaian Akire , Aria segera mengambil tas dan ponselnya .


Segera Aria bergegas keluar dari apartemen milik Akire .


Celingukan Aria mencari-cari taxi untuk menjemput Moza .


Muka Aria kini masih memerah karna malu .


Aria pun menemukan taxi dan segera memanggilnya . Supir taxi pun menghentikan mobilnya dan segera membukakan pintu Aria .


Menaiki taxi , Aria sedang melamun . Ia sangat-sangat memikirkan kejadian tadi .


Jadi ini yang kedua kalinya kita ngelakuin itu ya . . Tadi aku nggak inget apa-apa sih ?! masa aku kena obat lagi ? tapi siapa yang ngasih obat ? Akire tadi juga kena obat kan .. Berarti ini direncanain dong?!


Aria kini terlarut dalam pikirannya .


Aku nggak boleh ngasih tahu hal ini dulu ke Akire .. bisa gawat , nanti dia malah ngebet ngajak nikah lagi .


Aku kasih alasan ada deh ke dia nanti , pertama-tama aku jemput Moza dulu di Iera ...

__ADS_1


Eh , tapi Moza dimana ?! Telpon Iera dulu deh . .


Teringat dirinya lupa Moza dibawa kemana oleh Iera , Aria segera mengambil ponselnya di dalam tasnya .


Mengusap layar ponsel , Aria mencari-cari no telpon Iera dan segera menelepon nya .


Telpon pun tersambung .


"Assalamualaikum." ucap Aria memulai pembicaraan .


"Waalaikumsalam Ri , btw sekarang Riri sama kakak dimana ?!" Seru Iera membalas .


"Kakak kamu ada di apartemen nya , kamu sama Moza dimana?"


"Aku ada di playza kak , mau beliin Moza mainan "


"Yaudah , aku kesana ..."


Aria pun mematikan ponselnya setelah selesai bicara dengan Iera .


Aria menopang kepalanya dan menutup matanya , dirinya merasa pusing dengan kejadian beberapa hari terakhir .


Astaghfirullah , aku udah ngelakuin hal yang dilarang agama .. Aku sangat malu dengan kejadian hari ini . . .


Karna pertemuanku dengan Akire dan pertengkaran dengan ayah aku harus kembali ke Amerika sebulan lagi . . .


Pikiran Aria kini sedang berat sekali . . .


Beberapa menit kemudian Taxi berhenti di sebuah toko mainan yang lumayan besar , setelah membayar ongkos taxi Aria pun segera turun dan masuk kedalam toko mainan itu .


Menemukan Moza yang sedang memeluk sebuah boneka kelinci bewarna putih yang amat besar , Aria segera berjalan menuju Moza .


"Moza , ayo pulang." Panggil Aria .


"Eomma ! you back !" Seru Moza ketika melihat eommanya berada disini .


"Yup baby!"


"Mommy Iera masih bayal dikacil." sebut Moza sembari menunjuk- nunjuk Iera yang sedang berdiri di depan kerja tinggi .


"Yasudah , kamu pamit dulu sama mommy ." Titah Aria .


"Siap !"


"Ri? udah sampe aja ."


"He'em." balas Aria ketus .


"Aku mau bawa pulang Moza dulu , maaf ngerepotin ."


"Kok cepet banget Ri , dia kan keponakan aku , jadi nggak ngerepotin lah." Rengek Iera .


"Maaf , oh ya bilangin ke kakak kamu .. kalo mau ketemu dua hari lagi aja."


"Ta..tapi!" belum selesai Iera berbicara , Aria sudah menggendong Moza dan berjalan cepat membawanya pergi dari toko mainan itu .Aku bingung harus bagaimana sekarang.. ibu dan ayah sudah kecewa padaku .


Aria kini berada di dalam taxi yang ia pesan tadi .


Aria sedang melamun dan melihat jendela kaca mobil dengan tatapan mata sendu .


Sekarang muncul masalah baru .. Akire yang tak akrab denganku tiba-tiba saja muncul dan mengaku jika Moza adalah anaknya. .


Jadi .. apakah kejadian 3 tahun lalu itu benaran perbuatan Akire ? Keluarga Ye pasti sedang ribut karna masalah pengakuan Fengki..


Fengki adalah sahabat terbaik yang kumiliki .. Aku tahu jika Fengki menyukai ku.. Tapi aku sendiri tak mengerti bagaimana perasaan cinta itu .


Dulu aku memang sangat menyukai Fengki , tapi itu dulu .. Aku harus pergi ke kediaman Ye terlebih dahulu ..


"Eomma ngelamun telus dali tadi." Ucap Moza membuyarkan lamunan Aria .


Aria menoleh ke arah putrinya."Mmm sayang , kamu eomma titipin ke aunty Keila sana appa Keitel ya." Balas Aria .


"Kenapa halus ke sama aunty .. aunty Keila nyelemin." Celoteh Moza .


Aria terkekeh mendengar celotehan Moza . "Heheh , iya-iya nanti Eomma nyuruh aunty Keila ganti warna rambut sama ganti model rambut ya . Nanti Moza yang nemenin aunty Keila yah." Ucap Aria seraya mengusap-usap kepala Moza.


"Okeh."


Aria pun akhirnya sampai di sebuah rumah besar bernuansa kuning keputihan . Rumah itu tak lain adalah kediaman keluarga Ye . Fengki kini berada di dalam rumah besar itu .


Sebelum pergi ke kediaman Ye , Aria pergi ke Apartemen milik Keila terlebih dahulu


Menekan bel yang berada di samping pagar putih Aria sedang gugup dan berkeringat dingin .


"Nyari siapa mb?" tanya satpam yang berada di dekat gerbang rumah itu .


"Tuan muda Fengki nya ada pak ?" tanya Aria sopan .


"Oh ada .. tapi mb nya siapa ya ?" satpam itu adalah satpam baru , jadinya dia tak mengenali Aria .


"Saya Aria , boleh saya masuk ?" balas Aria .


"Baik mb , tapi saya tanya tuan besar dulu."


Satpam itu pun segera berlari masuk kedalam rumah.


Beberapa menit kemudian , satpam itu keluar dari dalam rumah itu dan membuka pagar besi bewarna putih itu .


"Silahkan masuk."


Aria pun berjalan masuk kedalam rumah itu . Terdapat taman yang amat luas didalamnya .


Melangkah masuk kedalam rumah itu , Aria disambut oleh pasangan suami istri yang tak lain adalah kedua orang tuan Fengki .


"Assalamualaikum om , Tante .." Sapa Aria gugup .


Aria membungkuk dan bertanya kabar Ye Glen Fredly dan Ye Mila Agnesia.


"Seperti yang kamu tahu , kabar kami buruk." jawab Ye Glen Fredly ketus .


"Kamu duduk dulu Aria .. Tante panggilin Fengki dulu ya ." balas Mila Agnesia ramah.


"I..iya te." jawab Aria gugup .


"Kamu santai aja , kayak baru pertama kali aja kesini." Ucap Glen Fredly dengan senyuman miring .


Aria pun berjalan ke arah sofa dan segera duduk . Disusul dengan Glen Fredly yang juga ikut duduk di sebuah kursi yang hanya dapat diduduki satu orang .


Memulai pembicaraan Glen Fredly seperti mengajak Aria tawuran . "Aria , apa bener anak kecil itu anak kandung Fengki ?!" tanya Fredly sembari menopang dagunya .


"Kamu tahu kan kalo Fengki ada di Amerika waktu kamu masih kelas 2 SMA ?! jadi mana mungkin anak kecil itu anak kandung Fengki?!" pekik Glen Fredly tak percaya .


...🍃To Be Continued 🍃...


...Maaf jika ada salah kata dan maksud yang tidak dimengerti , silahkan ketikkan saran dan keritikannnya di kolom komentar...


...Jangan lupa like , sumbangkan poin kalian ya di novel ini 🤗 🙏...


Ig : @meira.2928


Ig Aria : @taraanka_



Thank you


Maaf aku nggak up selama beberapa hari ini .. nenek aku sakit parah , jadi aku harus jaga dia ..

__ADS_1


Terus aku juga banyak acara keluarga .. banyak tugas numpuk juga . . .


Bye.


__ADS_2