
"Apa dosa bayi ini sehingga harus ku bunuh ? bayi ini adalah titipan tuhan untukku , ini sebuah amanah yang harus ku tanggung ! Apa aku harus jadi wanita kejam yang tega menggugurkan kandungan ku ?!" Ucap Aria kesal . Aria mencengkram kuat-kuat kerah sweater yang Asuo gunakan .
Asuo terkekeh mendengar ucapan Aria . "Heh , kalo bayi itu lahir pun dia bakal malu Ri! dia bakal diejek banyak orang , ayahnya juga nggak dikenal !!!"
"Sebelum bayi dilahirkan ke dunia , tuhan pasti sudah bertanya .. Apa kamu sudah sanggup menjalani hidup nanti ?" Jelas Aria dengan tegas kepada Asuo .
Asuo menelan ludahnya kasar . Sedangkan Fengki yang menonton ia tersenyum miring dan ingin bertepuk tangan mendengar penjelasan Aria .
Asuo menyerah dan mengela nafasnya ."Huft , baiklah terserah kamu saja .. tapi mama sama ayah harus tahu hal ini ."
Aria terkejut mendengar jawaban Asuo , ia langsung melepaskan cengkeramannya . "Ma..mama ?!" ucap Aria takut .
"Ja..jangan ! jangan bilang mama ataupun ayah ! nanti mereka .." Aria tak melanjutkan ucapannya , ia takut untuk mengatakan hal itu .
Asuo tersenyum miring , berbeda dengan Fengki yang berusaha menahan emosinya , Fengki mengepal tangannya erat-erat .
"Kalo kamu nggak mau aku bilangin ke siapapun .. kamu harus nurutin dua permintaan ku !"
Bugh ... satu bogeman menghantam dimuka Asuo , kali ini bogeman itu diberikan oleh Fengki . "Sial*n !"
"Santai , gue cuma mau minta hal yang gampang kok .." Jelas Asuo kepada Fengki seraya mengusap bibirnya yang terkena bogeman Fengki itu .
"Apa ? , apa permintaanmu?!"
"Gampang banget ! permintaanku .. kamu harus tinggal di rumah kita , terus .. setelah kamu ngelahirin bayi itu .. harus mulai masuk sekolah lagi setelah dua bulan ." Jelas Asuo .
Aria ternyum getir . "Hmm , maaf , tapi aku nggak bisa kalo harus sekolah lagi setelah dua bulan lahiran .. mau sama siapa bayiku ?" Ucap Aria ketus .
"Terus ? kamu mau masuk sekolah kapan ? mama sama ayah lama kelamaan bakal tau kalo kamu ijin gak sekolah terus ." Pekik Asuo .
"Tenang aja , gue bakal nutupin hal ini kok . Gue juga bakal nyuap Miss.Charlie biar gak ngasih tau tante Raina sama om Toma ." Jelas Fengki .
__ADS_1
Asuo mengangguk ketika mendengar saran Fengki . "Tapi apa bener Lo bisa ?" Tanya Asuo tak yakin .
Aria menaikkan kedua alisnya ragu . "Kamu beneran nggak bakal bilang ke mama sama ayah kan ?"
Asuo tersenyum miring mendengar keraguan Aria . "Hmm , kamu nggak percaya sama aku ? kalo nggak percaya sih yaudah .." Gumam Asuo dengan suara sedikit kencang .
"Iya deh , aku percaya !" Ucap kesal Aria .
Flashback off ~
Aria menunduk malu ketika mengingat kejadian itu . "I..iya , aku inget apa yang aku bilang waktu itu . . " ucap Aria malu kepada Fengki .
Fengki tersenyum puas mendengar jawaban Aria . "Gitu dong , kalo gitu kita bakal pulang ke Indo bareng ! , aku , kamu sama Asuo !" Jelas Fengki .
"Asuo ikut pulang kah ?"
Fengki mengangguk menandakan iya , setelah itu Aria hanya mengangguk dan segera berjalan menuju kamar mandi menyusul Moza .
Di dalam kamar mandi sudah terdapat Moza yang sedang berendam di bathtub memainkan busa .
Aria pun berjalan mendekati Moza , dan segera mengambil shampo dan sabun anak . Segera Aria menggosokkan sabunnya ke punggung Moza , Moza tertawa riang gembira ketika bermain sabun bersama Aria .
...🍃---------------- 🍃...
Aria sedang merebahkan diri dikasurnya , sedangkan Moza dan Fengki sedang bermain bersama Asuo yang baru saja datang kerumahnya .
Menggunakan piyama bewarna putih bermotif hati bewarna pink Aria tengah memikirkan sesuatu yang harus ia katakan kepada kakak , adiknya , dan terutama kedua orangtuanya .
Kedua orang tua Aria serta dua saudara Aria itu memang tahu tentang keberadaan Moza , tetapi yang mereka tahu Moza itu anak angkat Aria , bukan anak kandung Aria . Selama ini Aria mengenalkan Moza lewat vidcall .
Apa yang akan kukatakan ke mama ketika ia melihat Moza yang mirip denganku ketika kecil .. hanya warna rambut Moza saja yang berbeda denganku .
__ADS_1
Moza memang memiliki rambut bewarna hitam pekat , berbeda dengan Aria yang memiliki rambut coklat kemerahan . Rambut Moza mirip sekali dengan Akire , terutama hidung mungilnya itu .
Lusa aku udah sampe di indo .. Moza pasti juga bakal seneng sih kalo aku ajak jalan-jalan , apa aku ajak dia jalan-jalan keliling Jakarta ya ? jadi aku nggak perlu ngadepin mama terlalu lama . Batin Aria bingung .
"Mikirin apa ?" Tanya seorang pria yang datang masuk ke kamar Aria tanpa mengetok pintu .
Melihat siapa pria itu Aria sudah terbiasa dengan kedatangannya yang selalu seenaknya . "Udah selesai mainnya ?" Tanya Aria kepada pria itu yang tak lain adalah Asuo .
Asuo berjalan mendekat , dan duduk disebelah Aria yang masih rebahan di kasur . "Belom sih , tapi Moza nya lagi pengen susu coklat , jadi lagi ngikut ke dapur sama Fengki ." Jelas Asuo .
Aria bangkit dari posisi tidurnya dan duduk bersila di sebelah Asuo . "Oh .." jawab Aria singkat .
"Moza tambah gemoy aja , perasaan seminggu lalu masih kayak donat mini , sekarang udah kayak bakpao aja pipinya ." Ucap Asuo dengan senyuman ragu .
Aria tersenyum nakal mendengar ucapan Asuo , kemudian ia mencabut satu rambut Asuo . Asuo berdecak kesal karna kesakitan rambutnya dicabut dua helai . "Emm , dulu siapa ya yang nyuruh aku gugurin Moza ?" Sindir Aria .
Asuo mengalihkan pandangannya ke langit-langit .
"Siapa tuh ? kurang ajar banget !" Jawab Asuo gugup .
Aria tersenyum puas , dan menyenggolnya lengan kiri Asuo . "Hahah , nyesel kan dulu nyuruh aku gugurin kandungan ! ,sekarang malah sayang banget sama ponakan kamu ." Seru Aria senang .
"Iyain aja deh ."
Aria terkekeh mendengar jawaban Asuo . "Heh , padahal bener , tapi nggak mau ngaku !"
...🍃To Be Continued 🍃...
...Maaf jika ada salah kata dan maksud yang tidak dimengerti , silahkan ketikkan saran dan keritikannnya di kolom komentar...
...Jangan lupa like , sumbangkan poin kalian ya di novelini 🤗 🙏...
__ADS_1
Ig : @meira.2928
Ig Aria : @taraanka_