
HAPPY READING 🐼🍃
"Jadi apa ?" Tanya Fengki ketus .
Aria memutar matanya malas dan menghela nafas . "Huft .. jadi aku mau nitipin dia ke Asuo lagi !" Ucap Aria kesal .
"Moza kasian Ri ! dia selama ini cuma bisa liat nenek , kakek , sama kerabatnya yang lain dari vidcall doang !" Ucap Fengki dengan nada tinggi.
Aria mengalihkan pandangannya."Tapi .. aku malu Feng .. di Indonesia kalo punya anak diluar nikah itu hal yang memalukan Feng !" Membalikkan badannya Aria berjalan menuju kamar mandi menyusul Moza .
"Kamu bukan malu Ri ! , kamu itu cuma takut . Kamu takut Moza diejek kan ?" Ucap Fengki merendahkan suaranya , sembari mengambil sebuah buku album di meja .
Mendengar ucapan Fengki Aria menghentikan langkahnya . "Apa kamu bilang ?" tanya Aria .
"Lihatlah foto album ini , halaman pertama ini waktu kamu hamil Moza delapan bulan kan ? inget apa yang kamu bilang waktu itu ?" Ucap Fengki dengan senyum miring .
Aria tercengang mendengar kalimat Fengki . "Apa yang aku bilang ?" pertanyaan itu keluar dari mulut Aria , tanpa ia sadari air matanya menetes .
"Coba Lo inget apa yang terjadi pada hari itu !"
Aria pun memutar kembalinya memorinya , ia mengingat kembali apa yang terjadi pada hari itu .
Flashback on .
Tanggal 14 Maret , Amerika . . .
Pada hari itu Aria tengah hamil selama delapan bulan , Aria sedang berdiri ditanam rumah Fengki , ia sedang menyirami bunga-bunga yang berada pada taman rumah Fengki .
Aria telah tinggal dirumah Fengki selama tiga bulan lebih , walaupun Asuo menentang Aria yang ingin tinggal dirumah Fengki tetapi Aria tetap ngotot ingin tinggal dirumah Fengki .
"Soraya , kamu tinggal satu bulan lagi lahir di dunia ." Ucap Aria . Aria mengelus perutnya sembari memegang selang untuk menyirami bunga .
'Ting tong .. Ting tong ..'. Suara bel rumah Fengki berbunyi , Aria yang sedang berada di taman belakang segera mematikan keran air dan menaruh selang airnya .
Itu temennya Fengki mungkin ya ? Batin Aria sembari berjalan menuju pintu depan untuk membukakan pintu .
Ketika membuka pintu Aria terkejut melihat seorang pria yang ada dihadapannya , pria itu tak lain adalah Asuo .
__ADS_1
"A..Asuo ?" ucap Aria dengan gemetar .
Asuo pun terkejut melihat perut buncit Aria , perut Aria kini telah membesar karna usia kandungan yang sudah mencapai delapan bulan . "Ri?!"
"Siapa Ri?" ucap Fengki dari ruang tv yang tadi juga mendengar suara bel berbunyi .
"A..Asuo Feng !" ucap Aria dengan sedikit berteriak.
Mendengar nama Asuo Fengki juga terkejut , seharusnya Asuo tak akan datang karna ia telah berjanji jika ia tak akan mengunjungi Aria selama enam bulan . "Beneran Ri?!" Pekik Fengki terkejut .
Fengki langsung berdiri dari posisi tidurnya dan segera berlari menuju pintu depan .
"Ini beneran kamu Ri ?!" Tanya Asuo bingung .
Mendengar pertanyaan Asuo , Aria hanya diam saja .
"Suo?!" Ucap Fengki yang baru saja muncul .
Melihat Fengki , Asuo langsung mencengkram kuat kerah kemeja yang Fengki gunakan . "**** , jangan bilang kalo Lo yang bikin Aria kayak gini Feng!" Ucap Asuo marah .
"Akh , Ri apalagi yang mau dijelasin ?! kamu maksa mau tinggal di rumah Fengki , terus Fengki tinggal sama aku , tapi dia masih bolak-balik ke rumahnya . Perut kamu juga .." Asuo tak melanjutkan kalimatnya , ia masih kaget dengan perut Aria yang membesar .
Aria tersenyum sinis , "Perut aku kenapa ? iya emang aku hamil , tapi bukan ulah Fengki ini !" ucap Aria marah .
Fengki berdecak kesal . "Ck , masuk aja gih , malu didengerin tetangga." ucap Fengki sembari berjalan masuk kedalam .
"Tapi mereka kan nggak ngerti bahasa kita ." Ucap Aria dengan polosnya .
Asuo melihat Aria dan menatap tajam perut Aria . "Masuk aja !" titah Asuo kesal .
...----------------...
Kini Aria , Fengki dan Asuo sedang duduk di ruang tamu . Aria menundukkan kepalanya karna bingung harus bagaimana . Berbeda dengan Asuo yang terus menatap tajam Fengki yang sedang duduk manis disebelah Aria .
"Ri , jujur aja kalo kamu dihamili sama Fengki , nanti biar aku sama kak Rey yang urus . " Ucap Asuo .
'Kalo emang gue , gue pasti udah nikahin Aria ' Batin Fengki dengan senyuman miring .
__ADS_1
"Bukan Fengki ." Jawab Aria tanpa menatap mata Asuo .
Asuo terkekeh mendengar jawaban Aria . "Heh , beneran ? kamu beberapa bulan yang lalu , nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba minta sekolah di Amerika , terus kamu minta tinggal dirumah Fengki , belum lagi kamu bolos sekolah selama tiga bulan !"
Fengki menatap tajam Asuo kesal . "Jangan asal nuduh dong ! Aria itu hamil gegara ..." Fengki tak melanjutkan kalimatnya , ia melirik Aria seolah meminta izin .
Menyadari lirikan Fengki , Aria mulai berbicara pada Asuo dan menjelaskan kejadian di restoran itu hingga di hotel . Aria menjelaskan semua yang berkaitan dengan kandungannya .
...****************...
Selesai bercerita . .
"Gugurin kandungannya !"
Mendengar kalimat itu Fengki dan Aria terkejut .
"Gugurin ?!"
Asuo mengangguk dan mengulangi kata-katanya . "Aku bilang , gugurin kandunganmu" ucap Asuo dengan santainya .
"Brengs*k" Ucap Aria kesal . Ia menggemaskan tangannya erat-erat , dan berusaha menahan emosinya , tapi sayang Aria tak berhasil menahan emosinya ketika mendengar ucapan Asuo lagi .
"Bayi itu haram , dia bisa jadi pembawa sial." Ucap Asuo .
bugh .. Satu bogeman melayang . Aria tak dapat menahan emosinya , walaupun dengan kondisi hamil , Aria tetap kuat dan tegar . "Sialan Lo !" umpat Aria .
Asuo mengusap bagian muka yang terkena bogem Aria tadi .
"Apa dosa bayi ini sehingga harus ku bunuh ? bayi ini adalah titipan tuhan untukku , ini sebuah amanah yang harus ku tanggung ! Apa aku harus jadi wanita kejam yang tega menggugurkan kandungan ku ?!" Ucap Aria kesal . Aria mencengkram kuat-kuat kerah sweater yang Asuo gunakan .
...🍃To Be Continued 🍃...
...Maaf jika ada salah kata dan maksud yang tidak dimengerti , silahkan ketikkan saran dan keritikannnya di kolom komentar...
...Jangan lupa like , sumbangkan poin kalian ya di novelini 🤗 🙏...
Ig : @meira.2928
__ADS_1