Ambiguitas Diantara Kita

Ambiguitas Diantara Kita
Sebelas


__ADS_3

Azki mulai mencari film di youtube yang belum di mereka tonton. Akhirnya ia menjatuhkan pilihannya pada sebuah film horor malaysia. Nayra masuk dalam kamar dengan membawa segelas kopy yang diinginkan Azki. Masih dengan gamis dan jilbab panjang ia duduk di kasur, memperhatikan Azki.


Film dimulai dengan mimpi yang menakutkan dari seseorang tentang masa lalunya. Nayra mulai fokus dengan filmnya walau sebenarnya ia merasa ngantuk dan ingin tidur. Azki berulang beberapa kali melihat ke arah Nayra yang sedang mendongakkan kepalanya yang disangga dengan bantal.


Azki beranjak sebentar untuk mematikan lampu kamar menggantinya dengan lampu tidur. Nayra yang sudah mengantuk, semakin mengantuk dengan keadaan yang gelap dari kamar. Namun, ia masih berusaha untuk tetap terjaga.


"Nay" panggil Azki


"iya" jawab Nayra pelan, karena rasa kantuknya


"Kalo boleh saya jujur, saya sudah mulai merasa berat akhir-akhir ini" ucap Azki, Nayra mendengarkan ucapan Azki dengan serius. Diperhatikannya wajah laki-laki itu.


"Saya merasa segan dengan pengajar dipondok terutama Ustadz Rahman, tentang hubungan kita. Mereka terus menyodorkan nama mu, namun saya seperti seorang pembohong. Terus menolak seakan tak menginginkan mu" Kata Azki lirih


Mereka diam


"apa sebaiknya" ucap Nayra, ucapanya terpotong oleh Azki


"Apa gk akan kenapa-napa?" Azki tampak berfikir


"Mungkin akan baik-baik saja" kata Nayra memastikan.


"Ada baiknya, jika kita berdua yang menemui beliau. Setidaknya bukan aku saja yang akan diceramahi" kata Azki,


Nayra mengangguk dan tersenyum, mendengar akhir dari kalimat yang diucapkan Azki padanya. Nayra, kembali memperhatikan layar laptop, begitu juga Azki. Film terus berlanjut dengan keadaan seorang laki-laki yang sudah meninggal namun dirasuki setan hingga dapat hidup lagi dan menghantui penghuni rumah yang hanya di huni oleh seorang perempuan dewasa dan anak perempuan di dalam kegelapan malam.


Azki melihat ke arah Nayra, yang sedang berbaring di bantal dengan masih menggunakan jilbab panjang. Dilihatnya Nayra baik-baik ternyata perempuan itu sudah tertidur. Melihat Nayra sudah tertidur, Azkipun tak berniat menyelesaikan filmnya. Ia pun memilih untuk tidur saja.

__ADS_1


Nayra terbangun karena alarm yang sudah ia atur untuk bangun setiap jam 3. Ia mendapati diri sudah tidak menggunakan jilbab. Tatapannya berpindah pada Azki yang sedang tertidur pulas. Cepat-cepat ia menggunakan jilbabnya. Kemudian berwudhu.


"Ustadz" Panggil Nayra pelan. Namun, Azki belum bergeming


"Ustadz" ulang Nayra lagi


"Tumben lama bangunnya. Biasa di ketok satu kali udah jawab" Batin Nayra


"Ustadz" ulang Nayra dengan Nada yang sedikit kuat


Azki membuka mata, dengan kamar yang sudah dihidupkan lampunya. Ia menyipit karena silau.


Ia tersenyum mendapati Nayra sudah menggunakan mukena.


"Nay, udah sholat?" Tanya Azki sambil bangun dari kasur.


Benar saja, Azki selesai dengan urusannya setelah Nayra menyelesaikan 2 rakaat sholat hajatnya.


Azki berdiri di depan Nayra, bersiap mengimami sholat tahajud malam itu.


***


" Ustadz, kapan pulang ke pesantren?" Tanya Nayra dengan tangan yang masih sibuk mengaduk Nasi goreng. Sementara, Azki sedang mengaduk 1 teko kecil teh.


"Kenapa?" Azki balik bertanya


"bukan, apa-apa. Hanya saja jika Ustadz terlalu lama disini, mungkin Ustad yang lain akan mencari ustadz, terutama Ustadz Rahman." Kata Nayra, ia berusaha memilih kata yang baik agar laki-laki itu tak tesinggung dengan ucapannya.

__ADS_1


"Mungkin jam sembilanan. Maaf ya Nay, gk bisa lama mainnya" ucap Azki. Sambil memeluk Nayra dari belakang, dan mengambil alih spatula yang ada di tangan Nayra.


"Nay, siapkan saja piringnya biar saya yang selesaikan ini" ucap Azki.


Nayra, menuruti ucapan Azki mengambil sebuah piring berukuran sedang, dan 1 lagi berukuran besar, serta sebuah gelas.


Azki memasukkan semua nasi goreng ke sebuah piring berukuran besar. Nayra, menyendoki ke piring berukuran sedang. Sudah menjadi kebiasaan mereka menggunakan 1 piring dan 1 gelas berdua.


" Nay, saya boleh tanya sesuatu" tanya Azki tiba-tiba di sela-sela makan mereka


"apakah kau dulu sempat membenci ku?"


" Janganlah kalian saling membenci, saling hasad (dengki), saling membelakangi. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak dihalalkan bagi seorang muslim menjauhi saudaranya lebih dari tiga hari, Shohih Bukhori" Bener gk?" Nayra nyengir menampakkan gigi gingsulnya.


"Syukurlah" kata Azki terlihat lega


"Hanya saja, waktu itu" Azki memperhatikan Nayra


"Nay, hanya berfikir mengapa Nay diperlakukan seperti itu. Padahal saat itu kata nikah belum ada dalam fikiran Nayra" tukas Nayra, mengenang perasaanya dulu.


"Maafkan, sikap diam saya ya Nay" Kata Azki pelan.


Nayra tersenyum simpul


"Aku berusaha memahami mu pelan-pelan, akupun bisa merasakan bagaimana kau berusaha menghindari ku, bahkan melihat ku saja slalu menjadi hal yang harus kau hindari. Lagi pula tanpa kau bilang aku sudah mengetahuinya, bahwa kau tidak menyukai ku sebagai laki-laki terhadap wanita, melainkan menghormati ku sebagai wanita" Batin Nayra.


Azki masih mengunyah makananya

__ADS_1


"Semoga yang kamu ucapkan benar. dan tak ada yang kamu sembunyikan kepada ku, terutama perasaan mu, kepada ku" batin Azki


__ADS_2