Ambiguitas Diantara Kita

Ambiguitas Diantara Kita
29# Panggilan


__ADS_3

Nayra belum habis dengan rasa terkejutnya.


"Nay, sudah bercerai?"tanya naya ingin tau.


"bercerai?" nayra gugup.


Azki memandang nayra meminta penjelasan lebih.


"jelaskan nay. Istrinya bilang nay, mengizinkan mereka untuk bertemu ayah. jika bukan sudah bercerai. lalu apa"ucap kakaknya cepat


"kakak memang menginginkan kalian menjage rahasia pernikahan kalian, tapi bukan bercerai"lanjutnya lagi tanpa memberikan nayra berucap.


"Nay tidak bercerai kak. Dan nay, tidak tau maksud mereka"ucap nayra


"Lalu bagaimane sekarang nay" tanya Mesya lagi.


"kakak tunggu sebentar, kemaren istrinya memang pernah ingin memberi tau sesuatu pade nay, tapi tak pernah dia beri tau. atau,,"


ucapan nayra terpontong.


Azki semakin ingin meminta menjelasan pada perempuan itu, namun berusaha menahan diri.


Nayra, sibuk mencari isi percakapannya dengan ustazah aisyah.


"Benar saja. nay seperti mengiyakan perkataanya"ucap nayra tanpa sadar.


"Begini saja. Biar nayra yang berbicara"kata nayra.


"hallo"ucap nayra, memastika siapa yang sedang berbicara padanya.


"Hallo nay" suara berat yang nayra kenali, suara itu adalah suara ustadz Hanif.

__ADS_1


"Assalamualaikum" suara nay terdengar mengatur nada bicaranya.


Salam nayra dijawab oleh ustadz hanif.


Azki merasa khawatir terhadap istrinya, bagaimanapun ia sadar, hanif memiliki sifat dominan apalagi pada wanita, terlebih usia nayra masih tergolong muda.


"Sebelumnya, Nay Ingin meminta maaf kepada ustadz dan ustazah. Sungguh nay sangat menghargai dan menghormati kalian sebagai orang-orang yang memahami agama. Dan nay harap apa pun yang nay ucapkan tidak menunjukkan ketidaksopanan nay, dan setelah ini semuanya akan tetap seperti biasa" suara nay, terdengar tegas namun diucapkan dengan lembut.


"baiklah. Bicaralah nay" kata ustadz hanif bersiap.


"Pesan yang dimaksudkan oleh ustazah aisyah, tidak dibaca oleh nay saat itu. Namun baru nay baca hari ini. Saat itu saat ustazah mengirim pesan kepada nay, nay dalam keadaan sibuk hingga tidak terlalu fokus dengan apa yang diucapkan. Nay hanya mengiyakan untuk mengatakan yang ingin disampaikan, bukan mengiyakan untuk datang ke rumah" ucap nayra.


"Maaf sebelumnya ustadz dan ustazah nay tidak bisa menerima niat baik ustadz dan ustazah. Bukan berarti nay tidak menghargai sebuah poligami dalam agama. Tapi setelah menjadi yang ke-5 dari 5 bersaudara, nay ingin menjadi yang pertama dari satu-satunya yang dimiliki. Nay, harap ustadz dan ustazah paham"jelas nayra.


Nayra memutuskan panggilannya.


Hanif dan aisyah duduk di sebuah sofa berwarna merah.


"tidak apa-apa, pak. Lagi pula salah kami juga yang tak memahami maksud nayra"kata hanif bijak namun suara sedikit kecewa.


Azki yang menyadari ada perubahan dari cara nayra berbicara, baru kali ini ia melihat gadis yang hampir setahun, mengeluarkan nada tegasnya. perempuan itu selesai dengan pembicaraanya. Azki lansung memeluk nayra.


Diusapnya kepala nayra pelan untuk menenangkan nayra.


"Kita kembali ke ruangan ya. Nanti mereka mencurigai kita"kata azki


Nayra keluar dari pelukan azki. lalu mengangguk.


Azki terlebih dahulu berjalan menuju ruang, tak lama nayra menyusul berusah bersikap biasa.


 

__ADS_1


\*


 


"Nay harusnya sadar, Hanif benar-benar menginginkan nay dari awal" kata azki, laki-laki itu duduk di sofa kos nayra.


Nayra keluar dengan menggunakan celana panjang navy dengan kaos putih panjang, ujung kaos ia masukkan ke dalam, lalu membiarkan bagian belakang kaosnya dibagian luar. Rambutnya yang panjang ia ikat tinggi hingga leher jenjangnya terlihat.


Ia mendekati azki, lalu menyandarkan tubuhnya pada laki-laki itu.


"nay hanya menghargainya sebagai ustadz. Lagian nay tidak menyukai nya"kata nayra. lalu menunjukkan isi percakapannya dengan hanif pada azki.


Azki mengambil ponsel nayra. lalu meletakkan di atas meja.


"nay, mau saya mati karena menahan cemburu" ucap azki


"untuk apa cemburu. Boleh cemburu jika nay mencintai dia. Tapi sekarang"ucap nayra terhenti ia berniat mencium azki. Namun, azki mencegah bibir nayra yang ingin menciumi wajahnya.


Nayra merubah posisinya, berbaring pada azki.


"nay ini penduduk dunia. Dari SD, sampai kuliah di didik dengan sistem dunia, laki-laki ganteng, baik, tinggi semampai, pintar, dan semacam itu sudah biasa kami liat. Sudah tak ada arti apa-apa. Tapi yang membedakan kalian yang keluar dari pondok pesantren ialah bagaimana kalian memandang wanita. Dia memang memghormati kami sebagai wanita. Tapi caranya terlihat sama saja. Sedangkan abang berbeda. Itulah yang membuat nay terjebak dengan kisah konyol di awal cerita kita. Nay memang sudah menganggumi abang. Tapi rasanya jarak kita bukan hanya tentang tembok pembatas kamar saja"ucap nayra.


Azki perlahan melihat nayra.


"nay, tau bagaimana hanif memandang mu?" kali ini azki berusara


"nay tidak tau dan tidak perduli"jawab nay, memeluk pinggang azki


"Nay"panggil azki


"apa"jawab nayra pelan

__ADS_1


"islam mengizinkan poligami" ucap azki lansung dipotong nayra.


__ADS_2