
Nayra sibuk menyelesaikan pekerjaannya. Itu adalah pekan terakhir masuk sekolah, yang akan diakhiri dengan pembagian rapot siswa. Nayra masih terus memonitor pekerjaan guru-guru dalam penginputan data.
Dilayar laptopnya menampilkan grafik penginputan data oleh guru- guru. Dilihatnya masih ada beberapa guru yang sedang menginput nilai hari itu.
Ponselnya berdering sebentar. Diraihnya ponsel yang ia letakkan di atas mejanya.
pesan dari Naya, kakaknya.
"Nay, desain undangannye sudah di selesaikan?"
"sudah, tinggal di fix-kan tanggalnye saje"balas nayra.
"baiklah, kalau begitu"pesan nayra dijawab oleh kakaknya.
"jika maharnya mau nay yang pesankan, boleh. Nay akan pesankan sesuai permintaan akak"belas nayra. Ia tiba-tiba mengingat perkataan kakaknya kemaren untuk mencari tempat pembuatan dekorasi mahar.
"nanti kakak bicarakan dulu ya nay"balas naya pada nayra.
Nayra yang juga sedang sibuk dengan pekerjaanya, berusaha untuk dapat membantu kakaknya semaksimal mungkin yang ia bisa.
2 hari telah berlalu, tiba lah pembagian raport. Pembagian raport ini tak seperti biasanya, kepala sekolah meminta untuk mendatangkan seorang penceramah, untuk memotivasi warga sekolah yang hadir. Jadi pagi-pagi sekali, guru-guru datang untuk memastikan semua persiapan yang mereka telah selesai, begitupun nayra.
Ia telah siap dengan setumpuk map hijau tebal yang tak lain adalah raport siswa kelasnya.
"nay, ayo ke mushola. Yang lain udah ke sane. Penceramah sudah datang." ajak salah seorang guru wanita pada nayra.
"kakak pergi saje dulu. Nay nak ke toilet. kebelet"jawab nayra.
Perempuan itu bergegas meninggalkan nayra sendiri, nayra pergi ke toilet sendiri.
Tak lama ia keluar, dan bejalan melewati lapangan menuju mushola.
Nayra berjalan menuju pintu depan mushola, yang ia tau disitulah tempat para guru-guru berkumpul. Nayra berdiri di jendela luar mushola. Dilihatnya seorang laki-laki yang sedang duduk di depan orang-orang yang ada di mushola. Nayra diam.
Nayra membaur dengan barisan para guru di sekolah.
"nay, mane dedi?" tanya seorang guru pada nayra
"tak tau kak"jawabnya.
__ADS_1
Mereka kemudian fokus dengan penceramah.
Laki-laki yang duduk di depan itu, sesekali melayabgkan pandangannya di beberapa arah.
"Nay"panggil seseorang pada nayra.
Nayra mencari asal suara, ternyata dedi yang memanggilnya.
laki-laki melambaikan tangannya pada nayra.
Nayra keluar dari mushola.
"kenape ded?"tanya nayra khawatir.
"nay, keknye masih ade yang salah lah" ucap dedi.
"deeeeeed"keluh nayra.
"ayok, lah"kata dedi, berjalan meninggalkan nayra sendiri.
Nayra bergegas menyusul dedi ke ruang guru, melihat kesalahan yang dimaksudkan oleh dedi.
Tak lama penceramah itu selesai. Kali ini kepala sekolah yang sedang menyampaikan pidatonya.
Kepala sekolah melihat nayra dan dedi tergesa-gesa menuju ke arah mushola.
"Bapak-ibu, ini lah guru kami yang bersusah payah untuk menjalankan sistem pengisian raport meskipun dengan keterbatasan yang kami miliki. Dan mungkin ustadz juga mengenali beliau ya" ucap kepala sekolah ketika nayra berbaur dengan para guru.
Nayra yang belum duduk sedikit membungkukkan tubuhnya sebagai tanda memperkenalkan dirinya dan memberi hormat.
Laki-laki penceramah itu melihat ke arah nayra, dan mengangguk menandai bahwa ia memang mengenal perempuan itu.
Pembagian raport terus berlanjut dengan pembagian raport setiap kelas yang dilakukan di kelas masing-masing. Nayra dan guru-guru sedang berada di kelas masing-masing. Sementara kepala sekolah sedang duduk berama laki-laki yang menjadi penceramah tadi di sofa ruang guru.
"Ustadz azki sudah berapa lama disana?"ucap kepala sekolah.
Laki-laki yang menjadi penceramah tadi ialah Azki.
"Hampir 3 tahun, ustadz"jawab azki singkat dan sopan.
__ADS_1
Agak lama mereka mengobrol guru-guru yang berada di ruang kelas, kembali ke ruang guru.
Nayra masuk. Azki dan nayra bersikap seperti tak saling mengenal.
Semua guru telah bergabung di dalam ruangan itu.
"Ayo, ustadz dicicip"kata kepala sekolah mengajak azki mengambil makanan yang ada di atas meja yang berjarak 1 meja dari nayra.
Azki mengikuti langkah kepala sekolah.
Ia mengambi makanan. Sesekali melihat ke arah nayra, hingga mata mereka sama-sama saling melihat. Azki tersenyum tipis.
"Sebelum itu, kita ucapkan terima kasih untuk server kita yang udah ready tiap saat. Udah mau membantu teman-teman ketika ada problem dalam penginputan, dan untuk teman-teman yang sudah berkoordinasi dengan baik"ucap kepala sekolah kepada semua yang ada di meja makan itu.
"ia. makasih ya nay"ucap yang lain.
"Sudah tanggung jawab nay" nayra menunduk malu. Namun ia mengulum senyum di balik cadarnya atas pujian yang banyak saat itu.
Ditengah asyiknya nayra makan, ponsel nayra berdering. Nayra mengangkatnya.
"Nay, ada orang mencari mu" kata naya
"siapa?"naya mulai merasa ada yang aneh.
"Ustadz di pondok pesantren muklasin"kata naya lagi.
"siapa?ngape?"nayra bingung.
Dari jauh azki memperhatikan nayra.
"Ape? uhuk"nayra tergejut hingga terbatuk.
Refleks semua orang melihat ke arah nayra. Ditegukkan air, untuk menghilangkan rasa sakit di tenggorokannya. Kemudian ia meninggalkan makanannya yang ada di atas meja.
Ia berjalan menjauh dari ruang guru.
Azki yang merasa ada yang aneh dengan nayra meminta izin keluar untuk ke toilet. Setelah di tunjuki jalan ke arah toilet azki berjalan menemui nayra yang ternyata memang tidak jauh dari toilet.
Azki datang dari arah depan, supaya nayra tidak terkejut dengan kedatanganya.
__ADS_1
"kenapa?"tanya azki pelan
"ustadz hanif datang untuk mengkhitbah nay" ucap nayra pelan