
Azki memasuki halaman pesantren yang sedang sepi dari santri, kemudian memarkirkan motornya dekat dengan kamarnya, supaya nayra dengan mudah bisa masuk ke kamarnya. Benar saja. Setelah motor berhenti, nayra lansung masuk ke kamar azki. Sedangkan azki berbaur dengan santri dan ustadz yang lain di mushola melakasanakan program pesantren.
Nayra yang berada di kamar azki, berjalan menuju kamar mandi lalu menginjakkan kakinya di keset kaki kain yang berada di depan kamar mandi.
Nayra melihat ke bawah, karena merasa kakinya di sentuh oleh sesuatu.
"aaaaaaaa"Teriak nayra dengan sedikit tertahan, ditutupnya mulutnya hinga suaranya tak terdengar di luar.
Nayra berlari ke kamar azki. Dia berniat nanti setelah rasa terkejutnya terhadap kecoa sudah hilang ia akan kembali lagi, dengan lebih berhati-hati.
Seorang santri berjalan cepat menuju azki yang sedang duduk bersama para ustadz, sedangkan santri sedang makan. Azki menunggu anak itu mengucapkan apa yang ingin dia sampaikan.
"Ustadz, di kamar ustadz tadi saya lihat ada perempuan dan saya juga mendengar suara wanita teriak" ucapnya, dihadapan para ustadz.
Ustadz Rahman lansung melihat ke azki, mengetahui siapa yang dimaksud santri itu.
"Perempuan?"ulang azki, menahan senyum.
"Iya, ustadz. Coba ustadz lihat"saran anak itu dengan sopan
"di lihat saja ki, mana tau memang ada apa-apa" lanjut ustad rahman.
"Baik pak" jawab azki.
Azki, ustadz rahman dan hanif pergi menuju kamar azki. Karena ponsel azki ada di kamar, azki tidak bisa memberi tau nayra bahwa mereka akan kesana. Azki khawatir nayra akan ditemukan hanif nantinya.
Ustadz rahman yang memahami kekhawatiran azki, menepuk pelan pundak azki, lalu tersenyum.
__ADS_1
"Nif, kamu masuk juga"tanya azki ketika berada di depan kamar azki. Sebenarnya itu usaha azki untuk memberi tau nayra bahwa hanif akan masuk, nayra harus bersembunyi.
"Iya"jawab hanif.
Mereka masuk bertiga dengan ruangan yang kecil mudah bagi ke-3 untuk memeriksa ruang itu.
"Ehem"ustadz rahman berdehem ketika akan memasuki kamar azki.
Nayra yang berada dibelakang pintu mengetuk pelan, memberikan tanda kepada ustadz rahman bahwa ia ada di depan pintu.
Hanif sedang berada di dapur.
Ustadz rahman membuka belakang pintu mendapati nayra sedang berdiri di situ. Ustadz rahman tersenyum, dari awal beliau memang sudah tau nayra memang akan tidur bersama azki malam itu.
"ada ustadz?"tanya hanif kepada ustadz rahman ketika ia berada di depan pintu kamar azki.
"Ki, coba cek apa ada barang yang hilang dikamar mu?" saran ustadz rahman pada azki
"Baik pak"jawab azki dan ingin masuk ke kamar.
Hanif melangkah ingin masuk ke kamar, namun langkahnya terhenti oleh permintaan ustadz rahman untuk bersiap melaksanakan sholat isya berjamaah, dan hanif menuruti permintaan ustadz rahman.
Azki menutup pintu kamar, dengan nayra yang sedang berdiri ketika ia membuka pintu.
"Maaf. Tadi ada kecoa di depan kamar mandi, jadi nay berteriak"ucap nayra menyesal.
Azki mendekati nayra, lalu tersenyum.
__ADS_1
"syukurlah tidak terjadi apa-apa"ucap azki.
"Ayo, abang antar kan ke kamar mandi"ucap azki.
Setelah menemani nayra beberapa saat, azki pergi ke masjid untuk sholat berjamaah.
Ustadz rahman dan beberapa ustadz yang bekerja di pondok pesantren mukhlasin, sedang duduk bersama azki diberanda masjid. Menikmati malam ahad yang biasa di isi dengan latihan tekwondo. Santri putra belum terlihat berada di lapangan.
Azki diam, tapi fikirannya tertuju pada nayra yang menunggunya untuk makan malam bersama. Beberapa kali ia melihat ke arah kamarnya.
"ki, pulang lah dulu"ucap ustadz rahman pada azki, disela-sela pembicaraan para ustadz itu.
Azki tersenyum malu, menyadari tingkahnya diketahui oleh ustadz rahman.
"izin ya pak"katanya. Kemudian beranjak dari tempat duduk kembali ke kamarnya.
Nayra sedang duduk menghadap 2 beberapa makanan yang diantarkan santri seperti biasanya untuk azki. Seperti biasa nayra hanya menyediakan 1 buah piring, dan 1 buah gelas untuk berdua.
Azki duduk dihadapan nayra. Melihat laki-laki itu sudah duduk dihadapannya nayra mengambil sendok untuk mengisi nasi dipiringnya. Namun, tangannya dicegah azki.
"Abang saja"ucap azki. Perlahan nayra melepaskan tangannya dari piring dan sendok nasi tersebut.
"nay, nay saja makan ya. Abang nanti setelah selesai melatih santri baru makan"jelas azki pada nayra, sambil menyuapi nayra dengan tangan kanannya.
"Padahal nay bisa menunggu jika abang bilang dari awal, biar kita makan sama-sama"kata nayra setelah menelan makanan di mulutnya.
"Tidak apa-apa. Nanti jika abang terlalu lama pulang, nay tidur saja dulu jika mengantuk" lanjut azki lagi.
__ADS_1
Nayra mengangguk, namun dalam hatinya ia ingin menunggu azki pulang.