
"assalamualaikum" tertera di layar ponsel nayra.
Pesan itu sudah masuk sekitar 4 jam yang lalu. Sementara nayra baru menyadari karena hari itu ia terlalu sibuk dengan ujian di MTs dan harus ikut membantu mengelola masalah peng-inputan data sebagai server utama.
Pesan itu dari ustazah aisyah, istri ustadz hanif.
"Waalaikumus salam. Ustazah apa kabar?" balas nayra dengan sedikit basa basi ditengah kesibukaanya terhadap server yang berulang kali tidak dapat menghubungkan ke klien.
"alhamdulillah. Nay, sibuk?" balas aisyah lagi.
"Sedikit ustazah" balas nay Singkat. Karena ia sedang berbicara dengan beberapa orang guru di dalam ruangan itu. Tak jarang harus meninggalkan tempat duduk untuk melihat kejanggalan yang ada di laptop guru lain.
Setelah menjawab pesan aisyah nayra, meninggalkan ponsel dengan masih dalam keadaan terbuka dengan chat tersebut.
"saya sampaikan fia chat saja, jika seperti itu" balas aisyah
"Bismillah. Nay, sebenarnya kami berniat baik, untuk meminta nay masuk dalam keluarga kecil kami. Saya dan ustadz hanif. apakah nay bersedia. Jika nay bersedia kami akan datang ke rumah nayra minggu depan untuk nazor (melihat wajah)" pesan itu tertera di layar ponsel nayra.
Pesan itu terlihat sudah di baca oleh nayra. Namun, hanya terbuka. Nayra belum membaca.
Tak lama ia mengambil ponsel itu, dan sekilas melihat isi chat aisyah padanya. karena masih terlalu sibuk hilir mudik nayra hanya membalas pesan itu singkat.
"ia silahkan" balasnya. Kemudian menutup chat di whatsapp nya, dan kembali melihat laptop klien yang bermasalah. Nayra, memang bukan seorang sarjana komunikasi. Namun, karena tuntutan pekerjaan yang disebabkan kurangnya tenaga kerja, ia harus membantu dan banyak belajar.
Nayra masih sibuk dengan pekerjaannya menghadap laptop, berulang kali mengambil minum dari galon air yang berada di bagian belakang ruangan itu. Berulang kali mengubah posisi duduk.
Nayra kembali ke rumah dengan masih menghidupkan server yang ada dilaptopnya. Sambil membuka chat whatsappnya khawatir ada masalah dengan data serta masalah jaringan server. Masih terus berkutat dengan data siswa baru yang ternyata memiliki kesalahan dalam dalam peng-inputan data. Sedang kan untuk peng-inputan nilai mata pelajaran yang ia ajar tinggal menunggu nilai akhir saat ujian saja.
__ADS_1
Beberapa hari ia harus lembur untuk masalah itu. Sangat jarang memperdulikan chat pribadi, kecuali jika ada yang lansung menelpon. Chat azki pun hanya sesekali ia balas, terlebih azki pun sedang sibuk dengan urusan pesantren.
Nayra yang sudah sangat kelelahan dengan pekerjaannya, merebahkan diri ke kasur. Laptopnya masih menyala. Ponselnya tergeletak di atas meja kerjanya. Dan ia tertidur.
Azki menelpon nayra, Namun sudah beberapa kali tidak di angkat oleh nayra. Terakhir panggilan tidak terhubung.
Hanif dan beberapa ustadz lain, memperhatikan tingkah azki. Yang tiba-tiba gelisah dan terlihat seperti sedang menepon seseorang yang tak kunjung di angkat.
"tak ada jalan lain, saya harus ke sana"fikirnya.
"kenape gelisah ki?"tanya seorang ustadz pada azki.
"bukan apa-apa, ustadz"katanya, sambil melepaskan ponsel dari tangannya.
Setelah semua kegiatan pondok selesai l tepat jam 10.30 malam. Lampu-lampu kamar sudah harus dimatikan menyisakan beberapa lampu di koridor-koridor.
"Pak Yan, ana tidur di luar malam ini. Nanti setelah sholat shubuh sebelum sabak (menerima setoran hafalan baru), insyaa allah ana akan kembali"kata azki pada salah satu pengurus pesantren. Laki-laki itu lebih tua beberapa tahun darinya. Dan sudah berkeluarga.
"ke rumah temen pak"jawab azki.
"Ana tidak tau, ada masalah apa antum diluar. Tapi, ana berharap antum bisa cepat menyelesaikan masalah antum itu. Dan semoga amanah yang semakin banyak antum emban dari ustadz rahman dimudahkan oleh allah" kata laki-laki itu.
Setelah percapakan kecil azki pergi meninggalkan pondok, ia mengendarai motor menerobos dingin dan gelapnya malam.
Azki sampai di depan pintu kayu yang tertutup rapat. Dilihatnya dari luar kos, lampu ruang tamu rumah itu sudah dimatikan menandakan si pemilik sudah tidur.
"Tok-tok-tok"Pelan azki menngetok pintu itu. Karena sudah terlalu malam untuk mengetok pintu rumah orang. Terlebih tempat nayra tinggal memang perumahan yang orang-orang yang bekerja disiang hari dan istirahat pada malam harinya.
__ADS_1
Nayra yang merasa kelelahan, mendengar suara pintu diketok. Berusaha mendengarkan baik-baik, namun ketokan itu sudah tak bersuara lagi. Karena merasa penasaran nayra bangun dengan pakaian tidur, dan menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya. Ia keluar dari kamar menuju ke arah ruang tamu.
Azki yang tak enak terus mengetok pintu, memilih masuk menggunakan kunci yang ia miliki. ia menutup pintu.
Nayra yang mengetahui siapa yang datang malam-malam. Melepaskan selimut yang menutupi kepalanya, menunggu laki-laki itu membalikkan badan.
"allahu akbar"kata azki terkejut, ketika melihat nayra sudah berdiri di samping dinding dengan rambut yang tergerai panjang.
"ngapain datang?"kata nayra, dengan suara bangun tidur.
Meski samar-samar wajah azki berubah aneh
"gk boleh?"jawab azki dengan balik bertanya
"ya aneh aja"nay singkat
"abang mau nay buatkan sesuatu?"meski dengan suara malas ala bangun tidur.
"boleh.buatkan kopi ya"kata azki tersenyum
Azki masuk ke kamar, menghidupkan lampu kamar. Tumpukan kertas sedikit berserak di atas meja dengan beberapa kertas kecil yang menempel di dinding kamar. Laptop masih terbuka. Ponsel yang berada di bawah meja dekat dengan charger namun sedang tidak terhubung.
"sibuk banget sampai suami di cuekin"kata azki pelan.
"sayang"panggil azki, sambil berjalan menemui nayra yang ada di dapur
"kenapa?"jawab nay melihat ke arah ke azki
__ADS_1
Azki mendekatkan wajahnya pada nayra, ketika sudah begitu dekat dan nayra tidak menjauhkan wajahnya dari azki. Azki tersenyum.
"ingat gk, kalo udah punya suami"kata azki, dan mengecup bibir perempuan itu