
Azki sedang melatih santri putra tekwondo, sementara nayra dari balik jendela sedang asik memperhatikan laki-laki itu bergerak. Terkadang menunjukkan gerakan, terkadang berteriak memberikan arahan, dan terkadang memperbaiki posisi santri yang salah dalam melakukan gerakan.
Nayra tersenyum.
"dulu, aku lah orang yang paling tidak setuju jika santri putri mengintip santri putra sedang latihan, tapi kali aku yang melakukannya"batin nayra.
Sesekali azki melihat ke arah kamarnya, sambil tersenyum.
Hari sudah menunjukkan pukul 10 malam, Latihan mereka di tutup dengan doa.
Azki yang masih merasa keringatan duduk di depan kamarnya, membiarkan tubuhnya yang basah mengering diterpa angin malam yang dingin.
"Kenapa tadi ki"tanya ustadz rahman pada azki.
"Kecoa pak. Jalan di kaki nay, dianya kaget" jawab azki.
"Bagaimana kalian?" tanya laki-laki itu lagi.
"Kami?"ulang azki lagi.
"Allhamdulillah, pak. Mungkin dulu saya yang salah faham dengan sikapnya"kata azki
__ADS_1
"Waktu itu kalian belum diizinkan untuk saling memahami saja, hingga yang terjadi saling menebak karakter masing-masing"kata ustadz rahman.
"Waktu itu saya datang ke rumahnya untuk mengetahui karakternya, sehingga saya menyengajakan diri untuk bertemu ayahnya, ya tentu saja dengan alasan yang saya buat. Saya bertemu ayahnya, setelah panjang lebar kami bercerita, ayahnya lalu bilang, tolong jaga putri saya, selama ia disana. Saat itu saya berfikir ada apa dengan dia hingga begitu ingin dijaga. Tapi laki-laki itu benar menjaga elang untuk terus bebas bukan mudah. Dia wanita tapi begitu semangat dalam bekerja namun ketulusan yang ia miliki membuat ayahnya takut. Takut ia terluka karena orang sekitar. Saat kalian bermasalah, bapak tau ia terluka. Bapak khawatir sebetulnya. Tapi kali ini jaga dia ki. Rasanya dengan bersama dia selama hampir 1 tahun kamu paham siapa nayra" panjang ustadz rahman bersuara
"insyaallah, pak"kata Naura
Sudah 1jam mereka mengobrol akhirnya azki masuk ke rumah. Pelan ia melangkah menuju ke kamar untuk melihat Nayra. Perempuan itu sedang tertidur di kasur, dengan pakaian lengkap, baju dan jilbab, serta cadar namun tidak menutupi wajahnya. Azki pergi ke kamar mandi, untuk membersihkan dirinya. Tak lama ia selesai.
Azmi mendekati Nayra yang sedang tidur, ditatapnya wajah perempuan itu.
"Semoga Allah selalu menjaga mu, dan menguatkan mu"ucapnya pelan, lalu diciumnya bibir perempuan itu.
Nayra bergerak, perlahan membuka matanya. Mendapati wajah azki
"udah selesai?"tanya Nayra dengan suara pelan
Azki mengangguk dan berdehen.
Nayra bangun dari tempat tidurnya, azki sedikit menjauh dari tubuh Nayra.
"Mari, nay siapkan makanan Abang" kata nayra, beranjak keluar dari kamar, dengan azki yang berada dibelakangnya.
__ADS_1
Nayra mengambil nasi dan lauk yang sempat ia hangatkan sebelum akhirnya ia tertidur.
Azki memeluk Nayra, dari belakang. Tak mengganggu Nayra dengan rutinitasnya.
"bagaimana pernikahan kakak?"tanya azki.
"Alhamdulillah, persiapannya hampir 80 persen, tinggal 1 bulan lagi"ucap Nayra.
"kalau Abang juga ikut bantu bagaimana?"kata azki, kali ini melepaskan pelukannya pada Nayra. Nayra membawa sebuah piring berisi makanan kemudian duduk dilantai, diikuti azki.
"Ayah bilang jangan, takut orang akan berpandangan buruk pada Abang dan Nayra, ayah bilang kita sama-sama pendidik akan tidak baik jika terlalu sering terlihat bersama"kata nayra sambil menyuapi azki.
Azki mengangguk
"Abang, nay boleh izin , pulang ke rumah ayah, dalam 2 hari nanti?"pinta Nayra pada laki-laki itu.
"2 hari ya?"tanya azki, sedikit berfikir.
Nayra mengangguk dengan penuh harap.
"ada apa?"tanya Azmi
__ADS_1
"hmmmmmp"Nayra tak lansung menjawab pertanyaan azki