
Nayra menghentikan sepeda motornya, tepat di depan sebuah kedai kelontong. iya melebarkan senyum ke arah seorang laki-laki paruh baya. laki-laki itu membalas dengan senyum yang sumringah ia begitu bahagia melihat Nayra pulang.
diambilnya tangan laki-laki laki itu kemudian diciumi nya seakan begitu rindu kepada laki-laki tersebut.
Naira melihat ke kiri dan ke kanan. mencari kakaknya, yang biasanya akan duduk di kedai tersebut.
"lagi belanja" ujar ayahnya tanpa bertanya paham bahwa anaknya sedang mencari Meysa kakaknya.
__ADS_1
Nayra hanya membulatkan bibirnya menandakan bahwa ia memahami maksud ayahnya
"bagaimana pernikahan kakakmu waktunya hampir sebulan" tanya ayah kepada Nayra
"apakah laki-lakinya sudah mengantarkan uang"tanya Nayla ingin tahu
"nay tahu betapa kerasnya Meysa. Ayah pun sulit untuk menayangkan hal-hal berkaitan dengan pernikahannya. tapi, sejauh yang Ayah tahu adalah laki-laki itu belum menyerahkan apapun kepada kakak. karena meysa belum memberikan apapun kepada ayah" jelas Ayah kepada Nayla
__ADS_1
"Ayah tidak menanyakan mengapa laki-laki itu belum juga mengantarkan uang sementara waktunya hanya tinggal 1 bulan lagi "desa Nayla ingin tahu
"sulit bagi ayah Nay. "laki-laki itu kemudian menarik nafas panjang, dan melepaskannya dengan kuat hingga terdengar oleh Naira.
"nanti akan nay tanyakan kepada kakak. tapi nay harap, Ayah tidak terlalu keras kepadanya "ucap Naira ragu. iya takut menyinggung ayahnya.
"Ayah tidak tahu lagi bagaimana mengatasi meysa. Ayah sudah melakukan apa yang dia mau dan akan melakukan apa yang dia mau "suara ayahnya terdengar menyerah.
__ADS_1
Nada suaranya menunjukkan bahwa ia benar-benar telah menyerah kepada meysa kakaknya. kerasnya sikap kakak membuat Ayah menjadi tak bisa mengatur. jika dari awal, kakaknya mengikuti permintaan Ayah untuk tidak memiliki hubungan dengan laki-laki itu mungkin semua yang sedang terjadi tak akan terjadi semua orang sudah tidak menyetujui pernikahan mereka bahkan dari awal sebelum pertunangan terjadi semua orang dirumah tidak pernah menyetujui. tapi karena kerasnya kepala kakak membuat semua orang hanya diam. hanya memantau setiap pergerakan pergerakan yang terjadi. dan yang terjadi hampir 1 bulan uang yang sudah seharusnya diterima oleh pihak keluarga belum juga diberikan kepada keluarga. uang tersebut sebetulnya digunakan untuk membuat acara pernikahan. namun laki-laki tersebut selalu memiliki alasan untuk menunda pertemuan untuk mengantarkan uang hingga 1 bulan sebelum hari pernikahan uang itu juga belum sampai.