
Pagi hari nayra menenteng sebuah tas berisi sekotak nasi goreng, roti dan beberapa buah-buahan yang sempat ia beli sebelum pulang semalam. Ketika ia sampai ke ruangan itu fahri sedang sendirian.
"mana ustadz, ri"tanya nayra
"tadi ustadz hanif datang bersama ustazah aisyah dan ustazah maryam. Mereka keluar sebentar katanya mau cari sarapan" jelas fahri pelan.
"ber-empat"batin nayra
"ustazah, tidak memberi tau ustadz, kalau mau datang?"tanya fahri kembali
"sudah. hanya saja tidak baca"jawabnya.
"owh. batrey ponselnya habis ustazah. Tadi pagi dibawakan ustadz hanif chargerny" jelas fahri lagi.
"ri, ustazah harus pergi sekarang. Ada jam ngajar pagi. Fahri tinggal sendiri boleh?"tanya nayra
anak itu mengangguk
"fahri sudah sarapan?"katanya lagi
anak itu menggeleng sedikit malu.
"Ini ada roti dan susu hangat, ustazah bawakan. Fahri makan saja dulu sambil menunggu sarapan datang" katanya sambil mendekatkan beberapa roti dan mengeluarkan makanan yang ada di dalam tas.
"ustazah pergi ya ri"pamit nayra dengan menenteng sekotak nasi goreng yang awalnya ia siapkan untuk azki.
Nayra pergi meniggalkan fahri sendirian di kamarnya. Berjalan melewati koridor-koridor rumah sakit yang panjang. Ia berlalu melewati pintu keluar rumah sakit menggunakan motornya dan membaur dengan kebisingan jalan pagi itu.
Dari jauh azki yang sedang berjalan ingin memasuki area rumah sakit melihat ke arah pintu keluar yang tidak jauh dari tempat ia berdiri. Berusaha memastikan apa yang ia lihat. Tapi ia diam saja.
__ADS_1
Sesampainya mereka di ruangan fahri, azki yang penasaran ingin memastikan penglihatannya tadi pada fahri.
"ri, ada yang datang tadi?" katanya sambil berpura-pura melihat ke arah makanan yang ada disamping fahri.
"ustazah nayra, ustadz" katanya singkat.
"enak betul si fahri ini. Ustazahnya yang mengantarkan sarapan" gurau azki, yang disambut sedikit tawa dari yang lain. Namun, tidak pada azki.
ia menyipitkan mata, meminta penjelasan yang lebih dari anak itu.
"ustazah nayra bertanya kemana yang jaga. Saya bilang ustadz dan ustazah keluar sebentar mencari sarapan" jelas fahri, yang menerima kode dari azki.
Perasaan azki tiba-tiba memburuk mendengar ucapan fahri. Khawatir istrinya berpikir terlalu jauh.
Azki mengambil ponselnya di atas meja, yang baru beberapa persen terisi. Dibukanya ponsel itu, benar saja. Ada beberapa pesan dari nayra yang mengabarkan bahwa ia akan datang pagi itu untuk mengantarkan sarapan, tapi ia tak melihat makanan yang nayra maksud dalam pesan.
"atau tanyakan pada fahri. tapi mana mungkin. sedang ada yang lain"katanya.
"ri, ustazah keluar ada bawak sesuatu?" kata azki disamping ranjang fahri.
"ada. Keknya kotak makanan"katanya.
Buru-buru ia keluar dari ruangan itu, menelpon nayra.
Panggilannya berdering, namun tak diangkat pemilik ponselnya. Berulang kali ia menelpon, namun tak diangkat.
Ia masuk ke dalam kamar fahri dengan sedikit kegelisahan yang ia coba tutupi.
"tadi ustazah bilang. Tidak bisa lama-lama menjenguk. Ada jam ngajar pagi" kata fahri tiba-tiba.
__ADS_1
Anak itu menangkap kegelisahan dari sikap ustadznya. Azki melihat ke arahnya memastikan pendengarannya. Fahri tersenyum dan sedikit mengangguk.
"Mudah-mudahan benar. Ia sedang mengajar" batin azki.
"fahri ini kesayangan azki, maryam" kata hanif yang sedang berusaha mencairkan suasana.
Maryam di ajak berbicara, hanya menyipitkan mata.
"kemana-mana berdua. Cuma akhir-akhir ini ustadznya sedang sibuk" kata hanif dengan sedikit tertawa.
"ustadz, lagi sibuk nyari ustazah, ustadz" kata fahri senyum kecil, menggoda azki yang sedang gelisah.
"ngapain jauh-jauh. ini ada 1"kata hanif
Maryam yang dimaksud hanya menunduk. Azki tak menggubriskan obrolan mereka.
"Ki, antum ada kelas jam 10 kan?" hanif mengingatkan azki.
"subhanallah, ana lupa" kata azki
"kalian tunggu in fahri saya pulang bentar mau mandi" sambung azki tanpa fikir panjang dengan ucapnnya.
"Ya udah sekalian pulang aja. Ngapain ke sini lagi" tukas hanif
Azki diam. Menyadari bahwa ia salah berucap. Yang ia maksudkan adalah pulang ke kos nayra. Untuk mandi dan menggantikan pakaian. Karena beberapa jubahnya di cuci nayra, sedangkan jubah yang dipondok belum di setrika.
"Ki, nanti pulang sama maryam dan aisyah ya. Ana jaga fahri" pinta hanif.
Azki mengangguk.
__ADS_1
Ia meminta izin untuk pulang ke rumah temannya, yang ia maksudkan adalah kos. Untuk mengganti pakaian. Tanpa curiga mereka mengizinkan azki keluar. Sementara fahri hanya tersenyum.