Ambiguitas Diantara Kita

Ambiguitas Diantara Kita
27# Membuat Rencana


__ADS_3

Azki duduk disamping kasur, untuk membangunkan nayra, karena akan memasuki waktu subuh.


"Nay"panggil azki lembut


Nayra membuka mata, dilihatnya laki-laki yang ada didepannya sudah menggunakan jubah, lengkap dengan peci dikepalanya.


"bangun"lanjut azki, melihat nayra hanya diam.


Nayra malah menggeserkan tubuhnya hingga kepangkuan azki. Dipeluknya laki-laki itu.


Azki hanya bisa tersenyum, menerima perlakuan manja istrinya.


"bangun, sayang" ulang azki.


Nayra mendongak sebentar, lalu kembali memeluk azki.


Azki yang merasa akan baik-baik saja meskipun dengan baju nayra yang serba pendek, dibukanya selimut yang menyelimuti tubuh nayra.


Dia sedikit beranjak, kemudian mengangkat tubuh nayra, digendongnya perempuan itu.


"baiklah, nay jalan sediri"ucap nayra ketika menyadari tindakan azki.


"sudah terlambat" kata azki, kemudian menciumnya, sambil tetap menggendong nayra hingga ke depan kamar mandi.


"Abang tunggu ya"ingat azki, kemudian meninggalkan.

__ADS_1


Azki duduk di sajadah, menunggu adzan subuh, sambil mengulang hafalannya.


Nayra datang, dilihatnya mukena dan sajadah sudah berada dibelakang azki.


Nayra mengambir outer panjangnya yang tergantung, kemudian menggunakannya.


Azki menghadap ke arah nayra, yang sudah duduk dengan mukena. Seperti biasa jika azki sudah menghadap ke arahnya seperti itu, itu berarti waktu nayra menyetorkan hafalannya.


Nayra memulai hafalannya, itu setoran pertamanya di juz 29. Setiap pekan nayra akan menyetorkan minimal 1 halaman kepada azki.


Beberapa kali azki harus memperbaiki kesalahan nayra. Hingga hafalannya benar-benar baik.


Azki tersenyum.


Nayra memanyunkan bibirnya ke depan, memamerkan wajah sedih.


"11"katanya pendek.


"nanti kita selesaikan hukuman nay" goda azki.


Adzan subuh berkumandang, setelah qobliyaj subuh azki memilih untuk sholat di rumah, mengimami nayra. Setelah mengerjakan sholat subuh, azki bersiap untuk kembali ke pesantren, seperti yang telah ia janjikan.


"Nay, insyaa allah, pekan ini abang ke sini lagi. Ayah, belum meminta nay pulang kan?" tanya azki, sambil menggunakan jaketnya.


"ayah, tergantung abang. Jika mengizinkan nay pulang. Nay akan pulang walaupun sendiri"kata nayra tersenyum kecil

__ADS_1


"maaf, belum bisa mengantarkan nay pulang, maaf jika masih sering pulang sendiri melewati hutan"kata azki tulus.


Nayra mendekatkan wajahnya pada azki, kemudian disentuhnya ke dua pipi laki-laki itu, azki diam.


"insyaa allah, nay baik-baik saja"ucap nayra kemudian mengecup bibir azki lembut.


"pergi lah nanti terlambat" sambung nayra dan melepaskan tangannya dari wajah azki.


Azki menarik nayra hingga kepelukannya, di dekapnya erat perempuan itu.


"11 kesalahan mu tadi, ini saja hukumannya"ucap azki masih memeluk nayra.


"nay hitung. 1,2,3,4,5,6,7,8,9,10,11.Habis"kata nayra.


"mengapa begitu pelit untuk sebuah pelukan. abang akan merindukan mu, jenguk lah kami disana"kata azki masih mempertahankan pelukannya.


"abang mau nay, bermalam disana?"goda nayra.


azki melepaskan pelukannya.


"Di kamar ustadz?"sambung nayra.


"tidak juga. Tapi akan susah rasanya?"fikir azki.


"nay akan bermalam di sana. malam ahad."ucap nayra semangat.

__ADS_1


__ADS_2