Anak Nakal Pak Kyai

Anak Nakal Pak Kyai
Bab 11


__ADS_3

Yuk kita kenalan dengan tokoh dalam novel ini. Biar makin sayang dengan mereka.



Visualisasi Devan Abimanyu



Visualisasi Sisil Aulia Kanza



Visualisasi dr. Rehan Dewangga



Visualisasi Christina



Visualisasi Sukma dan Ruben


Setelah merasakan kenyang dan mereka sudah menyelesaikan acara makan malamnya, Sisil pun kemudian diantarkan pulang oleh Rehan ke pondok pesantren.


Sisil sampai saat itu masih belum melihat keberadaan Devan di restoran yang sama seperti dirinya. Sampai pada saat Sisil yang hendak masuk ke dalam mobil Rehan, tiba-tiba saja tangannya di tarik oleh seseorang dan refleks Sisil langsung mengeluarkan kemampuan taekwondonya.


Devan yang terkejut dengan apa yang di lakukan Sisil kepada dirinya, sontak melayani Sisil. Sehingga pertarungan keduanya pun tidak bisa di hindari dan terlihat sengit diantara keduanya.


Rehan dan Christina terlihat memperhatikan mereka berdua yang sama-sama memiliki kemampuan pertarungan yang hebat.

__ADS_1


Christina terlihat merasa sangat bahagia karena Devan yang terus menyerang Sisil dengan keras. Berbeda dengan Rehan yang merasa khawatir dengan keselamatan Sisil.


Rehan berusaha untuk melerai pertarungan mereka berdua. Akan tetapi Sisil yang memang sedang kesal terhadap suaminya, dia terus saja menyerang Devan tanpa pikir panjang.


"Dasar perempuan gila! Berani-beraninya dia berpikir bisa menang melawan kekasihku. Apa dia tidak tahu siapa itu Devan Abimanyu?? Seorang ketua geng motor yang terkenal di daerah ini dan dia selalu memenangkan setiap pertarungan!" mendengar apa yang dikatakan oleh Christina membuat hati Sisil menjadi panas.


Sisil semakin memiliki semangat untuk bisa segera melumpuhkan Devan. Sisil ingin membuktikan bahwa dirinya jauh lebih unggul daripada suaminya yang sejak kemarin terus saja membuat dia merasa kesal. Karena terus berdekatan dengan Christina. Devan sepertinya tidak menghargai pernikahannya bersama dirinya. Hal itu benar-benar membuat Sisil sangat emosi dan tidak senang.


"Akan aku tunjukkan padamu! Siapa yang lebih unggul! Antara Aku dan kekasihmu yang biadab ini!" ucap Sisil sambil menatap tajam pada Devan. Devan merasa kesal mendengar perkataan Sisil.


Entah kenapa hati Devan merasa begitu teriris sembilu melihat kemarahan di mata istrinya saat menatap dirinya. Devan bisa menangkap amanah di mata dan ucapan Sisil yang begitu keras dan tegas.


"Apa kau bilang?? Biadab?? Lancang sekali mulut kamu itu!! Akan aku tunjukkan padamu! Kalau laki-laki biadab ini pasti bisa melumpuhkanmu!" Devan bertarung semakin gencar dan mengeluarkan semua jurus-jurus taekwondo yang dia miliki.


Rehan yang semakin khawatir dengan kondisi mereka berdua, yang bertarung semakin sengit. Dia berusaha untuk menenangkan Sisil dan berusaha untuk melerai pertarungan mereka berdua yang sama-sama tidak mau mengalah satu sama lain.


"Sisil hentikanlah pertarungan kalian! Ini sudah malam! Kalian bisa diusir oleh pihak restoran, kalau kalian tidak menghentikan semua ini!" dan benar saja apa yang dikatakan oleh Rehan. Seketika datang 3 orang security yang menghentikan semua pertarungan mereka.


Ketika Devan melihat Sisil yang lengah, karena fokusnya terbagi antara security dan Rehan, dia pun langsung mengangkat tubuh Sisil dan menaikkannya ke atas motornya.


Sisil berontak dan berniat untuk turun dari motor milik Devan. Akan tetapi pemuda itu langsung berbisik ke telinga Sisil dan membuat gadis itu merinding mendengarnya.


"Menurut padaku atau aku akan melaporkanmu kepada Abi dan juga kedua orang tuamu. Kalau kau pergi keluar bersama pria lain! Kamu tahu kan kalau Abiku dan ayah kamu adalah orang yang fanatik? Mereka sudah pasti akan menghukummu dan tidak akan membiarkanmu untuk keluar dari rumah!" bisik Devan di telinga Sisil.


Sisil sebenarnya tidak terlalu takut dengan apa yang dikatakan oleh Devan. Karena dia pun memiliki rahasia Devan yang masih berhubungan dengan Christina. Sisil sangat tahu, kalau hubungan Devan dan Christina tidak direstui oleh kedua orang tua mereka berdua karena adanya perbedaan agama di antara mereka berdua.


Akan tetapi Sisil yang sudah merasa lelah karena sejak tadi bertarung dengan Devan. Akhirnya dia memilih untuk mengalah dan menurut kepada Devan. Sisil ikut Devan tanpa banyak protes.


Christina terlihat misuh-misuh ketika dia melihat Devan dan Sisil yang pergi meninggalkan restoran tanpa melihat ke arahnya.

__ADS_1


"Ih, Devan kurang ajar sekali!! Kenapa dia malah pergi dengan wanita itu? Alih-alih membawaku pulang?" tanya Christina pada dirinya sendiri.


Rehan hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Christina yang terus mengamuk karena ditinggalkan begitu saja oleh Devan di area parkiran restoran.


Melihat biang kerisuhan sudah pergi, security pun meninggalkan mereka berdua.


"Masuklah ke mobilku. Aku akan mengantarmu untuk pulang ke rumahmu. Ini sudah malam! Tidak baik seorang gadis berada di luar!" Rehan kemudian membuka pintu mobilnya untuk Christina.


Christina tampak menatap Rehan dengan sinis. Christina sebenarnya tidak suka dengan pemuda itu yang sudah membuat Devan kalang kabut karena dekat dengan Sisil.


"Gara-gara kamu yang selalu dekat dengan istrinya! Devan jadi selalu seperti suami yang cemburu begitu." Christina mengungkapkan kekesalan di hatinya kepada Rehan yang hanya tertawa mendengarnya.


Christina merasa kesal luar biasa melihat dirinya yang sekarang menjadi bahan tertawaan pemuda itu yang masih asing bagi Christina.


"Kau sudah tahu kalau Devan memiliki istri. Lalu kenapa kau masih mempertahankan statusmu sebagai kekasihnya?? Apakah sebagai seorang wanita kamu tidak memiliki harga diri?" tanya Rehan telak dan langsung mengena ke dalam hati Christina yang merasa tersinggung dengan ucapannya.


Christina menggila dengan berusaha menghentikan mobil yang dikendarai oleh Rehan yang saat ini sedang melesat di tengah jalan yang ramai.


"Apa kau gila? Hentikanlah kebodohan kamu itu! Apa kau ingin kita berdua mati, huh?" Rehan terlihat begitu kesal dengan sikap Christina yang sangat ceroboh dan terkesan urakan.


Christina kemudian menghentikan kelakuannya setelah melihat Rehan yang mulai marah terhadapnya.


"Berhentilah melakukan hal-hal yang malah akan membuatmu terlihat begitu buruk di mata orang lain!" Christina tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Rehan.


"Maksudnya?"


"Apa yang kau lakukan ini hanya membuat Devan semakin berpikir bahwa dia lebih mencintai Sisil daripada kamu! Apalagi mereka berdua sudah terikat oleh pernikahan. Berpikirlah dengan jernih dan gunakan otakmu untuk bisa membuat Devan tetap bertahan di sampingmu secara elegan! Apa kau mengerti maksud aku?" tanya Rehan pada Christina yang masih belum terlalu maksud dengan apa yang dia katakan.


Christina kemudian turun dari mobil Rehan setelah sampai di depan rumahnya.

__ADS_1


"Pikirkan baik-baik apa yang aku katakan tadi kepadamu!" pesan Rehan pada Christina.


Christina hanya acuh saja dengan apa yang dikatakan oleh Rehan dan dia pun masuk ke dalam rumah dengan emosi di hatinya kepada Devan.


__ADS_2