
Sisil terlihat begitu kesal karena sudah hampir jam 22.00 tetapi Devan belum juga menampakkan batang hidungnya di arena balapan liar. Sisil terlihat sudah tidak sabar untuk menunggu lagi.
"Andreas! Coba kau hubungi anggota geng motor Galaksa! Apakah ketua mereka tidak datang untuk bertanding dengan kita?" tanya Sisil yang sudah mulai murka.
Andreas mendekati Sisil, "Anak buahnya tadi datang kemari dan mengatakan, katanya acara balapan liar malam ini diundur dulu, karena ketua mereka sampai sekarang masih belum bisa dihubungi." Sisil mendengus kesal mendengar keterangan itu.
"Pasti Devan sedang mengurus masalah Christina yang ada di penjara. Sejak dulu hanya masalah Christina yang bisa membuat dia meninggalkan segalanya tanpa berpikir panjang lagi!" cicit Sisil merasa benar-benar sangat cemburu kepada suaminya sendiri.
Andreas mendekati Sisil yang begitu marah gegara Devan yang membatalkan acara balapan liar mereka pada malam ini.
"Bukankah kamu istrinya? Aku lihat Kalian tadi pagi bersama. Masa kau tidak tahu ke mana suamimu pergi?" tanya Andreas sambil menepuk bahu Sisil.
Sisil malah melotot pada Andreas. "Aku meninggalkan dia untuk datang ke markas besar kita. Tadi sih Aku lihat dia mengikutiku dengan motor miliknya. Tapi entahlah! Aku tadi begitu kesal kepadanya jadi mengebut dan pergi meninggalkan dia begitu saja." Andreas hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan kelakuan sahabatnya yang selalu membuat dirinya pusing tujuh keliling.
Andreas lalu menghubungi Halimah, yang kebetulan adalah Tantenya yang merupakan adik dari ayahnya. "Assalamualaikum tante, di manakah Devan?" tanya Andreas penasaran.
"Waalaikumsalam, oh, Andreas? Devan saat ini sedang dirawat di rumah sakit karena dia mengalami kecelakaan." jawab Halimah dengan suara sedih sekali.
Andreas tentu saja terkejut mendengar berita itu yang benar-benar tidak diharapkan olehnya. Walaupun dirinya sejak dulu selalu tidak akur dan lebih banyak bertengkar dengan Devan, tetapi di dalam hatinya Andreas menganggap Devan selamanya sebagai sahabatnya.
"Innalilahi wa innailaihi, saya akan kesana Tante, untuk menjenguk Devan!" Sisil yang tadinya hendak meninggalkan arena balapan liar, akhirnya menghentikan langkahnya.
Sisil sudah lama tidak berhubungan dengan mertuanya maupun ayahnya. Jadi sangat wajar kalau Sisil tidak tahu tentang kondisi Devan sekarang.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Sisil heran sekali melihat ekspresi dan respon dari Andreas. Setelah dia selesai menghubungi Halimah.
"Ayo, Sil! Sekarang sebaiknya kamu ikut denganku ke rumah sakit." ucapan Andreas terdengar begitu menyeramkan di telinga Sisil.
Sisil menepiskan tangan Andreas dari lengan miliknya. Sisil saat ini sangat lelah dan ingin segera sampai ke kontrakan miliknya. Sisil tidak peduli dengan apapun yang ingin dilakukan Andreas kepadanya.
"Gue ngantuk banget ya, Andreas! Loe gak usah ganggu-ganggu waktu istirahat Gue! Tadi seharian kita merapatkan tentang balapan liar malam ini, tetapi ternyata tidak jadi. Sungguh buang-buang waktu saja!" Sisil terlihat begitu kesal karena masalah itu.
Andreas tidak memperdulikan semua keluhan Sisil. Andreas langsung menarik tangan Sisil agar naik ke motor miliknya. Tetapi Sisil yang keras kepala malas untuk melakukan itu.
"Gue bawa motor sendiri nggak perlu Elo anterin gue!" Sisil sudah mau pergi, tapi langkahnya terhenti ketika mendengar suara keras dari Andreas.
"B@ngke loe emang ya! Saat ini suami Loe sedang berjuang karena melawan maut di rumah sakit dan Loe di sini masih sempat untuk marah-marah hanya karena balapan liar yang tidak jadi? Astagfirullah, Sisil! Terbuat dari apakah hatimu sebenarnya?" Andreas berteriak sekeras mungkin untuk menyadarkan Sisil bahwa apa yang dia lakukan saat ini benar-benar salah.
Sebenarnya wajar saja sih kalau Sisil melakukan itu. Dia kan tidak tahu masalah kecelakaan yang dialami oleh Devan. Oleh karena itu sekarang Sisil terlihat begitu kaget mendengar ucapan Andreas.
Andreas sadar kalau saat ini Sisil dalam keadaan linglung dan terkejut. "Tadi gue menghubungi ibu tirinya Devan yang merupakan tante Gue, jadi berita ini valid dan pasti benar!" Sisil sontak lemas seluruh tubuhnya. Sisil berusaha mencari pegangan.
"Ayo Gue anterin Loe ke rumah sakit." Andreas menawarkan diri kepada Sisil.
Sisil tadinya bersikeras hendak pergi dengan menggunakan motornya tetapi dilarang oleh Andreas. "Naik ke motor Gue, Sil! Kamu saat ini pikirannya sedang kacau. Rasanya, tidak baik kalau Loe menggunakan motor Loe sendiri. Karena itu sangat berbahaya!" Andreas berteriak kepada Sisil.
Teriakan Andrea sukses menyadarkan Sisil dan akhirnya mau menuruti keinginannya.
__ADS_1
"Cepet Andreas! Kita harus segera menemui Devan!" perintah Sisil yang begitu khawatir dengan kondisi Devan.
Visualisi Andreas
"Sabar, Sil! Ya ampun! Walaupun kita khawatir dengan suamimu, tetapi keamanan tetap harus yang utama. Jangan sampai nanti kita malah ikut-ikutan masuk rumah sakit seperti Devan!" ucap Andreas pada Sisil.
Entah kenapa, Sisil merasa hatinya sangat tidak tenang. Setelah mengetahui keadaan Devan yang sesungguhnya dari Andreas.
Begitu sampai di rumah sakit, Sisil langsung mencari ruangan tempat Devan saat ini sedang dirawat. Rehan terlihat kaget melihat kedatangan Sisil di rumah sakit miliknya pada tengah malam seperti itu.
"Sil, ada apa?" tanya Rehan yang kebetulan mendapatkan shift tengah malam pada hari ini. Jadi wajar kalau Rehan belum mengetahui tentang keadaan Devan yang terbaru.
"Devan kecelakaan, Kak Rehan. Apakah kau tidak mengetahui kondisi terbaru dari Devan?" tanya Sisil pada Rehan.
Sisil seharusnya sedang bekerja ataupun bertugas sebagai seorang koas untuk malam itu. Tetapi karena perjanjian untuk melakukan balapan liar dengan Geng Motor Galaksa, membuat Sisil akhirnya mengajukan cuti atau izin kepada pengawasnya.
"Kebetulan saja malam ini aku dapat shift malam. Jadi baru datang ke rumah sakit. Aku tidak tahu kejadian sewaktu tadi pagi. Ada apa memangnya, Sil?" tanya Rehan terlihat begitu kepo melihat ekspresi Sisil yang begitu khawatir sekarang.
Sisil Kemudian menceritakan semuanya tentang Devan kepada Rehan.
"Baiklah kau tunggu sebentar. Aku akan menghubungi suster yang bertugas malam ini. Semoga saja dia bisa memberitahukan tentang kabar Devan yang terbaru," Sisil akhirnya menuruti keinginan Rehan.
__ADS_1
Sisil dan Andreas hanya bisa menunggu Rehan selesai berbicara dengan suster yang bertugas malam ini.
"Devan sekarang sudah dipindahkan ke ruangan perawatan. Tadi pagi dia menjalani operasi karena terjadi pendarahan di otaknya. Dia dalam keadaan koma sekarang." Rehan memberitahukan kepada Sisil tentang apa yang dia dengar dari suster yang tadi dia hubungi tentang keadaan Devan yang sebenarnya. Sisil langsung pingsan setelah mendengar ucapan Rehan soal Devan.