Anak Nakal Pak Kyai

Anak Nakal Pak Kyai
Bab 31


__ADS_3

Devan malah naik ke jok motor milik Sisil. "Kau mau apa? Turun! Kita akan bertemu di arena balapan liar nanti malam. Kalahkan aku, Kalau kau ingin mendapatkan kembali motormu ini." Devan tidak perduli dengan motor miliknya.


"Ambil saja buat kamu. Aku gak perduli dengan motor itu. Aku hanya ingin kau bahagia!" ucapan Devan membuat Sisil merona pipinya untuk sesaat. Tapi Sisil langsung menepis semuanya.


Sisil kembali ingat dengan Christina yang sekarang ada di penjara. Sisil tidak tahu apa yang terjadi kepada Christina di sana dengan penyakit yang di miliki oleh Christina saat ini. Christina pasti akan begitu kesulitan untuk beradaptasi di penjara.


"Apa kau tahu kalau kekasihmu saat ini sedang berada di penjara? Apa kau tidak khawatir dengannya?" tanya Sisil merasakan kepedihan di hatinya ketika memikirkan kembali semua yang pernah terjadi di masa lalu.


Ya! Sisil menganggap bahwa kisahnya bersama Deva kini telah menjadi masa lalu. Sisil sudah bertekad untuk mengajukan permohonan perceraian kepada pengadilan.


"Aku tidak peduli dengan Christina! Dia layak mendapatkan semua itu! Dia sudah tega sekali berbuat jahat kepadamu. Dia juga begitu keji dengan memfitnah kamu di depanku. Aku gak suka hal itu!' Sisil mendengus kesal.


Sisil merasakan hatinya sesak karena begitu mudahnya Devan melupakan cinta membara yang dia rasakan kepada Christina.


"Cih! Di mana-mana laki-laki itu sama saja! Kau hanya perduli saat mencintai dia. Setelah kamu tahu kebusukan wanita yang kamu cintai, begitu mudah kau tidak perduli! Minggir Devan!" Sisil malah terlihat begitu murka kepada Devan yang tentu saja bingung dengan amarah Sisil yang meledak-ledak.


Sejujurnya Devan cukup terkejut melihat seseorang yang tiba-tiba mengamuk seperti itu. Baru kali in Devan melihat secara langsung kemarahan Sisil.


Devan memang pernah mendengarkan tentang kekejaman Queen dari geng motor Scorpio yang tidak pernah menunjukkan perasaan di hadapan musuhnya.


Devan juga sering sekali mendengar cerita anak buahnya yang pernah bentrok secara langsung dengan Queen Geng Motor Scorpio.

__ADS_1


Devan masih shock melihat amarah Sisil. Sehingga dia tidak menyadari kalau Sisil sekarang sudah tidak ada lagi di hadapannya.


Saat sada, Devan Langsung naik ke jok motornya dan pergi mengejar Sisil. Suam istri itu akhirnya berusaha untuk saling mengalahkan. Devan tentu saja tidak mau kaah oleh Sisil.


Sebagai ketua geng motor, tentu saja Devan tidak mau kalau sampai namanya hancur hanya karena seorang perempuan. Apalagi dia sekarang tahu kalau Sisil ternyata yang selalu membuat dirinya penasaran.


Bukan masalah ringan perkara yang menggangu Devan soal Queen dari Geng Motor Scorpio. Berkali-kali dirinya di kalahkan oleh Sisil.Tentu saja Devan merasa harus mengembalikan martabatnya sebagai seorang ketua geng motor.


Devan terus saja melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Sehingga Devan tidak menyadari saat ada sebuah mobil yang tertuju kepada Devan.


Motor yang di kendarai oleh Devan terlempar keluar dari batas jalanan. Orang-orang yang melihat kejadian itu sontak menjerit dan berteriak ketakutan. Sisil yang sudah jauh di depan Devan tidak mengetahui kejadian itu.


Devan langsung diselamatkan oleh orang-orang yang melihat kejadian itu.


Mereka menolong Devan dan bersaksi di kantor polisi. Devan saat ini sudah berada di rumah sakit dalam keadaan koma. Pendarahan di kepalanya yang membuat Devan tidak sadarkan diri.


"Bagaimana keadaan anak saya dokter?' tanya Kyai Ibrahim yang begitu mengkhawatirkan keadaan putranya.


"Dia masih koma, Pak Kyai Ibrahim! Kami akan terus memantau keadaannya. Kalau dia bisa melewati malam ini, itu artinya dia bisa melalui saat kritisnya kita bisa berharap untuk kesembuhannya." Kyai Ibrahim merasa lemas seluruh tubuhnya.


Kalau seandainya Halimah tidak memeluk suaminya, dia pasti terjatuh ke lantai. Karena tidak sanggup untuk menopang tubuhnya sendiri. Kyai Ibrahim menangis begitu pilu.

__ADS_1


"Saya permisi dulu. Kalau ada apa-apa dengan Devan hubungilah kami," pesan dokter yang merawat Devan lalu pergi ke arah ruangan lainnya untuk memeriksa pasiennya yang lain.


Walaupun Kyai Ibrahim dan Devan tidak pernah akur akan tetapi Sang Kiai sangat menyayangi Devan melebihi apapun juga.


"Devan pasti sedang kesakitan. Ayah macam apa Abi ini? Kenapa sejak dulu Abi tidak pernah melarang dia untuk berhenti bergaul dengan para geng motor itu? Pasti yang telah melakukan ini adalah musuhnya. Devan punya banyak musuh gegara statusnya sebagai ketua Geng Motor Galaksa. Abi tidak akan pernah memberikan kasus ini berlalu begitu saja. Abi harus mengusut tuntas tentang semuanya. Abi akan menghukum orang jahat yang membuat putraku seperti ini!" Mata Kyai Ibrahim bahkan sampai memerah karena menahan emosi di hatinya.


Halimah memeluk suaminya dan berusaha untuk menghibur Kyai Ibrahim yang saat ini terlihat begitu khawatir dengan kondisi Devan, putranya yang selalu menganggap dirinya sebagai musuh.


Akan tetapi Kyai Ibrahim tidak pernah merasakan kebencian sedikitpun kepada Devan. Kyai Ibrahim bisa mengerti apa yang dirasakan oleh putranya yang berharap dirinya akan setia kepada mendiang istrinya.


Akan tetapi Kyai Ibrahim tidak bisa melakukan hal itu. Karena dia takut dengan fitnah yang akan menyertai dirinya. Apalagi dirinya memiliki sebuah pondok pesantren. Dirinya tidak mau kalau sampai terjerumus dengan sesuatu yang tidak seharusnya.


Seorang laki-laki normal terkadang kesulitan untuk menahan hasrat yang bergejolak di dalam dirinya untuk bersama dengan seorang wanita. Kyai Ibrahim masih muda dan baru punya anak satu. Ada kebutuhan yang mendesak dan Kyai Ibrahim juga sadar bahwa pernikahan adalah ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah.


Istrinya sudah meninggal dan beristirahat dengan tenang. Jadi tidak ada salahnya kalau dirinya menikah lagi dengan wanita baik yang telah begitu telaten merawat sang istri ketika sedang sakit keras.


Akan tetapi apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh Devan tidaklah sama dengan sang ayah. Sehingga membuat hubungan mereka semakin merenggang dan terus meruncing.


Devan kalau itu masih kecil dan masih berpikir secara egois untuk dirinya sendiri. Devan tidak mau kehilangan kasih sayang ayahnya apabila ayahnya menikah lagi dan memiliki anak dari istrinya yang baru.


Pikiran-pikiran jahat yang selalu masuk ke dalam otak Devan yang membuatnya akhirnya melakukan banyak hal yang tercela hanya untuk membuat ayahnya marah.

__ADS_1


"Abi sudah banyak sekali dosa kepada Devan. Sebagai orang tuanya, Abi tahu bahwa Abi telah begitu mengecewakan dia. Abi bukan ayah yang baik untuk Devan!" Kyai Ibrahim terus menatap Devan dari jendela kamar dan memperhatikan putranyanya yang masih memejamkan matanya.


Halimah memeluk suaminya yang begitu sedih dengan keadaan Devan yang masih koma.


__ADS_2