
Setelah mendapatkan bukti bahwa Christina bekerja sama dengan mucikari, Sisil kemudian menghubungi rekan geng motornya yang lain.
Sisil tidak akan pernah membiarkan dirinya di aniyaya oleh Christina yang jahat sekali kepada dirinya. Sisil sepanjang hidupnya tidak pernah merasa takut dengan apapun juga.
Sisil berusaha tetap survive di manapun dia berada.
"Aku tidak akan pernah membiarkan diriku jatuh dan membuat bahagia orang yang ingin kehancuranku!" monolog Sisil saat dia melihat kedatangan Christina di dalam kegelapan.
Saat itu Christina sedang berbicara dengan mucikari yang sedang memberikan perintah kepadanya untuk mencelakai Sisil yang merupakan saingan cintanya yang sangat berat sekali.
Padahal Sisil sudah pergi meninggalkan Devan lebih dari 2 bulan, tetapi Devan sampai saat ini masih belum juga melupakan Sisil.
Sisil selalu bisa melarikan diri dari para pelanggan yang di berikan oleh mucikarinya pada Sisil. Pemuda yang di temui oleh Sisil selalu membantunya dalam diam. Sisil benar-benar berterima kasih sekali kepada pemuda itu yang sudah berbaik hati padanya. Glane ternyata membuktikan semua perkataannya dan terus menyelamatkan Sisil dari para penjahat itu.
"Christina! Akan aku perlihatkan kepadamu, siapa orang yang kau lawan. Percayalah! Kamu pasti akan menyesal!" geram Sisil dengan tatapan penuh kebencian saat dia melihat Christina keluar dari tempat itu.
Sisil benar-benar tidak menyangka Christina bisa sekejam itu kepada dirinya. Padahal Sisil tahu kalau kondisi kesehatan Christina sudah tidak membaik. Dia sudah tergantung kepada obat-obatan untuk hidupnya bisa bertahan.
Christina terlihat batuk dan mengeluh kesakitan. "Nona, seharusnya anda tidak pergi keluar pada malam hari seperti ini. Kesehatan anda jauh lebih penting." ucap mucikari itu yang terlihat sangat mengkhawatirkan Christina.
Christina yang terus memegang dadanya hanya bisa menggelengkan kepala dan segera pergi dari tempat itu agar tidak ada orang yang mengenali dirinya.
Tapi Sisil sudah memfoto dan memvideokan semua kebersamaan Christina dengan mucikari itu. Dia juga sudah merekam semua pembicaraan antara mereka berdua yang sedang merencanakan untuk segera membuang Sisil ke luar negeri.
__ADS_1
"Cepat laksanakan tugasmu dan selesaikan semuanya dengan rapi. Aku tidak mau lagi melihat perempuan itu ada di Indonesia!" ucap Christina dengan terbata-bata.
Sisil yang saat ini sedang mendengarkan semuanya di dalam gelap, Sisil tampak mengepalkan kedua tangannya. Sisil geram bukan kepalang.
Sisil benar-benar tidak menduga kalau Christina memiliki hati sebusuk itu dan sekejam itu terhadap dirinya hingga tega melakukan kejahatan seperti itu kepada dirinya.
"Cintanya kepada Devan benar-benar sudah membuat Dia tidak punya otak yang benar. Dia telah menjadi wanita yang sangat keji dan jahat sekali!" monolog Sisil yang terlihat begitu kesal luar biasa ketika melihat Christina meninggalkan tempat itu dengan di kawal beberapa orang.
Melihat interaksi antara Christina dan mucikari di tempat itu, kelihatannya hubungan mereka tidaklah sederhana.
"Nyonya, sekarang apa yang harus kita lakukan kepada Sisil? Tuan Glane sudah mengancam kepada kita untuk tidak mengusiknya. Sementara Nona Christina memerintahkan kita untuk segera membuang dia yang jauh dari Indonesia. Bagaimana ini, Nyonya?" tanya seorang wanita yang selama ini menjadi manajer di tempat itu.
Perempuan paruh baya yang selalu dipanggil Nyonya atau mucikari di tempat itu terlihat begitu pusing. Dia terus memijat pelukisnya yang terasa sakit karena memikirkan masalah yang begitu berat untuknya saat ini.
Sisil cukup terkejut mengetahui fakta itu. "Christina oh Christina!! ternyata kamu seorang sugar baby? Astagfirullah!! Di balik kepolosan wajahmu dan cinta bucin kamu kepada Devan, ternyata kamu tak sesuci itu!" Sisil terlihat bahagia karena memiliki senjata rahasia yang bisa menjatuhkan Christina suatu saat nanti di hadapan Devan.
Setelah melihat anggota geng motornya sudah mulai masuk ke tempat itu, Sisil sudah bersiap untuk mengakhiri semuanya. Sisil sudah merasa cukup dengan keberadaannya di tempat itu hampir dua bulan lamanya. Bukti juga sudah banyak.
Sisil juga melihat Glane yang datang dengan beberapa anggota Kejaksaan yang siap untuk menangkap orang-orang yang ada di tempat itu.
Pada saat suasana dalam keadaan begitu hiruk pikuk, terlihat Christina yang sudah bersiap untuk kabur. Untung saja Christina belum terlalu jauh pergi dari tempat itu sehingga dia juga ikut terciduk.
Sisil merasa sangat bahagia karena usahanya tidak sia-sia. "Christina oh Christina!! Bagaimana rasanya ditangkap oleh Polisi?" tanya Sisil pada Christina yang sejak tadi terus memberontak dan meminta untuk dilepaskan.
__ADS_1
Christina melotot sempurna melihat Sisil yang terlihat begitu baik-baik saja. Setelah 2 bulan lamanya berada di tempat pelacuran dan hidup menderita sebagai seorang pelacur yang hina.
"Kau!! Bagaimana mungkin kau bisa begitu angkuh? Kau juga akan ditangkap oleh polisi karena kau berada di tempat ini sebagai seorang pelacur!" Christina terlihat begitu geram dan penuh kebencian ketika melihat Sisil.
Geng Motor Galaksa yang di pimpin oleh Devan terlihat juga membantu untuk menyelesaikan masalah itu.
"Nyonya Sisil?? Bagaimana anda bisa ada di sini juga? Nona Christina juga?? Kenapa kalian berdua ada di sini?" tanya anak buah Devan merasa bingung.
Christina yang mengetahui bahwa dia adalah anak buah Devan langsung berakting di hadapannya. karena Christina berpikir pasti Devan juga ada di sekitar sana bersama Geng Motor Galaksa lainnya.
Benar saja apa yang menjadi pemikiran Christina, Devan juga ada di sana dan membantu pihak kepolisian untuk membasmi penjahat-penjahat itu yang sudah meresahkan masyarakat.
"Christina, Sisil?? Kenapa kalian berdua ada di sini?" Devan terlihat begitu terkejut melihat dua wanita yang penting dalam hidupnya ada juga di tempat seperti itu.
Christina tentu saja langsung syuting untuk jatuh sakit dan tak berdaya. Sisil hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan Christina yang tidak juga berubah sejak dulu untuk menaklukan Devan.
Devan langsung menangkap tubuh Christina yang pingsan di hadapannya. "Christina! Alex!! Cepat kau bawa Christina ke rumah sakit!" perintah Devan kepada anak buahnya.
Akan tetapi polisi langsung menghentikan apa yang akan dilakukan olehnya. "Maafkan saya tuan Devan! Nona Christina tidak bisa dibawa pergi. Karena dia harus ikut kami ke kantor polisi!" Devan terlihat mengerutkan keningnya karena merasa heran.
"Kenapa?" tanya Devan merasa sangat prihatin dengan keadaan Christina yang pucat wajahnya.
Sementara mata Devan terus melihat ke arah Sisil yang selama ini sangat dia rindukan tetapi juga dia benci. Karena Devan yang otaknya sudah di cuci oleh Christina yang berpikir bahwa Sisil pergi meninggalkannya demi laki-laki lain yang di cintai oleh Sisil. Bodohnya Devan karena percaya begitu saja dengan kebohongan Christina si ulat keket.
__ADS_1