Anak Nakal Pak Kyai

Anak Nakal Pak Kyai
Bab 16


__ADS_3

"Ya udah, Ayo kita pulang aku khawatir kalau sampai keluargamu mencarimu." Mereka pun kemudian meninggalkan tempat itu dan kembali ke kediaman masing-masing.


Sisil terkejut Ketika pulang dia melihat depan yang sudah menunggunya di ruang tamu dengan tatapan horor dan amat menakutkan sekali.


"Apa yang sedang kau lakukan di situ malam-malam kayak gini?" tanya Sisil yang kemudian masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Devan Indah makin kuotanya untuk masuk ke dalam kamar Sisil, tetapi Sisil langsung menutup pintunya dan tidak memberikan akses pada Devan untuk masuk ke dalamnya.


"Pergilah tidur di kamarmu dan jangan ganggu aku!" Sisil terlihat begitu kesal kepada Devan yang tidak menghargai privasinya.


Devan tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Sisil karena dia harus berbicara dengan Sisil hari ini juga. Dia benar-benar sudah tidak tahan dengan kondisi rumah tangganya yang begitu dingin.


"Kita harus bicara!" Devan mendorong pintu kamar Sisil dan tidak memperdulikan mata Sisil yang melotot sempurna padanya.


"Pergilah dari kamarku! Aku tidak mau kalau nanti kekasihmu yang lebay itu sampai marah-marah padaku dan mengira kalau aku akan merebutmu darinya! Ckckc! Aneh sekali jadi wanita seperti Christina itu! Disini aku yang mencari istrimu. Tetapi dia yang bertingkah seperti Nyonya besar saja!" Sisil terlihat begitu besar ketika membicarakan itu.


"Sudahlah jangan membahas tentang Christina. Aku hanya ingin bicara tentang kita berdua!" Devan kemudian menyuruh kepada Sisil untuk duduk di sampingnya.


Terlihat Devan yang menghala nafas begitu berat sebelum dia memulai percakapannya bersama Sisil.


"Aku mohon! Tolong bersabarlah dan menunggu aku untuk menyelesaikan urusanku dengan Christina. Aku janji nggak mau aku dekat aku akan segera menyelesaikan hubunganku dengannya. Kau tahu bukan? Abi bahkan sampai marah kepadaku karena aku sampai saat ini masih berhubungan dengan Christina," Sisil terlihat acuh dengan ucapan dari Devan yang terlihat begitu plin-plan dan tidak tegas dalam mengambil keputusan.

__ADS_1


"Terserah padamu apa yang akan kau lakukan dengan hidupmu! Karena aku tidak peduli sama sekali. Pantang bagiku untuk merebut kekasih orang lain. Apalagi, kekasih dari perempuan seperti Christina. Aku tidak akan pernah melakukan itu! Keluarlah dari kamarku. Karena aku mau tidur. Besok aku harus pagi-pagi ke rumah sakit untuk merawat Kekasihmu yang lebay itu." Sisil seketika rasa jengkel ketika mengingat Christina yang selalu saja berlebihan ketika berada di rumah sakit.


Sisil seketika merasakan bahwa dirinya adalah orang yang sangat jahat. Kalau sudah berhadapan dengan Christina yang selalu saja mencari gara-gara dengan dirinya ketika dia melaksanakan tugasnya sebagai koas di rumah sakit.


Devan akhirnya keluar dari kamar itu. Walaupun dia merasa begitu enggan. Tapi Devan juga tidak mau membuat Sisil menjadi benci kepadanya.


Setelah kepergian Devan Sisil pun kemudian memilih untuk memberikan tubuhnya di ranjang. Karena suasana hati yang buruk gegara Devan dan Christina. Sisil jadi mengurungkan niatnya untuk mandi dan memilih untuk segera tidur saja.


***


Sukma yang merupakan adik tiri Sisil terus berusaha untuk mendapatkan Rehan dan menjebaknya sehingga mereka kemudian tidur bersama.


"Apa yang sedang kalian lakukan ini?" teriak ayahnya Rehan saat melihat putra mereka yang sedang tidur bersama dengan Sukma di sebuah hotel.


Rehan yang terkejut ketika dia bangun sedang bersama dengan Sukma dalam keadaan polos di atas sebuah ranjang yang ada di sebuah hotel.


"Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku ada di sini?" Rehan terlihat kebingungan karena dia tidak merasa telah membuat Janji temu dengan Sukma untuk melakukan hal seperti itu di sebuah hotel.


Seberapa keras pun Rehan berusaha untuk dapat mengingat, tidak ada sepotong pun ingatan tentang dirinya yang bertemu dengan Sukma sehingga berakhir di sebuah hotel.


"Om, Putra Om yang sudah memaksaku untuk melakukan ini. Sekarang dia sedang melakukan drama tidak mengetahui apa-apa. Setelah dia merenggut kesucianku! Hiks hiks!" Sukma mulai menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


Rehan terlihat begitu bingung dan hal itu ditangkap oleh kedua orang tuanya. "Rehan! Cepat kau segera gunakanlah pakaianmu dan segera keluar dari kamar ini! Kami menunggumu di luar! Kita akan menyelidiki masalah ini sampai tuntas!" ucap ayahnya Rehan dengan tegas.


Rehan pun segera menjalankan apa yang diperintahkan oleh ayahnya. Sukma saat ini sedang memainkan drama sebagai kucing anggora yang menjadi korban seorang pria bajingan.


Sebelum pergi meninggalkan kamar hotel, terlihat Rehan yang melirik sekilas kepada Sukma yang tadi memperlihatkan bercak darah yang ada di atas seprai yang tidak diketahui oleh Rehan itu benar-benar darah ataukah hanya sesuatu yang dikarang oleh Sukma untuk mencobanya.


Akan tetapi Rehan tidak memperdulikan itu, karena sekarang dia hanya ingin fokus untuk segera menemui kedua orang tuanya dan menjelaskan semua hal yang sesungguhnya.


"Tunggulah! Karena aku akan menyelidiki semua masalah ini dengan jelas! Aku tidak akan pernah jatuh ke dalam jebakanmu!" ucap Rehan yang terlihat begitu kesal dengan apa yang sudah dilakukan oleh Sukma yang sudah menjebaknya.


Sukma hanya memperlihatkan wajah kelincinya yang tidak berdosa di hadapan Rehan yang terlihat begitu tampan walaupun sedang marah padanya.


Sukma benar-benar semakin tergila-gila kepada pemuda itu. Sukma merasa berterima kasih kepada ibunya yang memiliki begitu banyak irit Cemerlang untuk mewujudkan malam itu bersama Rehan.


"Rehan! Cepat kau terangkan kepada kami semua. Apa yang terjadi disini?" tanya ayahnya Rehan dengan tatapan penuh kekecewaan terhadap putranya yang selama ini sangat dia percaya sebagai seorang pemuda yang baik.


Rehan merasa bingung untuk menjelaskan kepada ayahnya. Karena sejujurnya dia benar-benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi sekarang kepada dia dan Sukma yang entah kapan kembali ke Indonesia.


Padahal seingat Rehan, tadi siang Sisil mengatakan kalau Sukma masih dalam tahap persiapan untuk kembali ke Indonesia. Setelah melaksanakan tugasnya di luar negeri yang diberikan oleh ayahnya Sisil. Kenapa sekarang tiba-tiba malah berakhir di atas ranjang hotel bersama dia? Lebih sial lagi, kedua orang tuanya malah memergoki hal itu.


Rehan kehilangan kata-kata untuk bisa menjelaskan semuanya kepada kedua orang tuanya. Karena dia 100% bingung dengan semua kejadian itu yang begitu tiba-tiba.

__ADS_1


Akhirnya mereka berdua pun dinikahkan karena tertangkap basah sedang bersama di hotel oleh kedua orang tua Rehan yang merupakan keluarga agamis dan menjunjung tinggi harkat martabat keluarga mereka.


__ADS_2