Anak Nakal Pak Kyai

Anak Nakal Pak Kyai
Bab 8


__ADS_3

Devan langsung menarik tangan Sisil ketika melihat Sisil bersama Rehan. Sisil yang merasa heran dengan apa yang di lakukan oleh Devan hanya mengerutkan keningnya.


"Apa yang kau lakukan? Apa kau gila?" tanya Sisil yang kesal dengan kelakuan Devan yang sesuka hatinya terhadap dirinya.


"Kamu dengar ya! Kamu itu seorang istri, jadi berperilakulah seperti layaknya seorang istri!" Sisil yang merasa kesal dan aneh dengan kelakuan Devan akhirnya memperingatkan Devan untuk tidak ikut campur dengan urusan pribadinya.


"Jangan katakan kalau kau sudah jatuh cinta padaku sehingga kau sekarang sedang mengamuk seperti anjing gila di sini!" Mendengar perkataan Sisil membuat Devan gelagapan dan pusing kepalanya.


Christina merasa marah mendengar apa yang dikatakan oleh Sisil tadi.


"Kamu jangan ke gr-an ya!! Devan melakukan itu hanya karena dia tidak mau merusak nama baiknya sebagai seorang suami!" Sisil tertawa mendengar apa yang dikatakan Christina kepadanya.


Christina merasa kesal bukan kepalang saat melihat Sisil tertawa kepadanya. Christina merasa tersinggung dengan apa yang dilakukan oleh Sisil yang seperti meremehkannya.


"Apa yang kau tertawakan?" tanya Christina kesal.


"Kau tahu kan, kalau dia adalah suamiku? Lalu kenapa kau terus menempel kepadanya seperti ulat keket yang tidak mau melepaskan daunnya?" tanya Sisil sambil menatap tajam kepada Christina yang sekarang melotot kepadanya.


"Kau!! Sayang, kau kasih tahu mulut dia supaya di jaga dan jangan bicara sembarangan padaku!" Christina mengalihkan pandangannya kepada Devan yang sejak tadi terus menetap kepada Sisil dan Rehan yang sedang bersiap untuk meninggalkan restoran itu karena merasa terganggu dengan kehadiran Christina dan Devan.


"Jagalah mulut kamu, Sisil! Bagaimana dia adalah kekasihku. Dia punya hak untuk dekat denganku." Sisil tersenyum sinis pada Devan.


"Kalau begitu kau urus aja kekasihmu! Kenapa kau sibuk sekali mengurusi aku yang bukan siapa-siapa untukmu? Ayo Kak Rehan, kita pergi dari sini!" Sisil kemudian menarik tangan Rehan agar meninggalkan Devan dan Christina.


Devan sangat geram sekali dengan apa yang dilakukan oleh Sisil yang seperti tidak menghargai dirinya sebagai seorang suami.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?? Aku belum selesai bicara denganmu!" ucap Devan sambil menarik tangan Sisil ke arahnya.


Akan tetapi Sisil langsung menepis tangan Devan dan melotot ke arahnya. "Kau urus saja kekasihmu itu yang terlihat begitu cemburu, melihat kekasihnya Lebih memilih sibuk mengurus istri yang tidak diinginkan oleh kamu. Kamu, tidak usah ikut campur dengan urusanku. Karena aku juga tidak pernah ikut campur urusanmu!" ucapan Sisil benar-benar tajam dan membuat Devan jadi salah tingkah sendiri.


Devan yang merasa takut kalau Sisil akan GR dan berpikir kalau dia mulai mencintainya. Hanya karena selalu ikut campur setiap kali Sisil bertemu dengan pria lain. Akhirnya Devan pun memilih untuk berusaha cuek dengan apapun yang dilakukan oleh Sisil bersama Rehan.


Akan tetapi untuk melihat Sisil bersama dengan Rehan pun, Devan rasanya tidak sanggup. Oleh karena itu dia memiliki ide untuk mengundang mereka ke acara balapan liar yang sedang terlaksana di lokasi yang sudah ditentukan oleh teman-teman yang lain.


"Tunggu dulu, Sisil! Bagaimana kalau kalian ikut denganku untuk melihat acara balapan liar yang diselenggarakan oleh geng motorku?" tanya Devan sambil menatap tajam kepada Sisil yang sampai sekarang masih berdiri di samping Rehan.


Rehan hanya diam saja sejak tadi karena dia tidak mau ikut campur dalam perdebatan suami istri seperti mereka berdua.


Mendengar ajakan dari Devan, Sisil pun kemudian menatap kepada Rehan dan meminta pendapat pemuda itu tentang hal itu.


Rehan menatap Sisil lalu beralih kepada Devan dan Christina yang sedang menatap mereka dengan penuh permusuhan.


"Apa kamu tidak takut, kalau kita ikut dengan mereka melakukan balapan liar? Aku yakin kalau mereka mengundang kita bukan hanya sekedar disuruh berdiri saja di sana. Betul bukan?" tanya Rehan pada Devan yang sejak tadi merasa jengkel melihat keakraban Sisil dan Rehan.


Sisil tersenyum dengan begitu manis kepada Rehan.


"Ya ampun, Kak! Apa kau tidak tahu siapa aku? Aku tidak pernah takut menghadapi tantangan apapun. Kau tenang saja, Kak! Aku pasti akan berhasil mengalahkan mereka. Walaupun mereka akan memaksa kita untuk ikut balapan liar dengan geng motor dia sekalipun!" Sisil melirik sinis kepada Christina yang sejak tadi tidak mau melepaskan genggaman tangannya dari Devan.


Christina menatap sinis pada Sisil yang dianggap sebagai gadis sombong dan teledor.


"Bagaimana mungkin gadis lemah sepertimu akan bisa mengarahkan Devan yang seorang ketua Geng Motor Galaksa? Huh, kau benar-benar hidup di dalam angan-angan kamu saja!" Christina mencibir pada Sisil yang di anggap remeh olehnya.

__ADS_1


Sisil tidak memperdulikan apapun yang dikatakan Sisil yang sedang tadi terus saja memprovokasi dirinya.


"Ayo Kak, kita ikut saja dengan mereka. Tidak apa-apa!! Kak Rehan tidak usah khawatir aku pasti bisa mengalahkan mereka berdua!" Sisil kemudian mengajak Rehan untuk naik ke motor miliknya.


Devan merasa tercengang ketika melihat Sisil yang ternyata memiliki motor besar seperti dirinya.


Rehan sudah tahu semua cerita di balik pernikahan Devan dan Sisil. Karena selama ini tidak ada yang pernah disembunyikan oleh Sisil darinya.


Rehan kemudian mengunci mobilnya dan naik ke motor yang digunakan oleh Sisil.


Devan sengaja mengundang Sisil ke acara lomba balapan liar yang diadakan oleh geng motor yang dia Pimpin dengan musuh besarnya. Devan sengaja bermesraan di hadapan Sisil bersama dengan Christina hanya untuk memanasi sang istri.


Akan tetapi yang terjadi malah sebaliknya. Malah dia yang merasa kepanasan melihat keakraban Sisil dan Rehan yang begitu menyilaukan matanya.


Rehan yang mengetahui kalau Sisil memiliki kemampuan sebagai seorang pembalap dia tidak merasa canggung untuk naik ke atas motor yang dikendarai oleh Sisil.


Devan melotot sempurna ketika melihat Rehan yang memeluk istrinya di depan matanya sendiri.


Padahal dia melihat Sisil terlihat biasa saja melihat Christina yang memeluknya bahkan tadi sempat mencium bibirnya sekilas di depan Sisil.


Christina memang sengaja melakukan itu di depan sisir hanya untuk menegaskan hak kepemilikannya atas Devan yang sudah pasti lebih mencintai dirinya dari pada Sisil yang bagi Devan hanya dianggap sebagai orang asing yang tidak penting.


Devan ingin sekali menarik tangan Rehan dan menyuruh dokter tampan itu agar turun dari motor Sisil, akan tetapi Christina berbisik kepadanya agar segera melajukan kendaraan mereka.


Setelah mengetahui alamat tempat balapan liar yang akan dilakukan oleh Geng Motor Galaksa, Sisil langsung melajukan kendaraannya meninggalkan Devan yang masih bengong di tempat. Karena Devan masih shock setelah mengetahui kalau dia mempunyai seorang istri yang ternyata seorang pembalap juga seperti dirinya.

__ADS_1


__ADS_2