Anak Nakal Pak Kyai

Anak Nakal Pak Kyai
Bab 18


__ADS_3

"Baiklah, Tante. Aku akan berusaha untuk bersabar dalam menghadapi Devan yang saat ini matanya hanya sedang tertuju pada Christina." Halimah merasa senang mendengar apa yang dikatakan oleh Sisil tadi.


Devan tidak senang ketika Sisil dahulu memanggil Halimah dengan sebutan Umi. Jadilah sekarang Sisil ikut-ikutan Devan yang memanggil ibu tirinya dengan sebutan Tante. Mengingat usia mereka juga tidak jauh terpaut. Sisil saat ini berusia 23 tahun sementara Halimah berusia 25 tahun, seusia dengan Devan. Jadi canggung juga untuk mereka memanggil Umi kepada Halimah.


Halimah tidak mempermasalahkan apapun panggilan yang diberikan oleh mereka. Selama Sisil tetap menghormatinya dan menghargainya.


"Baiklah sekarang beristirahatlah, oh ya, itu tadi Tante bawakan makan malam buat kalian. Di makan ya, nanti kalau butuh tinggal dipanaskan saja di microwave atau dihangatkan di kompor. Terserah Sisil. Tante pulang dulu ya? Abi saat ini sedang tidak sehat dan tidak suka ditinggalkan sendirian di rumah. Aih, Abi sebenarnya selalu mengeluh ingin melihat cucu dari kalian. Tapi, melihat kondisi pernikahan kalian yang begini, Tante jadi ragu untuk mengatakan keinginan Abi kepada kalian. Sudahlah! Lupakan saja. Istirahat ya? Tante pergu dulu. Hati-hati di rumah ya?" pesan Halimah pada Sisil, kemudian Halimah pun berpamitan dari rumah Sisil.


Rumah mereka tidak jauh, hanya si pisahkan dengan beberapa asrama santri, masih berada di dalam Kompleks pondok pesantren milik Kyai Ibrahim.


Devan memang sengaja meminta untuk tinggal pisah rumah dengan ayahnya. Devan tidak suka keselewatan ayahnya yang selalu mengomentari kebiasaan dirinya yang suka balapan liar dengan Geng Motor Galaksa miliknya.


Setelah mengantarkan Halimah sampai di depan pintu, Sisil kemudian masuk ke dalam kamarnya kembali. Sisil sebenarnya merasakan lapar tetapi dia tidak mempunyai semangat untuk memasak ataupun memanaskan makanan yang tadi dibawakan oleh Halimah.


Sisil terpaksa membongkar lagi koper yang tadi sempat dia bereskan. Karena Sisil mengingat lagi nasehat dari Halimah untuk bersabar dengan pernikahannya bersama Devan.


"Baiklah Devan! Anggap saja kau beruntung karena memiliki ibu tiri yang baik seperti Tante Halimah. Aku akan memberikanmu satu kesempatan lagi." monolog Sisil sambil membereskan kembali barang-barangnya seperti semula.


Sisil tidur setelah semua barang-barangnya kembali beres dan tidak terlihat berantakan. Sisil dan Devan tidur di kamar yang berbeda jadi Sisil tidak terlalu merisaukan tentang Devan mau pulang jam berapapun juga Sisil tidak perduli.

__ADS_1


Hati Sisil sudah terlanjur kebas melihat Devan yang suka berbuat sekehendak hatinya di dalam pernikahan mereka. Sisil sadar, bahwa dirinya bukanlah istri yang dicintai oleh suaminya.


Walaupun Devan pernah satu kali mengatakan cinta kepadanya saat dia pulang mabuk setelah pesta kiras bersama anggota Geng Motor Galaksa lainnya. Merayakan kemenangan mereka dalam balapan liar melawan geng motor Scorpio. Tetapi Sisil tidak percaya sama sekali dengan hal itu. Selain karena Devan yang sedang mabuk. Juga karena Sisil terus melihat kebersamaan Devan yang selalu mesra bersama Christina di saat bertemu gadis itu di manapun juga.


Sisil berusaha membentengi dirinya sendiri agar tidak terlalu dalam mencintai suami dadakannya. Apalagi julukan 'Anak Nakal Pak Kyai' yang terlanjut disematkan oleh semua orang yang mengenal Devan, sudah terlalu melekat padanya.


Setidaknya masih ada yang disyukuri oleh Sisil. Hubungan Devan dengan Christina masih berada di tahap yang masih bisa ditolelir. Devan dan Christina belum pernah tidur bersama. Hal itu pernah dipastikan oleh Sisil sendiri yang bertanya langsung kepada Devan.


***


Rehan yang sekarang sudah menikah dengan Sukma, dia dikekang habis-habisan oleh perempuan itu untuk tidak pernah menemui Sisil lagi.


Setiap hari Rehan hanya menghabiskan waktunya di rumah sakit dan menghindari Sisil ketika bertemu dengannya. Hal itu sesuai dengan keinginan Sukma.


Rehan bahkan sampai memindahkan Sisil ke Departemen lain untuk tidak bisa bertemu dengannya saat Sisil menjalankan tugas sebagai koas di rumah sakit milik keluarganya.


Sukma cukup merasa puas dengan hasil yang telah dia dapatkan dari menjebak Rehan. Sukma sekarang sudah menjadi istri sah Rehan Dewangga. Pewaris Rumah Sakit terbesar se Asia Tenggara.


Hidup Sukma sudah dipastikan akan makmur 7 turun lagi selama dia bisa menjaga statusnya tersebut.

__ADS_1


Sukma melakukan segala cara untuk bisa masuk ke dalam hati Rehan. Akan tetapi semua itu sia-sia Karena hati Rehan sudah terlanjur merasa ilfil kepadanya. Perasaan dijebak oleh Sukma adalah perasaan yang sangat dibenci oleh Rehan. Sehingga dia pun selalu berusaha menghindari wanita yang telah berstatus sebagai istrinya.


"Kau bisa memiliki status sebagai istriku dan seluruh harta yang aku miliki. Tetapi tidak dengan hatiku! Jadi tolong jangan pernah melampaui batasanmu kepadaku! kalau kau tidak mau menyesali apa yang akan kulakukan padamu! Paham?" Rehan melotot sempurna kepada Sukma yang tadi berusaha untuk menggodanya di atas ranjang.


Sukma kesulitan menelan salivanya sendiri ketika melihat penolakan yang begitu besar yang ditunjukkan oleh Rehan kepada dirinya.


Sukma merasa malu kepada dirinya sendiri. Padahal dia sudah hampir telanjang di hadapan Rehan, hanya untuk membangkitkan gairah bercinta suaminya. Tapi semua hanya sia-sia saja. Rehan sekarang malah pergi ke luar rumah dan memilih untuk pergi ke klub malam dan minum-minum di sana.


Rehan benar-benar sedang menghancurkan hidupnya sendiri. Karena perbuatan Sukma yang sudah mengubur impiannya untuk bisa mendapatkan Sisil sebagai istrinya.


Rehan jelas tahu sekali soal kondisi pernikahan Sisil dan Devan yang tidak sehat sama sekali. Devan yang masih berhubungan dengan kekasihnya dan Sisil yang sampai saat ini masih bertahan dengan kekeras kepalanya yang tidak pernah mau mengakui perasaan cintanya kepada Devan.


Rehan baru pulang setelah dia benar-benar dan diantarkan pulang oleh rekan kerjanya. Bahkan dalam keadaan mabuk pun Rehan tetap membentengi dirinya untuk tidak menyentuh Sukma.


Hal itu benar-benar sangat menyakiti hati dan harga diri Sukma sebagai seorang wanita. Tetapi Sukma kata kerja keras dan tidak mau menyerah untuk mendapatkan cinta dan hati Rehan.


***


Pada saat melakukan balapan liar, Devan sengaja mengajak Sisil untuk bersamanya. Akan tetapi di tengah perjalanan, motor yang dikendarai oleh Devan ternyata mengalami pecah ban sehingga mereka akhirnya kecelakaan dan masuk jurang. Hingga akhirnya mereka berdua terdampar di hutan rimba yang gelap dan menakutkan.

__ADS_1


Sisil dan Devan pingsan dengan luka di sekujur tubuhnya. Mereka benar-benar dalam keadaan kritis sekarang dan tidak ada siapapun yang bisa menolong mereka ketika itu. Mereka berdua hanya bisa mengandalkan diri mereka sendiri dan bantuan dari Tuhan Yang Maha Kuasa yang memiliki kehidupan atas setiap hambanya.


__ADS_2