Anak Nakal Pak Kyai

Anak Nakal Pak Kyai
Bab24


__ADS_3

Sisil mengucapkan terima kasih kepada Andreas. Setelah dia diantarkan menuju kontrakan yang sudah dicarikan oleh Andreas untuk dirinya.


"Terima kasih dan mohon maaf. Karena aku sudah menrepotkanmu." Andreas tersenyum kepada Sisil mendengar ucapannya yang terdengar terlalu begitu canggung baginya.


Andreas menggelengkan kepalanya seperti tidak percaya dengan penglihatan dan pendengarannya sendiri. Sisil udah pernah sudah sangat berubah setelah pernikahannya dengan Devan.


"Apakah pernikahanmu tidak bahagia? Sehingga berhasil merubahmu menjadi seorang wanita yang pemurung seperti sekarang?" tanya Andreas terus memperhatikan wajah sahabat masa kecilnya.


Sisil menggelengkan kepalanya. Dia tidak terlalu memperhatikan apa yang dikatakan oleh Andreas.


"Pulanglah ke rumah kamu. Sekarang sudah malam. Ingat! Jangan melakukan balapan liar untuk malam ini. Sebaiknya istirahat saja! Karena malam ini kita semua sudah terlalu lelah dengan kegiatan yang menguras ekstra tenaga kita semua!" Sisil memberikan nasehat kepada Andreas yang tentu saja hanya bisa tertawa mendengarnya.


Andreas tidak pernah menyangka kalau Sisil bisa mengatakan hal-hal seperti itu sekarang. Sisil masa lalu, dia tidak akan peduli secape apapun, Sisil pasti akan bela-belain, kalau ada jadwal balapan liar di geng motor mereka. Sisil dia tidak akan pernah melewatkannya sedikitpun.


Andreas mengelus pucuk kepala Sisil dengan lembut."Apakah anak kecilku sudah dewasa sekarang? Rupanya pernikahanmu benar-benar sudah membuat otakmu sedikit bekerja menjadi lebih baik. Tapi, tidak tahu kenapa. Aku menangkap bahwa kamu tidak bahagia dengan pernikahanmu. Apakah itu benar?" tanya Andreas pada Sisil.


Sisil yang tidak ingin membicarakan masalah pribadinya kepada Andreas. Sisil langsung mendorong pemuda itu untuk keluar dari kontrakannya yang sudah mulai sepi karena malam yang semakin larut.


"Pulanglah Andre. Ini sudah larut malam. Aku tidak enak sekali, kalau ada orang lain yang melihatmu ada di sini. Bagaimanapun juga aku masih wanita yang sudah bersuami saat ini!" ucap Sisil yang cemberut kepada Andreas.


Andreas terlihat enggan untuk meninggalkan Sisil sendirian di kontrakan sederhanyanya. Andreas tadinya ingin menyewakan sebuah apartemen untuk Sisil, tetapi Sisil menolaknya karena dia tidak ingin terlalu merepotkan Andreas.

__ADS_1


"Astaga, Sisil! Tengah malam begini memangnya siapa yang masih melek matanya? Kecuali Mba kunkun. Sepertinya tidak ada yang masih bangun jam segini!" ucapan Andreas sontak pembuat sesuai kemudian melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


Sekarang sudah hampir jam 02.00 pagi akan tetapi mereka masih juga belum tidur. Andreas malah mendorong Sisil untuk menyingkir dari hadapannya. Karena dia berniat untuk masuk ke dalam kontrakan.


Andreas kelihatannya berniat untuk menginap di kontrakan milik Sisil.


"Andreas kau ni apa-apaan sih? Astagfirullah! Sudah cepat sana pulang!" titah Sisil dengan keras kepada Andreas yang malah tidak peduli sama sekali dengan perkataannya.


Terlihat Andreas yang mulai membuka jaket hitamnya dan juga membuka sepatunya. Dengan begitu santainya dia juga membaringkan tubuhnya di sofa yang ada di ruang tamu Sisil.


Melihat Apa yang dilakukan oleh Andreas, Sisil akhirnya hanya bisa mendengus kesal. Karena bagaimanapun juga kontrakan itu Andreas yang mencarinya dan juga membayarnya untuk beberapa bulan ke depan. Sehingga Sisil pun akhirnya hanya bisa mengalah saja.


Christina kelihatannya begitu berniat untuk menyingkirkan Sisil dari kehidupan Devan.


"Tolong izinkan aku untuk menginap malam ini saja. Ini sudah tengah malam. Kau tahu sendiri kan, geng motor kita memiliki banyak musuh di luar sana. Aku hanya takut kalau ada yang sedang mengincar nyawaku di jalan sana." pinta Andreas dengan memohon kepada Sisil sambil terus menguap karena mengantuk.


Melihat Andreas yang sudah mulai menguap dan mengantuk, Sisil pun akhirnya tidak tega untuk mengusir pemuda itu dari kontrakannya.


"Baiklah! Kau boleh tidur disini. Tapi ingat, Andreas! Kau tidak boleh macam-macam padaku atau aku akan langsung menendangmu dari rumah ini!" ancam Sisil dengan tatapan serius.


Andreas tertawa terbahak-bahak mendengar apa yang dikatakan Sisil kepadanya. "Memangnya apa yang bisa kulakukan padamu? Kau itu cantik juga tidak, body aja biasa-biasa saja! Maaf ya, Sisil!! Kalau aku terpaksa harus mengatakan kejujuran kepadamu sekarang. Bagiku, kau itu tidak nampak seperti seorang perempuan yang feminin yang layak untuk aku cintai!" ucap Andreas sambil membaringkan tubuhnya dan menutup matanya.

__ADS_1


Mwndengar apa yang dikatakan oleh Andreas, sejujurnya hati Sisil merasa sakit dan merasa tersinggung juga. 'Apakah, hal itu juga dipikirkan oleh Devan? Pantas saja, Devan tidak pernah tertarik untuk menyentuhku. Walaupun kami sudah menikah berbulan-bulan lamanya,' batin Sisil merasa sedih.


Sisil akhirnya mengalah dan memilih untuk pergi dan masuk ke dalam kamarnya sendiri. Perasaan Sisil seketika menjadi tidak baik. Moodnya hancur seketika gegara ucapan Andreas yang ngena banget ke hatinya.


"Sialan! Andreas benar-benar seorang laki-laki yang bermulut pedas. Dia apa tidak tahu kalau sudah menyakiti perasaanku dengan perkataannya tadi?" tanya Sisil sambil terus melihat wajah dan juga tubuhnya di cermin besar yang ada di kamar mandi.


Sisil tiba-tiba saja menangis tersedu ketika mengingat hari-hari yang sudah dia lewati bersama Devan yang terasa begitu menyesakkan dadanya.


"Apakah benar sebagai seorang wanita aku tidak menarik sama sekali? Masa iya, sih?? Glane pernah bilang padaku kalau aku wanita yang cantik. Dia bahkan sampai rela mengeluarkan banyak uang hanya untuk melindungiku." Entah kenapa hati Sisil tiba-tiba merasa hangat ketika memikirkan tentang Glane yang sudah menolong dan menyelamatkannya ketika dia berada di lokalisasi milik Christina.


Sisil langsung menepuk wajahnya untuk kembali menetralisir perasaannya yang kacau balau.


Sisil sendiri tidak mengerti kenapa dia bisa merasakan hal seperti itu ketika memikirkan tentang Glane yang sangat baik kepada dirinya.


Walaupun Sisil terus mensugesti dirinya sendiri bahwa apa yang di lakukan oleh Glane hanya karena dirinya adalah partner dalam menyelesaikan misinya yang berbahaya sekali.


Setelah selesai mandi, Sisil memilih untuk segera sholat isya dan juga tahajud. Sisil Ingin berkomunikasi dengan Tuhannya mengenai nasib buruk ya sama ini menimpa dirinya gara-gara Christina yanh berhati culas dan dengki padanya.


Sisil bahkan sampai meneteskan air mata ketika mengingat semuanya yang sudah terjadi kepada dirinya selama beberapa bulan terakhir gegara Christina dan anak buahnya.


Untung saja ada Glane yang selama ini selalu menjadi perisainya dan terus menolongnya tanpa pamrih apapun. Sisil pura-pura sangat berterima kasih karena sudah mengenal Glane yang sangat baik padanya.

__ADS_1


__ADS_2