Anak Nakal Pak Kyai

Anak Nakal Pak Kyai
Bab 42


__ADS_3

"Astaga! Kau memang anak yang minta di culik oleh kami!" ucap Handoko merasa gemas sekali dengan Sisil yang malahan mengusir dirinya dan Glane dari kontrakan yang bagi Handoko adalah tempat kumuh.


Sisil tentu saja merasa tersinggung sekali dengan ucapan Handoko yang terlalu berterus terang di hadapannya.


"Kan tadi Anda bilang kalau rumah ini gubug, lalu kenapa betah banget disini?" tanya Sisil sambil menjulurkan lidah ke pada Handoko.


Handoko terkesiap melihat kelakuan Sisil yang sangat absurd dan begitu berani terhadap dirinya.


"Glane! Kita tidak perlu melakukan tes DNA Papa yakin 100% kalau dia itu anak Papa." Semua yang ada di kontrakan Sisil tentu saja terkejut mendengar ucapan Handoko.


"Kok bisa?" tanya Glane bingung.


"Soalnya sewaktu Mamamu hidup, cuma dia yang berani melawan papa. Kau lihatlah anak bengal ini!! Dia jauh lebih Barbar dari ibumu sewaktu masih muda. Pasti itu warisan dari ibu kamu!" Handoko berdecih sebal kepada Sisil.


Mendengar ucapan yang dikatakan oleh Handoko malah membuat Sisil menjadi sedih. Hal itu semakin menguatkan dirinya kalau dia memang bukan anak dari ibu yang selama ini dianggap sebagai ibu kandungnya.


"Dulu aku selalu bertanya-tanya kepada diriku sendiri. Bagaimana mungkin Mamaku yang begitu lembut dan halus budi. Dia bisa memiliki anak sepertiku yang bahkan merupakan Queen dari sebuah geng motor." Sisil terlihat murung dan sedih.


Handoko tiba-tiba saja memeluk Sisil dengan berat dengan air mata yang mengalir di pipinya.

__ADS_1


"Terima kasih karena kau sudah hadir di dunia ini sebagai putriku yang berharga. Maafkan Papa yang baru bisa menemukanmu kembali. Papa sudah menyelidiki semua kehidupanmu selama beberapa hari ini. Anakku! Kau sudah begitu menderita hidup bersama dengan ibu dan saudara tirimu. Tenanglah anakku! Papa pasti akan membalaskan semua ketidakadilan yang kau terima. Papa janji, Nak!" Sisil begitu terharu dengan kata-kata Handoko.


Sisil terlihat menangis di dalam pelukan laki-laki yang mengaku sebagai ayah kandungnya.


Sisil merasakan kehangatan dan cinta kasih yang begitu besar dari Handoko. "Papa janji akan menyelidiki kasus hilangnya Ibu kalian. Papa tidak akan membiarkan pelakunya bebas begitu saja. Dia harus mendapatkan balasan yang setimpal atas kejahatan dia yang sudah memisahkan keluarga kita selama puluhan tahun!" Handoko terlihat begitu geram dan marah.


Glane bisa melihat kilatan amarah di mata sang ayah. Selama ini Glane tidak pernah melihat hal itu dari mata ayahnya.


"Apakah benar papa akan menghukum tante Rina sebagai otak dari menghilangnya ibu kami?" tanya Glane kepada Handoko yang tentu saja membelalakkan matanya karena terkejut luar biasa.


Handoko menatap Glane dengan lekat, "Jelaskan, Glane! Kenapa kamu begitu yakin kalau Rina yang melakukan itu?" tanya Handoko yang kemudian menghapus air matanya yang tadi sempat menetes. Karena kesedihan di hatinya ketika mengingat istrinya yang pertama.


Andreas juga memberikan begitu banyak bukti-bukti yang mengarah kepada Rina. "Om Rahmat ternyata masih kenal dengan Tante Rina. Ada kemungkinan Kalau Om Rahmat bekerja sama dengan tante Rina." ucap Andreas menutup semua ceritanya.


Handoko menatap dengan cermat semua foto-foto dan juga video yang ditunjukkan oleh Andreas kepadanya. Andreas dan Sisil memang mengerahkan anak buah mereka untuk menyelidiki kasus itu secara mendetail.


Mereka sampai kepada bukti bahwa Rina lah yang telah memerintahkan penculikan tersebut. Bahkan Rahmat yang menemukan Arimbi pun sudah diatur semuanya oleh Rina.


"Ini merupakan sebuah kejahatan yang terstruktur sangat rapih dan sangat sulit untuk dipecahkan. Tetapi geng motor Scorpio memang layak untuk menjadi sebuah geng motor nomor 1 di Indonesia!" ucap Andreas jangan begitu bangga di hadapan Handoko yang auto melotot kepada Andreas.

__ADS_1


Andreas langsung membongkar mulutnya ketika melihat tatapan Handoko yang mematikan.


Kalau Sisil benar-benar anak kandung Handoko maka mereka akan menjadi pasangan yang serasi. Sisil mungkin akan menjadi penerus dari Handoko. Karena Glane tidak pernah mau menjadi penerusnya karena pekerjaan haram yang dilakukan oleh Handoko tidak sejalan dengan hati nurani Glane.


Handoko tiba-tiba merasa bahagia sekali menemukan Sisil sebagai anak kandungnya. Karena dia memiliki secercah harapan untuk anaknya meneruskan bisnis dan usahanya sebagai seorang mafia di dunia hitam ketika Handoko tahu kalau Sisil adalah queen di Geng Motor Scorpio.


Handoko benar-benar sangat bangga kepada Sisil yang tidak mengecewakan dirinya sebagai seorang ayah. "Darah memang lebih kental daripada air. Sekarang papa percaya dengan ungkapan itu. Lihatlah! Walau kau 20 tahun diasuh oleh rahmat dan istrinya. Tetapi kau masih tetap memiliki sifat dan karakter kami sebagai orang tuamu. Papa sangat bangga kepadamu, Sisil!" Handoko terus menepuk bahu Sisil sehingga membuat Sisil salah tingkah sendiri.


Sisil jadi keki di buatnya. 'Aih!! Tampaknya aku memang benar-benar anaknya. Aku dulu merindukan untuk menjadi anggota geng mafia. Aiya!! Tidak disangka aku malah anak dari ketua geng mafia nomor satu di Indonesia. Nasib memang benar-benar sedang bermain-main denganku!' batin Sisil yang malah frustasi memikirkan tentang kehidupannya sendiri.


Dahulu Rahmat dan Istrinya selalu pusing melihat kelakuan Sisil yang sangat sulit diatur dan sangat suka sekali bergaul dengan anak-anak Geng Motor yang meresahkan masyarakat.


"Udah deh!! Nggak usah sok keyakinan kalau kau betul-betul Ayahku! Pokoknya kalau hasil tes DNA itu tidak membuktikan aku sebagai anakmu, sebaiknya kalian menjauh dari hidupku karena aku tidak mau terlibat dalam kejahatanmu!" Sisil langsung menepis tangan Handoko dari bahunya.


Handoko bukannya marah dengan kata-kata Sisil dia malah memeluk Sisil semakin erat. "Aku yakin 1000% kalau kau adalah anakku! Aku akan menjadikanmu sebagai pewaris geng mafiaku! Kau dan Glane nanti pasti akan menjadi musuh yang keren karena harus selalu kejar-kejaran seperti tom&jerry. Hahah! Pasti itu akan lucu sekali. Papa nanti akan melihat di antara kalian berdua siapa yang jauh lebih unggul!" Handoko terlihat begitu bahagia sekali memikirkan saat-saat itu benar-benar terjadi dalam keluarganya.


Sisil sudah lemas sendiri ketika mendengar hal itu. Sisil malah semakin frustasi dengan kelakuan ayahnya yang absurd itu. "Sepertinya aku lepas dari kandang buaya malah masuk ke kandang harimau. Hadeuh.. nasib sialku tampaknya masih belum berakhir!" Sisil sampai menepuk jidatnya sendiri.


Handoko malah mengkeplak kepala Sisil sehingga membuat dia terkejut bukan kepalang. "Aiya! Aku berharap tes DNA itu tidak membuktikan kalau aku adalah anakmu! Oh tidak!! Penderitaan hidupku pasti akan segera di mulai dari sana!" Sisil seakan menyesali kenyataan hidupnya yang klise sekali.

__ADS_1


Glane dan Handoko malah terlihat tersenyum dengan tingkah Sisil yang menggemaskan. Ayah dan anak itu malah langsung memeluk Sisil dan menciumnya dengan penuh kasih sayang.


__ADS_2