
Begitu sholat shubuh usai, Devan langsung berpamitan kepada pengurus Masjid yang sudah mengizinkan dirinya untuk beristirahat di sana.
"Terima kasih, Pak!" Devan kemudian keluar dari masjid menuju kontrakan milik Sisil yang letaknya tidak terlalu jauh dari masjid.
Pengurus masjid tahu reputasi Devan yang seorang ketua geng motor dan sekaligus anak seorang kyai besar di lingkungan tempat tinggal mereka.
Tadi saat sholat pun Devan yang di suruh menjadi imamnya. "Gus, kenapa pagi-pagi buta begini Gus sudah berada di lingkungan kami?" tanya pria tua itu dengan begitu takzim kepada Devan.
Hati pria tua itu merasa sangat tenang dan adem. Saat dia mendengar bacaan shalat Devan ketika menjadi imam jamaah masjid itu. Isi ceramah shubuh yang di bawakan oleh Devan juga sangat dalam dan sarat dengan makna kehidupan.
Jamaah subuh itu benar-benar sudah terpesona dengan sosok Devan yang menawan. "Gus, kami akan senang sekali kalau melihat Gus sering berada di lingkungan sini." ucap salah satu wanita paruh baya yang juga berada di masjid ketika Devan hendak berpamitan.
Devan hanya tersenyum simpul menanggapi ucapan wanita itu,"Istriku baru saja pindah ke lingkungan sini. Tadinya saya mau menemuinya. Tetapi saya datang terlalu larut malam, sungguh tidak sopan untuk mengganggu waktu istirahatnya!" dusta Devan.
Devan tidak ingin mengatakan yang sesungguhnya tentang Sisil yang saat ini sedang berada di dalam kontrakannya bersama Andreas.
Devan tidak ingin menebar fitnah untuk istrinya sendiri kepada mereka. Apalagi Dirinya belum terlalu yakin tentang apa yang dilakukan oleh mereka di dalam sana.
"Wah senangnya kami! Karena akan sering bertemu dengan Gus Devan di masjid ini." Devan langsung berpamitan. Karena dia merasa agak risih dengan sambutan yang terlalu berlebihan yang ditunjukkan oleh warga sekitar yang menjadi jamaah masjid tempat dia menumpang tidur tadi malam.
Setelah meninggalkan masjid depan langsung menuju kontrakan Sisil. Devan mengerutkan keningnya karena melihat kontrakan Sisil yang masih begitu sepi dari aktifitas orang yang tinggal di sana.
Devan walaupun seorang ketua geng motor yang terkenal nakal, tetapi disiplin hidupnya sangat ketat. Karena memang sudah dibiasakan oleh Kyai Ibrahim untuk selalu bangun pagi dan jangan lupa untuk melakukan ibadah subuh tepat waktu.
__ADS_1
Kyai Ibrahim bisa memaafkan semua kesalahan dab kenakalan Devan di luar sana. Kecuali kalau sang anak sudah melewatkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Kyai Ibrahim tidak akan pernah mengampuni Devan.
Devan kemudian mendekati pintu rumah Sisil dan mengetuknya dengan perlahan.
Tok Tok Tok
Sisil yang tidur di dalam kamarnya tidak bisa mendengar suara ketukan pintu dari Devan yang terdengar begitu kecil. Devan memang sengaja melakukan itu. Karena dia takut akan mengganggu penghuni kontrakan lainnya yang jaraknya sangat berdekatan dengan kontrakan Sisil.
Andreas yang tidur di ruang tamu terlihat membuka pintu untuk Devan. Devan langsung menerobos masuk ketika melihat pintu yang sudah terbuka lebar.
Devan melihat ke sekeliling dan dia tersenyum lebar. Ketika melihat bantal dan juga selimut yang membentang lebar di lantai. "Loe tidur di lantai itu?" tanya Devan pada Andreas.
Andreas hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat pertanyaan aneh yang ditujukan oleh Devan kepadanya.
"Ya iyalah gue tidur di lantai! Memangnya kau pikir aku akan tidur di mana di dalam kontrakan sempit ini?" tanya Andreas pada Devan.
"Tentu saja tidur di dalam kamarnya. Astaga! Sungguh bodoh! Ngomong-ngomong, Loe ini siapanya Sisil sih?? Lagak Loe udah seperti suami yang sedang memergoki istrinya yang sedang selingkuh saja!" tanya Andreas memasang wajah permusuhan kepada Devan.
Dengan begitu bangganya Devan membusungkan dadanya di hadapan Andreas. "Gue memang suami Sisil. Kenapa?" tanya Devan sambil menatap Andreas dengan tatapan menantang.
Mereka berdua sudah biasa adu jotos di arena balapan liar. Jadi tidak heran apa yang dilakukan oleh Devan tersebut kepada Andreas.
Andreas mendengus kesal saat mendengar pengakuan Devan tadi. "Cih!! Sial sekali queenku karena mau menikahi laki-laki bodoh sepertimu!" Andreas berdecih kesal luar biasa sambil kembali membaringkan tubuhnya di atas selimut yang dipinjamkan oleh Sisil.
__ADS_1
Devan tidak kalah sengit menatap Andreas yang sudah meremehkan dirinya.
"Queenku?? Eh, apa otakmu kemasukan air atau sudah konslet,,huh? Berani-beraninya kau mengaku istriku sebagai Queen mu!" Devan terlihat begitu murkah kepada Andreas.
Sisil yang sedang tertidur merasa terganggu mendengar suara ribut-ribut di ruang tamunya.
"Andreas! Siapa sih pagi-pagi begini sudah cari keributan di rumah orang lain? Apa kau tidak bisa mengusirnya?" tanya Sisil yang keluar hanya dengan menggunakan baju tidurnya tanpa hijabnya.
Devan langsung menarik Sisil kembali masuk ke dalam kamarnya. Sisil yang nyawanya belum 100% kembali karena baru saja bangun tidur. Menyadari seseorang yang menarik tangannya begitu saja masuk ke dalam kamar, tentu saja Sisil reflek mengeluarkan ilmu taekwondonya.
Sehingga terjadi pergolakan lumayan seru diantara Sisil dan Devan. Devan bukanlah lawan yang terlalu mudah untuk ditaklukan oleh Sisil karena mengingat rekor kehidupan Devan sebagai ketua Geng Motor Galaksa. "Aih, kau ini!! Bagaimana bisa kau berpenampilan seperti ini di hadapan laki-laki yang bukan mahram kamu?" tanya Devan pada Sisil. Setelah dia berhasil membekuk Sisil di atas kasur.
Sisil yang sudah mulai sadar tentang keberadaan Devan sontak melotot sempurna.
"Kau ini apa-apaan sih?? Oh ya, dari mana kau mengetahui keberadaanku?" tanya Sisil judes.
Devan kemudian membaringkan tubuhnya di ranjang di samping Sisil yang tadi sudah berhasil dia bekuk.
Andreas hanya melotot sempurna melihat pertarungan suami istri di pagi buta seperti itu. Pertarungan yang cukup langka dan itu cukup membuat Andreas merasa senang karena telah mendapatkan hiburan gratis di pagi hari.
"Cih!! Suami istri itu lebih baik bertarung di ranjang saja! Buatkan aku keponakan yang tampan!! Nanti dia akan ku didik untuk menjadi ketua Geng Motor Scorpio untuk menggantikan kedudukanku!" Devan langsung bangkit dari ranjang dan mendekati Andreas.
"****** loe! Jelek-jelek begini, Gue tidak akan pernah membiarkan anak Gue suatu saat nanti menjadi anggota geng motor. Cukup bapaknya aja yang hidup seperti ini!" ucap Devan yang langsung menyerang Andreas dengan keras.
__ADS_1
Andreas hanya terkekeh melihat ekspresi dan respon Devan yang menurutnya sangat lucu. Sungguh langka melihat moment seperti itu dari Devan!
"Udah sana cari istri loe aja! Jangan berantem terus dengan Gue disini. Apa kau tidak bosan bertarung dengan Gue lebih dari 10 tahun?" tanya Andreas sambil nyengir di hadapan Devan