Anak Nakal Pak Kyai

Anak Nakal Pak Kyai
Bab 7


__ADS_3

Christina dan Devan terlihat sedang mempersiapkan motor yang akan digunakan oleh dewan untuk melakukan balapan liar bersama geng motor Galaksa milik mereka.


"Sayang, kita harus berhati-hati jangan sampai acara ini kembali di datangi polisi. Aku sampai saat ini masih belum mengetahui siapa pengkhianat yang sudah membocorkan lokasi balapan liar kita. Sehingga membuatku harus mengalami kecelakaan dan akhirnya terpaksa menikah dengan Sisil. Aku akan segera menyelidiki tentang kasus itu. Tidak akan kubiarkan penjahat itu hidup dalam kedamaian setelah melakukan penghianatan seperti ini kepada Geng Motor Galaksa!" Devan terlihat begitu geram ketika mengingat malam itu yang begitu seram.


Walaupun berurusan dengan Polisi bukanlah hal yang aneh untuk Devan, tetapi pada malam itu adalah suatu malam yang sangat berbeda bagi Devan karena gara-gara malam itu pulalah telah mengubah kehidupannya hingga ke tingkat saat ini.


Seorang Devan Abimanyu kini adalah suami dari seorang Sisil Aulia Kanza. Apakah ada hal yang lebih membagongkan dari hal ini??


"Tenanglah sayang. Aku akan selalu ada di samping kamu walaupun apa yang terjadi kepadamu di depan sana. Ayo, sayang! Sekarang juga kita menuju ke arena balapan teman-teman sudah menunggu kita sejak tadi." Christina mencium pipi Devan untuk memberikan semangat kepada kekasihnya agar menang balapan malam ini.


Devan sengaja kembali mengulangi balapan liar yang akan dia gelar bersama dengan geng motor Scorpio yang waktu itu tertunda karena gangguan dari polisi. Entah siapa yang sudah memberikan informasi jam, lokasi serta anggota mereka kepada polisi yang tiba-tiba saja muncul malam itu.


Gara-gara insiden malam itu ada sekitar 10 orang anak buah Devan, anggota Geng Motor Galaksa telah di tangkap oleh polisi, dan anggota geng motor Scorpio sebanyak 15 orang.


"Ayo, sekarang kamu sebaiknya pegangan erat sama aku. Jangan sampai nanti kamu jatuh saat aku mengebut ketika melakukan balapan liar." Devan mengelus rambut Christina dengan penuh kasih sayang.


Christina yang merasa terharu dengan perhatian dan cinta yang diberikan oleh Devan, dia pun langsung mencium bibir Devan dengan lembut. Devan sangat senang karena memiliki kekasih yang sangat pengertian seperti Christina.


"Terima kasih sayang atas hadiahmu ini. Aku pasti akan jadi juara malam ini." Christina tersenyum bahagia karena Devan hingga saat ini masih memperlakukan dirinya dengan manis walaupun sudah memiliki seorang Istri di rumahnya.

__ADS_1


"Ya, sayang! Apapun akan aku lakukan demi bisa bersama kamu." Christina tersenyum pada Devan.


Tapi Devan terlihat murung mendengar apa yang dikatakan oleh Christina.


"Sayangnya kamu tidak mau untuk mengikuti aqidah aku. Setidaknya kita bisa menikah, sayang. Kalau kau mau melakukan itu!" Christina tercengang mendengar apa yang dikatakan Devan.


Christina tahu memang selama ini, hal itulah yang telah membuat hubungan mereka berada di dalam Dilema yang besar. Christina kesulitan menelan salivanya sendiri mendengar apa yang dikatakan oleh Devan tadi.


"Sayang, kamu anak seorang Kyai, sementara aku anak seorang pastor. Apakah mungkin kita berdua akan mampu untuk meninggalkan salah satu aqidah kita hanya demi menyatukan cinta kita?" tanya Christina merasa pusing tujuh keliling dengan pertanyaannya sendiri.


Devan kemudian memeluk Christina yang terlihat sedih sekarang karena pertanyaannya tadi.


"Sudahlah sayang kita lupakan saja hal itu yang penting sekarang kita berbahagia karena saling mencintai hingga saat ini. Untuk masalah ke depan aku akan mencari solusinya. Kamu jangan cemas ya?" Devan kemudian menarik tubuh Christina dan memeluknya dengan erat.


Christina tidak ingin Devan pulang ke rumahnya karena dia tidak mau harus melihat Devan kembali ke sisi istrinya.


Di saat balapan liar sudah siap untuk dilakukan. Tiba-tiba saja anak buah Devan berlari ke arahnya.


"Bos, Lihatlah ini!" Devan mengerutkan keningnya melihat anak buahnya yang anggota Geng Motor Galaksa. Pemuda itu menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan sebuah foto kepada Devan.

__ADS_1


Devan mengurutkan keningnya melihat foto tersebut. "Siapa laki-laki yang bersama dengan istriku ini?" tanya Devan pada anak buahnya yang tadi memberikan laporan tentang Sisil yang saat ini sedang makan malam bersama Rehan Dewangga.


"Laki-laki di dalam foto itu adalah Rehan Dewangga. Dia adalah seorang dokter di kota ini, bos. Dia adalah pemilik Rumah Sakit terbesar yang ada di kota ini. Bos! Apa yang harus kulakukan dengan laki-lakinya yang sudah berani mengajak makan malam kepada istri anda?" tanya pria itu dengan wajah kesal.


Christina terlihat cemberut melihat Devan yang tampaknya terganggu dengan info yang diberikan oleh pemuda itu.


"Sayang, kau pulanglah bersama dia. Aku ada urusan sebentar yang harus aku urus dulu. Nanti aku akan kembali lagi ke mari." Devan pun kemudian meminta kepada Christina untuk turun dari motornya karena dia harus segera mendatangi Sisil yang saat ini sedang makan malam bersama Rehan.


Akan tetapi Christina menolak untuk turun dari motornya dan berisi keras untuk mengikuti Devan.


"Aku tidak mau! Aku datang ke sini bersamamu jadi aku akan pulang denganmu juga!" Christina malah memeluk Devan semakin erat sehingga membuat pemuda itu menjadi bingung sendiri.


"Bagaimana dengan balapan liar kita Bos? Gak seru kalau gak ada bos disini." Ucapan pemuda itu membuat Devan sedikit bingung. Akan tetapi dia tidak bisa membiarkan istrinya merusak namanya dengan makan malam bersama laki-laki lain.


"Tidak apa-apa, kalian lanjutkan saja acaranya. Nanti setelah urusan kau selesai Aku akan kembali ke sini!" ucap Devan sambil menyalahkan mesinnya


Setelah mendapatkan alamat restoran di mana Sisil saat ini sedang makan malam Devan pun kemudian langsung melajukan motornya bersama dengan Christina yang saat ini benar-benar sedang diamuk cemburu karena kekasihnya begitu memperdulikan Sisil, istrinya yang di tinggalkan oleh Devan di rumah demi bisa kencan bersama dirinya.


"Apa kau cemburu mendengar istrimu makan malam dengan pria lain?" tanya Christina dengan suara gemetar.

__ADS_1


"Jangan sembarangan! Aku tidak cemburu sama sekali kepada Sisil. Aku tidak suka dengan kelakuan dia yang sudah mencoreng namaku dengan makan malam bersama pria itu." Christina cukup lega mendengar alasan dari Devan.


Christina sudah ketakutan kalau sampai kekasihnya mencintai istrinya. Christina akui kalau Sisil adalah gadis yang cantik dan selalu ceria. Sangat mudah untuk Devan bisa jatuh cinta kepada istrinya yang memiliki begitu banyak kelebihan bila di banding dengan dirinya. Hal itulah yang selalu membuat Christina merasa cemburu dan ketakutan setiap kali Devan bersama dengan istrinya.


__ADS_2