
"Mereka bener-benar suhu. Entahlah!! Siapa juara di antara keduanya mereka sama-sama ahli." begitu banyak komentar dari orang-orang yang saat ini sedang mengamati balapan antara Devan dan Sisil.
Anak buah Devan yang dulu pernah menghianati Devan dengan melaporkan ke kantor polisi kegiatan yang sedang mereka lakukan. Saat ini dia sedang memberikan teror kepada warga sekitar yang dilintasi oleh mereka saat melakukan balapan liar.
Beberapa di antara mereka ada yang membawa benda-benda tajam untuk melukai siapa saja yang melintas di depan mereka di saat melakukan balapan bersama teman-teman lainnya.
"Wah, besok geng motor kita pasti akan masuk ke dalam berita lagi. Devan sebagai ketua geng motor pasti akan dipanggil lagi ke kantor Polisi untuk mempertanggungjawabkan kejadian malam ini. Hahahaha! Sungguh sangat menyenangkan sekali. Kita-kita yang berbuat akan tetapi Devan yang akan menanggung semua resikonya." pria culas itu terlihat begitu puas dengan semua yang dia lakukan atas nama Devan.
Ada sekitar dua orang pejalan kaki yang telah mereka lukai dan membuat keduanya masuk rumah sakit. Warga kampung terlihat begitu murka dan kesal dengan kelakuan geng motor yang sekarang semakin merajalela dan meresahkan masyarakat.
"Kita harus protes kepada Kyai Ibrahim, tentang kelakuan anaknya yang terus saja meresahkan kita dengan geng motornya. Aku yakin! Kyai Ibrahim pasti akan langsung memberikan ajaran kepada anaknya yang bandel dan nakal itu." ucap warga yang tadi menolong dua anak muda yang dilukai oleh anak buah Devan.
Dito dan beberapa rekan lainnya terlihat begitu bangga. Setelah mereka berhasil mencorengkan nama baik Devan dihadapan para warga. Di mana pondok pesantren milik ayahnya Devan ada di sana.
Beberapa di antara mereka adalah teman-teman Devan yang kecewa dengan Devan yang selalu lunak dan tidak suka dengan kekerasan.
Hal yang menjadi alasan Devan bergabung dan menjadi ketua dari para geng motor itu adalah untuk membuat teman-temannya melakukan kegiatan yang positif dan berguna bagi lingkungan ketimbang melakukan kegiatan-kegiatan negatif yang menyakiti orang lain. Devan Pasti akan sangat murka sekali kalau mengetahui hal itu.
__ADS_1
Walaupun Devan terkesan sebagai pemimpin yang lembut dan baik hati. Akan tetapi dia termasuk seorang pemimpin yang keras ketika menghadapi anak buah yang membangkang dan tidak menurut dengan aturannya. Sudah banyak anggota Geng Motor Galaksa yang dikeluarkan oleh Devan, karena mereka melanggar aturan yang sudah dibuat oleh Devan sebagai ketua.
Sementara itu Devan yang saat ini sedang balapan liar bersama dengan Sisil, terlihat Devan yang mengikuti Sisil karena Sisil malah pergi menuju ke jalur yang berbeda dari yang seharusnya.
"Kenapa Sisil malah masuk ke area hutan? Alih-alih mengambil jalan yang digunakan sebagai jalur atau track dari balapan hari ini. Apakah dia salah jalan atau ada seseorang yang sudah menyesatkan jalannya?" monolog Devan yang mulai merasa khawatir dengan Sisil.
Devan menghentikan laju motornya ketika dia melihat Sisil yang ternyata sampai duluan di garis finish. Devan terbelalak sendiri seakan tidak percaya dengan penglihatannya.
"Rupanya kamu hanya mengecohku denganmu pergi ke jalur yang lain. Aku tadi khawatir sekali kamu mau pergi ke jalur hutan yang gelap dan sangat berbahaya." Devan mendekat Sisil yang saat ini sedang tersenyum penuh kemenangan kepadanya.
Sisil kemudian menjelaskan bahwa awalnya dirinya memang hendak melaju ke area hutan. Akan tetapi kemudian dia menyadari bahwa ada kesalahan di sana. Dia curiga ada seseorang yang sengaja melakukan itu kepadanya. Sehingga dia pun kemudian mengambil jalan pintas untuk bisa kembali ke treck yang sesungguhnya. Sehingga akhirnya dia bisa menemukan jalan untuk kembali ke jalur balapan yang sudah disepakati oleh mereka.
Devan mendekati Sisil dan memberikan selamat kepadanya karena sudah menang darinya.
"Jangan senang dulu! Bukankah aku sudah bilang sama kamu, aku memberikan pilihan sama kamu, ketika aku menang, aku ingin supaya kamu segera memutuskan Christina!" Devan menatap kepada Christina yang sedang membelalakkan matanya karena terkejut.
Christina tidak menyangka kalau Sisil benar-benar menginginkan hal tersebut dari Devan. Christina merasa kecewa karena semua rencananya untuk mencelakai sistem ternyata gagal.
__ADS_1
'Dasar orang bodoh! Disuruh melakukan sesuatu seperti itu saja, gagal! Beraninya dia minta bayaran malah untuk jasanya yang tak berguna itu! sekarang aku malah harus menerima kenyataan untuk putus dari Devan!' Christina terus menatap Devan yang sekarang sedang mendekat kepadanya dan bersiap-siap untuk putus bersamanya.
"Maafkan aku Christina! Ini benar-benar sesuatu yang di luar keinginanku sendiri. Tapi sebagai seorang pria sejati, aku harus menepati janjiku. Aku harus putus dengan kamu untuk memenuhi janji sebagai seseorang yang kalah dari balapan malam ini!" Devan menetapkan jangan kepada Christina yang sudah mulai meneteskan air matanya.
Christina benar-benar tidak terima. Hubungan percintaannya bersama Devan, yang sudah lebih dari 5 tahun, harus berakhir begitu saja, gara-gara Sisil yang memenangkan pertandingan itu.
"Aku tidak terima dengan keputusanmu Devan! Sisil!! Aku akan menukar hadiah kemenanganmu dengan uang, berapapun yang kau ingin, aku pasti akan memberikan uang itu. Karena selamanya Aku tidak ingin putus dari Devan!" Sisil hanya tersenyum miring mendengar apa yang dikatakan Christina.
"Aku bukan orang miskin yang akan tergila-gila dengan uang yang kau tawarkan kepadaku. Aku hanya menginginkan suamiku untuk Melepaskanmu dan meninggalkan kehidupanmu. Dia sudah punya istri. Sudah selayaknya dia fokus dengan istrinya dan mulai memikirkan untuk segera lulus dari kuliah dan fokus untuk bekerja demi rumah tangga kami. Aku tidak bisa mentolerir lagi kesibukan suamiku yang hanya memajukan Nona besar seperti kamu. Kegiatan yang tak berguna sama sekali!" Devan cukup terkesiap mendengar apa yang dikatakan Sisil yang begitu tegas dan mantap.
Devan baru melihat Sisil yang seperti itu. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Sisil yang dia kenal selama beberapa bulan belakangan ini ternyata memiliki sisi yang seperti itu.
Sisil kemudian mendekati Devan dan tanpa aba-aba dia malah mencium bibir Devan di hadapan semua orang yang hadir di arena balapan malam itu.
Rehan yang sejak tadi hanya menjadi penonton dalam gelap, dia hanya bisa tersenyum melihat Alaksi nekat yang dilakukan Sisil di depan semua orang.
Devan sendiri terkejut sekali dengan perbuatan sosial yang begitu berani terhadap dirinya dan Christina yang pasti mengamuk melihat adegan yang benar-benar membuatnya sangat murka.
__ADS_1
"Beraninya kamu merebut Devan dari aku!" Christina langsung menarik Sisil dari pelukan Devan yang sedang hanyut dalam suasana romantis yang dibangun oleh Sisil diantara mereka berdua.