Anak Nakal Pak Kyai

Anak Nakal Pak Kyai
Bab 38


__ADS_3

Devan saat ini masih koma dan tidak sadarkan diri. Terlihat seseorang masuk ke dalam kamar perawatan Devan.


"Aku tidak menyangka kalau menyingkirkan kamu bisa di lakukan dengan begitu mudah. Devan! Sebentar lagi statusmu sebagai ketua Geng Motor Galaksa akan menjadi milikku. Kamu baik-baik saja disini menjadi orang cacat dan tidak berguna lagi! Kamu harus berterima kasih padaku karena mau mengambil tanggung jawab yang begitu berat untuk mengurus Geng Motor Galaksa dari kamu!" monolog pria asing itu berbisik di telinga Devan.


Devan yang saat ini rohnya sedang berada di luar tubuhnya, Devan terlihat mengerutkan keningnya saat dia mendengar ucapan sahabatnya yang selama ini selalu dia percaya sebagai anggota inti dari Geng Motor Galaksa yang dia pimpin.


"Aku benar-benar tidak menyangka kalau kamu tega melakukan ini terhadapku, hanya karena status sebagai ketua geng motor? Seandainya kau memintanya kepadaku dengan baik-baik, aku pasti akan memberikan status itu tanpa berpikir panjang." monolog Devan yang saat ini sedang menatap sahabatnya dengan perasaan yang begitu sedih.


Devan bahkan sampai merinding sendiri ketika melihat tatapan dari pria yang sedang menjenguk dirinya tanpa sepengetahuan kedua orang tua Devan.


"Wanita keji itu sungguh mulai melakukan banyak hal yang rumit dan menakutkan. Dia bahkan meminta kepadaku untuk membunuh suaminya sendiri. Astaga!" gumam pria itu pelan saat dia hendak meninggalkan tempat Devan sedang dirawat.


Roh Devan terlihat mengikuti pria tadi yang masih merupakan anggota inti dari Geng Motor Galaksa.


"Apa yang dikatakan olehnya tadi? Wanita keji mana yang dia maksud? Ya Allah! Apakah dia telah membuat geng motor Galaxa menjadi alat pembunuh bagi orang lain tanpa sepengetahuanku? Siapa yang sedang di rencanakan akan dibunuh olehnya?" roh Devan begitu penasaran dengan hal itu.


Saat ini Devan sudah naik ke dalam mobil pria yang ternyata adalah otak yang sudah membuat dirinya terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma.

__ADS_1


"Segera kalian singkirkan sopir yang sudah menabrak Devan! Aku tidak mau kalau sampai dia berbicara macam-macam tentang kelompok kita. Sampai Devan dinyatakan benar-benar meninggal. Aku ingin geng motor Galaxa menjadi geng motor nomor satu yang akan di takuti oleh semua orang di negara ini!" Devan benar-benar sangat ngeri mendengar perkataan pria itu.


Devan memperhatikan kondisi mobil yang dikendarai oleh pria itu yang merupakan anggota inti dari Geng Motor Galaksa. Pria yang selalu dia percaya ketika dirinya berhalangan hadir dengan acara ataupun kegiatan yang dilakukan Geng Motor Galaksa. Devan mencari sesuatu yang bisa dia jadikan sebagai petunjuk.


"Aku harus mencari tahu siapa orang yang dimaksud olehnya. Aku tidak akan membiarkan geng motor Galaxa dijadikan sebagai alat pembunuh olehnya. Tidak akan!" roh Devan terlihat begitu geram saat melihat pemuda itu sekarang masuk ke dalam markas besar Geng Motor Galaksa.


Tetapi aneh, dia malah masuk ke ruangan rahasia yang hanya di ketahui aksesnya oleh Devan saja sebagai ketua Geng Motor Galaksa.


"Kenapa b******* ini mengetahui akses masuk ke tempat ini? Setahuku, hanya Christina yang tahu tentang pintu rahasia itu." roh Devan mulai merasakan ada sesuatu yang ganjil di sana.


Terlihat Rina sedang menunggu pria tadi dengan pakaian yang tentu saja sangat menggiurkan bagi laki-laki sepertinya.


Roh Devan benar-benar sangat jijik melihat apa yang dilakukan oleh mereka berdua di ruangan itu. "Brengsek sekali dia! Beraninya dia menjadikan tempat sakral dari geng motor Galaxa untuk menjadi tempat mesum! Kalau aku bangun dari koma nanti, aku pasti akan langsung menghancurkan tempat ini sampai rata.'' ucap Devan dengan begitu gemas dan risih karena mendengar suara mesum mereka berdua yang sedang berbuat zinah.


Roh Devan sudah bertekad untuk membongkar pengkhianatan pria itu kepada seluruh anggota Geng Motor Galaksa yang lainnya. Roh Devan akhirnya memilih untuk menyingkir ke tempat lain. Karena tidak suka melihat adegan mereka berdua yang tidak pantas dilakukan oleh orang yang tidak berstatus sebagai suami istri.


"Gila kali dia ya? Gue aja yang punya istri secantik Sisil tidak pernah menyentuhnya. Mau ya? Dia bercinta dengan wanita tua dan keriput macam perempuan binal yang amat jahat itu? Bahkan dia sedang merencanakan pembunuhan suaminya sendiri!' Roh Devan terus mengomel sendiri, karena merasa tidak suka dengan situasi dirinya yang tidak berdaya sama sekali dengan apapun juga.

__ADS_1


Devan ingin bangun dari komanya, tetapi tidak mampu untuk melakukannya. Rohnya selalu mengalami kesulitan untuk masuk ke tubuhnya sendiri. Devan sendiri merasa heran dengan kejadian itu.


"Apakah ini adalah jalan Tuhan untuk membuatku mengetahui kebusukannya yang telah mengkhianati Geng Motor Galaksa? Aku harus melakukan sesuatu. Tapi apa? Tidak ada satu orang pun yang bisa melihat keberadaan aku disini. Bagaimana caranya aku bisa membongkar kebusukan dia?" Devan terus mondar-mandir dan berpikir untuk bisa melakukan sesuatu.


Devan tiba-tiba saja ingat dengan sahabatnya yang seorang indigo. "Aku yakin Surya akan bisa membantuku. Aku harus segera membongkar kejahatan dia Aku tidak mau kalau sampai Geng Motor Galaksa di jadikan alat pembunuh olehnya!" Roh Devan kemudian mencari Surya di dalam markas besar Geng Motor Galaksa.


Devan terlihat meneteskan air matanya karena merasa haru yang luar biasa. Saat dia tengah melihat anggotanya yang saat ini sedang berlatih fisik dengan dipimpin oleh orang kepercayaan Devan. Devan mengalami kesulitan untuk menemukan Surya.


Berkali-kali roh Devan mencoba untuk berkomunikasi dengan anggotanya yang ada di sana. Tapi tidak ada satu orang pun yang bisa melihat dia.


Saat Devan melihat salah satu anggotanya ada yang tidur, Devan pun mencoba untuk masuk ke dalam mimpinya agar bisa berkomunikasi dengan pria itu.


"Ginting! Ini aku Devan! Apa Kau bisa melihat aku?" tanya Devan dengan wajah sumringah dan bahagianya.


Pria yang bernama Ginting itu terlihat kaget ketika melihat Devan. "Bos! Bukankah kabarnya kau sedang koma di rumah sakit? Kau, bagaimana bisa disini?" tanya Ginting terlihat begitu terkejut saat melihat Devan di hadapannya.


"Tolong carikan Surya untukku. Aku butuh bertemu dengan dia. Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengannya tentang organisasi kita. Geng Motor Galaksa sedang dalam bahaya!" Ginting terlihat kebingungan mendengar apa yang dikatakan oleh Devan.

__ADS_1


Devan semakin frustasi dengan tingkah polah Ginting yang terlihat bego sekali bagi Devan. "Tampaknya aku salah memasuki mimpi orang! Hadeuh, merepotkan saja!'' Devan merutuki dirinya sendiri yang begitu bodoh karena pada saat urgen seperti itu dirinya tidak bisa berpikir apapun juga.


__ADS_2