Anak Nakal Pak Kyai

Anak Nakal Pak Kyai
Bab 30


__ADS_3

Glane saat ini sedang menatap foto ibunya. Entah kenapa hatinya selalu merasa tidak nyaman setiap bertemu dengan Rina.


"Mama, dimanapun Mama berada, tolong jaga diri baik-baik. Glane sayang sekali dengan Mama." ucap Glane sambil mencium foto Arimbi yang begitu cantik.


Apa yang di lakukan oleh Glane itu di lihat oleh Rina. Wanita keji itu masih bisa tersenyum dan mendekat kepada Glane.


"Istirahat, Glane. Jangan terlalu banyak memikirkan ibumu. Mungkin saja sekarang dia sedang berselingkuh dengan pria lain. Mungkin saja kamu sudah punya adik lain di luar sana." ucapnya sambil mendekati Glane.


Mulut keji Rina sedang memfitnah Arimbi dan membuat Glane membenci ibunya. Sungguh aneh sekali dengan kelakuan Rina. Hal itu malah membuat Glane curiga dengan dirinya.


"Jangan berdusta! Kau tidak mengenal siapa ibuku, jadi jangan sembarangan bicara!" Glane memilih untuk pergi dari hadapan Rina.


Seketika Glane jadi ingat tentang Sisil. Wanita yang pernah dia selamatkan dari lokalisasi milik Christina.


Glane merutuki kebodohan dirinya sendiri karena tidak meminta alamat ataupun nomor ponsel Sisil. "Aku akan meminta anak buahku untuk mencari keberadaan Sisil," Glane sendiri tidak mengerti kenapa dia begitu tertarik dengan sosok Sisil.


Entahlah! Glane seperti melihat ibunya di dalam diri Sisil. Tadi ketika dia menatap foto ibunya, Glane seperti sedang melihat Sisil.


Hati Glane mulai memikirkan apa yang dikatakan oleh Rina, mengenai kemungkinan ibunya telah berselingkuh dan memiliki anak selain dirinya di luar sana.


"Apakah yang dikatakan oleh wanita itu benar? Kalau ibuku pergi dengan pria lain dan memiliki anak lain di luar sana?" Tanya Glane yang hatinya semakin tidak nyaman.


Glane kemudian pergi ke markas besar miliknya. Dia mencari keberadaan Sisil dan meminta tolong kepada anak buahnya untuk mencari Sisil.

__ADS_1


"Wanita yang pernah bersama dengan Bos itu? Bos, apakah Bos mencintai wanita itu?" tanya pemimpin dari anak buah Glane.


Glane yang sedang memegang pensilnya sontak langsung melemparkannya ke arah wajah tampan Alvin. Dia juga merangkap sebagai asisten Glane dalam hal memberantas bisnis ayahnya yang illegal.


"Jangan bicara sembarangan! Sisil itu seorang wanita yang terhormat dan dia juga sudah memiliki suami. Waktu itu, aku hanya menolongnya saja. Hari ini tiba-tiba saja aku mengingat dia. Aku ingin tahu bagaimana kabarnya, hanya itu saja!" Glane berusaha menjelaskan tentang rasanya kepada Alvin.


"Baiklah, Bos! Saya akan mengirimkan anak buah untuk mencari keberadaan Nona Sisil." Glane kemudian pergi dari tempat itu setelah mendapatkan begitu banyak laporan dari anak buahnya soal pergerakan anak buah ayahnya.


Apa yang dilakukan oleh Glene sebenarnya cukup membuat pusing anak buahnya yang harus berhadapan dengan dua kubu.


"Aku benar-benar tidak mengerti dengan Tuan Glane. Kenapa dia harus bersusah payah untuk menghancurkan bisnis ayahnya sendiri yang suatu saat akan di berikan kepadanya. Sungguh sangat aneh sekali!" ucap pria tongos itu terlihat sangat pusing.


''Kita kerjakan saja apa yang menjadi tugas kita! Jangan banyak bicara! Kita kalau tidak menuruti perintah Tuan Glene, kita juga akan dihukum oleh Tuan Handoko. Beginilah nasib anak buah! Udah cepat laksanakan tugas yang tadi diberikan oleh tuan Glene!" perintah Alvin pada anak buahnya.


***


Sementara itu Sisil dan Devan masih saja belum bisa menemukan titik temu untuk masalah rumah tangga mereka.


"Pulanglah! Aku harus pergi untuk bertemu dengan Andreas dan anggota Geng Motor Scorpio! Aku gak suka kalau kamu masih ada di sini." perintah Sisil pada Devan.


Mendengar bahwa Sisil akan bertemu dengan Andreas sukses besar membuat hati Devan menjadi cemburu.


"Jadi benar yang dikatakan oleh Andreas bahwa kau adalah Queen dari Geng Motor Scorpio?" tanya Devan terdengar tidak senang.

__ADS_1


Sisil yang pada dasarnya masih marah kepada Devan, dia malah sibuk menggunakan sepatunya dan mengambil jaket kulit miliknya.


Devan melihat kelakuan Sisil tidak marah sama sekali. Devan malahan semakin mencintai Sisil. Ternyata Sisil adalah sosok yang selama ini dia kagumi di dalam Geng Motor Scorpio. Devan selama ini selalu mencari informasi tentang Queen dari geng motor Scorpio yang menjadi saingan dan juga musuh bebuyutan mereka.


Sisil selama ini tidak pernah menunjukkan wajahnya di depan publik. Ha itu untuk melindungi keluarganya maupun reputasinya sebagai seorang calon dokter.


"Bukan urusanmu! Apakah aku Queen dari geng motor Scorpio ataukah Sisil wanita bodoh yang dengan begitu mudahnya menikah dengan laki-laki tolol seperti kamu!" Devan tersenyum kecut mendengar ucapan Sisil. Devan tahu tidak akan mudah untuknya dalam menghadapi Sisil yang sedang marah seperti itu.


Devan hanya mengelus dada dan berusaha sabar. Seorang pria memang harus punya banyak stock sabar dalam menghadapi istrinya. Apalagi sosok Sisil yang keras kepala dan merupakan Queen dari Geng Motor Scorpio.


"Berarti kamu tahu tentang rencana dari geng motor Scorpio yang menjebakku pada saat malam kau menyelamatkanku?" tanya Devan pada Sisil.


Sisil terdiam. Dia memang mengetahui pada malam itu terjadi penggerebekan anak-anak yang motor yang dilakukan oleh Polisi setelah mendapatkan laporan dari seorang pria yang misterius. Sisil juga mendapat kabar itu dari Andreas. Tapi Andreas tidak pernah memberitahukan siapa nama penghianat itu.


"Kalau kau penasaran dengan penghianat yang ada di dalam geng motormu, kau dekati saja Andreas dan bertanya padanya. Siapa yang sudah bekerja sama dengan dia untuk menghancurkan geng motor kalian!" Devan terlihat begitu shock mendengar perkataan Sisil. 'Jadi benar, kalau di Geng Motor Galaksa ada pengkhianat?' batin Devan mulai merasa tidak nyaman dengan berita tersebut.


"Cepatlah keluar aku mau mengunci pintu rumahnya!" perintah Sisil kepada Devan.


Devan mau tidak mau ikut keluar. "Kamu kau kemana? Aku akan mengantarmu dengan motorku." ucap Devan yang sudah bersiap mengeluarkan motornya dan naik ke atas jok motor miliknya.


Devan sudah mengulurkan helmnya kepada Sisil. Tapi Sisil malah pergi ke samping kontrakan dan mengambil motor miliknya sendiri. Andreas ternyata juga sudah menyiapkan sebuah motor untuk Sisil.


"Motorku? Jadi, pada malam itu kamu yang bertarung denganku di area bala motor?" tanya Devan yang begitu terkesiap melihat motor kesayangannya berada di tangan Sisil.

__ADS_1


Para geng motor itu memang kayak gitu. Mereka akan bertaruh dengan motor miliknya ketika kalah. Begitu juga dengan Devan dan Sisil. Dulu mereka pernah berhadapan satu sama lain sebagai musuh di arena balapan. Saat itu Devan dikalahkan oleh Queen dari gang motor Scorpio. Devan tidak percaya bahwa dirinya benar-benar menikah dengan seorang queen dari Geng Motor Scorpio.


__ADS_2