
Glane saat ini sedang bersama dengan Handoko. Pria gagah dan tampan yang sampai saat ini masih terlihat begitu gagah dan tampan walaupun usianya sudah tua.
Namun seperti pepatah lama yang mengatakan semakin tua semakin menggoda. Mungkin hal itu pantas untuk menggambarkan sosok Handoko.
Melihat ketampanannya bisa diketahui dari mana ketampanan yang dimiliki oleh Glane berasal. Ayahnya sungguh menawan. Pantas saja sosok Christina tidak keberatan untuk di jadikan sugar baby olehnya.
Selain memiliki ketampanan yang luar biasa, Handoko juga memiliki area kekuasaan yang tidak bisa dibayangkan oleh orang awam.
Bisnis bawah tanahnya tidak bisa di katakan kaleng-kaleng. Glane mengalami kesulitan untuk bisa memecahkan kasus yang melibatkan ayahnya sendiri.
Akan tetapi Handoko sama sekali tidak pernah mempermasalahkan apapun yang dilakukan oleh putranya. Mereka malah kadang menjadikan semua itu sebagai lomba ataupun ajang untuk mengasah kemampuan masing-masing dalam mencapai misi yang mereka targetkan.
Handoko dan Glane tidak pernah terlihat cekcok ataupun marah dengan hasil dari setiap kali misi telah di jalankan oleh mereka.
"Tampaknya kemampuanmu untuk dapat menangani sebuah kasus semakin mantap dan keran. Papa harus bangga dengan kamu. Katakan sama Papa, apa yang kamu inginkan sebagai hadiah dari lomba kita kali ini?" tanya Handoko sambil tersenyum kepada Glane.
Glane terlihat biasa saja menanggapi semua perkataan ayahnya. Walaupun di dalam hatinya dia merasa agak heran dengan tingkah Handoko yang tampak begitu acuh dengan kasus penangkapan Christina yang merupakan sugar baby dari sang ayah.
"Apakah Papa tidak masalah dengan penangkapan Christina dan juga anak buahnya?" tanya Glane sambil menenggak gelas wine di tangannya.
Handoko tertawa terbahak mendengar pertanyaan dari putranya. "Bagi Papa seorang Christina tidaklah berarti apa-apa. Fia bisa digantikan oleh siapapun setiap saat. Berbeda dengan kamu! Kamu adalah putraku satu-satunya Glane! Suatu saat nanti semua yang kumiliki akan menjadi milikmu. Papa tidak masalah denganmu yang akan memutuskan untuk memelihara organisasi kita atau menghancurkannya dengan tanganmu sendiri karena semua itu kamu sendiri yang akan merasakan akibatnya." Glane tahu maksud kata-kata ayahnya.
Handoko memang sosok Ayah yang toleran dan tidak pernah memaksakan apapun kepada anaknya.
__ADS_1
Glane adalah seorang pemuda yang tampan dan juga berprestasi dalam setiap hal yang dia geluti. Handoko tidak keberatan sama sekali untuk mengorbankan bisnisnya ataupun buahnya, hanya membuat nama putranya menjadi Cemerlang di institut Glane bekerja.
Handoko merasa semua itu sepadan untuk kesuksesan putranya. Secinta dan sesayang itu Handoko pada Glane.
"Baiklah aku pergi dulu, Pah! Tampaknyanya Papa tidak bersedih sama sekali dengan kepergian Christina ke penjara. Atau barangkali aku sudah membantu papa untuk menyingkirkan wanita yang sudah tidak menarik lagi untuk Papa?" tanya Glane tidak takut sama sekali pada ayahnya.
Handoko boleh garang dan menyeramkan. Tetapi dia adalah sosok Ayah yang sangat baik ketika berhadapan dengan Glane.
"Papa kemarin mendapatkan laporan dari anak buahku. Kalau Kau bekerja sama dengan seorang wanita di lokalisasi saat menjalankan misi kemarin. Glane, bisa kau memperkenalkan dia padaku?" tanya Handoko pada putranya.
Glane hanya tersipu mendapatkan pertanyaan itu dari sang ayah. Handoko akan merasa senang sekali kalau sampai Glenn memiliki hubungan dengan Sisil.
Sisil bisa membuat Glane merasa betah bersamanya seharian penuh. Itu artinya Dia memiliki kualitas sebagai seorang wanita yang bisa menaklukkan hati dingin seorang Glene yang sangat sulit di cairkan beberapa tahun belakangan ini.
Handoko selama ini sangat mencemaskan tentang kehidupan putranya yang sangat kesepian dan selalu sendiri.
"Papa akan sangat senang sekali kalau melihatmu membawa wanita itu dan diperkenalkan kepadaku sebagai Kekasihmu." ucap Handoko dengan penuh antusias dan semangat membara.
Alih-alih merasa senang karena dukungan ayahnya, Glene malah langsung cemberut kepada ayahnya.
''Dia sudah punya suami, Pah! Bagaimana bisa menjadi kekasihku? Aku bukan Papa, ya! Yang masih mau menerima wanita yang sudah memiliki hubungan dengan suami atau kekasih orang lain." cicit Glane sambil menggelengkan kepalanya.
Handoko bukannya marah, dia malah tertawa terbahak-bahak. "Para wanita yang tidak setia itu, tidak ada harganya sama sekali. Papa hanya sedikit mencicipi mereka. Anggap saja beli jajanan d pinggir jalan. Kalau sudah puas tinggal buang ke tempat sampah. Lalu kita cari lagi yang lain yang bisa memuaskan hati kita dengan kebahagiaan!" Glane hanya bisa menghela nafas berat melihat kelakuan ayahnya yang benar-benar tidak menghargai seorang wanita.
__ADS_1
Glane sekarang mengerti kenapa ibunya lebih memilih meninggalkan sang ayah, daripada bertahan untuk menjadi nyonya Handoko.
Handoko sampai saat ini masih menutup rapat dan merahasiakan tentang ibu kandung Glane yang sekarang entah ada di mana.
Handoko hanya ingin putranya yang pintar suatu saat nanti bisa mencari sendiri segala hal tentang ibunya. Handoko tidak pernah menceritakan kebaikan ataupun keburukan sang ibu pada Glane.
Glane dipersilahkan untuk bertemu dengan ibunya kapan saja. elama Glene ataupun ibunya ingin bertemu. Tetapi sejak 20 tahun lalu, saat Arimbi memutuskan pergi untuk meninggalkan Handoko, sampai saat ini wanita itu belum pernah datang menemui ataupun mencari putranya.
Handoko tidak tahu kalau Arimbi sudah meninggal karena perbuatan istri mudanya.
Wanita keji yang telah memanfaatkan kebaikan hati Arimbi hanya untuk bisa masuk ke dalam keluarga mereka dan melakukan aksinya untuk menggoda Handoko.
Handoko yang pada dasarnya memang pria b******* dan tidak memiliki kesetiaan terhadap pasangannya. Handoko dengan begitu mudah terpengaruh dan tergoda kepada Rina. Wanita lugu yang begitu manis saat berada di hadapan Handoko.
Akan tetapi dia langsung berubah menjadi siluman rubah yang licik dan jahat. Ketika Handoko sudah tidak ada di sampingnya.
Tetapi sejahat apapun Rina, dia tidak pernah melakukan kejahatan kepada Glane. Rina sangat tahu harga seorang Glane di hati Handoko sebagai pewaris keluarga besarnya dan kerajaan bisnis legal maupun illegal sang suami. Rina merupakan gadis yang pintar dan tidak ingin mencari masalah dengan Glane.
Rina memperlakukan Glane dengan baik dan membuatnya diakui sebagai Nyonya Handoko di hadapan Glane sebagai sang pewaris tahta suaminya yang telah menjadi tangga kekayaan bagi Rina.
Rina tidak pernah merasa keberatan sama sekali untuk merendahkan dirinya di hadapan Glane maupun Handoko. Hal itu Rina lakukan hanya untuk membuat dia tampak begitu cemerlang di hadapan kedua pria tampan beda generasi itu.
Glane bisa menerima pernikahan ayahnya dengan Rina. Karena dia merasa tidak pantas untuk mencampuri urusan orang dewasa.
__ADS_1