
Christina saat ini sedang berhadapan dengan Rina. Wanita yang sama-sama keji dan berhati dingin. Rina tahu kalau Christina adalah sugar baby suaminya sendiri. Tetapi dia kelihatan tidak merasa keberatan sama sekali dengan hal itu. Buktinya, sekarang Rina sedang membantu Christina untuk bisa bebas dari penjara bersama dengan mucikari yang jadi orang kepercayaan Rina dalam mengawasi Christina dan Handoko di lokalisasi.
"Kau benar-benar seorang perempuan yang sangat bodoh! Bagaimana bisa kamu jatuh dalam perangkap anak ingusan seperti Sisil dan Glane? Sungguh bodoh!" Rina terlihat begitu murka kepada Christina yang sejak tadi hanya bisa diam dan mendengarkan semua omelan Rina yang tidak ada habisnya.
Christina adalah keponakan Rina. Dia tahu kalau suaminya berselingkuh dengan Christina, tetapi Rina tidak memperdulikan sama sekali tentang hal itu.
Bagi Rina, yang penting dia memiliki anak buah yang bisa dia perintahkan untuk mengendalikan suaminya agar tetap menurut dan di bawah kendalinya.
"Aku tidak tahu kalau Glene itu anak dari Om Handoko. Kalau aku tahu, aku pasti akan menjauhkan Sisil dari pemuda itu. Sekarang aku harus bagaimana Tante?" tanya Christina yang begitu frustasi dan kesal.
Christina sudah merasa tidak tahan berlama-lama di dalam penjara. Penyakitnya yang dia derita hampir satu hari bisa kumat 2 sampai 3 kali, membuat dirinya sangat tersiksa dan menderita sekali.
Pengobatan yang ada di penjara benar-benar sangat minim dan tidak sesuai dengan kesehatan Christina yang terus mundur.
Kedua orang tua Christina sudah angkat tangan dan menyerah untuk mengurus anak bandel seperti Christina yang benar-benar sudah mempermalukan keluarga bersama mereka dengan kasus itu.
"Kamu tenang saja! Aku pasti akan segera membantumu untuk keluar dari neraka ini. Tapi, aku punya sebuah syarat yang harus kau lakukan sebelum aku membantu kamu keluar dari sini!" Christina matanya berbinar ketika mendapatkan janji seperti itu dari Rina.
Christina terlihat tidak sabar ingin segera mendengar syarat yang diajukan oleh Rina untuk membebaskan dirinya.
"Katakan saja apa syaratnya, Tante! Aku akan berusaha untuk mengabulkannya." janji Christina dengan begitu yakin.
__ADS_1
Terlihat Christina yang meringis karena kesakitan akibat penyakit yang kumat lagi. Melihat Christina yang kesakitan begitu, Rina terlihat menyerahkan bubuk putih kepada Christina untuk membantu dia melewati mada sulitnya di penjara.
"Gunakanlah ini untuk mengurangi rasa sakit kamu. Ingat! Gunakan secara hati-hati agar tidak dicurigai oleh petugas!" pesan Rina pada Christina yang tentu saja merasa berterima kasih kepada Rins yang mau memberikan narkoba untuk dirinya.
Christina selama ini memang selalu menurut dengan apapun yang dikatakan oleh Rina demi benda haram itu yang selalu rutin di berikan oleh Rina pada Christina selama Christina melakukan perintahnya dengan baik dan tanpa celah maupun kegagalan.
"Katakan apa syaratnya, Tante! Aku ingin segera bebas dari penjara terkutuk ini!" Christina sangat kesakitan dan ingin segera mengakhiri pertemuan itu agar dia bisa segera menghisap narkoba yang tadi dikirimkan oleh Rina.
Rina terlihat begitu senang karena umpan yang dia berikan kepada Christina selalu sukses dan tidak pernah di tolak oleh Christina yang bodoh dan dungu itu.
"Ketika Handoko datang kemari untuk menjengukmu, kamu berikan obat ini ke dalam minuman dia!" Rina kemudian menyerahkan sebuah pil kepada Christina.
"Obat apa ini? Kenapa tidak Tante berikan sendiri saja? Bukankah itu jauh lebih aman dan pasti berhasil?" tanya Christina merasa heran sekali.
Rina kemudian tersenyum, "Semakin sedikit yang kau ketahui maka hidupmu dalam keadaan aman. Kamu lakukan saja apa yang aku katakan kepada kamu. Besok aku akan membujuk Handoko untuk datang menjenguk kamu. Ingatlah! Kamu lakukan tugasmu dengan baik dan aku akan mengirimkan pengacara untuk membebaskan kamu dari penjara secepatnya!" Christina akhirnya mengambil obat yang tadi diberikan oleh Rina kepadanya.
Christina tidak mencintai Handoko. Jadi, dia tidak masalah dengan apapun yang akan terjadi kepada pria paruh baya itu.
Christina mau di jadikan sugar baby oleh Handoko karena memang perintah dari Rina. Christina tidak keberatan sama sekali. Toh, Handoko juga walaupun sudah agak tua tetapi dia masih memiliki fisik yang bagus dan menarik. Selain itu Handokojuga selalu sukses membuat dirinya terbang melayang ke langit ketujuh.
Handoko juga selalu memanjakan dirinya dengan kemewahan yang sulit dia dapatkan dari keluarga kandungnya yang selalu membandingkan dirinya dengan saudara-saudaranya yang jauh lebih Cemerlang daripada dirinya.
__ADS_1
"Baiklah aku pergi dulu!" Rina terlihat tersenyum bahagia karena membayangkan akan segera menyelesaikan tugas yang seharusnya sudah dia eksekusi setahun yang lalu. Tetapi tugas itu selalu saja terganggu gara-gara Glene yang terus saja merecoki rencana yang sudah dia susun susah payah.
Rina diberikan tugas oleh ayahnya untuk membunuh Handoko yang sudah melenyapkan seluruh keluarga mereka.
Rina berada di samping Handoko hanya untuk membalaskan dendam keluarga besarnya yang binasa karena perbuatan Handoko yang telah melakukan dosa besar kepada Rina dan seluruh keluarga besarnya yang sekarang sudah binasa.
Rina pulang dan pergi dari penjara tanpa menoleh lagi ke belakang. Rina merasa sudah berhasil dalam tugasnya. Rina sangat yakin dengan kemampuan Christina yang telah dia tugaskan untuk mengeksekusi Handoko.
Sepanjang jalan, Rina terus tersenyum begitu bahagia membayangkan kehancuran keluarga Handoko. Hanya membayangkannya saja sudah membuat Rina sangat bahagia. Apalagi kalau benar-benar melihat mayat Handoko di depan matanya? Rina benar-benar merasa sakit sekali dengan hal itu. Ketika dia mengingat kembali kejadian kelam di saat keluarganya dibantai oleh anak buah Handoko yang dulu adalah kepala preman dan organisasi penjahat yang telah melakukan banyak kegiatan yang negatif.
"Papa, Mama dan adik-adik! Tunggulah! Aku akan segera mengirim pembunuh kalian ke neraka!" Rina mengeram begitu marah.
Rina kemudian menghubungi brondong kesayangannya yang selalu berhasil membuat dirinya merasakan kebahagiaan. Pada saat dia sedang merasakan kesepian dan rasa sakit karena kehilangan keluarga besarnya gegara Handoko.
Pria muda yang berusia 20 tahun yang lebih layak menjadi anaknya malah menjadi tempat pelampiasan hasrat dan nafsunya.
Rina mengira bahwa semua yang dia lakukan bersih dan tidak pernah mengundang kecurigaan Handoko. Rina tidak pernah mengetahui ataupun menyadari bahwa Handoko setiap saat selalu mengirimkan mata-matanya untuk mengawasi dirinya.
Akan tetapi selama ini Handoko terlihat begitu acuh dan tidak terlalu peduli dengan kegiatan sang istri di belakangnya.
Bagi Handoko sendiri, selama Rina bisa menyelesaikan tanggung jawabnya untuk mengurus beberapa lokalisasi dan klub malam miliknya, itu sudah lebih dari cukup. Apapun yang dilakukan oleh Rina merupakan bonus yang diberikan oleh Handoko tanpa merasa cemburu ataupun sakit hati. Karena dirinya pun melakukan hal yang sama seperti istrinya yang sama-sama hyper$ex.
__ADS_1