Anak Nakal Pak Kyai

Anak Nakal Pak Kyai
Bab 23


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan di sini Sisil? Cepat kau jawab pertanyaanku!" Devan terlihat begitu geram.


Devan melihat Sisil yang malahan mendekati Glenn alih-alih menjawab pertanyaannya.


"Glane! Pastikan semuanya kau tangkap tanpa sisa dan mendapatkan hukuman yang setimpal. Aku juga akan melaporkan perempuan itu yang sudah membuangku ke tempat ini dan melakukan hal yang sangat merugikanku." Sisil malah pergi meninggalkan Devan yang terlihat begitu marah karena diacuhkan oleh istrinya.


Sisil benar-benar merasa tersinggung melihat sorot mata Devan yang menghakimi dirinya. Devan bahkan lebih mementingkan Christina yang jatuh pingsan daripada menemuinya.


Padahal dirinya telah melewati masa yang paling sulit dalam hidupnya. Karena harus berada di lingkungan yang tidak kondusif dan sangat berbahaya. Seandainya Sisil tidak mendapatkan pertolongan dari Glane, dirinya merasa pesimis akan bisa menyelesaikan misi dan juga melindungi harga dirinya sebagai seorang wanita dan sebagai seseorang yang sudah punya suami.


Sisil merasa beruntung hingga saat ini segelnya masih aman dan tak pernah disentuh oleh laki-laki manapun, tal terkecuali Devan.


Sisil sampai saat ini belum pernah mengizinkan Devan untuk menyentuhnya. Sisil ingin mempersembahkan mahkota kehormatannya untuk laki-laki yang dicintainya dan juga mencintainya.


"Sisil!! Kemari kau! Astagfirulah! Cepat kau jelaskan padaku!! Kenapa kau berada di sini?" tanya Devan dengan tatapan penuh amarah kepada Sisil.


Sisil hanya menatap sinis kepada Devan yang sekarang malah mendekati Sisil, "Kau urus saja kekasihmu yang penyakitan dan ratu drama itu! Bagaimana kalau dia mati mendadak gegara kamu dekat sama aku? Apa kau nanti tidak nangis kejer?" sindir Sisil sambil menatap sinis kepada Devan.


Hati Devan menceloa mendengarkan perkataan dari istrinya yang begitu keras dan tegas. Devan tidak mengetahui sosok Sisil yang sesungguhnya yang merupakan Queen dari geng motor yang selalu menjadi saingan Geng Motor Galaksa.


Akan tetapi identitas Sisil yang memang selalu dirahasiakan tidak pernah diketahui oleh siapapun. Hanya anggota inti dari Geng Motor Scorpio yang mengetahui identitas Sisil yang sesungguhnya.


Devan yang merasa jengkel dan kesal dengan sikap Sisil yang tidak menghargainya, Devan langsung menarik tangan Sisil lalu menggendong tubuh mungilnya seperti karung beras dan di naikkan ke atas motornya.

__ADS_1


Devan tampak begitu acuh dan tidak memperdulikan keributan yang terjadi di lokalisasi milik Christina. Christina memang biang di tempat itu. Di balik kepolosan dan kecantikan wajahnya, Christina adalah pemilik dari lokalisasi tempat Sisil di tahan di sana. Tempat itu berlindung di bawah kekuasaan ayahnya Glane yang merupakan ketua mafia. Di mana Christina adalah sugar baby dari ayahnya Glane yang seorang mafia terkenal di kota itu.


Glane dan Christina sama-sama orang penting bagi Handoko, kepala mafia yang kejam di kota itu.


Sisil memilih untuk melepaskan diri dari Devan dan pergi bersama dengan anak buahnya yang dari Geng Motor Scorpio.


Devan benar-benar tidak percaya kalau istrinya malah memilih untuk pergi dengan mengikuti ketua geng motor Scorpio, dari pada dengan dirinya yang merupakan suami dari Sisil.


Devan yang terlihat begitu geram mengikuti kemanapun Sisil pergi bersama Geng Motor Scorpio yang di pimpin oleh Andromax, nama lain dari Andreas yang merupakan sahabat dari Sisil.


Devan terlihat begitu marah ketika melihat sisir yang naik ke atas motor Andreas dengan begitu percaya diri dan terlihat tidak peduli dengannya.


Sementara itu Christina sudah dibawa oleh Polisi menuju ke Kantor Polisi. Polisi sudah mengetahui pingsan pura-pura yang dilakukan oleh Christina sehingga dia langsung dijebloskan ke dalam penjara tanpa ada yang membela dia.


"Kurang ajar Devan!! Dia benar-benar tidak mau untuk mempedulikan bagaimana keadaanku! Kejam kamu Devan!" Christina terlihat meneteskan air matanya ketika polisi memaksanya untuk masuk ke dalam mobil tahanan bersama yang lainnya yang malam itu semuanya berhasil ditangkap.


Penggerebekan itu direncanakan cukup lama oleh pihak kepolisian dan Glene yang bekerjasama dengan Sisil sebagai orang yang ada di dalam lokalisasi. Sisil benar-benar merasa puas dengan hasil pekerjaannya yang sukses besar.


"Kamu memang sangat hebat Sil! Aku benar-benar sangat salut denganmu. Kau memang layak sekali mendapatkan gelar sebagai Queen dari geng motor Scorpio. Besok malam, aku pasti akan membuatkan pesta untuk keberhasilan kita hari ini dalam menyelesaikan misi yang diberikan oleh Glenn." ucap Andreas dengan penuh kebanggaan kepada Sisil.


Sisil Sebenarnya aku merasa cukup bingung dengan kehadiran Devan malam ini.


"Kenapa Geng Motor Galaksa ada di sana juga bersama kalian?" tanya Sisil yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran Devan yang terlihat begitu memperdulikan Christina.

__ADS_1


Hati Sisil merasa cemburu dengan apa yang dilakukan oleh suaminya kepada kekasihnya.


Sisil sejak tadi begitu fokus mengobrol dengan Andreas sehingga dia tidak melihat bahwa saat ini Devan sedang berusaha mengejar motornya. Bukan mengejar mobil yang membawa Christina.


Sisil tidak mengira kalau hal itu benar-benar dilakukan oleh Devan untuk dirinya.


"Tadi aku bertarung dengan Devan di dalam balapan liar. Siapa yang kalah, maka dia akan membantu misi yang sedang dikerjakan oleh geng motor yang menang. Jadi, Devan yang malam ini kalah akhirnya membantu yang motor kita untuk menyelesaikan misi yang diberikan oleh Glene pada Geng Motor Scorpio." Sisil terlihat manggut-manggut dan mengerti apa yang dikatakan oleh Andreas.


Walaupun Sisil agak tidak percaya kalau Devan bisa di kalahkan oleh Andreas di arena balap liar. Devan dan Andreas kemampuannya memang tidak terlalu berbeda. Mereka sama-sama jago dan ahli dalam balapan liar.


Sisil dan Andreas sudah mengenal sejak kecil jadi dia sangat tahu karakter dan tabiatnya. "Apakah kamu benar-benar menikahi Devan?" tanya Andreas yang sepertinya merasa tidak senang dengan berita yang dia dengar dari anak buahnya.


Sisil dan Devan memang merahasiakan tentang pernikahan mereka yang mendadak dari siapapun.


Hal itu karena mereka berdua sama-sama belum menyelesaikan kuliah mereka masing-masing.


Sisil saat ini ada menyelesaikan pendidikan koasnya. Sementara Devan S1 saja belum lulus.


Selama ini Devan memang terlalu mementingkan balapan liarnya dan juga kegiatan di geng motornya daripada memikirkan tentang kuliahnya agar bisa cepat selesai. Segala sesuatu yang membuat ayahnya dan ibu tirinya merasa kesal, Devan pasti akan melakukannya dengan penuh semangat.


Segitu bencinya Devan kepada ayah dan ibu dirinya. Devan bahkan sampai rela untuk mempertaruhkan masa depannya sendiri. Hanya untuk membuat mereka kesal dan marah kepadanya.


"Aku harus segera mengejar Andreas dan membawa kembali istriku ke rumah kami!" monolog Devan merasa kesal pada Sisil.

__ADS_1


__ADS_2