Anak Nakal Pak Kyai

Anak Nakal Pak Kyai
Bab 21


__ADS_3

Devan tampak mengeram ketika melihat foto-foto yang diberikan oleh Christina kepadanya. Foto di mana Sisil terlihat sedang bermesraan dengan seorang pria muda yang tampan. Padahal itu semua hanya foto palsu yang di rekayasa oleh mucikari yang ternyata masih teman Christina.


"Kenapa kamu melakukan ini padaku, Sil? Kenapa?" Devan terlihat menangis terisak sambil terus menatap foto yang ada di tangannya.


Christina terlihat tersenyum penuh kemenangan. "Devan!! Kamu yang sabar ya. Aku yakin kok kalau memang Sisil mencintaimu, dia pasti akan kembali ke sisimu suatu saat nanti!" Christina terlihat memeluk Devan dan berusaha menghibur Devan yang sedang sedih dan terluka.


"Sisil adalah perempuan yang bodoh yang tidak bisa menghargai cintamu dan perjuanganmu. Aku begitu menginginkan untuk bisa menjadi istri kamu. Tapi, aku tidak seberuntung itu. Devan!! Apakah kalau aku mau melepaskan keyakinanku, kau bersedia untuk menikah denganku? Apakah bisa?? Devan!! Aku ingin menghabiskan hidupku yang hanya tinggal sedikit lagi bersama denganmu." Christina menangis sesegukan demi menarik simpati Devan.


Hati Christina sakit melihat Devan yang menangis demi wanita lain. 'Menangis sepuasmu, sayangku. Karena setelah ini aku tidak akan membiarkanmu untuk memikirkan tentang perempuan itu lagi! Tidak akan pernah!' batin Christina terlihat begitu kesal.


Namun demi mendapatkan simpati dari Devan, Christina menangis di pelukan Devan. Devan yang merasa tega-tega kepada Christina, yang kondisinya sedang tidak baik-baik saja. Devan lalu mengelus rambut Christina yang begitu lembut.


"Tolong jangan menangis Christina!! Aku tidak sanggup untuk melihatnya. Aku yang bodoh karena begitu mudah berpaling hati. Aku pikir, Sisil adalah seorang wanita yang baik dan bisa kuandalkan. Aku benar-benar telah di tipu oleh kepolosan wajahnya yang ternyata hanya kepalsuan saja." Christina hatinya merasa sangat bahagia mendengar apa yang dikatakan oleh Devan.


Tetapi Christina tidak mau lengah dab terbuai dengan kemenangan yang semu. Sebelum Devan menceraikan Sisil dan menikahi dirinya, dia tidak akan puas sama sekali.


'Kamu adalah milikku, Devan!! selamanya aku akan selalu menjadi milikku! Bahkan sampai nanti aku mati pun, aku tidak akan pernah rela membiarkanmu bersama wanita lain! Tidak akan!' tekad bulat di hati Christina yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun juga.


Bahkan seluruh keluarganya pun sudah tidak mampu untuk mengendalikan dia lagi. Christina sudah nekat akan segera menjad muallaf demi bisa menikah dengan Devan.

__ADS_1


"Ceraikanlah Sisil dan kita menikah. Aku rela meninggalkan keyakinan aku, dan menjadi muallaf demi menikahi kamu. Devan!! Kurang besar apakah cintaku untukmu, Devan? Sehingga kau masih ragu denganku?" tanya Christina yang terlihat kesakitan karena menahan penyakitnya yang sedang kumat.


Namun Christina yang keras kepala, dia sama sekali mengacuhkan penyakit itu. Dia tidak rela kalau harus berpisah dengan Devan. Saat sampai pada titik ambang batasnya, Christina akhirnya jatuh pingsan dipelukan Devan.


Devan yang khawatir dengan keadaan Christina segera membawa Christina ke rumah sakit.


Devan merasa terkejut dan langsung membawa dia ke rumah sakit. Devan yang tadi merasa galau dan benci. Ketika melihat foto-foto mesra antara Sisil dan seorang pemuda tampan yang tidak di kenal oleh Devan. Kini Devan memfokuskan dirinya untuk memperhatikan Christina yang sedang berjuang mempertahankan nyawanya yang di ujung tanduk.


***


Sisil yang di paksa bertemu dengan seorang pria tampan, yang sebenarnya sedang di jebak oleh mucikari suruhan Christina. Sebenarnya saat ini Sisil sedang berjuang untuk bernegosiasi dengan pemuda itu yang cukup prihatin dengan keadaan Sisil yang menyedihkan.


"Aku mohon! Tolong aku untuk bisa bebas dari tempat ini. Aku mohon kepadamu!" Sisil memohon kepada Glane yang sebenarnya masih merupakan tuan muda dari organisasi mafia yang merupakan dari organisasi perdagangan manusia di mana mucikari itu bernaung.


Glane yang hatinya lembut, Sebenarnya dia tidak setuju dengan kegiatan ayahnya yang selalu memperjualbelikan para gadis yang tak berdosa demi memenuhi hasrat para hidung belang.


"Kenapa kamu bisa berada di sini? Ceritakan padaku!" perintah Glane pada Sisil.


Sisil sebenarnya bisa saja pergi dari tempat itu secara terbuka karena dia memiliki ilmu silat yang hebat. Apalagi Sisil yang merupakan Queen dari sebuah geng motor yang identitasnya di rahasiakan oleh Sisil dari siapa pun juga.

__ADS_1


Akan tetapi, saat ini Sisil sedang memerankan perannya sebagai korban. Demi menyelidiki siapa yang sudah begitu kejam melakukan itu kepada dirinya yang merasa tidak punya musuh.


Musuh Sisil tidak ada yang mengenali identitas Sisil saat ini. Karena Sisil yang sangat pandai menyembunyikan diri dari mereka.


"Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba saja pria berbaju hitam, mereka membawaku ketika aku pulang dari tugasku sebagai seorang koas. Aku pingsan karena obat bius mereka. Saat aku bangun aku sudah berada di ruangan gelap dan di paksa untuk melayani pria hidung belang. Aku tidak mau, makanya mereka menyiksaku sampai seperti ini." ucap Sisil sambil memperlihatkan beberapa luka lebam yang ada di tubuhnya.


Glane memicingkan matanya, merasa iba dengan kejadian buruk yang terjadi kepada Sisil yang baru dia kenal tadi.


Para anak buah sang mucikari tidak tahu identitas Glane yang sesungguhnya, makanya mereka tidak waspada sama sekali dengan kehadiran Glen di klub malam itu yang sebenarnya sedang menyelidiki tentang organisasi milik ayahnya sendiri yang suka menjual perempuan-perempuan malang kepada para hidung belang.


Glane sendiri adalah seorang jaksa di kota itu yang saat ini sedang menyamar menjadi seorang pria hidung yang butuh jasa dari Sisil.


"Aku akan berpura-pura membookingmu selama satu minggu. Dengan begitu kau bisa terbebas dari jeratan mucikari itu untuk melayani laki-laki lain. Kau akan tinggal di villa denganku. Kita akan brrpura-pura bersenang-senang di sana. Sementara itu, kau bantu aku untuk menyelidiki organisasi itu!" bisik Glane nyaris tidak terdengar.


Bagaimanapun juga Glane harus waspada kepada anak buah ayahnya yang pasti selalu mengawasi semua gerakan wanita yang mereka anggap sebagai peliharaan mereka. Sisil setuju dengan apa yang dilakukan oleh Glane. Sisil merasa cocok dengan Glane yang ternyata memiliki misi yang sama dengan dirinya.


Organisasi geng motor tempat Sisil bernaung merupakan organisasi yang suka membasmi kejahatan dan membela kebenaran.


Christina sungguh sedang menggali kuburannya sendiri dengan mengirimkan Sisil ke tempat itu. Alih-alih merasa hidup menderita, Sisil malah memulai strateginya untuk bisa mendapatkan banyak informasi demi menyelesaikan misinya dalam mengungkap jaringan organisasi penjualan para wanita sebagai pelacur untuk para pejabat maupun pengusaha dan pria hidung belang yang kurang kasih sayang di rumah mereka.

__ADS_1


__ADS_2