Anak Yang Tidak Diakui

Anak Yang Tidak Diakui
kabur


__ADS_3

Dewi segera bangun dan bergegas ke kamar mandi. Ia ingin segera pergi ke kantor dan tidak mau di rumah terus demi mendengar ocehan kedua orang tua Fuad.


Bi Atik bilang keluar kamar jam 7 lewat 15 kan tadi. Dan ini baru jam 7 berarti gue harus nunggu 15 menit lagi baru bisa keluar kamar.


Sambil menunggu 15 menit, Dewi mencoba berkali-kali menelpon Fuad tetapi tidak aktif.


15 menit kemudian Dewi membuka pintu kamarnya pelan-pelan dan menutupnya kembali. Lalu Dewi menuju ke dapur.


"Bi Atik, bi."


"Eh, iya non. Non Dewi mau kemana? Kok sudah rapi?"


"Iya Bi, aku mau ke kantor. Daripada pusing di rumah saja. Mama sama papa djmana?"


"Tuan sudah berangkat kerja. Nyonya masih di kamarnya. Non mau sarapan sekarang?"


"Ngga usah bi, aku mau langsung berangkat ke kantor. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam, hati-hati non."


Dewi segera keluar dari rumah Fuad dan berjalan. Setelah agak jauh dari rumah Fuad, Dewi segera menyetop taksi yang lewat dan ke rumah orang tuanya.


"Loh Dewi, kok pagi-pagi sudah sampai rumah. Fuad mana? Kamu sendiri? Naik apa?"


"Ayah, satu-satu nanyanya. Dewi masuk dulu. Dewi haus. Sebentar ya ayah."


Dewi masuk ke dalam rumah dan diikuti oleh ayah.


"Bu, ada Dewi nih."


"Iya sebentar lagi ibu keluar."


Ayah melihat Dewi yang sudah duduk di bangku meja makan dan segera menghampirinya.


"Dewi, kamu kenapa? Kok mukamu kusut? Bukannya kamu masih cuti dan baru masuk kantor minggu depan?"


"Iya, kamu ada apa kesini pagi-pagi? Kamu sendiri? Fuad mana?"


Ibu yang baru keluar dari kamar bertanya hal yang sama seperti ayah.


"Ayah, ibu. Dewi kesini sendiri naik taksi. Dewi tidak tahu dimana Fuad karena dari semalam Fuad tidak pulang ke rumah. Dan Dewi mau balik ke rumah ayah ibu saja. Dewi tidak mau tinggal di rumah orang tuanya Fuad."

__ADS_1


"Fuad tidak kasih tahu kamu kalau dia tidak pulang? Terus kenapa kamu mau tinggal di rumah ini lagi? Kamu kan sudah punya suami?"


"Ayah, ibu, semalam Fuad hanya bilang keluar sebentar karena ada kerjaan ternyata tidak pulang-pulang. Dan Dewi mau balik ke rumah ini karena perlakuan orang tua Fuad terlebih mamanya Fuad. Dewi tidak suka. Iya tahu Dewi sudah menikah sama Fuad. Iya tahu Dewi harus berbakti sama suami, Dan iya tahu, bahwa orang tuanya Fuad juga orang tuanya Dewi juga." Dewi menghembuskan napas kasar


"Kamu sudah makan? Kebetulan ayah sama ibu juga belum makan."


"Belum bu."


Dewi, ayah dan ibu makan pagi bersama. Mereka makan dalam diam tidak seperti biasanya yang selalu ada obrolan pagi hari.


Selesai makan Dewi segera membersihkan meja makan.


"Dewi, biar ibu saja. Kamu kelihatan capek. Kamu kan hari ini belum masuk kantor. Istirahat sana."


"Ngga papa bu. Dewi sudah belajar mencuci piring, membersihkan meja makan, mengepel lantai dan membersihkan seluruh rumah."


"Maksud kamu? Selama ini kamu kan jarang melakukan hal itu. Apa di rumah Fuad kamu mengerjakan semuanya?"


"Eeh, ngga bu. Kan Dewi sudah menikah ya Dewi harus belajar."


"Dewi, cerita sama ibu. Kamu tidak bisa bohong sama ibu."


"Benar? Karena kangen sama ayah dan ibu? Tidak ada yang kamu tutupi?"


"Nutupin apaan? Memangnya makanan yang harus di tutupin. Ya sudah, Dewi masuk kamar dulu ya bu."


Dewi masuk ke kamar dan mendengar bahwa ayah pamit untuk pergi keluar sebentar.


Tidak berapa lama setelah Dewi masuk kamar Fuad datang.


"Bu, Dewi ke sini tidak?"


"Kamu kok masuk rumah ibu tidak mengucapkan salam? Dan mukamu kenapa seperti orang marah?"


"Maaf bu. Tadi Fuad pulang ternyata Dewi tidak ada di rumah. Kata mama Dewi pergi tidak pamit sama mama. Fuad jadi dimarahin sama mama karena tidak bisa mengajari Dewi sopan santun! Biar bagaimanapun papa dan mama Fuad itu orang tua Dewi juga."


Ibu merasa ada sesuatu antara Fuad dan Dewi. Ibu berharap Dewi tidak keluar kamar.


Fuad melihat ibu yang masih diam segera menerobos masuk dan menuju kamar Dewi. Sebelum Fuad membuka pintu kamar Dewi, ibu sudah lebih dulu menghadang Fuad.


"Eh Fuad, Kamu itu juga anak ibu dan ayah. Harusnya kamu sopan. Kamu itu di rumah ayah dan ibu bukan di rumah kamu! Dan Dewi tidak ke sini! Kamar Dewi sudah ditempati oleh Adi, ponakan om dari luar kota. Adi sedang pergi diantar sama om. Ngerti kamu!"

__ADS_1


Fuad mendengus kasar.


"Kalau gitu Fuad permisi pulang. Kalau Dewi datang bilang suruh pulang. Istri pergi tidak pamit sama suami!"


Fuad segera keluar dari rumah Dewi dan masuk ke dalam mobil.


Ibu segera mengunci pintu. Dan berjalan menuju ke kamar Dewi. Belum sempat ibu mengetuk pintu, Dewi sudah membuka pintu kamarnya.


"Dewi, kamu lagi berantem sama Fuad? Ibu tidak suka dengan sikapnya. Masuk ke rumah tanpa permisi dan marah-marah! Sekarang cerita ke ibu mumpung ayah tidak ada!"


"Maaf bu. Dewi belum bisa cerita sekarang. Dan terima kasih bu tadi sudah membantu Dewi dengan bilang ke Fuad kalau Dewi tidak ada datang ke sini. Biarkan Dewi sendiri dulu bu. Nanti Dewi pasti akan cerita sama ibu. Tapi tidak sekarang."


"Ya sudah, kamu tenangin diri kamu dulu. Kalau sudah mau cerita ngomong saja dan harus lihat kondisinya. Jika ada ayah jangan cerita kasihan ayahmu nanti kepikiran."


"Iya bu. Terima kasih."


"Hmmm."


Ibu meninggalkan Dewi dan menuju ke dapur.


Ya Allah, apa yang mesti aku perbuat. Sementara perut aku akan membesar dan aku harus tetap bekerja. Kalau aku balik ke rumah Fuad, orang tuanya akan semena-mena sama aku. Dan sampai detik ini aku tidak tahu apakah Fuad bekerja atau tidak. Apakah semuanya akan dibebankan ke aku seperi yang aku dengar. Dan perempuan yang tidur dengan Fuad, apakah pacarnya? Jadi aku harus bagaimana? Seperti buah simalakama hidupku saat ini!


Dewi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Handphone Dewi berdering dan ada nama Fuad. Dewi tidak mau mengangkat handphone dari Fuad dan ia mengubah pengaturan hamdphonenya menjadi silent.


Dewi tidak mempedulikan panggilan masuk dari Fuad.


Saat ini Fuad marah terhadap Dewi berkali-kali ia menelpon Dewi tetapi tidak diangkat.


Aku coba sekali lagi telpon Dewi, sampai dia tidak mau angkat telpon dari aku jangan salahkan kalau nanti aku akan berbuat hal yang merugikan dirinya. Huh!


Dewi melihat lagi handphonenya yang berdering ternyata dari Fuad dan Dewi tetap tidak mau angkat.


Setelahnya masuk pesan dari Fuad.


Dewi, pulang sekarang! Jangan ngumpet kamu. Kamu itu sudah jadi istri harusnya hormat kepada suami! Apa ini didikan orang tuamu! Pulang sekarang! Aku tahu kamu di rumah orang tuamu jika tidak menghormati ibumu sudah aku seret kamu keluar! PULANG!!!


Dewi membaca pesan dari Fuad.


Kenapa aku merasakan hal yang aneh ya setelah membaca pesan dari Fuad.

__ADS_1


__ADS_2